Opini Audit: Pengertian, Tahapan dan 5 Jenisnya

Pada sebuah perusahaan biasanya sering dilakukan proses audit yang berfungsi menjaga stabilitas keberlangsungan hidup. Sebuah alat terjemahan sebuah laporan keuangan yang telah digunakan oleh seorang pengguna laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang berdampak pada perusahaan itulah yang memunculkan opini audit.

Sebuah opini audit memiliki nilai manfaat untuk perusahaan maupun instansi pemerintah. Karena opini tersebut memberikan pernyataan secara profesional berdasarkan informasi dari laporan keuangan.

Pengertian Opini Audit

Ada beberapa pengertian dari audit yang bisa dipahami. Berikut ini penjelasan dari para ahli tentang adanya opini auditor.

Pada kamus standar akuntansi, Ardiyos Tahun 2007 menyatakan bahwa pengertian dari opini merupakan suatu laporan yang diberikan seorang akuntan publik terdaftar. Yang merupakan hasil adanya penilaian sebuah kewajaran dari laporan yang telah tersaji oleh perusahaan kepada akuntan publik.

Pada kamus istilah akuntansi, Tobing Tahun 2004 menyatakan bahwa adanya opini auditor merupakan suatu laporan yang diberikan auditor terdaftar. Pernyataan tersebut bahwa adanya pemeriksaan yang sudah dilakukan sesuai dengan norma serta aturan sebuah pemeriksaan akuntan. Dan diikuti dengan adanya laporan keuangan yang sudah diperiksa menghasilkan kewajaran berpendapat.

Biasanya opini auditor akan diberikan oleh auditor melalui beberapa tahapan audit dan audit tersebut mampu memberikan kesimpulan opini yang wajib diberikan berdasarkan laporan keuangan yang diaudit oleh seorang auditor.

Baca juga : Mencari Kurs Pajak Hari ini? Berikut Kegunaan Kurs Pajak bagi Bisnis

Tahapan yang Dilakukan

Seorang auditor tentu harus harus melakukan tahapan sebelum memberikan opini pada audit yang dilakukannya. Karena sebuah tahapan dalam opini auditor akan berpengaruh pada kesimpulan yang telah diambil berdasarkan laporan keuangan.

Selain itu tahap demi tahap yang dilakukan seorang auditor wajib dilakukan untuk menghasilkan tingkat ketelitian serta pengaruh dari opini auditor nantinya bagi perusahaan.

Beberapa tahapan tersebut harus diperhatikan dalam melaksanakan opini audit hal tersebut berdasar kepada Arens Et al Tahun 2018:132, yaitu:

  1.  Adanya perencanaan serta perancangan sebuah pendekatan dalam melakukan audit.
  2. Lakukan pengujian pengendalian serta transaksi yang dilakukan.
  3. Adanya pelaksanaan sebuah prosedur analitik dan pengujian secara terperinci terhadap saldo pelaporan keuangan.
  4. Tahap penyelesaian serta diterbitkannya laporan audit.

Baca juga : Perhitungan Pph 21 : Pengertian, Fungsi dan Cara Menghitungnya

Jenis Dari Opini Audit

Laporan keuangan yang telah usai diperiksa oleh auditor maka akan menghasilkan opini auditor. Pada laporan keuangan tersebut akan ada opini pada audit tentang nilai kewajaran atau tidak. Inilah jenis dari opini audit yang ada,

1. Unqualified Opinion Atau Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Jika auditor tidak menemukan adanya kesalahan pada keseluruhan laporan keuangan. Dan laporan keuangan dibuat berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku atau SAK. Dengan syarat laporan keuangan mampu memenuhi hal berikut ini maka akan terjadi opini wajar tanpa pengecualian.

  • Laporan keuangan pada proses audit disajikan secara lengkap dan baik.
  • Semua bukti audit keuangan yang dibutuhkan juga lengkap serta memenuhi standar yang ditetapkan.
  • Standar umum telah dipenuhi dalam kinerja yang mengikat secara penuh dalam mewujudkan laporan keuangan yang lengkap.
  • Adanya sajian lampiran yang didasarkan pada konsistensi serta prinsip akuntansi yang berlaku.
  • Pada perkembangan di masa depan tidak ditemukan ketidakpastian yang cukup berarti.

