Laporan Keuangan Perusahaan PT: Pengertian dan Cara Membuatnya

oleh | Jan 25, 2024

source envato.

Laporan Keuangan Perusahaan PT: Pengertian dan Cara Membuatnya

Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, memahami kesehatan keuangan sebuah perusahaan menjadi krusial. Laporan keuangan menjadi jendela transparansi yang mengungkapkan gambaran menyeluruh tentang kinerja finansial perusahaan.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas aspek penting dalam menganalisis laporan keuangan sebuah perusahaan PT (Perseroan Terbatas), dengan fokus pada faktor-faktor kunci yang dapat memberikan wawasan mendalam mengenai stabilitas dan pertumbuhan perusahaan.

Sebagai entitas hukum yang memiliki keterpisahan harta dan tanggung jawab, PT memiliki kewajiban untuk secara berkala menyajikan informasi keuangannya melalui laporan keuangan.

Laporan tersebut tidak hanya menjadi sarana akuntansi formal, tetapi juga menjadi alat yang sangat penting bagi para pemangku kepentingan, seperti pemegang saham, kreditur, dan pihak terkait lainnya, untuk mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah sistematis dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan PT, mengidentifikasi indikator kunci, dan merumuskan interpretasi yang mendalam.

Dengan demikian, pembaca akan diberikan pemahaman yang kokoh mengenai metode evaluasi kesehatan keuangan suatu perusahaan melalui kacamata laporan keuangan yang sah dan obyektif.

Mari kita menjelajahi bersama-sama bagaimana sebuah laporan keuangan dapat menjadi instrumen penting dalam membaca dan memahami perjalanan finansial perusahaan PT.

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan

ilustrasi laporan keuangan perusahaan pt. source envato

Laporan keuangan perusahaan adalah dokumen resmi yang memuat informasi terinci mengenai kinerja keuangan entitas bisnis selama periode waktu tertentu, seperti yang dijelaskan dalam laman Investopedia.

Laporan ini disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dan memberikan gambaran menyeluruh tentang aspek keuangan perusahaan, termasuk pendapatan, biaya, laba bersih, posisi keuangan, dan arus kas.

Laporan keuangan perusahaan memiliki tujuan utama untuk memberikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan kepada pemangku kepentingan, seperti pemegang saham, investor, kreditur, dan pihak terkait lainnya.

Analisis laporan keuangan membantu dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan, menilai risiko, dan membuat keputusan strategis. Dengan demikian, laporan keuangan menjadi instrumen penting dalam menggambarkan kondisi ekonomi perusahaan serta memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Laporan Keuangan Bagi Masyarakat?

Lalu, Laporan Keuangan Perusahaan PT Terdiri dari Apa Saja?

Lalu, Laporan Keuangan Perusahaan PT Terdiri dari Apa Saja?

ilustrasi laporan keuangan perusahaan pt. source envato

Laporan keuangan perusahaan PT (Perseroan Terbatas) terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet), dan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing laporan tersebut:

1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

  • Pendapatan (Revenue): Menyajikan jumlah total pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa.
  • Biaya (Expenses): Merincikan semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa.
  • Laba Bersih (Net Income): Hasil selisih antara total pendapatan dan total biaya, merupakan laba atau rugi bersih yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu.

2. Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)

  • Aset (Assets): Menyajikan nilai total aset perusahaan, yang mencakup aset lancar (current assets) dan aset tetap (fixed assets).
  • Kewajiban (Liabilities): Merincikan kewajiban perusahaan, termasuk kewajiban lancar (current liabilities) dan kewajiban jangka panjang (long-term liabilities).
  • Ekuitas Pemilik (Owner’s Equity): Menunjukkan selisih antara total aset dan total kewajiban, mencerminkan nilai ekuitas yang dimiliki oleh pemilik perusahaan.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

  • Arus Kas dari Aktivitas Operasional (Operating Activities): Menyajikan aliran kas yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, seperti penerimaan dari penjualan dan pembayaran untuk biaya operasional.
  • Arus Kas dari Aktivitas Investasi (Investing Activities): Mencakup aliran kas yang berasal dari investasi, seperti pembelian atau penjualan aset tetap.
  • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (Financing Activities): Menyajikan aliran kas yang berasal dari kegiatan pendanaan, seperti penerbitan saham baru atau pembayaran dividen.

