Kesalahan Membuat Laporan Neraca Saldo dan Cara Mengatasinya

Setiap orang yang bekerja pastinya tidak selalu sempurna dan tidak luput dari kesalahan, terlebih lagi dalam bidang akuntansi. Mereka yang bekerja pada bidang ini selalu dituntut untuk bisa lebih teliti dibandingkan dengan bidang lainnya. Perbedaan angka yang sedikit akan memiliki dampak yang besar pada neraca keuangan, sehingga kolom debit dan kredit menjadi tidak seimbang, dan inilah yang menimbulkan kesalahan laporan neraca saldo.

Dilansir dari laman resmi wikipedia, neraca adalah salah satu bagian dari laporan keuangan yang di dalamnya terdapat catatan informasi aset, kewajiban pembayaran, serta modal dalam kurun waktu tertentu. Berbagai unsur yang terdapat dalam neraca terdiri dari 2, yaitu aktiva (aktiva lancar, aktiva jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang) dan modal.

Dalam kurun waktu tertentu, neraca saldo yang berada di kolom kanan dan kiri haruslah seimbang dengan nilai yang sama. Jika terjadi perbedaan, maka bisa dipastikan ada kesalahan dalam segi penulisan ataupun perhitungannya.

6 Kesalahan yang Membuat Laporan Neraca Saldo tidak Seimbang

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang laporan neraca saldo, berbagai kesalahan yang membuat neraca saldo menjadi tidak seimbang harus kita bahas terlebih dahulu.

1. Saldo Awal Sudah Tidak Seimbang

Saldo awal adalah faktor utama yang menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang. Apabila sedari awal saldonya saja sudah salah, maka tentu saja neraca saldo menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pengecekan jumlah saldo awal.

Cara yang bisa dilakukan adalah menjumlahkan seluruh aset yang dimiliki perusahaan lalu bandingkan dengan seluruh jumlah kewajiban yang ada dan tambahkan jumlah modal. Jika hasilnya sudah seimbang, maka Anda bisa melanjutkan ketahap berikutnya.

2. Salah dalam Pencatatan Jurnal

Kesalahan kedua yang membuat neraca menjadi tidak seimbang adalah salah dalam melakukan pencatatan jurnal. Sebagai contoh, jika Anda mencatat jumlah debit Rp45,000 dan kreditnya adalah Rp65,000, maka disana akan terjadi selisih senilai Rp20.000 yang mampu menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan pengecekan kembali pada setiap penulisan bilangan angka.

3. Salah Melakukan Posting

Kesalahan ketiga yang membuat neraca menjadi tidak seimbang adalah salah melakukan posting di buku besar. Cara mengatasinya adalah dengan kembali mencocokan setiap transaksi yang sudah terjadi setelah ditulis dalam buku besar.

4. Salah Menjumlahkan

Kesalahan selanjutnya yang sering terjadi adalah salah melakukan penjumlahan. Hal ini biasa terjadi karena ada banyak sekali transaksi.

Oleh karena itu, jika dalam hal penulisan dan posting Anda merasa sudah benar, namun neraca masih tidak juga seimbang, maka Anda bisa mencoba menjumlahkannya lagi secara teliti. Biasanya, ada sesuatu yang tertinggal atau ada kesalahan dalam mencatat angka.

5. Salah dalam Penulisan adalah Kesalahan Laporan Neraca yang Sering Terjadi

Kesalahan yang kelima adalah salah dalam menulis angka, perbedaan satu angka dalam penulisan akan merubah seluruh nilai transaksinya. Oleh karena itu, Anda harus lebih teliti dalam menulis nominal transaksi. Jika dibutuhkan, Anda bisa melakukan pengecekan kembali seluruhnya agar yakin bahwa semuanya sudah sesuai.

6. Salah Mengklasifikasikan Akun

Kesalahan terakhir yang membuat laporan neraca menjadi tidak seimbang adalah salah dalam mengklasifikasikan akun. Sebagai contoh, Anda salah memasukan kas pada bagian kewajiban, yang seharusnya kas masuk dalam klasifikasi aset.

Baca juga: Fraud Akuntansi: Pengertian dan Pencegahannya

Cara Meninjau Kesalahan Laporan Neraca Saldo

Jika Anda sudah mengetahui bahwa neraca saldo Anda tidak seimbang, maka Anda harus segera melakukan peninjuan demi mencegah dampak buruk terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.

Selain itu, segala proses akuntansi juga akan terganggu jika ada kesalahan. Namun, Anda masih bisa melakukan penyesuaian ataupun koreksi atas kesalahan itu. Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melacak neraca saldo yang tidak seimbang, berikut adalah caranya:

  • Melakukan proses penghitungan kembali hasil saldo penjumlahan yang ada pada kolom kredit dan debit.
  • Melakukan perbandingan nama akun yang terdapat dalam neraca saldo dan buku besar. Pastikanlah bahwa semua akun yang terdapat dalam buku besar tersebut sudah masuk semua dalam neraca saldo secara tepat dan benar.
  • Memastikan hasil penjumlahan saldo debit dan kredit, serta selisihnya pada tiap akun besar.
  • Melakukan perbandingan atas seluruh angka yang terdapat dalam akun neraca saldo secara teliti dan seksama, antara kredit dan debit.

