Pain Point: Pengertian dan Cara Mengubahnya Jadi Peluang Bisnis

Dalam dunia bisnis, masalah seperti konsumen yang batal melakukan transaksi atau masalah lainnya, dikenal dengan istilah pain point.

Berbagai hal yang berhubungan dengan produk, bisnis, atau pelayanan yang harus dihadapi para konsumen dan membuat mereka terasa tidak nyaman. Hingga akhirnya, calon konsumen pun pindah ke produk atau jasa lainnya.

Lalu, bagaimana cara melakukan identifikasi berbagai poin tersebut? Kenapa pain point mampu mengurangi daya tarik bisnis Anda?

Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang paint point di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Pain Point

Utilitas akan menggambarkan kepuasan yang didapat oleh konsumen dari produk, bisnis, atau jasa. Dari hal tersebut, kita sudah bisa melihat bahwa masalah yang dibebankan pada pihak konsumen mempunyai dampak yang sebaliknya.

Lebih dari itu, seringkali pain point juga menggambarkan peluang untuk perusahaan agar bisa berkembang lebih baik. Namun, kebanyakan berbagai persoalan tersebut tidak bisa dilihat dan tersembunyi.

Bisnis tidak bisa melihat berbagai poin tersebut dan pada akhirnya konsumen pun sudah tidak peduli lagi. Seluruh pihak dipaksa bahwa memang begitulah seharusnya proses yang harus dijalankan.

Untuk itu, Anda harus bisa melakukan identifikasi pada berbagai poin masalah tersebut dan melakukan analisa terkait poin apa saja yang bisa untuk diselesaikan. Karena, tidak semua masalah harus Anda selesaikan. Anda hanya harus mencari tahu solusi berbagai poin yang sifatnya mampu memberikan peluang bisnis saja.

Baca juga: 3 Jenis Transaksi yang Harus Anda Ketahui dalam Berbisnis

Identifikasi Persoalan yang Dihadapi Calon Konsumen

Pengalaman konsumen menjadi kunci utama dalam mengidentifikasi pain point, untuk itu cobalah dalam memetakan hal tersebut.

Jika Anda bisa memetakan pengalaman konsumen dengan baik, maka insight yang akan Anda peroleh tentang pain point pun akan sangat berharga. Walaupun bisnis Anda berada di sektor yang sangat kompetitif dan memiliki banyak persoalan secara alami.

Anda harus bisa memetakan seluruh pengalaman konsumen. Sehingga, Anda bisa memahami bagaimana bisnis mampu memberikan utilitas yang baik pada konsumen, dan pada titik mana konsumen merasa tidak puas pada bisnis.

Nantinya, di sanalah Anda bisa melihat peluang bisnis, dan usaha Anda akan berkembang pesat di dalam kompetisi dan bisa memperluas pasar.

Dua orang profesor di sekolah bisnis ternama INSEAD bernama Chan Kim dan Renée Mauborgne menjelaskan bahwa pengalaman konsumen bisa dibagi menjadi enam tahap yang dikenal dengan siklus konsumen. Keenam tahapan tersebut bisa dimulai dari pembagian, pengiriman, pemakaian, penambahan, perawatan, dan juga pembuangan.

Lebih menariknya lagi, kebanyakan pebisnis saat ini hanya fokus pada satu ataupun dua tahapan saja, serta mengabaikan peluang lain yang ada di tahapan tersebut.

Setiap kegiatan transaksi mampu memberikan pengalaman yang lebih spesifik pada para konsumen. Misalnya, saat melakukan pembelian di toko. Dalam tahap ini, konsumen harus melalui proses mencari produk yang dibutuhkannya, mengantri di konter kasir, dan lain sebagainya.

Berbagai pengalaman tersebut yang bisa Anda maksimalkan agar konsumen tidak lagi harus merasa kesulitan.  Dalam hal ini, cobalah untuk membuat konsumen tidak membuang banyak tenaga, waktu dan uangnya.

Pada siklus konsumen, hal tersebut diwakili oleh poin produktivitas. Lalu didukung dengan poin selanjutnya, yakni kemudahan.

Berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis Anda, sebisa mungkin buatlah untuk tidak rumit. Sedangkan untuk kenyamanan konsumen, umumnya akan berhubungan dengan kapan dan di mana saja mereka bisa mendapatkan produk atau jasa Anda. Semakin mudah mereka mengaksesnya, maka konsumen pun biasanya akan semakin nyaman.

Di sisi lain, terdapat juga poin risiko yang harus Anda minimalisir. Risiko tersebut seperti barang rusak atau jasa dirasa tidak memuaskan. Risiko tersebut bisa dalam bentuk fisik, finansial, hingga reputasi. Tergantung dari industri bisnis yang Anda jalani.

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah poin menyenangkan dan juga ramah lingkungan. Kesenangan dan juga citra mengarah pada rasa, tampilan dan juga sikap yang Anda tunjukkan pada konsumen.

Poin terakhirnya adalah ramah lingkungan, di dalamnya harus mengukur seberapa bersahabat bisnis Anda dengan kelestarian lingkungan. Poin ini menjadi isu yang paling penting untuk konsumen dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Teknik Analisis Data yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis

Mengubah Pain Point Menjadi Peluang Bisnis

Untuk lebih mudah dalam mengerti pain point, mari kita coba memetakan siklus pengalaman konsumen pada kondisi dan situasi seperti saat ini.

Contohnya, Anda adalah pebisnis kafe yang tetap membuka toko di tengah pandemi. Lalu, bagaimana Anda bisa mengubah pain point konsumen menjadi peluang bisnis?

Dalam kondisi seperti saat ini, terdapat beberapa fakta yang memang tidak bisa kita bantah. Pertama, ketika konsumen harus datang ke kafe Anda untuk membeli kopi. Ketika mereka membelinya di toko, maka ada risiko tertular virus Covid-19.

Tapi, membeli kopi secara delivery atau memesan online akan membuat konsumen untuk menambah biaya ongkos kirim. Terlebih lagi cup kopi yang digunakan bisa menambah sampah plastik yang saat ini sudah semakin menggunung.

Dalam hal ini, Anda bisa merilis produk kopi literan yang dikemas dengan botol kaca. Produk tersebut bisa Anda lengkapi dengan promo gratis ongkos kirim dan bisa dipesan melalui WhatsApp.

Hal yang sama juga bisa Anda aplikasikan di dalam sektor bisnis lainnya. Sehingga, Anda bisa selalu mengubah masalah yang dihadapi konsumen menjadi peluang bisnis.

Anda pun bisa mulai beradaptasi menggunakan teknologi aplikasi kasir atau sistem POS yang disediakan oleh Accurate POS. Kenapa? Karena Accurate POS yang sudah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online ini akan lebih memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis.

Di dalamnya, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola penjualan, memberikan diskon pada pelanggan tetap, mengelola setiap pegawai Anda, serta mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan.

Anda bisa langsung menggunakan dan mencoba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.