Mengenal 15 Jenis Audit dalam Proses Organisasi

Audit adalah cara yang efektif bagi bisnis untuk mendapatkan informasi mendalam tentang kebijakan dan prosedur yang mereka miliki. Proses audit memberikan laporan terperinci yang dapat digunakan pemilik dan para stakeholder untuk membuat keputusan keuangan dan operasional. Namun, terdapat sekali jenis audit dalam proses organisasi.

Sifat audit ini bervariasi tergantung pada informasi yang dibutuhkan auditor dan tujuan audit. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tujuan audit dan memberikan deskripsi tentang 15 jenis audit yang berbeda.

Apa Itu Audit?

Audit adalah pemeriksaan atau inspeksi terperinci dari sistem, laporan, atau entitas yang ada, seperti catatan keuangan.

Ada berbagai kategori audit yang dilakukan dari dalam perusahaan atau organisasi eksternal.

Auditor akan meninjau dan memeriksa departemen, proses, kebijakan atau fungsi dalam perusahaan.

Beberapa jenis audit berusaha mengidentifikasi area inefisiensi dan membuat rekomendasi untuk dilakukan perbaikan, sementara audit lainnya dirancang untuk memeriksa ketidakpatuhan atau kesalahan dalam organisasi.

Tergantung pada jenis audit, hasil audit dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan atau lembaga pemerintah dan organisasi yang teraudit.

Baca juga: Metode Biaya Rata-Rata untuk Manajemen Persediaan dan Akuntansi

15 Jenis Audit

Berikut adalah 15 jenis audit yang dapat dilakukan oleh bisnis, organisasi, dan lembaga:

1. Audit Internal

Audit internal dilakukan oleh seseorang atau tim dalam organisasi Anda.

Audit internal dapat membantu eksekutif, pemilik bisnis, dan stakeholder mendapatkan gambaran yang akurat tentang kesehatan perusahaan.

Pemilik atau stakeholder perusahaan biasanya menugaskan audit internal yang berfokus pada jenis investigasi berikut:

  • Akuntansi dan pelaporan keuangan
  • Kebijakan dan kepatuhan hukum
  • Efektivitas prosedur saat ini
  • Masalah operasional

2. Audit Eksternal

Audit eksternal dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memihak pada organisasi bisnis manapun. Contohnya seperti lembaga pemerintah dan firma keuangan.

Auditor harus mematuhi Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum (PABU) saat menangani informasi perusahaan Anda.

Audit eksternal adalah jenis audit yang lebih resmi daripada audit internal dan sering digunakan untuk menunjukkan keandalan catatan keuangan dan operasional organisasi Anda.

Misalnya, perusahaan retailer pakaian dapat menyewa auditor eksternal untuk memeriksa cara meningkatkan manajemen persediaan, merekrut tenaga penjualan, dan memasarkan produk.

3. Audit Pajak

Petugas dari Dirjen Pajak melakukan audit pajak untuk memverifikasi keakuratan informasi yang diajukan pada pengembalian pajak perusahaan, memastikan pembayaran pajak Anda benar dan memastikan kewajiban pajak yang dilaporkan telah sesuai.

Petugas Pajak akan mengakses semua catatan keuangan perusahaan Anda dan dapat melakukan audit pajak di tempat, melalui telepon, atau secara digital.

Audit pajak adalah audit eksternal, karena auditor bekerja untuk entitas luar dan tidak terkait dengan bisnis Anda.

Adanya pemeriksaan pajak bukan berarti menunjukkan adanya kesalahan dari pihak perusahaan.Dirjen Pajak memilih perusahaan untuk diaudit setiap tahun berdasarkan berbagai data.

4. Audit Keuangan

Audit keuangan pada dasarnya adalah pemeriksaan atas laporan keuangan atau laporan lain oleh orang atau organisasi independen di mana pendapat tersebut diungkapkan berdasarkan fakta penelitiannya.

Ada banyak jenis audit dan tingkat opini yang berbeda yang diberikan oleh auditor.

Auditor membantu para pengguna laporan keuangan khususnya para stakeholder atau pemilik bisnis untuk mendapatkan informasi dan wawasan yang lebih baik atas laporan keuangan yang mereka gunakan.

Di sisi lain, auditor adalah pengawas yang bekerja atas nama pemilik atau pemegang saham untuk memverifikasi laporan keuangan yang disiapkan oleh direktur (orang yang menjalankan perusahaan).