Berbagai Langkah yang Harus Dilakukan jika Neraca Saldo tidak Seimbang

Setelah Anda mengetahui penyebab neraca saldo tidak seimbang dan sudah melakukan tips dalam mengatasinya, namun neraca saldo masih tetap tidak seimbang, maka Anda bisa menyelesaikanya dengan beberapa langkah ini:

  • Jika kesalah terjadi karena jumlahnya satuan seperti Rp30.000, Rp300.000, atau Rp3.000.000, maka Anda wajib menghitung dan melakukan pengecekan kembali pada bagian debit kredit.
  • Jika kesalahan yang terjadi ada pada bagian debit maupun kredit, maka Anda bisa mencari selisih antar debit lalu dibagi menjadi dua bagian. Cek juga pada neraca saldo Anda dan temukanlah transaksi yang sama dengan setengah dari selisih hasil bagi dua sebelumnya.
  • Jika nilai saldo mampu dibagi menjadi sembilan, lakukanlah pengecekan pada jumlah neraca saldo, apakah terjadi kesalahan dalam penulisan buku besar. Kesalahan yang biasa ditemui adalah penulisan angka Rp227.000 menjadi Rp272.000
  • Terakhir, jika selisihnya tidak bisa dibagi menjadi dua atau menjadi sembilan, maka periksa kembali buku besar dan bukti transaksinya, apakah terjadi salah penulisan atau tidak.

Baca juga: Tips Melakukan Manajemen Anggaran yang Baik Untuk Bisnis Anda

Tips Agar Menhindari Kesalahan Laporan Neraca

Untuk menghindari terjadinya neraca saldo yang tidak seimbang, terdapat berbagai langkah pencegahan yang mampu Anda kerjakan. Berikut ini adalah caranya:

  • Menganalisa seluruh komponen yang memiliki pengaruh dalam proses transaksi secara lebih teliti, seperti menganalisa aktiva, utang, biaya, pendapatan, dan modal.
  • Menganalisa seluruh komponen yang terkait di dalamnya, seperti apakah transaksi itu bisa mengurangi atau menambahkan komponen itu.
  • Menganalisa kolom bagian debit dan kredit yang sudah dilakukan, apakah terjadi penambahan elemen tertentu yang harus di masukan pada bagian debit maupun kredit.
  • Membandingkan seluruh angka yang telah diposting dengan angka yang ada pada buktu transaksi, rekening, dan sejenisnya.
  • Melakukan pengujian ulang pada seluruh kesamaan antar kolom debit dan kredit dengan seluruh catatan yang terdapat pada jurnal.
  • Menuliskan laporan secara urut sesuai dengan nomor rekening.
  • Menuliskan laporan secara urut sesuai dengan terjadinya transaksi.
  • Melakukan kroscek dalam penulisan angka pada laporan, khususnya tanda titik dan koma pada angka tersebut.

Lantas, Kenapa Neraca Harus Seimbang?

Seperti yang sudah kita ketahui, neraca terdiri dari kolom debit di sebelah kiri dan kolom kredit di sebelah kanan.

Pada kolom debit tertulis seluruh informasi aset perusahaan. Sedangkan kolom kredit tertulis seluruh informasi hutang dan modal.

Lantas, jika ditelusuri dari mulai terbentuknya perusahaan tersebut, maka kronologisnya adalah sebagai berikut:

  • Pemilik perusahaan akan melakukan penyetoran dana (kolom kredit) untuk digunakan sebagai kas perusahaan (kolom debit).
  • Setelah itu, kas akan digunakan untuk membeli beragam aset seperti mesin dan menyewa gedung (kolom debit).
  • Namun ternyata, dana yang dimiliki oleh perusahaan kurang, sehingga perusahaan harus berhutang (kolom kredit) untuk digunakan sebagai dana kas perusahaan (kolom debit). Selanjutnya, uang kas tersebut akan digunakan untuk berbelanja bahan baku (kolom debit)
  • Dari sana, terlihat bahwa kolom kredit yang ada pada neraca merefleksikakan sumber dana yang di dapat oleh perusahaan. Dikolom lain, kolom debit merefleksikan alokasi yang digunakan dalam dana tersebut. Sehingga, kolom debit dan kredit jumlahnya harus seimbang.

Jika ada penggunaan (kolom debit) yang lebih besar dari kolom kredit (sumber) maka akan timbul masalah, dari mana dana yang digunakan oleh bisnis tersebut. Sebaliknya, jika ada penggunaan (kolom debit) yang lebih kecil dari kolom kredit (sumber) maka masalah lainnya adalah, kemana perginya dana yang telah di dapatkan oleh perusahaan.

Oleh karena itulah, tidak ada alasan kenapa kolom kredit dan kolom kredit menjadi tidak seimbang.

Baca juga: 10 Kesalahan Pembukuan Keuangan

Kesimpulan

Bukanlah hal yang mudah untuk memastikan neraca saldo yang seimbang, terlebih lagi jika transaksi yang ada pada setiap bulannya berjumlah ribuan, maka tentunya Anda akan kesulitan menghitungnya. Kesulitan tersebut akan meningkat jika Anda menggunakan pencatatan secara manual. Oleh karena itu, gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan neraca.

Accurate online akan membantu Anda dalam menghitung neraca saldo secara mudah, akurat, dan mampu menyajikan hasil yang sebenarnya. Anda hanya perlu memasukan seluruh transaksi keuangan perusahaan Anda pada sistem tersebut, dan Accurate Online akan mengubahnya menjadi laporan neraca saldo yang Anda butuhkan.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1