Pengertian Akuntansi Murabahah dan Penerapannya

oleh | Jan 2, 2024

source envato.

Pengertian Akuntansi Murabahah dan Penerapannya

Dalam era globalisasi seperti saat ini, dunia bisnis semakin kompleks dan menuntut perusahaan untuk memiliki sistem akuntansi yang efisien dan transparan. Salah satu konsep akuntansi yang kini semakin mendapatkan perhatian adalah “Murabahah”.

Dengan berkembangnya ekonomi syariah, metode ini menjadi fokus utama bagi perusahaan yang ingin menggabungkan prinsip-prinsip keuangan Islam dalam operasional mereka.

Murabahah, yang secara harfiah berarti “jual beli dengan keuntungan”, menjadi fondasi bagi prinsip-prinsip keuangan Islam yang mengutamakan keadilan dan keberlanjutan. Dalam konteks bisnis, penerapan akuntansi Murabahah menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan keuangan perusahaan.

Melalui artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya akuntansi Murabahah dalam konteks bisnis modern. Dengan merinci konsep dasar, manfaat, dan implementasi akuntansi Murabahah, diharapkan perusahaan dapat memperoleh wawasan lebih dalam tentang bagaimana prinsip ini dapat meningkatkan kesejahteraan keuangan mereka.

Penting untuk memahami bahwa akuntansi Murabahah bukan hanya sekadar kewajiban bagi perusahaan yang mengadopsi prinsip keuangan Islam, tetapi juga merupakan alat strategis untuk meningkatkan ketahanan keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis.

Dengan adopsi yang tepat, perusahaan dapat membangun fondasi keuangan yang kokoh, menciptakan kepercayaan investor, dan mencapai keberlanjutan jangka panjang.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai akuntansi Murabahah dan bagaimana penerapannya dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi perusahaan.

Pengertian Akuntansi Murabahah

Pengertian Akuntansi Murabahah

ilustrasi akuntansi murabahah source envato

Menurut laman resmi Ikatan Akuntansi Indonesia, Akuntansi Murabahah merujuk pada suatu sistem atau metode akuntansi yang digunakan dalam transaksi finansial yang mengikuti prinsip-prinsip ekonomi Islam, khususnya dalam konteks transaksi jual-beli. Secara harfiah, istilah “Murabahah” berasal dari bahasa Arab yang berarti “jual beli dengan keuntungan.”

Prinsip dasar dari akuntansi ini adalah transparansi, keadilan, dan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dari transaksi harus sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Berikut adalah poin-poin penting terkait dengan pengertian akuntansi Murabahah:

1. Prinsip Dasar

Akuntansi Murabahah didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi Islam, yang melibatkan keadilan, kebersihan, dan transparansi dalam transaksi bisnis. Prinsip ini menekankan adanya kesepakatan terbuka antara pihak yang terlibat dalam transaksi.

2. Jual Beli dengan Keuntungan yang Dijelaskan

Murabahah melibatkan suatu bentuk transaksi jual-beli, di mana penjual mengungkapkan kepada pembeli biaya pokok barang serta margin keuntungan yang diinginkan. Harga jual ditetapkan sejak awal dan tidak dapat diubah setelah kesepakatan tercapai.

3. Transparansi Keuangan

Akuntansi ini menuntut adanya transparansi penuh dalam pencatatan keuangan terkait transaksi tersebut. Setiap biaya dan keuntungan harus dicatat dengan jelas, dan laporan keuangan harus mencerminkan secara akurat posisi keuangan perusahaan.

4. Penerapan dalam Keuangan Islam

Praktek ini umumnya digunakan dalam lembaga keuangan Islam dan perusahaan yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam. Meskipun murabahah umumnya terkait dengan pembiayaan, konsepnya juga dapat diterapkan dalam bisnis lainnya.

5. Peran Akuntansi

Dalam konteks akuntansi Murabahah, peran sistem akuntansi adalah untuk merekam transaksi, memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keuangan Islam, dan menyajikan informasi keuangan secara terperinci dan transparan.

Penerapan akuntansi Murabahah menjadi semakin penting seiring berkembangnya sektor keuangan berbasis syariah dan kebutuhan untuk memastikan bahwa transaksi bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

Baca juga: Pengertian Laporan Keuangan Syariah dan Cara Mudah Membuatnya

Penerapan Akuntansi Murabahah Di Perusahaan

Penerapan Akuntansi Murabahah Di Perusahaan

ilustrasi akuntansi murabahah source envato

Penerapan akuntansi Murabahah di perusahaan, terutama bagi yang beroperasi dalam konteks keuangan Islam atau memiliki fokus pada keuangan syariah, melibatkan serangkaian langkah dan prosedur yang harus diikuti dengan cermat.

