Tips dan Panduan Akuntansi Real Estate

Penggunaan akuntansi real estate adalah cara yang efektif untuk menilai kinerja bisnis secara keseluruhan. Proses pengelolaan akuntansi yang baik akan mendukung pemahaman dan pengelolaan kesehatan keuangan bisnis Anda.

Walaupun memakan waktu, melakukan pencatatan akuntansi dapat membantu Anda mengetahui dan menghemat biaya terkait pengeluaran bisnis, sehingga memudahkan Anda dalam mengembangkan strategi bisnis.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa komponen utama dalam akuntansi real estate dan memberikan tips terbaik dalam pengelolaan akuntansi bisnis real estate.

Apa Itu Akuntansi Real Estate?

Akuntansi mengacu pada proses mengatur dan memahami keuangan pada bisnis, termasuk mencatat transaksi keuangannya.

Industri real estate membutuhkan proses akuntansi untuk mengelola keuangan bisnis dan mencatat transaksi yang terkait dengan pembelian, penjualan, dan penyewaan properti.

Mengetahui cara melakukan pengelolaan akuntansi real estate dapat membantu Anda menghemat biaya yang diperlukan dalam proses transaksi atau pengelolaan properti.

Jadi, jika Anda menjalankan bisnis real estate atau Anda adalah bagian dari manajemen properti, proses ini penting untuk Anda ketahui.

Baca juga: Mengetahui 7 Tugas Akuntan dan Berbagai Pekerjaan dalam Akuntansi

Profesional yang Menggunakan Akuntansi Real Estate

Umumnya, profesional yang menjalankan bisnis real estate atau manajemen properti akan menggunakan akuntansi real estate.

Bisnis real estate dapat merujuk pada broker atau makelar real estate yang menjalankan agen properti dengan mempekerjakan banyak agen.

Menggunakan teknik akuntansi real estate memungkinkan bisnis untuk menilai kinerja dan pertumbuhan keuangan mereka, menangani pajak secara efektif dan mengembangkan strategi bisnis yang baik.

Memahami teknik dasar akuntansi dan proses transaksi dalam bisnis real estate juga sangat penting.

Hal ini karena professional real estate biasa menangani transaksi dengan nilai yang besar saat membantu klien membeli atau menjual properti.

Profesional lain yang bekerja di dalam industri real estate juga dapat menggunakan akuntansi real estate.

Para profesional ini termasuk pemilik perusahaan konstruksi, manajer pengembang perumahan, dan manajer investasi real estate.

Komponen Utama Akuntansi Real Estate

Dalam proses akuntansi, ada lima elemen yang dipengaruhi oleh transaksi.

Anda harus mengetahui konsep-konsep ini saat mengelola akuntansi keuangan untuk bisnis real estate:

1. Aset

Aset mengacu pada sumber daya yang dimiliki perusahaan atau individu dan dapat diubah menjadi kas. Misalnya, properti yang dimiliki oleh perusahaan pengelola properti merupakan aset.

2. Kewajiban

Kewajiban mengacu pada uang yang terutang oleh perusahaan atau individu. Ada dua jenis kewajiban: kewajiban lancar, yang merupakan hutang yang harus dibayar dalam satu tahun, dan kewajiban tetap, yang harus dibayar lebih dari satu tahun.

Hipotek berfungsi sebagai contoh kewajiban dalam industri real estate.

3. Ekuitas

Ekuitas sama dengan aset perusahaan yang dikurangi kewajibannya. Perhitungan ini berfungsi sebagai representasi dari nilai perusahaan.

Dalam industri real estate, ekuitas properti mengacu pada perbedaan antara nilai pasar rumah dan jumlah hutang pemilik atas hipotek.

4. Pendapatan

Pendapatan mengacu pada uang yang diterima perusahaan atau individu untuk pekerjaan atau layanan.

Misalnya, agen penjual properti menerima pembayaran untuk menjual rumah dan manajer properti menerima pendapatan dari pembayaran sewa-menyewa mereka.

5. Beban

Beban mengacu pada biaya yang terkait dengan operasi bisnis. Misalnya, pengeluaran perusahaan real estate mungkin termasuk membayar sesi pelatihan penjualan untuk para brokernya.

