Contoh Laporan Keuangan Sederhana Toko Baju Yang Bisa Anda Jadikan Referensi

Dalam kesempatan kali ini, kita akan memberikan contoh laporan keuangan sederhana toko baju dan juga cara mudah dalam membuat laporan keuangannya. Cara ini akan menunjukkan pada Anda terkait berbagai langkah mudah dalam membuat laporan keuangan toko baju dan juga distro.

Cara ini sangatlah mudah dan praktis, bahkan bisa langsung Anda terapkan sendiri pada toko baju Anda. Sehingga, toko baju Anda mempunyai laporan keuangan yang sesuai dengan ketentuan Standar Akuntansi Keuangan.

Proses dalam membuat Contoh Laporan Keuangan Sederhana Toko Baju

Contoh laporan keuangan sederhana toko baju ini terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan tersebut. Proses dan tahap dalam pembuatannya pun sama. Berikut ini kami berikan tahap dalam membuat laporan keuangan toko baju.

Baca juga: Process Costing: Pengertian, Jenis, Cara Hitung dan Contohnya

1. Menganalisis Transaksi dan Pencatatannya ke Jurnal

Proses dalam membuat laporan keuangan kali ini akan kita gunakan contoh transaksi perusahaan yang dilakukan oleh toko baju “kids jaman now” yang terjadi pada bulan Maret tahun 2019. Lalu, satu transaksi lagi yang terjadi pada tanggal 1 maret 2019, yang mana pebisnis toko baju tersebut menyetorkan uang tunai sebanyak 25 juta rupiah.

Dalam membuat contoh laporan keuangan sederhana toko baju ini, terdapat sembilan akun yang harus kita isi, yakni akun kas, persediaan, piutang dagang, utang dagang, modal, penjualan, harga pokok penjualan, diskon penjualan, dan biaya administrasi bank.

Jika setiap perangkatnya sudah siap, mari segera kita lakukan pencatatan jurnal berbagai transaksi yang terjadi pada toko baju tersebut.

  • Jurnal kegiatan transaksi  pada tanggal 1 Maret, yaitu Setoran modal kas pemilik:

Kas Rp 25.000.000 ………….. (Debet)

Modal Rp 25.000.000 ……….(Kredit)

  • jurnal berbagai transaksi sebelumnya yakni pembelian kredit di tanggal 3 Maret:

Persediaan  Rp 30.000.000 … (Debet)

Utang Usaha  Rp 30.000.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi penjualan tunai yang dilakukan pada tanggal 4 Maret:

Kas Rp 12.800.000  … (Debet)

Penjualan  Rp 12.800.000 … (Kredit)

HPP Rp 7.600.000 … (Debet)

Persediaan  Rp 7.600.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi pada tanggal 5 Maret yakni Pembelian kredit:

Persediaan Rp 19.465.000 … (Debet)

Utang Usaha   Rp 19.465.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi pada tanggal tanggal 6 Maret yakni retur pembelian:

Utang Usaha Rp 3.500.000 … (Debet)

Persediaan   Rp 3.500.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi pada tanggal 11 Maret yakni Penjualan kredit:

Piutang Usaha Rp 6.000.000 … (Debet)

Penjualan              Rp 6.000.000 … (Kredit)

HPP Rp 3.200.000 … (Debet)

Persediaan Rp 3.200.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi tanggal pada tanggal 14 Maret yakni Pembayaran utang usaha:

Utang Usaha Rp 26.500.000 … (Debet)

Kas Rp 26.500.000 … (Kredit)

Kas Rp 5.000.000 … (Debet)

Penjualan Rp 5.000.000 … (Kredit)

HPP Rp 4.000.000 … (Debet)

Persediaan Rp 4.000.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi yang dilakukan di tanggal 22 Maret yakni Pembayaran piutang usaha:

Kas Rp 4.800.000 … (Debet)

Piutang Usaha Rp 4.800.000 … (Kredit)

HPP Rp 3.500.000 … (Debet)

Persediaan Rp 3.500.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi yang dilakukan pada tanggal 24 Maret, yaitu Penjualan kredit:

Piutang Usaha  Rp 8.000.000 … (Debet)

Penjualan              Rp8.000.000 … (Debet)

HPP Rp 4.500.000 … (Debet)

Persediaan Rp 4.500.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi yang dilakukan pada tanggal 28 Maret, yaitu Pembayaran biaya administrasi:

Administrasi Bank Rp 1.500.000 … (Debet)

Kas     Rp 1.500.000 … (Kredit)

  • Jurnal transaksi yang dilakukan tanggal 30 Maret, yaitu Retur dan diskon penjualan:

Diskon Penjualan Rp 1.000.000 … (Debet)

Piutang Usaha      Rp 1.000.000 … (Kredit)

Persediaan   Rp 900.000 ……. (Debet)

Harga Pokok Penjualan    Rp 900.000 … (Kredit)

Membuat Buku Besar

Jika seluruh transaksi kegiatan bisnis tersebut sudah tercatat di jurnal umum dan jurnal khusus, maka selanjutnya kita harus memindahkan seluruh catatan transaksi tersebut ke dalam buku besar. Caranya adalah dengan berdasarkan akun-akun tersebut. Untuk itu, kelompokkanlah setiap transaksi sesuai dengan akunnya.

