Memahami Cara Kerja dan Perhitungan Rumus Compound Interest

Compound interest adalah salah satu jenis bunga yang ada dalam dunia perbankan. Jenis bunga ini dianggap istimewa karena dapat membuat investor atau kreditur memperoleh keuntungan berkali-kali lipat. Hal ini dapat dilihat melalui perhitungan dari rumus compound interest yang menjumlahkan besar pokok simpanan dengan suku bunga pertahun, di mana hasil keduanya akan ditambahkan pada perhitungan tahun berikutnya.

Untuk lebih memahaminya, artikel berikut ini akan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan compound interest, mulai dari pengertian, cara kerja, cara menghitung dan menerapkan rumus compound interest, serta cara meningkatkan keuntungannya.

Apa Itu Compound Interest?

Istilah compound interest berasal dari kata “compound” yang berarti majemuk dan “interest” yang berarti bunga. Sehingga, secara harfiah, compound interest adalah bunga majemuk atau bunga yang berbunga.

Dalam dunia perbankan, compound interest adalah bunga yang dihitung atas jumlah pinjaman pokok ditambah bunga yang diperoleh sebelumnya. Hal ini mengacu pada pembayaran bunga atas pokok pinjaman yang bunganya selalu terakumulasi dari waktu ke waktu.

Compound interest berbanding terbalik dengan simple interest yang hanya dihitung berdasarkan pinjaman pokoknya saja. Yang apabila diaplikasikan dalam jangka panjang akan sangat jauh berbeda hasilnya.

Albert Einstein menyebutkan bahwa compound interest adalah sebuah keajaiban dunia yang bisa membuat seseorang menjadi kaya dengan melipatgandakan uangnya melalui bunga.

Baca juga: Metode Periodik dan Perpetual, Mana Metode Pencatatan Persediaan Anda?

Cara Kerja Compound Interest

Compound interest memiliki arti bahwa bunga (interest) dari investasi Anda akan berbunga, dan hasilnya akan berbunga lagi sehingga pertumbuhannya bukan lagi linear, melainkan eksponensial.

Sebagai, ketika seseorang menyimpan uang sebesar Rp2.000.000 di bank dan dengan tingkat bunga 10% per tahun, maka orang tersebut akan menerima bunga sebesar Rp200.000. Sehingga, pada akhir tahun, jumlah uangnya menjadi Rp2.200.000.

Dengan compound interest, bunga sebesar Rp200.000 yang telah didapatkan akan digabungkan dengan pinjaman pokoknya dalam menghitung bunga di tahun berikutnya. Pembayaran bunga terus ditambahkan ke pokok simpanan dan pokok yang sudah ditambahkan ini juga akan terus mendapatkan bunga.

Baca juga: Net Income: Pengertian dan Fungsinya Dalam Pembukuan

Rumus Compound Interest

Rumus compound interest merupakan total akumulasi dana pokok awal yang dihitung dengan melibatkan tingkat bunga tahunan dan periode tahunan. Lebih lengkapnya, berikut rumus compound interest.

Return = [P ( 1 +  i) x n] – P

Dengan keterangan:

P  = Pokok Simpanan/Investasi

i   = Besaran Persentase Bunga Setahun

N = Jumlah Periode

Apabila menggunakan contoh kasus di atas pada pembahasan cara kerja compound interest, maka penerapan rumus compound interest-nya adalah seperti berikut.

  • Besaran bunga dan uang di tahun 1

[P(1+i) x n ]-P = [ Rp2.000.000 (1+ 10%) x 1 ] – Rp2.000.000[P(1+i) x n ]-P = Rp200.000

Jumlah uang di tahun 1 = Rp2.000.000 + Rp200.000
Jumlah uang di tahun 1 = Rp2.200.000

  • Besaran bunga Besaran bunga dan uang di tahun 2

[P(1+i) x n ]-P = [Rp2.200.000 (1+ 10%) x 1 ] – Rp2.200.000[P(1+i) x n ]-P = Rp220.000