Secara umum, untuk memastikan bahwa opini yang diberikan tidak bias dan dapat diandalkan, audit perlu mempertahankan kode etik utamanya dan mengikuti pedoman wajib dari badan profesional yang mengendalikannya di yurisdiksi tersebut.

Misalnya, auditor eksternal mengaudit laporan keuangan berdasarkan hukum yang berlaku dan perlu mengikuti kode etik Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)

Auditor internal yang mengikuti IIA, wajib mengikuti kode etik IIA. Auditor dapat menggunakan pendekatan audit dan strategi audit yang berbeda berdasarkan pertimbangan profesional mereka. Baca artikel ini untuk penjelasan lengkapnya.

5. Audit Operasional

Audit operasional dirancang untuk mengevaluasi dan menganalisis operasi organisasi, termasuk kebijakan, prosedur, tujuan, filosofi, dan budaya.

Biasanya proses audit ini dilakukan secara internal.

Audit operasional berusaha untuk mengidentifikasi area inefisiensi dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya, merampingkan proses dan membuat kebijakan yang lebih baik.

Misalnya, produsen dapat melakukan audit manajemen rantai pasok perusahaan untuk mengidentifikasi cara mengurangi biaya dan merampingkan prosedur pengiriman produk.

6. Audit Kepatuhan

Audit kepatuhan digunakan untuk menentukan apakah perusahaan mematuhi peraturan internal dan eksternal. Ini mungkin termasuk dalam pemeriksaan standar perusahaan, peraturan lokal dan undang-undang Negara dan daerah.

Perusahaan perlu melakukan audit kepatuhan untuk menjaga kondisi kerja yang aman dan adil, memastikan kualitas produk dan meminimalisir risiko.

Misalnya, seorang manajer pabrik dapat menugaskan audit kepatuhan per triwulanan untuk memastikan karyawan mengikuti pedoman keselamatan agar bisa menggunakan dan memelihara peralatan, fasilitas pembersihan, dan waktu istirahat yang tepat.

7. Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi adalah proses memeriksa teknologi informasi di organisasi Anda untuk memastikan Anda melakukan praktik dan menggunakan alat terbaik untuk manajemen dan keamanan sistem.

Perangkat lunak, TI, dan perusahaan teknologi lainnya mengandalkan audit sistem informasi untuk:

  • Memastikan data pribadi para pelanggannya aman
  • Melindungi server dan sistem perusahaan dari peretasan
  • Mengevaluasi teknologi pemrosesan data
  • Merekomendasikan perangkat lunak dan peralatan lain untuk kebutuhan bisnis tertentu, seperti manajemen proyek

8. Audit Penggajian

Audit penggajian akan memverifikasi keakuratan semua informasi yang terkait dengan pemrosesan penggajian kepada karyawan, termasuk:

  • Pemotongan pajak
  • Jam dan upah karyawan
  • Informasi karyawan, seperti alamat dan informasi kontak

Bisnis seringkali memiliki sumber daya manusia atau profesional administrasi di dalam perusahaan yang melakukan jenis audit ini. Proses ini biasa terjadi setiap bulan atau setiap tahun sesuai kebijakan perusahaan.

9. Audit Pembayaran

Audit pembayaran menganalisis seluruh data pembayaran dari organisasi Anda untuk memastikan bahwa tidak ada hal yang berisiko dalam proses pembayaran dan jaminan kesejahteraan karyawan.

Auditor membandingkan upah perusahaan Anda dengan perusahaan serupa di wilayah Anda untuk memastikan data penggajian Anda sebanding, sehingga akan membantu bisnis Anda tetap kompetitif dalam merekrut karyawan.

10. Audit Terintegrasi

Audit terintegrasi adalah proses yang berkaitan dengan bagaimana organisasi menganalisis dan mengendalikan akuntansi dan pelaporan keuangannya untuk dibagikan secara publik.

Auditor mematuhi pedoman ketat yang dikembangkan oleh Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik dan bekerja untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bagaimana perusahaan mengawasi transaksi, proses keuangan, dan operasi.

11. Audit Forensik

Audit forensik adalah audit yang sangat teknis yang sering dilakukan sebagai bagian dari investigasi kriminal atau perdata.

Auditor forensik menerapkan pengetahuan akuntansi dan prosedur investigasi.

Hasil audit tersebut dapat digunakan sebagai bukti dalam proses hukum atau untuk menyelesaikan perselisihan antara perusahaan atau pemegang saham perusahaan.