Laporan keuangan perusahaan PT harus disusun dan disajikan secara terstruktur sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. Laporan ini memberikan informasi yang sangat penting bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan stabilitas perusahaan.

Baca juga: Laporan Keuangan Bulanan: Pengertian dan Cara Membuatnya

Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan PT

Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan PT

ilustrasi laporan keuangan perusahaan pt. source envato

Membuat laporan keuangan perusahaan PT melibatkan serangkaian langkah-langkah yang sistematis dan mematuhi standar akuntansi yang berlaku. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menyusun laporan keuangan perusahaan PT:

1. Pahami Prinsip Akuntansi yang Berlaku

Pastikan pemahaman yang baik terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku, seperti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

2. Identifikasi Periode Pelaporan

Tentukan periode waktu yang akan dicakup oleh laporan keuangan, apakah bulanan, kuartalan, atau tahunan.

3. Kumpulkan Data Keuangan

Kumpulkan semua data keuangan yang diperlukan, termasuk bukti transaksi, catatan akuntansi, dan dokumen pendukung lainnya.

4. Susun Laporan Laba Rugi  (Income Statement)

Daftar semua pendapatan perusahaan dan kurangkan biaya untuk mendapatkan laba bersih. Sertakan detail seperti penjualan, biaya produksi, biaya operasional, dan beban pajak.

5. Buat Laporan Posisi Keuangan (Balance Sheet)

Identifikasi dan daftarkan semua aset perusahaan, baik yang lancar maupun tetap. Catat semua kewajiban, termasuk hutang lancar dan hutang jangka panjang. Hitung ekuitas pemilik sebagai selisih antara total aset dan total kewajiban.

6. Rincian Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Analisis arus kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Sertakan detail penerimaan kas, pembayaran kas, dan perubahan saldo kas selama periode tertentu.

7. Periksa Konsistensi dan Akurasi

Pastikan semua angka yang disajikan konsisten dan akurat. Periksa kembali transaksi, perhitungan, dan pencatatan akuntansi.

8. Lengkapi Catatan Akhir Tahun (Notes to Financial Statements)

Sertakan catatan yang menjelaskan metode akuntansi yang digunakan, estimasi yang dilakukan, serta informasi tambahan yang relevan.

9. Audit Internal atau Eksternal (Opsional)

Jika memungkinkan, lakukan audit internal atau eksternal untuk memverifikasi keakuratan laporan keuangan.

10. Publikasikan Laporan Keuangan

Publikasikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik untuk pemangku kepentingan internal maupun eksternal.

11. Ikuti Pedoman dan Regulasi

Pastikan laporan keuangan mematuhi pedoman dan regulasi yang berlaku, seperti aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) jika perusahaan terdaftar.

12. Sosialisasikan Hasil

Sosialisasikan hasil laporan keuangan kepada pihak terkait, seperti pemegang saham, investor, dan manajemen.

Penting untuk dicatat bahwa proses penyusunan laporan keuangan memerlukan kehati-hatian dan keakuratan. Konsultasikan dengan profesional akuntansi atau ahli keuangan jika diperlukan, terutama jika perusahaan memiliki kompleksitas tertentu atau jika Anda memiliki pertanyaan spesifik mengenai laporan keuangan perusahaan PT.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Menghasilkan laporan keuangan perusahaan PT adalah suatu proses yang memerlukan perhatian khusus, kehati-hatian, dan kedisiplinan. Laporan tersebut tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi pemangku kepentingan untuk memahami dan mengevaluasi kesehatan finansial perusahaan.

Penting untuk diingat bahwa penyusunan laporan keuangan bukanlah sekadar kewajiban formal, tetapi juga merupakan investasi dalam keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan. Konsistensi, integritas, dan ketepatan waktu dalam menyusun laporan keuangan menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan informasi yang berharga dan relevan kepada para pemangku kepentingan.

Nah, untuk mempermudah Anda dalam membuat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pengguna ini akan membantu Anda dalam membuat laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan neraca, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya. Berbagai jenis laporan ini juga bisa Anda akses di mana saja dan kapan saja secara real-time.

Sehingga, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan memaksimalkan keuntungan bisnis dalam jangka panjang.

Buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait