Komponen Neraca yang Harus Ada dalam Membuat Laporan Keuangan Neraca

oleh | Jan 26, 2024

source envato.

Komponen Neraca yang Harus Ada dalam Membuat Laporan Keuangan Neraca

Keseimbangan! Dapat menjadi kata yang tepat dalam menjelaskan neraca keuangan dalam satu kata.

Neraca keuangan selalu mencerminkan prinsip dasar akuntansi yang menyatakan bahwa aset sama dengan kewajiban ditambah ekuitas.

Hal ini menciptakan keseimbangan yang mendasar antara sumber daya perusahaan dan kewajiban serta kepemilikan.

Mari kita bahas lebih dalam tentang 3 komponen neraca dan bagian lainnya yang dapat memperkuat laporan keuangan Anda!

Penasaran? Baca terus artikel tentang komponen neraca di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Neraca?

Apa itu Neraca Keuangan

ilustrasi komponen neraca keuangan. source envato

Neraca, sebuah istilah yang kerap terdengar dalam dunia bisnis, sebenarnya adalah salah satu laporan keuangan yang memegang peran sentral dalam memahami kesehatan finansial suatu entitas.

Lebih dari sekadar kumpulan angka, neraca memberikan pandangan holistik tentang aset, kewajiban, dan ekuitas pada suatu titik waktu tertentu.

Pada dasarnya, neraca adalah gambaran mengenai kekayaan dan kewajiban perusahaan pada suatu titik waktu.

Namun, untuk benar-benar memahami apa itu neraca, kita perlu menjelajahi komponen-komponen utamanya.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

Komponen Neraca

Sama seperti laporan keuangan lainnya, di dalam neraca pun terdapat beberapa komponen yang penting dalam pembuatannya.

Terdapat dua sisi yang akan diperlihatkan di dalam neraca, yakni aset dan juga pasif.

Dalam kategori aset, di dalamnya harus diisi dengan seluruh aset yang dimiliki dan juga digunakan oleh perusahaan dalam melakukan operasional bisnisnya.

Sebaliknya, sisi pasiva harus diisi dengan berbagai sumber daya yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan pendanaan kepemilikan aset tersebut.

Lantas komponen apa saja yang harus ada dalam neraca keuangan? berikut jawabannya.

1. Aset (Assets)

 komponen neraca aset

ilustrasi komponen neraca keuangan. source envato

Di dalam komponen neraca yang pertama ini, Anda bisa menemukan dua jenis aset, yakni aset berwujud dan juga aset tidak berwujud.

Biasanya, aset berwujud ini terdiri dari beberapa hal di bawah ini:

  • Aset lancar dalam bentuk persediaan, kas, piutang, perlengkapan, investasi jangka panjang dan lain sebagainya.
  • Aset tetap dalam bentuk kendaraan, peralatan, bangunan, mesin, dan sumber daya fisik lainnya.

Lalu, aset tidak berwujud adalah suatu hak dan juga sumber daya non fisik, seperti halnya hak paten, hak cipta, goodwill, dan lain sebagainya.

2. Kewajiban atau Liabilitas (Liability)

komponen neraca liabilitas

ilustrasi komponen neraca keuangan. source envato

Komponen neraca ini adalah suatu kewajiban atau utang perusahaan yang bisa terjadi atau muncul ketika perusahaan menjalankan operasi bisnisnya.

Contoh sederhananya adalah jika perusahaan memerlukan modal tambahan untuk keperluan membeli peralatan ataupun hal lainnya, sehingga perusahaan pun harus mengambil kredit dari bank.

Biasanya, penyelesaian kewajiban ini bisa dilakukan dengan cara mengirim manfaat ekonomi, seperti barang, kas, ataupun jasa layanan.

Bila dilihat dari sisi waktu jatuh temponya, maka kewajiban ini terbagi menjadi dua, yakni kewajiban lancar dan juga kewajiban dalam jangka panjang.

Pada kewajiban lancar, biasanya waktu jatuh temponya adalah dalam kurun waktu satu tahun. Sebaliknya, kewajiban jangka panjang umumnya mempunyai waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Beberapa akun yang tergolong di dalam komponen neraca liabilitas adalah sebagai berikut:

  • Kewajiban lancar: utang bunga, utang lancar, utang gaji, dan lain sebagainya.
  • Kewajiban jangka panjang: wesel bayar, obligasi, jaminan produk jangka panjang, sewa guna bisnis, sampai kewajiban pensiun.

3. Ekuitas atau Modal (Equity)

komponen neraca ekuitas

ilustrasi komponen neraca keuangan. source envato

Komponen neraca yang ketiga atau komponen neraca yang terakhir adalah modal atau ekuitas.

Nilai ekuitas ini bisa Anda ketahui dari aset residual yang sudah dikurangi dengan kewajiban.

Contoh perhitungan ekuitas,

PT A mempunyai aset total sebanyak Rp. 10.000.000 dan memiliki kewajiban total sebanyak Rp. 4.000.000.

Untuk menghitung ekuitasnya, kita bisa menghitungnya dengan cara Rp. 10.000.000 – Rp. 4.000.000 = Rp. 6.000.000.

Biasanya, komponen neraca yang satu ini terdiri dari dana dari pemilik perusahaan dan pemegang saham dan juga cadangan serta laba ditahan yang sudah dikurang dengan dividen.

Oleh karena itu, ekuitas bisa ditingkatkan lagi nominalnya dengan cara menarik lebih banyak para investor untuk melakukan investasi atau dengan cara meningkatkan laba perusahaan.

Setelah mengetahui komponen neraca keuangan, Anda dapat mulai membuat laporan neraca keuangan dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Penutup

Demikianlah komponen neraca yang harus Anda ketahui dalam membuat laporan keuangan perusahaan.

Terdapat 3 jenis neraca keuangan yang wajib ada dalam laporan keuangan. Jangan sampai kewalahan dalam menghitungnya!

Bila Anda masih menggunakan cara manual dalam menghitung neraca, maka Anda harus siap dalam menghadapi risiko salah input, salah hitung, kecurangan, dan waktu yang lama.

Anda ingin terhindar dari resiko tersebut? cobalah untuk menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi cloud computing yang aman dan berbasis web.

Anda bisa mengakses Accurate Online secara mudah dan aman dimana saja dan kapan saja tanpa perlu melakukan instalasi ataupun pembaruan aplikasi secara berkala.

Dengan menggunakan Accurate, Anda bisa mendapatkan laporan neraca, laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai fitur bisnis luar biasa yang ada di dalamnya, seperti fitur perpajakan, fitur persediaan, penjualan, pembelian, manufaktur, cost and profit center, multi cabang, dan masih banyak lagi.

Sehingga, Anda bisa lebih fokus mengelola dan mengembangkan bisnis Anda melalui metode dan strategi yang tepat.

Tunggu apa lagi? Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait