Membahas Teori Struktur Modal dan Berbagai Macam Faktor Penentunya

Apa itu Struktur Modal?

Posisi keuangan perusahaan sangat ditentukan oleh struktur modal ini. Sebab struktur ini akan menyatakan apakah perusahaan mendapatkan laba yang besar atau justru memiliki hutang yang besar yang mana pastinya merupakan sebuah beban untuk perusahaan.

Modal sendiri dan modal asing apabila dilakukan dengan perimbangan atau dibandingkan disebut dengan struktur modal. Dua istilah modal ini tentu memiliki arti masing-masing. Modal sendiri diartikan sebagai dua hal, yaitu modal milik perusahaan dan laba yang ditahan. Sedangkan modal asing diartikan sebagai hutang dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu panjang.

Selain itu, struktur modal ada juga karena sebuah tujuan dalam bisnis. Tujuannya antara  lain adalah mengkombinasikan dana yang diterima oleh perusahaan yang mana nantinya akan berpengaruh pada operasional perusahaan itu sendiri. Maksimal tidaknya operasional perusahaan juga ditentukan oleh struktur ini.

Baca juga : Mengetahui Pentingnya Konsep Pemasarannya Dan Tujuannya Dalam Bisnis

Beberapa Teori yang Membahas Struktur Modal

Dalam dunia bisnis telah bermunculan beberapa teori yang memiliki kaitan langsung dengan hal ini. Teori pertama adalah teori pendekatan tradisional. Pada teori ini menyatakan bahwa pasti ada saatnya keoptimalan terjadi pada struktur modal. Meskipun nilai dari modal sendiri sifatnya bisa berubah-ubah, namun pada teori ini menyatakan bahwa modal terjamin akan optimal suatu saat.

Teori Modigliani dan Miller dibagi menjadi dua teori lagi, yaitu teori MM dengan pajak dan teori MM tanpa pajak. Menurut teori ini, struktur modal tidak ada kaitannya dengan nilai keseluruhan perusahaan. Sedangkan pada teori MM dengan pajak dijelaskan bahwa aliran kas keluar contohnya adalah pajak yang dikeluarkan perusahaan untuk pemerintah.

Adapun teori lain yang membahas struktur modal adalah teori trade off, teori asimetri dan signalling dan teori pecking off. Untuk lebih lengkapnya tentang teori struktur modal secara lebih jelas, Anda bisa membacanya melalui link ini.

Baca juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Software Akuntansi unuk Bisnis

5 Faktor Penentu Struktur Modal

Setelah mengerti apa pengertian dan fungsi dari struktur modal ini, Anda juga harus mengetahui faktor apa saja yang menentukan mo

1. Growth Opportunity

Teori yang menjelaskan faktor penentu struktur modal ini adalah teori agensi. Teori ini menyatakan bahwa antara opportunity dan leverage ada hubungan yang negatif.  Teori ini juga menjelaskan bahwa kebanyakan perusahaan cenderung akan melewati hal-hal atau kesempatan yang justru menguntungkan perusahaan. Hal-hal yang dimaksud menguntungkan ini adalah investasi.

2. Tangibility

Tangibility atau struktur aktiva merupakan tempat dimana banyak perusahaan menanamkan modal yang dimilikinya. Modal yang ditanamkan ini sifatnya permanen dan tetap mengutamakan untuk selalu terpenuhinya modal. Jika modal sifatnya permanen, maka utang sifatnya pelengkap.

Tentu saja struktur aktiva memberikan pengaruh pada struktur modal. Alasannya, jika struktur aktiva dari perusahaan sifatnya lancar maka itu artinya kebutuhan untuk dana utang akan cenderung lebih optimal.

3. Profitabilitas

Profit perusahaan akan berpengaruh juga terhadap modal yang ada pada perusahaan karena beberapa alasan. Apabila sebuah perusahaan memiliki profit yang bagus maka bisa dipastikan perusahaan ini memiliki daya internal yang lebih banyak jika dibandingkan perusahaan dengan profit rendah.

Jika profit dari perusahaan bagus, maka nilai pengembalian yang tinggi dan akan berinvestasi. Jika perusahaan berinvestasi maka kecil kemungkinannya perusahaan akan berhutang. Daya internal yang tinggi nantinya akan membuat pengembalian yang tinggi pula serta bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

4. Form Size

Faktor penentu selanjutnya adalah form size atau ukuran perusahaan. Diversifikasi usaha biasa atau sering dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah besar. Dengan hal ini kebangkrutan dari perusahaan akan semakin kecil kemungkinan terjadinya.

Perusahaan yang sudah diversifikasi biasanya dijadikan sebagai indikator untuk bangkrut tidaknya perusahaan. Perusahaan yang sudah besar ini juga dianggap lebih lihai dalam mengurus adanya krisis dalam perusahaannya sendiri.

Baca juga : Mengenal Laporan Arus Kas Lebih Jauh Beserta Contohnya

5. Risiko Bisnis

Pendanaan eksternal akan sangat terpengaruh oleh adanya risiko bisnis yang mana pasti akan menyulitkan perusahaan. Sehingga jelas saja risiko bisnis ini dijadikan salah satu faktor penentu leverage bisnis.

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui pengertian secara luas terntang struktur modal secara mendalam, terutama bagi Anda yang sedang berencana membangaun bisnis. Beberapa teori di atas juga telah memberikan beberapa kesimpulan yang berguna untuk lebih memahami struktur tersebut lebih baik. Catat semua modal Anda secara terperinci lengkap dengan pengeluaran dan pemasukan pada perusahaan Anda untuk mengetahui keuntungan dari perusahaan Anda secara benar.

Mungkin dalam memulai bisnis, Anda bisa menggunakan pembukuan manual, namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya transaksi yang terjadi Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk pembukuan usaha yang lebih efisien.

Gunakanlah software akutnansi yang memiliki fitur terlengkap dan sesuai dengan kebutuhan kebanyakan bisnis di Indonesia seperti Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu dan telah digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna di Indonesia.

And bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.