Pengeluaran perusahaan manajemen properti juga dapat mencakup pemeliharaan properti penyewa.

Saat mencatat transaksi dalam proses akuntansi, tujuan Anda adalah menjaga pembukuan Anda seimbang, yang berarti aset Anda sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas Anda.

Jika Anda tidak memiliki latar belakang akuntansi, Anda mungkin dapat mengikuti pelatihan untuk mempelajari cara melakukan tugas akuntansi dasar dan mengikuti Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum (PABU).

Selain itu, sekarang sudah banyak software akuntansi yang dapat memudahkan untuk menyelesaikan dan memahami proses ini.

Tips Untuk Akuntansi Real Estate

Jika Anda tertarik untuk melakukan pencatatan akuntansi untuk bisnis real estate, Anda dapat menggunakan tips berikut untuk proses yang lebih baik:

1. Pilih Metode Akuntansi

Sebelum Anda mulai mengelola catatan keuangan bisnis, Anda harus menentukan metode akuntansi mana yang akan Anda gunakan untuk proses pencatatan pembukuan.

Anda memiliki pilihan metode akuntansi berikut:

  • Akuntansi berbasis kas

Dalam akuntansi berbasis kas, Anda harus mencatat transaksi pada saat pembayaran antara Anda dan pihak laini.

Pencatatan transaksi mengacu pada situasi saat Anda menerima pembayaran dan saat Anda memberikan pembayaran kepada orang lain.

  • Akuntansi Berbasis Akrual

Dalam akuntansi berbasis akrual, Anda harus mencatat transaksi saat Anda dan pihak lain memberikan atau menerima layanan satu sama lain walaupun belum terjadi pembayaran.

Misalnya, Anda akan mencatat transaksi saat Anda membuat faktur atau saat Anda menerimanya.

Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, sehingga Anda dapat dengan bebas memilihnya untuk mempelajari mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda.

Biasanya, akuntansi berbasis kas merupakan metode yang lebih sederhana dan cocok usaha kecil.

Akuntansi akrual dapat membantu bisnis yang lebih besar untuk pengelolaan dan pemantauan keuangan jangka panjang. Hal ini dikarenakan metode akuntansi ini memberikan catatan transaksi bisnis yang lebih jelas.

Setelah Anda memilih salah satu metode akuntansi tersebut, Anda tidak dapat mengubahnya sebelum tahun fiskal berakhir.

2. Buat Bagan Akun (COA)

Bagan akun atau COA adalah metode yang berguna untuk mengatur transaksi real estate.

“Akun” mengacu pada kategori transaksi yang berbeda. Anda dapat menggunakan kategori ini untuk melaporkan transaksi Anda pada laporan keuangan.

Bagan penjualan biasanya memisahkan pendapatan Anda dari pengeluaran, lalu Anda dapat membuat kategori yang sesuai untuk masing-masing akun.

Kategori ini akan bervariasi berdasarkan bisnis Anda.

Misalnya, bisnis real estate mungkin memiliki akun pendapatan, seperti pendapatan perumahan dan pendapatan komersial.

Hal yang sama terjadi pada akun pengeluaran dengan kategori, seperti biaya iklan dan biaya penjualan.

Saat membuat bagan akun, Anda perlu mengelompokkan kategori serupa dan menetapkan kode tertentu untuk setiap kategorinya.

Setiap kali Anda menyelesaikan transaksi, Anda harus  memasukkannya ke dalam kategori yang relevan dan sesuai.

Untuk memastikan Anda memahami tujuan transaksi, Anda dapat menambahkan deskripsi untuk setiap entri.

Sebagian besar software atau aplikasi akuntansi menawarkan contoh atau template untuk membuat bagan akun. Contoh bagan akun mungkin terlihat seperti ini:

Tips dan Panduan Akuntansi Real Estate1

3. Pisahkan Pengeluaran Pribadi

Buat rekening bank terpisah untuk pengeluaran yang terkait dengan bisnis real estate Anda.

Langkah ini memungkinkan Anda untuk memiliki semua pengeluaran bisnis Anda di satu lokasi yang mudah dilihat.

Anda dapat dengan mudah melacak pengeluaran dan transaksi terkait bisnis Anda, sehingga akan memungkinkan Anda untuk menilai arus kas dan pertumbuhan bisnis.

