Mengenal Jurnal Pelunasan Piutang dan Cara Membuatnya

Dilansir dari situs blackline, jurnal pelunasan piutang adalah suatu sistem pencatatan pembayaran yang telah dilakukan oleh pelanggan atas penjualan yang dilakukan melalui metode kredit, pelunasan yang disebabkan oleh pembayaran, dan juga transaksi lain yang akan melibatkan piutang.

Tujuan dari dibuatnya jurnal pelunasan piutang adalah agar bisa mencatat berapa banyak uang yang diterima oleh pelanggan sebagai bentuk pembayaran atas akun terhadap penjualan kredit perusahaan itu sendiri.

Nah, untuk Anda yang ingin mengenal lebih dalam tentang jurnal pelunasan piutang dan cara membuatnya, Anda bisa membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Piutang?

Berdasarkan laman Wikipedia, piutang adalah jumlah nominal uang yang terutang pada perusahaan oleh pelanggannya. Akun piutang ini harus dicatat dalam neraca yang mampu mewakili sejumlah uang yang jatuh tempo dari pelanggan atas penjualan yang dilakukan secara kredit.

Piutang dalam bisnis tergolong ke dalam aset lancar dan termasuk tagihan yang belum dibayar dari penjualan yang dilakukan dengan metode kredit, terlepas dari lamanya jangka waktu yang telah berlalu sejak terjadinya penjualan.

Baca juga: Apa itu Absorption Costing? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya!

Jenis-jenis Piutang Bisnis

1. Piutang Usaha

Piutang bisnis adalah seluruh kredit yang terutang pada perusahaan oleh pelanggan yang sudah membeli produk barang atau layanan jasanya. Jenis piutang ini akan menghasilkan akumulasi aset, sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai piutang dagang. Adapun piutang ini akan dicatat sebagai aset lancar di dalam neraca perusahaan.

2. Piutang Non Usaha

Piutang non usaha adalah jenis piutang yang diperoleh dari hasil transaksi yang berada di luar lini bisnis yang menawarkan produk barang atau jasa. Contoh sederhana dari piutang ini adalah penggantian asuransi, pengembalian pajak, piutang penjualan aset, atau piutang klaim asuransi.

3. Piutang Usaha Bersih

Suatu bisnis akan selalu menghadapi risiko pelanggan yang tidak mampu membayar piutang untuk layanan jasa atau produk barang yang telah dikirimkan.

Nah, dalam dunia akuntansi, piutang usaha bersih adalah jumlah uang bersih yang tersisa di rekening bank setelah bisnis berhasil mengurangi penyisihan hitung yang tidak akan terbayar, khususnya digunakan oleh bisnis yang melakukan penjualan secara kredit.

Baca juga: Apa itu Prime Cost? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya!

Lantas, Bagaimana Cara Membuat Jurnal Pelunasan Piutang?

Piutang bisnis termasuk ke dalam akun aset, bukan akun pendapatan. Tapi dengan menggunakan akuntansi akrual, Anda bisa mencatat pendapatan di saat yang bersamaan ketika Anda mencatat piutang usaha.

Nah, berikut ini adalah salah satu bentuk jurnal saat terjadi piutang:

Mengenal Jurnal Pelunasan Piutang dan Cara Membuatnya

Sedangkan saat pelanggan membayar piutangnya, maka perusahaan bisa mencatat jurnal sebagai berikut:

Jurnal Pelunasan Piutang

Agar bisa lebih mudah memahami jurnal pelunasan piutang, cobalah untuk menyimak contohnya di bawah ini:

Jurnal saat terjadi piutang dan pelunasan piutang

Katakanlah PT ABC menjual produk furnitur pada Pak Roni di tanggal 1 April 2021. Jumlah total faktur, yang di dalamnya termasuk biaya total dan pajak adalah 25 juta rupiah. Nominal tersebut harus dibayar pada atau sebelum tanggal 31 Desember 2021.

Nah, pencatatan jurnal pelunasan piutangnya adalah sebagai berikut:

Mengenal Jurnal Pelunasan Piutang

Selanjutnya, uang senilai 25 juta rupiah akan didebet dari piutang usaha karena uang tersebut belum diterima oleh PT ABC dan 25 juta rupiah tersebut akan dikreditkan ke dalam pendapatan penjualan karena penjualan senilai 2 juta rupiah sudah dilakukan.

Selanjutnya, Pak Roni melakukan pelunasan piutang sebanyak 25 juta rupiah di tanggal 24 Desember 2021. Nah, jurnal pelunasan piutangnya adalah sebagai berikut:

Dalam hal ini, pembayaran piutang sudah diterima oleh PT ABC. Jadi, uang senilai 25 juta rupiah yang diterima nantinya harus dikreditkan ke akun piutang usaha dan karenanya piutang usaha saat ini memiliki saldo sebesar 0 rupiah karena terjadi pembayaran piutang, sedangkan 25 juta rupiah tersebut akan didebet dari akun kas.

Selanjutnya, berdasarkan contoh di atas, Pak Roni melakukan pembayaran sebanyak 12 juta rupiah di tanggal 24 Desember 2021. Nah, jurnal baru harus di catat sebagai berikut:

Dalam hal ini, pembayaran sebanyak 12 juta rupiah sudah diterima oleh PT ABC. Jadi, 12 juta rupiah yang diterima akan dikreditkan ke akun piutang usaha dan karena hal tersebut, maka piutang usaha saat ini mempunyai saldo debet sebanyak 13 juta rupiah. Sedangkan 12 juta rupiah akan didebet dari akun kas.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang Aset Bersih di Dalam Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang jurnal pelunasan piutang dan cara mencatat atau membuatnya. Anda bisa mengikuti tips di atas di disesuaikan dengan data Anda sendiri.

Tapi, jika Anda masih kesulitan untuk membuatnya, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, termasuk jurnal pelunasan piutang. Laporan tersebut bisa Anda akses secara bebas di mana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Lebih dari itu, di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang saling terintegrasi dan akan memudahkan Anda dalam membuat keputusan bisnis dan mengembangkan bisnis secara lebih maju.

Seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, Anda bisa lebih dulu mencobanya selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.