Tips dan Strategi Bisnis Ritel untuk Mendongkrak Penjualan

Pengertian Bisnis Ritel

Sebelum membahas mengenai strategi bisnis ritel, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian bisnis ritel. Bisnis ritel merupakan kegiatan penjualan barang dan jasa yang dilakukan dengan cara eceran. Sehingga produk barangnya dijual secara langsung kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan pribadi dari konsumen itu sendiri.

Bisnis ritel ini banyak dilakukan oleh usaha-usaha kecil seperti usaha warung kopi, usaha toko, dan lain sebagainya. Karena memang bisnis ini dijual dalam bentuk eceran namun dengan modal yang banyak pula namun keuntungan yang didapat juga sedang. Sehingga berikut ini akan dipaparkan mengenai tips dan strategi bisnis ritel untuk mendongkrak penjualan.

8 Strategi Bisnis Ritel

1. Temukan Lokasi Paling Strategis

Tips dan strategi bisnis ritel yang pertama adalah menemukan lokasi yang sangat strategis. Karena bisnis ritel juga memiliki dua skala yaitu skala besar dan skala kecil. Sehingga dalam strategi bisnis ritel ini memiliki prinsip. Prinsip tersebut bahwasanya semakin banyak jumlah barang yang diproduksi makan bisnis yang dilakukan semakin efisien.

Sehingga meskipun toko bisnis ritel yang dimiliki kecil akan tetapi jika di tempat yang strategis akan mendapatkan banyak keuntungan. Bukan hanya itu, produk yang ditawarkan juga harus produk yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Seperti jika daerah tersebut kebanyak sekolah. Maka barang yang dijual seperti foto copy maupun makanan ringan yang tidak dijual di lingkungan sekolah.

Baca juga : Pentingnya Mengetahui Tata Cara Membuat Surat Izin Usaha

2. Relasi dan Komunitas

Relasi dan komunitas merupakan strategi bisnis ritel yang sangat bagus dijadikan sebagai target dalam penjualan produk. Karena relasi dan komunitas ini dijadikan sebagai senjata untuk mengukur lakunya produk yang ditawarkan. Sehingga jika sudah memiliki atau memperkenalkan barang kepada komunitas dapat dijadikan sebagai pelanggan tetap.

Dengan adanya komunitas tersebut bisa membuat barang yang dijual dapat terjual dengan jumlah banyak dan bisa meningkatkan angka penjualan. Komunitas ini bukan hanya di dapatkan dari luar akan tetapi produsen sendiri juga bisa membuat suatu komunitas. Sehingga akan lebih mudah lagi untuk menjalankan suatu kerjasama.

Baca juga : 9 Langkah Penting dalam Perencanaan Membangun Bisnis Salon Kecantikan

3. Teknologi

Teknologi merupakan suatu sarana yang digunakan dalam penyediaan barang-barang. Barang-barang tersebut nantina akan digunakan demi kelangsungan dan kenyamanab hidup manusia. Sehingga dijadikan sebagai strategi bisnis ritel yang dianggap sebagai kunci yang sangat efisiensi. Karena teknologi ini merupakan pembentukan modal yang mahal meskipun harga yang dikeluarkan cukup tinggi.

Namun, dari kemahalan dan tingginya biaya yang dikeluarkan akan menjanjikan suatu keefisiensian pada bisnis yang dijalankan. Contohnya, jika bisnis tersebut memiliki mesin pengaman untuk mengecek barang metal, maka prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Keuntungan lainnya adalah keamanan tersebut tidak bisa dibobol oleh orang lain.

4. Menyediakan Barang Yang Inelastis

Inelastis termasuk dalam konsep keelastisitasan suatu barang, bahwasanya semakin elastis suatu barang maka semakin responsive terhadap harganya. Dalam artian, suatu keputusan konsumen memiliki perubahan yang cepat jika terjadi perubahan harga yang tiba-tiba. Namun prinsip ini membuat produsen mengalami kerugian.

Kerugian dalam artian pembeli yang tadinya ingin membeli akan tetapu tidak jadi karena melihat perubahan harga yang tinggi. Sehingga barang yang bisa dijadikan target penjualan seperti barang-barang perlengkapan rumah tangga yang sering dibutuhkan. Karena barang-barang tersebut memang lebih inelastis.

