Gaji Pokok Adalah: Ini Pengertian dan Ketentuannya!

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa gaji pokok adalah salah satu hak yang harus diterima karyawan dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Ketentuan terkait gaji pokok pun sudah diatur di dalam peraturan Pemerintah Indonesia.

Nah pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan tentang gaji pokok dan ketentuannya di Indonesia.

Komponen Gaji Menurut Undang-Undang

Terdapat setidaknya 3 komponen gaji yang diperlukan agar bisa membentuk penghasilan karyawan. Nah berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE/07/MEN/1990 Tahun 1990 Tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah. Ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Upah Pokok

Upah pokok atau gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan pada karyawan berdasarkan jenis atau tingkatan pekerjaan yang mana nominalnya sudah ditetapkan sesuai kesepakatan bersama.

Menurut Pasal 94 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, nominal komponen gaji pokok adalah minimal 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan tetap adalah suatu pembayaran yang dibayar secara teratur dan juga dibayar pada karyawan serta keluarga karyawan. Tunjangan tetap ini dibayarkan bersamaan dengan upah pokok dan tidak berkaitan dengan kehadiran ataupun kinerja karyawan di dalam perusahaan.

Tunjangan tetap ini bisa berbentuk tunjangan anak, istri, perumahan, dan lain sebagainya. Tunjangan makan dan tunjangan transportasi pun termasuk ke dalam komponen ini bila tidak berhubungan dengan kewajiban dan secara tetap diterima oleh pihak karyawan dalam satuan harian, bulanan, ataupun waktu.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap adalah suatu pembayaran yang diterima pada karyawan dan keluarganya secara langsung, dan tidak berhubungan dengan karyawan. Sama seperti namanya, tunjangan ini tidak secara tetap dibayar dan tidak dibayar bersamaan dengan gaji pokok.

Tunjangan tidak tetap ini biasanya berhubungan dengan kinerja ataupun tingkat kehadiran karyawan.

Baca juga: Apa Itu Surat Paklaring? Ini Fungsi dan Syarat Membuatnya!

Komponen Gaji Umum dalam Penyusunan Penghasilan Karyawan

Dalam membuat penghasilan karyawan, terdapat beberapa komponen gaji yang harus dipertimbangkan oleh pihak pebisnis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Upah Pokok

Sama seperti penjelasan sebelumnya, upah pokok atau gaji pokok adalah gaji dasar yang diberikan pada pihak karyawan dengan berdasarkan jenis ataupun tingkat pekerjaannya, dengan nominal yang tidak kurang dari 75% berdasarkan seluruh total gaji yang diterimanya.

Nominal gaji pokok ini biasanya akan mengacu pada UMR atau Upah Minimum Regional yang sudah ditentukan kepala daerah atau kota tersebut, serta disesuaikan dengan tanggung jawab ataupun posisi karyawan di perusahaan.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan tetap mempunyai sifat perhitungan yang tidak berubah selama pihak karyawan bekerja di dalam posisi yang sama. Biasanya, besarannya akan berubah bila seorang karyawan mengalami peningkatan jabatan atau penurunan jabatan. Nominal tunjangan pun tidak akan terpengaruh dengan kehadiran ataupun kinerja karyawan.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Nominal tunjangan tidak tetap sangat bervariasi di setiap bulannya karena berbagai faktor, mulai dari laba yang diperoleh perusahaan, jumlah kehadiran, dan lain sebagainya. Tunjangan tidak tetap ini bisa dibayarkan dalam waktu yang terpisah dengan gaji pokok dan juga tunjangan tetap.

4. Potongan

Dalam komponen gaji, terdapat potongan yang mampu mengurangi jumlah penghasilan karyawan. Biasanya potongan ini terdiri dari pajak penghasilan atau PPh 21 dan juga iuran BPJS.

Untuk potongan PPh 21, terdapat berbagai komponen perhitungannya sendiri agar bisa memperoleh nominal pajak yang lebih tepat yang harus dilaporkan dan diserahkan.

Selanjutnya, ada juga potongan lain yang sifatnya tidak tetap dan berkaitan dengan karyawan, seperti potongan denda keterlambatan, cicilan utang pada pihak perusahaan, atau sanksi karena adanya pelanggaran peraturan. Seluruh potongan tersebut kembali lagi pada kebijakan yang ditentukan oleh perusahaan.

5. Upah Lembur

Upah lembur adalah upah tambahan yang diberikan pada perusahaan sebagai imbalan kerja yang dilakukan di luar jam kerja seharusnya. Di beberapa perusahaan yang menerapkan sistem kerja lembur, mereka harus memasukkan komponen upah lembur di dalam penghitungan penggajian karyawan.

Hal tersebut sudah diatur di dalam Pasal 78 ayat 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan. Nominal dan juga waktu pembayarannya harus disesuaikan dengan kesepakatan antar pihak perusahaan dan juga pihak karyawan.

Komponen lainnya adalah bonus. Berbagai hal yang menjadi bagian dari bonus ini adalah bonus performa, tunjangan hari raya, dan juga pembagian laba. Nominalnya pun sudah ditentukan oleh perusahaan dengan berdasarkan kondisi serta kebijakan setiap perusahaan.

Baca juga: Format Slip Gaji Sederhana yang Mudah Dibuat

Pertimbangan dalam Manajemen Gaji Karyawan

Jika Anda adalah bagian dari tim HR atau tim finansial yang memiliki tanggung jawab dalam menentukan nominal gaji pokok karyawan, maka ada beberapa hal yang harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Nominal gaji karyawan harus disesuaikan dengan tugas yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan tersebut. Bila ada karyawan yang mempunyai tanggung jawab dan tugas yang berat atau memiliki risiko tinggi, maka nominal upah yang harus diberikan pada karyawan tersebut harus disesuaikan.

Karyawan yang mampu menampilkan prestasi baik atau performa cemerlang akan berdampak baik pada perusahaan dan mereka layak memperoleh bonus di luar upak pokoknya. Imbalan tersebut bisa menjadi suatu bentuk motivasi pada karyawan agar mereka mampu mempertahankan ataupun meningkatkan performanya di masa depan.

Karyawan mempunyai hak untuk memperoleh kenaikan gaji, khususnya bila mereka mampu memenuhi kriteria tertentu. Peningkatan gaji ini mampu memotivasi karyawan agar bisa memberikan performa yang baik untuk perusahaan.

Saat ini, pemberian gaji pun bisa dilakukan dengan mudah dan otomatis dengan sistem payroll. Nah, sistem payroll karyawan ini sudah disediakan oleh software akuntansi dan bisnis Accurate Online.

Di dalamnya, terdapat sistem payroll karyawan yang akan memudahkan Anda dalam memberikan gaji pokok pada karyawan. Kegiatannya pun akan secara otomatis tercatat di dalam laporan keuangan perusahaan.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul luar biasa lainnya yang akan membuat operasional bisnis Anda bergerak lebih efisien. Sehingga, menjalankan bisnis jadi lebih mudah.

Ayo coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.