Mengenal lebih Jauh Apa Itu Biaya Overhead dalam Bisnis

Biaya overhead perlu diperhitungkan oleh pengusaha. Karena bisa jadi, pembiayaan kategori inilah yang membuat laporan keuangan perusahan tidak beraturan dan tidak sistemik. Maka dari itu, perlu dilakukan penghitungan yang benar dan saksama.

Namun, sebelum memasukkan pembiayaan ini ke dalam anggaran belanja perusahaan, Anda harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan biaya overhead serta apa saja jenis-jenisnya. Atas dasar itulah, pada artikel berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian dan jenis-jenis pembiayaan overhead.

Pengertian Biaya Overhead

Di setiap usaha pasti ada kalkulasi pembiayaan yang harus dicatat di dalam neraca keuangan. Seperti pajak, biaya produksi, gaji pegawai, biaya pengadaan dan biaya perawatan mesin. Ini merupakan pembiayaan standar usaha yang pasti masuk ke dalam buku kas akuntansi perusahaan.

Namun, di luar itu, ternyata ada kebutuhan lain yang sering disebut dengan pengeluaran tidak terduga. Seperti biaya penyelesaian kasus hukum, biaya santunan untuk pekerja yang sakit atau meninggal dunia, biaya bensin dan perawatan kendaraan, biaya konsumsi karyawan yang kerja lembur dan lain sebagainya.

Biaya ini juga perlu dicatat di dalam neraca keuangan. Karena jika tidak tercatat, tentu pengusaha akan kebingungan ketika evaluasi anggaran, justru terjadi selisih di sana. Sedangkan alur ketimpangan biaya tersebut tidak ditemukan.

Nah, pembiayaan inilah yang disebut biaya overhead. Yaitu biaya tak terduga perusahaan yang tidak terkait secara langsung dengan pembiayaan untuk produksi tetapi perlu untuk dicanangkan penganggarannya.

Baca juga : 7 Tips Membangun Bisnis Event Organizer yang Berhasil

Jenis-Jenis Biaya Overhead

Jenis biaya overhead dibagi menjadi tiga kategori penting, yaitu menurut sifat, dampak bagi perubahan produksi dan kategori menurut perannya bagi sub unit perusahaan. Ini dia penjelasan lengkapnya:

Biaya Overhead Menurut Sifatnya

Pembiayaan overhead atau biaya tak terduga perusahaan menurut sifatnya terbagi menjadi tiga jenis. Ini dia jenis yang dimaksud:

1. Biaya Penolong

Biaya penolong maksudnya segala pembiayaan yang jumlah dananya lebih kecil dibandingkan biaya produksi. Biaya ini memang tidak terkait secara langsung dengan proses produksi yang sedang dijalankan perusahaan.

2. Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Perusahaan yang mempekerjakan karyawan yang gajinya tidak diambilkan dari neraca produksi, maka masuk ke dalam kategori ini. Karena mereka tetap harus digaji oleh perusahaan sehingga secara tidak langsung ini juga menjadi beban usaha. Maka dari itu, disebut pembiayaan overhead.

3. Biaya Pemeliharaan dan Reparasi

Jenis yang ketiga ini ialah pembiayaan overhead terkait dengan kerusakan alat produksi. Yang mana pihak perusahaan harus mengeluarkan uang untuk membeli suku cadang. Dana untuk membayar tukang service juga masuk pada biaya ini.

Baca juga : Dropship Adalah Bisnis yang Mudah? Mari Bahas lebih Jauh

Biaya Menurut Dampak Perubahan Produksi

Untuk kategori ini, pembiayaan tak terduga perusahaan juga dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Biaya Tetap

Biaya tetap maksudnya ialah kebutuhan akan dana dengan nominal besaran yang sama sekalipun, perubahan biaya untuk kebutuhan produksi mengalami peningkatan.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya tak terduga yang nominalnya ikut volume perubahan harga untuk kebutuhan produksi. Bahkan total nominalnya relatif sama.

3. Biaya Semi Variabel

Untuk yang ketiga ini, jenis biaya overhead ialah peningkatan biaya tak terduga luar biasa tetapi tidak dibarengi dengan volume kebutuhan produksi yang justru statis.

Biaya Overhead Menurut Perannya Bagi Sub Unit Perusahaan (Departemen)

Tidak dimungkiri, di setiap perusahaan pasti terbagi menjadi beberapa departemen dengan fungsi kerja yang berbeda-beda. Tidak dibantah pula, jika sub unit perusahaan tersebut juga membutuhkan biaya tak terduga tertentu atau biaya overhead. Oleh karena itu, berikut jenis pembiayaan yang masuk ke dalam kategori ini:

1. Biaya Langsung Departemen

Biaya departemen adalah biaya tak terduga yang menjadi pembiayaan operasional untuk departemen tersebut. Pengelolaannya sendiri murni intra departemen dan tak melibatkan departemen yang lain. Bahkan, manfaatnya pun hanya bisa dirasakan oleh departemen yang bersangkutan.

2. Biaya Tidak Langsung Departemen

Ini merupakan jenis biaya overhead yang dikelola oleh satu departemen tetapi manfaat dan fungsinya juga berdampak pada departemen yang lain. Ini biasanya dikelola oleh departemen yang mewadahi departemen lain yang ada di bawahnya. Tentu, total biayanya lebih besar dibandingkan jenis yang pertama.

Baca juga : Pengertian Rasio Likuiditas, Contoh, dan Macam-macam Rasionya

Kesimpulan

Mengetahui setiap biaya overhead penting untuk perkembangan bisnis Anda, terutama jika bisnis Anda adalah jenis usaha manufaktur atau memproduksi produk. Anda harus mencatat setiap biaya ini agar tidak terjadi kekeliruan pada laporan keuangan Anda.

Jika Anda merasa kesulitan untuk mencatat biaya overhead secara manual, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk pembukuan yang lebih baik.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh 300 ribu pengguna di Indonesia. Accurate juga telah memenangkan Top Brand Award selama 4 tahun berturut turut sejak tahun 2016 sampai sekarang sebagai software akuntansi terbaik buatan Indonesia.

Tertarik? Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari untuk menikmati kemudahan dalam pembukuan Anda pada link ini.