Berikut adalah tahapan penerapan akuntansi Murabahah di perusahaan:

1. Penetapan Kebijakan Akuntansi Murabahah

Perusahaan perlu menetapkan kebijakan internal yang jelas terkait dengan penggunaan akuntansi Murabahah. Hal ini mencakup penetapan standar pencatatan transaksi, metode penetapan harga, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

2. Pelatihan dan Kesadaran Karyawan

Memberikan pelatihan kepada karyawan terkait dengan prinsip-prinsip akuntansi Murabahah serta pemahaman yang mendalam mengenai konsep-konsep keuangan Islam. Kesadaran ini penting agar semua pihak yang terlibat dalam proses akuntansi dapat beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan.

3. Penentuan Harga Jual dan Keuntungan

Pihak yang terlibat dalam transaksi Murabahah harus menetapkan harga jual dari barang atau jasa beserta margin keuntungan yang diinginkan. Harga ini harus diumumkan secara jelas dan tidak dapat diubah setelah kesepakatan tercapai.

4. Pencatatan Transaksi

Setiap transaksi Murabahah harus dicatat secara rinci dalam sistem akuntansi perusahaan. Ini mencakup mencatat biaya pokok barang, margin keuntungan, dan segala unsur lain yang relevan.

5. Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan harus mencerminkan dengan akurat semua transaksi Murabahah yang telah dilakukan. Laporan tersebut harus memberikan gambaran yang transparan tentang aspek-aspek keuangan perusahaan yang terkait dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

6. Audit dan Pemeriksaan

Menjalankan audit internal atau menggunakan pihak eksternal yang berkompeten untuk memastikan bahwa seluruh proses akuntansi Murabahah telah sesuai dengan standar dan prinsip-prinsip yang berlaku.

7. Kepatuhan terhadap Peraturan dan Hukum

Memastikan bahwa seluruh praktik akuntansi Murabahah yang diterapkan oleh perusahaan sejalan dengan regulasi dan hukum yang berlaku dalam konteks keuangan Islam.

8. Edukasi dan Komunikasi dengan Pihak Terkait

Mengedukasi pemangku kepentingan, termasuk pelanggan dan investor, tentang prinsip-prinsip akuntansi Murabahah yang diterapkan oleh perusahaan. Komunikasi yang transparan dapat membantu membangun kepercayaan dan pemahaman bersama.

Penerapan akuntansi Murabahah tidak hanya menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam, tetapi juga memperkuat citra perusahaan dalam konteks bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan keuangan.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Dalam kesimpulan, penerapan akuntansi Murabahah di perusahaan menunjukkan komitmen untuk mengikuti prinsip-prinsip keuangan Islam dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Proses ini melibatkan penetapan kebijakan, pelatihan karyawan, penentuan harga jual dengan keuntungan yang jelas, pencatatan transaksi yang teliti, penyusunan laporan keuangan transparan, dan pemeriksaan secara berkala.

Secara keseluruhan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

Penerapan akuntansi Murabahah tidak hanya memiliki dampak positif pada kepatuhan terhadap prinsip keuangan Islam, tetapi juga dapat meningkatkan citra perusahaan di mata pemangku kepentingan, termasuk pelanggan dan investor.

Dengan menunjukkan ketaatan terhadap prinsip-prinsip ini, perusahaan dapat membangun kepercayaan dan menjalin hubungan yang berkelanjutan dengan komunitas bisnis yang berorientasi keuangan Islam.

Dengan demikian, akuntansi Murabahah bukan hanya menjadi alat untuk mencatat transaksi bisnis, tetapi juga menjadi fondasi untuk menciptakan nilai tambah, kesejahteraan keuangan, dan keberlanjutan perusahaan dalam kerangka ekonomi yang semakin kompleks dan beragam.

Namun, untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan akuntansi, termasuk akuntansi murabahah, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis super lengkap ini akan membantu Anda dalam mencatat transaksi bisnis, mengelola utang-piutang, mengelola arus kas, melakukan rekonsiliasi bank, hingga membuat lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang tepat serta mengelola bisnis secara lebih mudah.

Tunggu apa lagi? Coba dan gunakan Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

13 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait