Pengertian‌ ‌Food‌ ‌Cost‌ ‌dan‌ ‌Cara‌ ‌Menghitung‌nya ‌Dalam‌ ‌Bisnis‌ ‌Restoran

Dalam membangun bisnis restoran tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pengelolaan pegawai, tempat hingga operasional bisnis. Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika mengelola restoran adalah perihal food cost. Apa itu pengertiannya ? bagaimana penerapannya dalam dunia bisnis? Atau apa keuntungannya?

Dalam uraian dan artikel ini akan dikupas tuntas bersama mengenai food cost atau perhitungan pengeluaran belanja makanan.

Perhitungan ini sendiri sangat penting jika diterapkan dalam bisnis restoran yang setiap waktu perlu untuk membeli bahan makanan. Nah tanpa berlama-lama lagi yuk bahas dan simak bersama pengertian, cara hitung dan keuntungan penerapannya dalam bisnis restoran!

Mengenal Pengertian dari Food Cost

Sebelum membahas cara menghitung food cost untuk dunia bisnis restoran maka menjadi lebih tepat dan lengkap untuk memahami pengertiannya. Jadi food cost sendiri memiliki pengertian dan pemahaman sebagai perhitungan total atau persentase jumlah total pembelian persedian makanan. 

Dimana kemudian total pembelian persediaan makanan guna bisnis restoran itu sendiri dibagi dengan nilai total penjualan makanan. Perhitungan nilai total ini sendiri jelas sangat menguntungkan untuk diterapkan dalam dunia bisnis restoran sebagai penentu harga produk. 

Penentuan harga produk antar restoran sendiri berbeda-beda tergantung sub total pembelian bahan baku makanan dan proses pembuatannya. Kemudian untuk orang yang biasanya dibebankan tugas membuat perhitungan biaya pembelian bahan baku ini adalah koki restoran itu sendiri.

Penerapan dari perhitungan total atas biaya persediaan makanan ini ditujukan juga sebagai data untuk menghitung laba yang didapatkan.

Misalnya saja sebuah steak sapi di restoran maka biaya pembelian daging, bahan pendukung hingga proses masaknya dihitung untuk penentu harga produk. 

Penentu harga produk tersebut sendiri haruslah sudah melewati proses pemberian keuntungan didalamnya. Hal itu untuk tetap membuat bisnis restoran terus berputar.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Cara Menghitung Food Cost dalam Bisnis Restoran

Nah setelah mengetahui pengertian dari perhitungan biaya total pembelian makanan dan penerapannya secara singkat, maka berikut adalah cara menghitung detail pembelian bahan baku makanan dalam bisnis restoran yang wajib dipahami.

1. Memahami dan Memilih Jenis Perhitungannya

Perhitungan pengelolaan pembelian dan penjualan bahan baku makanan guna restoran sendiri memiliki jenis perhitungannya sendiri.

Oleh sebab itu menjadi penting untuk memahami rumusannya yang dibagi dalam dua skema yang akan dibahas pada poin kedua. Skema tersebut memiliki keuntungan dan model penerapannya yang relatif berbeda namun sama-sama menguntungkan.

2. Menghitung dengan Food Cost Ideal atau Aktual

Jadi seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa perhitungan pengelolaan data pembelian dan penjualan bahan baku makanan itu ada dua skema. Yaitu dengan perhitungan atau cara ideal dan aktual dimana keduanya memiliki ciri khas dan cara kerjanya masing-masing. 

Untuk skema ideal sendiri didasarkan pada sebuah rumus dasar yang standar, sedangkan jika skema aktual didasarkan pada jumlah data bahan baku awal dan akhir. Untuk skema ideal sendiri perhitungannya didasarkan pada detail bahan makanan yang digunakan dan harganya. 

Misalnya membuat burger maka bahan yang diperlukan dengan  harga per/pcs nya harus dicantumkan, untuk kemudian dijadikan patokan data koki atau restoran.

Sedangkan, mode aktual tidak menggunakan perhitungan per/pcs namun akumulasi stok awal dan akhir saja, habis untuk digunakan menu apa saja.

Baca juga: 5 Kesalahan Anggaran Bisnis yang Dapat Mengacaukan Usaha Anda

Food cost per-penyajian

Untuk menghitung biaya makanan Anda per porsi (atau biaya makanan per item menu), temukan jumlah biaya bahan per porsi.

Contohnya:

Anton dari Anton Burger Bar ingin menentukan biaya Anton Burger yang terkenal per-porsi. Hidangan ini terdiri dari 8 ons daging giling, 1 roti biji wijen, 1 sendok makan saus, 2 potong keju, 2 potong tomat, dan 2 kentang.

Anton membeli bahan-bahannya dalam jumlah besar dan membayar 190.000 untuk 2,5 kg daging giling. Dia menghitung bahwa 8 ons daging giling untuk satu burger harganya 19.000 di restorannya. Anton melakukan perhitungan serupa untuk menentukan biaya per porsi sisa bahan dalam burger.

  • 8 ons daging giling = 19.000
  • 1 roti biji wijen = 2.500
  • 1 sendok teh. saus = 1.000
  • 2 potong keju = 9.000
  • 2 potong tomat = 5.000
  • 2 kentang = 7.500

Biaya per porsi = 19.000 + 2.500 + 1.000 + 9.000 + 5.000 + 7.500

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Burger Anton berharga 44.000

Food Cost Berdasarkan Persentase

Untuk menjalankan restoran yang menguntungkan, sebagian besar pemilik dan operator menjaga biaya makanan antara 28 dan 35% dari pendapatan. Dengan demikian, tidak ada yang namanya persentase biaya makanan yang ideal; itu bervariasi tergantung pada jenis makanan yang mereka sajikan dan overhead serta biaya operasional restoran.

Setiap restoran harus menghitung persentase biaya makanan mereka dan tidak bergantung pada rata-rata tangkapan semua, tetapi konsensus umumnya adalah bahwa semakin tinggi total pengeluaran restoran Anda (termasuk biaya makanan), semakin tinggi pula harga menu Anda.

Contoh

Mari kita lihat bagaimana Anton Burger Bar menghitung persentase biaya makanan mereka menggunakan nilai berikut:

  • Nilai persediaan awal = 1.100.000
  • Pembelian = 700.000
  • Nilai persediaan akhir = 1.500.000
  • Total penjualan makanan =  800.000

Persentase biaya makanan = (1.100.000 + 700.000) – 1.500.000 / 800.000

Persentase biaya makanan = 1.800.000 – 1.500.000 / 800.000

Persentase biaya makanan = 300.000 / 800.000

Persentase biaya makanan = 0,375, atau 37,5%

Persentase biaya makanan Anton Burger Bar adalah 37,5%

3. Memasukan Nilai Standar Bahan Baku yang Digunakan

Ketika ingin mendapatkan perhitungan total biaya pembelian dan nilai dari penjualan makanan menjadi perlu untuk memasukan nilai standar bahan bakunya.

Misalnya saja ingin membuat burger maka menjadi perlu untuk mengetahui harga standar pasaran roti burger, mayonaise, keju atau sebagainya. Hal ini yang kemudian nanti bisa dijadikan dasar untuk memilih skema perhitungan aktual atau ideal.

Baca juga: 5 Kesalahan Anggaran Bisnis yang Dapat Mengacaukan Usaha Anda

4. Menghitung Besaran Alat Bantu Pengolahan Bahan Baku Makanan

Jangan lupa untuk menghitung besaran alat bantu pengolahan bahan baku makanan agar mendapatkan nilai akhir dari yang diinginkan.

Misalnya saja seperti membutuhkan gas, minyak, plastik atau lainnya itu juga masuk list perhitungan dan jangan diabaikan. Alat bantu ini sendiri juga bertujuan untuk memudahkan perhitungan total biaya dan harga menu yang akan dibuat pihak restoran.

5. Tidak Lupa Memperhatikan Stok yang Ada

Perhatikan juga untuk mencatat dan memperhatikan stok barang dan bahan baku makanan yang ada, termasuk alat bantu pengolahannya.

Pencatatan berkala ini bisa dijadikan tolak ukur keefektifan koki dalam mengelola bahan makanan dan bisa juga dijadikan bahan evaluasi pemilik modal dan bisnis untuk menjaga kelangsungan bisnisnya jauh dari kerugian dan pemborosan.

6. Menetapkan Standar Nilai Makanan

Cara terakhir yang efektif untuk membuat perhitungan jumlah bahan baku dan nilai penjualan adalah dengan menetapkan standar nilai makanan.

Harga atau standar nilai makanan masing-masing restoran tentu saja berbeda, namun inilah point pentingnya. Seorang pebisnis harus pandai membuat standar nilai makanannya sendiri sesuai dengan modal bahan baku  dan hasil akhir yang didapat konsumen.