Baca juga : Risiko Usaha : Pengertian, Jenis, Contoh, dan Solusinya

5. Permudah Transaksi

Transaksi yang biasanya terjadi di toko-toko ritel adalah tidak menyediakan uang kembalian terhadap pelanggan yang berbelanja dengan uang nominal besar. Sehingga pelanggan bisa saja tidak merasakan suatu kepuasan dan kenyamanan akan hal tersebut. Maka dari itu, toko-toko ritel harus menyediakan berbagai metode pembayaran baik secara tunai maupun melalui aplikasi.

Karena adanya berbagai pilihan metode pembayaran tersebut membuat pelanggan merasa tidak khawatir jika tidak memiliki uang pas. Karena melalui pembayaran kredit atau aplikasi, pembayarannya menjadi lebih mudah karena hanya mengurangi isi kartu kredit tersebut. Pengurangan tersebut sesuai dengan jumlah nominal yang harus dibayar oleh konsumen.

6. Menawarkan Promo Yang Menarik

Promo merupakan hal yang sangat diidam-idamkan oleh para konsumen setiap membeli produk di toko-toko tertentu. Karena adanya promo tersebut sehingga harga yang dibayar bisa berkurang dari harga aslinya. Bukan hanya itu, respon dari pelanggan juga akan lebih cepat jika produsen menawarkan banyak keuntungan seperti diskon.

Namun, promo tersebut ditawarkan juga harus melihat periode penjualan. Dalam strategi ini harus digunakan secara bergantian antara promo dengan contoh barang yang harus ditawarkan. Semua barang yang dijual disarkan tidak di diskon secara bersamaan. Karena bisa saja produsen mendapat suatu kerugian.

Baca juga : 20 Usaha Kecil Menguntungkan Modal Minim Dan Tips Pengembangannya

7. Melakukan Identifikasi Masalah

Pengidentifikasian masalah dalan bisnis yang sedang dijalankan memang perlu dilakukan. Namun pengidentifikasian ini harus dilakukan jika memang produsen merasa bisnis yang dijalankan tidak berjalan secara efisien. Sehingga diperlukan suatu perombakan strategi karena jika tidak dirombak, bisa saja produsen tidak mendapatkan keuntungan.

Dengan kata lain bahwasanya utang produsen akan lebih tinggi jumlahnya jika tidak memiliki keuntungan. Selain itu, modal yang dikeluarkan juga tidak akan berkembang sehingga tidak bisa membayar utang yang dimiliki. Dalam pengidentifikasian masalah ini juga diperlukan pihak ketiga yang bisa diajak berdiskusi mengenai bisnis yang dijalankan tidak meningkat.

8. Jangan Takut Ambil Resiko

Point penting yang harus menjadi landasan oleh setiap pengusahan adalah tidak takut dalam mengambil sebuah resiko. Karena mereka menganggap bahwa suatu usaha pasti memiliki resiko yang harus dihadapi pada suatu saat. Sehingga bisni yang dikembangkan sesuai dengan strategi yang telah disusun sebelumnya.

Bukan hanya itu, pengusaha juga disarankan agar tetap fokus terhadap strategi pemasaran yang telah dilkasanakan. Karena strategi pemasaran tersebut memang merupakan suatu pengkombinasian dalam pengambilan sebuah resiko. Sehingga harus selalu merasa optimis dan bersifat rasional dalam bisnis tersebut.

Baca juga : 20 Usaha Kecil Menguntungkan Modal Minim Dan Tips Pengembangannya

Kesimpulan

Berbagai tips dan strategi bisnis ritel yang telah dipaparkan memang merupakan hal yang sangat tepat dalam mendongkrak penjualan. Seperti halnya dalam poin pengidentifikasian masalah bahwasanya pada poin tersebut memang harus dilakukan perombakan. Karena strategi yang dilakukan tidak berhasil menarik minat pelanggan belanja di toko tersebut.

Hal tidak kalah penting adalah melakukan pembukuan untuk bisnis ritel Anda. Tanpa pembukuan yang baik, bisnis apapun tidak akan bertahan lama, termasuk bisnis ritel. Anda tidak akan mengetahui keuntungan atau kerugian bisnis  secara faktual karena Anda tidak memiliki catatan historis yang bisa digunakan untuk pengembangan bisnis.

Untuk kemudahan proses pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur lengkap, mudah digunakan, harga terjangkau, dan memberikan jaminan keamanan data. Anda bisa menggunakan Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terlengkap dan sangat mudah digunakan. Terbukti dengansudah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dan meraih Top Brand Award sebagai software akuntansi terbaik di Indonesia sejak tahun 2016 sampai sekarang.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa manggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan mengklik gambar di bawah ini :

accurate 200 ribu perbulan