Dengan akun terpisah, Anda dapat menghindari kesalahan pencatatan transaksi yang terjadi akibat pengeluaran pribadi.

Cara ini juga dapat menjaga informasi keuangan tetap teratur dan menghindari ketidakakuratan pembukuan atau potensi masalah hukum saat Anda menggabungkan pengeluaran pribadi dan bisnis Anda.

4. Buat Sistem yang Terorganisir

Untuk pengelolaan tanggung jawab akuntansi atau pembukuan real estate Anda secara efektif, Anda perlu mengatur seluruh laporan keuangan Anda.

Pastikan Anda memiliki sistem pengarsipan yang efektif yang memungkinkan Anda mengatur dan menemukan dokumen dengan mudah.

Tergantung pada preferensi bisnis, Anda dapat menyimpan dokumen-dokumen ini secara fisik atau digital.

File digital dapat mempermudah berbagi dokumen dengan orang lain, sehingga memungkinkan mereka untuk mengaksesnya dari lokasi mana pun.

Memastikan seluruh laporan terorganisir sangat penting karena pada akhirnya Anda akan memerlukan dokumen-dokumen ini.

Misalnya, saat melakukan persiapan pajak atau memverifikasi informasi keuangan. Contoh dokumen yang perlu Anda persiapkan meliputi:

  • Kontrak atau sewa real estate
  • Faktur
  • Tanda terima
  • Pengembalian pajak

5. Pastikan Keakuratan Pencatatan Anda

Selain mencatat transaksi bisnis dengan benar, Anda juga perlu memastikan keakuratannya.

Caranya adalah dengan melakukan rekonsiliasi rekening bank bisnis Anda setiap bulan.

Proses rekonsiliasi transaksi adalah membandingkan catatan bank Anda dengan catatan bisnis Anda untuk memastikan transaksi dan saldo yang ada di rekening Anda cocok.

Keduanya perlu menunjukkan jumlah uang yang sama, baik uang masuk dan keluar dari bisnis Anda selama suatu periode.

Anda mungkin akan menemukan perbedaan selama proses rekonsiliasi, baik itu karena kesalahan pencatatan akuntansi atau perbankan, akibat fraud atau hal lainnya.

Misalnya, saldo rekening Anda mungkin tidak sama karena bank Anda belum memproses transaksi.

Proses ini menunjukkan pentingnya mengatur dan menyimpan berbagai dokumen keuangan Anda, karena Anda mungkin perlu mengandalkan mereka untuk memperbaiki atau memverifikasi perbedaan atau kesenjangan tersebut.

Baca juga: Value Proposition: Pengertian Lengkap dan Cara Membangunnya

Gunakan Software Akuntansi Untuk Efisiensi

Anda dapat membuat proses pencatatan secara lebih efisien dengan software akuntansi yang cocok untuk bisnis real estate.

Banyak software akuntansi berbasis cloud yang memungkinkan Anda bisa mengakses akun dari beberapa perangkat.

Software akuntansi online juga dapat menambah keamanan saat menyimpan dokumen penting, seperti memerlukan kode sandi untuk akses.

Misalnya, penyimpanan faktur penjualan adalah praktik akuntansi yang penting bagi pemilik bisnis. Anda dapat menemukan software akuntansi yang memungkinkan Anda menyimpan dan membuat faktur penjualan dengan mudah dan proses yang otomatis. Dengan salinan digital, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan data aslinya.

Menggunakan software akuntansi juga dapat membantu menyederhanakan atau mengotomatisasi tugas akuntansi Anda

Jika Anda tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan akuntansi, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan sehingga membantu Anda dalam proses pencatatan keuangan yang lebih baik, salah satunya adalah Accurate Online.

Selain fitur pembukuan terlengkap, Accurate Online juga memiliki fitur lain yang akan membantu memudahkan bisnis Anda, seperti pencatatan dan pengelolaan perpajakan, manajemen aset, pengelolaan alur manufaktur, manajemen stok dan multi gudang, dan masih banyak lagi fitur di Accurate Online yang akan membuat proses pengelolaan akuntansi real estate Anda menjadi lebih mudah.

Jadi tunggu apalagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:Tips dan Panduan Akuntansi Real Estate