Baca juga : Mengenal Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral pada Sistem Keuangan

2. Qualified Opinion atau Opini Wajar Dengan Pengecualian

Seorang auditor akan menyatakan opini wajar dengan Pengecualian jika adanya hal berikut ini :

  • Adanya bukti yang telah didapatkan oleh auditor secara tepat dan cukup untuk memberikan kesimpulan terjadinya kesalahan penyajian yang dilakukan secara individual ataupun secara agregasi. Pengaruh dari hasil audit, adanya material yang tidak preventif terhadap laporan keuangan yang disajikan.
  • Tidak diperolehnya bukti secara cukup dan tepat oleh auditor untuk mendukung opininya. Namun, auditor melakukan penyimpulan adanya pengaruh kesalahan penyajian tidak terdeteksi pada laporan keuangan yang muncul. Kalaupun terjadi maka adanya material tapi tidak pervasif.

3. Modified Unqualified Opinion Atau Opini Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan

Pada jenis opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan didasarkan pada suatu keadaan tertentu yang tidak berdampak langsung pada opini auditor. Penjelasan paragraf akan diberikan auditor berkaitan dengan situasi tertentu yang sebelumnya sudah disebutkan. Beberapa keadaan tersebut menjadi pemicu adanya modified unqualified opinion.

  • Adanya beberapa pendapat dari auditor diambil dari pendapat auditor independen yang lain.
  • Tidak ada aturan jelas laporan keuangan sehingga bisa menyimpang dari Standar Akuntansi Keuangan.
  • Terjadinya pengaruh dari ketidakpastian keadaan masa yang akan datang serta hasil yang tidak terprediksi.

Baca juga : Mengenal Pengertian Dan Perbedaan Inflasi Dan Deflasi Lebih Jauh

4. Adverse Opinion Atau Opini Tidak Wajar

Opini auditor dinyatakan tidak wajar jika pada saat auditor melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan mendapatkan bukti yang tepat dan cukup. Selanjutnya auditor akan menyimpulkan adanya kesalahan yang terjadi pada laporan keuangan, seperti kesalahan penyajian.
Kesalahan penyajian ini bisa juga karena individual atau secara agregasi. Yang merupakan material serta pervasif dihadapkan pada laporan keuangan. Pervasif berarti bahwa adanya kesalahan yang berdampak kemana pun serta mendalam.

5. Disclaimer Of Opinion Atau Opini Tidak Menyatakan Pendapat

Pada opini tidak menyatakan pendapat ini, seorang auditor tidak akan melakukan penyimpulan terhadap pengaruh penyajian kesalahan material yang tidak terdeteksi pada laporan keuangan. Jikalau ada tentu bersifat preventif dan material.

Ketika ruang lingkup audit terbatas, seorang auditor tentu tidak akan melakukan pemeriksaan berdasarkan standar audit yang sudah ditetapkan maka terjadilah disclaimer of opinion tersebut. Dalam memahami opini audit serta jenis opini auditor tersebut merupakan hal penting yang dilakukan untuk mengaudit laporan keuangan.

Baca juga : Membahas Teori Struktur Modal dan Berbagai Macam Faktor Penentunya

Kesimpulan

Dengan adanya auditing maka sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi ke depan agar bisnis perusahaan makin berkembang. Selain itu opini audit mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan, kejujuran serta efisiensi. Setelah auditing tentu akan muncul evaluasi yang akan mendorong adanya efisiensi di pasar modal.

Untuk menghasilkan opini audit terbaik, lakukanlah pembukuan pada setiap transaksi yang bisnis Anda lakukan. Simpan juga setiap bukti transaksi dengan aman, karena nantinya auditor akan  meminta bukti setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Untuk menghasilkan laporan keuangan dan pencatatan transaksi yang optimal, gunakanlah software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan memiliki keamanan penyimpanan data yang terjamin seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa Anda gunakan dimana saja, kapan saja dan juga sesuai dengan seluruh kebutuhan bisnis Anda. Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan di bawah ini.

accurate 200 ribu perbulan