Misalnya, auditor forensik dapat menyelidiki perusahaan investasi untuk memverifikasi pengelolaan semua aset perusahaan dan klien dengan alasan hukum.

12. Audit Wajib

Audit wajib adalah audit yang dilakukan untuk mematuhi peraturan pemerintah untuk perusahaan publik, bank, perusahaan investasi, dan perusahaan asuransi.

Proses ini umumnya termasuk dalam audit eksternal yang memverifikasi laporan keuangan tertentu secara akurat dan sesuai, termasuk:

  • Laporan bank
  • Jumlah klien atau pelanggan
  • Pendapatan investasi

Banyak lembaga pemerintah menjalani audit wajib yang berlandaskan undang-undang dan mempublikasikan laporan auditnya kepada publik.

Hali ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.

13. Audit Nilai Untuk Uang

Audit Value for Money atau nilai untuk uang sering diterapkan di organisasi nirlaba untuk menilai manajemen dan operasi sumber daya.

Audit ini secara khusus mempelajari:

  • Ekonomi: Auditor meninjau bagaimana perusahaan memperoleh dan mendistribusikan sumber daya.
  • Efektivitas: Audit Value for Money mengevaluasi seberapa efektif organisasi dalam menggunakan sumber daya mereka untuk memenuhi tujuan keuangan dan operasional mereka secara keseluruhan.
  • Efisiensi: Auditor menganalisis efisiensi proses dan sistem perusahaan.

Misalnya, auditor mungkin menemukan badan amal untuk yatim piatu yang membayar lebih untuk pembelian bahan makanan.

Auditor dapat membuat rekomendasi bagi badan amal untuk mencari pemasok alternatif, sehingga akan membantu mereka dalam mendistribusikan kembali dana ke divisi amal lainnya.

14. Audit Prosedur Yang Disepakati

Dalam audit prosedur yang disepakati atau agreed-upon procedures (AUP), pihak yang meminta audit dan pihak yang melakukan audit harus menyetujui persyaratan tertentu.

Seringkali audit AUP digunakan untuk mengevaluasi proses atau prosedur tertentu, dan hasilnya hanya dibagikan pada pihak-pihak yang disebutkan dalam perjanjian.

Misalnya, seorang pemimpin organisasi dapat melakukan audit untuk mengetahui bagaimana divisi pengembangan produk menggunakan sumber dayanya.

Perusahaan juga dapat menggunakan audit AUP untuk mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan yang ingin mereka akuisisi atau gabungkan.

Dalam laporan audit AUP, auditor akan berbagi informasi objektif dan bukan rekomendasi atau opini audit.

15. Audit Khusus

Audit khusus biasanya merupakan audit internal yang berfokus pada fungsi atau proses yang sempit di dalam perusahaan.

Pemilik, stakeholder, atau manajemen tingkat atas dapat mengizinkan audit khusus.

Terkadang audit khusus merupakan hasil dari dugaan kecurangan atau kesalahan tertentu.

Audit khusus dapat menyelidiki bidang-bidang seperti:

  • Kepatuhan keselamatan
  • Konstruksi
  • Prosedur perekrutan
  • Tindakan fraud
  • Royalti
  • Pajak

Baca juga: Competitive Pricing: Pengertian, Strategi, Tips, Kelebihan dan Kekurangannya

Kesimpulan

Itulah beberapa jenis audit yang biasanya terjadi dalam perusahaan atau lembaga pemerintah dan organisasi yang teraudit. Proses audit adalah hal panjang dan memerlukan ahli dan ketelitian dalam melakukannya.

Disisi lain, bagi pemilik bisnis, proses audit bisa menjadi hal yang menakutkan, terlebih jika mereka tidak melakukan proses operasi yang tidak benar dan tidak sesuai standar.

Bahkan, walaupun sebagian besar bisnis sudah banyak yang memiliki standar dalam sistem operasionalnya, mereka masih merasa kesulitan saat terjadi audit, terlebih pada saat audit keuangan dan perpajakan.

Alasan yang sering terjadi adalah banyak pemilik bisnis yang tidak menyimpan bukti pembayaran, sehingga transaksi diragukan kebenarannya.

Jika Anda adalah pebisnis yang tidak ingin merasakan kerepotan saat proses audit terjadi, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan bisa menyimpan catatan dan bukti transaksi secara cloud, salah satunya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 370 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa melakukan pencatatan pembukuan maupun transaksi secara lebih mudah, cepat dan bisa mengelola akuntansi bisnis sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:Accurate-