Cobalah perhatikan contoh dibawah ini:

Untuk transaksi kas, masukkanlah pada akun kas, lalu jumlahkan di akhir periode akuntansi. Lalu, berdasarkan catatan jurnal transaksi yang dilakukan oleh toko baju tersebut, maka kita selanjutnya akan membuat buku besar perusahaan dagang seperti contoh di bawah ini.

  • Buku Besar – Akun Kas:
  • Buku Besar – Akun Persediaan Barang Dagang:
  • Buku Besar – Akun Piutang Dagang
  • Buku Besar – Akun Utang Dagang:
  • Buku Besar – Akun Modal:
  • Buku Besar – Akun Penjualan:
  • Buku Besar – Akun Harga Pokok Penjualan:
  • Buku Besar – Akun Diskon Penjualan:
  • Buku Besar – Biaya Administrasi Bank:

Contoh Laporan Keuangan Sederhana Toko Baju “Kids Jaman Now”

Cara untuk membuat contoh laporan keuangan sederhana toko baju sangatlah mudah. Caranya adalah dengan memindahkan berbagai data di neraca lajur bentuk 7 kolom pada format laporan keuangan.

Lantas, bagaimana bentuk laporan keuangan toko baju yang dihasilkan dari pemindahan data dari neraca lajur? Berikut ini adalah bentuk laporan keuangannya.

1. Laporan Laba Rugi Toko Baju “Kids Jaman Now”

Toko Baju “Kids Jaman Now”

Laporan Laba Rugi

Untuk periode yang berakhir di tanggal 31 Maret 2019

Berdasarkan laporan laba rugi di atas, maka bisa kita ketahui bahwa laba toko di bulan Maret tahun 2019 adalah senilai Rp 7.400.000.

2. Laporan Posisi Keuangan

Toko Baju “Kids Jaman Now”

Laporan Posisi Keuangan/Neraca

Per tanggal 31 Maret 2019

Berdasarkan laporan posisi keuangan tersebut, bisa kita ketahui bahwa total aset toko per tanggal 31 Maret 2019 adalah senilai Rp 51.865.000, utang usahanya adalah sebesar Rp 19.465.000, dan jumlah seluruh modal dan juga utang usahanya adalah sebesar Rp 51.865.000. Jumlah aset tersebut harus sama dengan jumlah total utang dan juga modal.

3. Laporan Perubahan Modal

Toko Baju “Kids Jaman Now”

Laporan Perubahan Modal

Untuk periode yang berakhir di tanggal 31 Maret 2019

4. Laporan Arus Kas

Toko Baju “Kids Jaman Now”

Laporan Arus Kas

Untuk periode yang berakhir di tanggal 31 Maret 2019

Berdasarkan laporan arus kas toko baju di atas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa jumlah total kas pada tanggal 31 Maret 2019 adalah sebesar Rp 19.600.00. Jumlah tersebut harus sama dengan jumlah kas yang dilaporkan di dalam laporan posisi keuangan atau neraca.

Bila ternyata jumlahnya berbeda, itu artinya masih ada yang salah di dalam proses membuat laporan keuangan.

Nah, cara ini juga bisa Anda gunakan untuk membuat laporan keuangan pada toko sembako, toko elektronik, toko komputer, toko roti, toko retail, dll.

Baca juga: Apa Itu Arus Kas Operasi dalam Bisnis? Berikut Pembahasan Lengkapnya

Kesimpulan

Jika Anda memang mengaku dan merasa sebagai seorang pebisnis, maka laporan keuangan adalah suatu kewajiban yang harus Anda buat dan Anda siapkan dalam mengelola bisnis dan usaha Anda. Kecuali bila Anda memang belum merasa menjadi pengusaha atau masih setengah-setengah dalam menjalani usaha.

Untuk itulah pentingnya laporan keuangan, sesederhana apapun bentuk laporan keuangan tersebut. Ada banyak sekali manfaat yang akan Anda peroleh dalam membuat laporan keuangan, seperti bisa mengetahui kinerja bisnis Anda, untung dan rugi bisnis Anda, mengetahui aliran kas usaha, mengetahui perkembangan usaha, dll.

Jadi, dengan membuat laporan keuangan, Anda akan mengetahui kinerja, performa, perkembangan, dan pertumbuhan bisnis Anda. Tapi, bila Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk membuat laporan keuangan, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa harus Accurate Online? Karena Accurate Online lebih dari sekedar software akuntansi dan sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia serta memperoleh 6 kali penghargaan Top Brand Award dalam kategori software Akuntansi.

Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang cepat, akurat, dan mudah Anda dapatkan dimana saja dan kapan saja secara real time.

Selain itu, di dalamnya juga sudah disediakan berbagai fitur canggih yang akan membantu Anda dalam menjalankan kegiatan bisnis, seperti fitur persediaan, fitur, penjualan, fitur pembelian, fitur perpajakan, fitur perbankan, dll.

Lebih uniknya lagi, untuk bisa menikmati berbagai keunggulan dan fitur menarik dari Accurate Online, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya investasi sebesar 200 ribu rupiah perbulan saja. Harga ini tentunya tidak akan bisa Anda peroleh di software akuntansi lainnya.

Tidak percaya? Anda bisa buktikan sendiri dengan mencoba Accurate online terlebih dahulu selama 30 hari melalui tautan gambar di bawah ini.

accurate-200 ribu per bulan