Baca juga: 9 Tips Pembukuan yang Efektif untuk Toko Online Anda

food cost 2

Keuntungan Penggunaan Perhitungan Food Cost dalam Bisnis Restoran

Bagaimana ternyata menghitung besaran total bahan baku makanan serta cara menentukan harga produk tidaklah rumit bukan.

Nah berikut ini untuk melengkapi pembahasan mari membahas mengenai keuntungan penggunaan food cost dalam dunia bisnis restoran yang wajib dipahami!

1. Adanya Perhitungan Jelas Harga Pembelian Bahan Baku

Keuntungan penggunaan dari perhitungan total bahan baku dan pembelian makanan pada produksi restoran yang pertama datang dari segi kejelasan harga.

Nantinya tim keuangan, tim koki atau pemilik modal dan restoran bisa memiliki catatan terkait mengenai harga pembelian bahan baku. Dimana harga tersebut kemudian bisa menjadi patokan pembuatan harga menu makanan pada restoran seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Baca juga: Kinerja Keuangan: Pengertian, Penilaian Dan Fungsinya Bagi Sebuah Bisnis

2. Memungkinkan Restoran Mengambil Total Keuntungan yang Jelas

Membuat perhitungan pembelian bahan baku dan total produksi makanan membuat restoran tidak akan kecolongan data keuntungan yang ada.

Pihak restoran jelas bisa menerka berapa kiranya laba yang harus diambil dan disisihkan untuk pembiayaan bisnis berkelanjutan. Jadi jangan sampai menganggap enteng dan remeh perhitungan food cost dalam bisnis restoran ya!

3. Adanya Perhitungan Jelas Mengenai Penentuan Harga Makanan

Jika membeli barang dengan jumlah dana yang sudah direncanakan dalam catatan maka perhitungan penentuan harga jual makanan menjadi jelas.

Misalnya saja pembelian bahan baku senilai Rp.100.000,- cukup untuk 10 porsi makanan maka total harganya bisa diperkirakan. Misalnya harga total makanan tersebut dibanderol Rp.12.500,- sudah terhitung biaya operasional dan pendukung lainnya.

Baca juga: Peran Akuntansi Dalam Pengembangan dan Perencanaan Bisnis

4. Meminimalisir Kerugian dan Bahan yang Terbuang

Dengan adanya perhitungan rinci mengenai biaya pengeluaran bahan baku dan total produksi maka kemungkinan kerugian bisa lebih minim.

Hal ini dikarenakan pihak pengelola restoran akan menjadi lebih berhati-hati dalam merencanakan pengeluaran barang dan uang. Upaya perencanaan tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu cara meminimalisir kerugian yang mungkin ditimbulkan.

Baca juga: Akuntansi Pertanggungjawaban: Pengertian dan Tahap Perkembangannya

5. Memudahkan Perhitungan Catatan Keuangan Restoran

Keuntungan lainnya dan terakhir dari pembuatan perhitungan ini dalam bisnis restoran adalah memudahkan perhitungan catatan keuangan restoran.

Pihak akunting dan keuangan dengan mudah bisa membuat rekap catatan dari biaya modal, pengeluaran, produksi dan biaya akhir. Untuk kemudian bisa dipetakan dengan mudah pula mengenai keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi dalam bisnis restoran yang dijalani.

Baca juga: Prinsip Dasar Akuntansi: 10 Hal yang Perlu Anda tahu Sebelum Melakukan Pembukuan

Kesimpulan

Itulah diatas uraian mengenai pengertian, cara hitung hingga keuntungan dari penggunaan dan penerapan food cost dalam bisnis restoran. Ternyata ada banyak keuntungan dan kemudahan yang didapatkan dari penerapan hal diatas.

Jadi pastikan ketika memiliki bisnis restoran untuk senantiasa melakukan perhitungan yang matang dalam pengelolaan bahan makanan yang akan dijual melaui penghitungan food cost tersebut.

Jika Anda memiliki restoran dan kesulitan dalam melakukan penghitungan food cost, penghitungan pengeluaran dan penpatan atau proses pembukuan yang menyeluruh, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti Accurate Online untuk kemudahan proses pengelolaan finansial bisnis restoran Anda.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia, salah satunya usaha restoran.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa dengan mudah memantau kesehatan keuangan, perpajakan, stok, pembuatan dan otomasi faktur, dan penghitungan aset restoran Anda dimanapun dan kapanpun Anda mau dengan mudah, cepat, dan tepat.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate fokus pengembangan