Jumlah uang di tahun 2 = Rp2.200.000 + Rp220.000
Jumlah uang di tahun 2 = Rp2.420.000

  • Besaran bunga Besaran bunga dan uang di tahun 3

[P(1+i) x n ]-P = [Rp2.420.000 (1+ 10%) x 1 ] – Rp2.420.000[P(1+i) x n ]-P = Rp242.000

Jumlah uang di tahun 3 = Rp2.420.000 + Rp242.000
Jumlah uang di tahun 3 = Rp2.662.000

  • Besaran bunga Besaran bunga dan uang di tahun 4

[P(1+i) x n ]-P = [Rp2.662.000 (1+ 10%) x 1 ] – Rp2.662.000[P(1+i) x n ]-P = Rp266.200

Jumlah uang di tahun 4 = Rp2.662.000 + Rp266.200
Jumlah uang di tahun 4 = Rp2.928.200

  • Besaran bunga Besaran bunga dan uang di tahun 5

[P(1+i) x n ]-P = [Rp2.928.200 (1+ 10%) x 1 ] – Rp2.928.200[P(1+i) x n ]-P = Rp292.820

Jumlah uang di tahun 5 = Rp2.928.200 + Rp292.820
Jumlah uang di tahun 5 = Rp3.221.020

Dengan menerapkan compound interest, jumlah uang yang terkumpul dalam lima tahun adalah sebesar Rp3.221.020 dengan pokok pinjaman awal sebesar Rp2.000.000. Dengan kata lain, keuntungan yang diraihnya ialah sebesar RP1.221.020 atau lebih dari setengah pokok pinjaman awal.

Pertumbuhan nilai pada suku bunga tiap tahunnya mungkin terlihat lambat di awal, namun akan semakin tinggi seiring lamanya periode berinvestasi. Semakin lama jangka waktu berinvestasi dengan compound interest, maka akan semakin besar keuntungan yang diperoleh.

Baca juga: Loan To Deposit Ratio (LDR): Pengertian dan Fungsinya

Cara Meningkatkan Keuntungan Melalui Compound Interest

Sejatinya, terdapat tiga hal yang dapat membantu investor dalam meningkatkan keuntungan melalui compound interest, yang meliputi:

1. Berinvestasi dengan Jumlah yang Lebih Besar

Besaran modal yang ditempatkan akan mempengaruhi hasil yang diperoleh nantinya. Semakin besar modal, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan dihasilkan nantinya.

2. Pilih Instrumen dengan Bunga Tertinggi

Semakin tinggi tingkat bunga yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula nominal compound interest-nya. Namun, perlu diketahui pula bahwa investasi dengan tingkat bunga yang tinggi umumnya juga memiliki tingkat resiko yang tinggi (high return – high risk).

3. Jangka Waktu yang Lebih Lama akan Lebih Baik

Seperti telah disebutkan sebelumnya, semakin lama Anda menyimpan uang, maka akan semakin banyak pula keuntungan yang dihasilkan. Sebab, uang beserta dividen yang tidak diambil akan diakumulasikan untuk investasi di tahun berikutnya, sehingga jumlahnya akan terus bertambah.

Baca juga: Operating Profit Margin: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah uraian mengenai compound interest yang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang. Berdasarkan perhitungan dan penerapan rumus compound interest, semakin lama jangka waktu berinvestasi, maka akan semakin besar tingkat pertumbuhan bunganya, sehingga jumlah uang yang dihasilkan akan semakin banyak.

Sebelum berinvestasi, ada baiknya untuk memperhatikan dan mempelajari profil resiko dari instrument investasi. Anda juga perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan Anda agar tidak terjadi kegagalan finansial di masa depan. Anda bisa memulainya dengan mengecek dan merapikan laporan keuangan Anda untuk melihatnya secara detail dan keseluruhan.

Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan. Berbagai fitur juga akan memudahkan Anda dalam mengaksesnya secara fleksibel, yakni kapan saja dan di mana saja.

Jika tertarik untuk mencobanya, silahkan klik banner di bawah ini dan nikmati secara gratis selama 30 hari.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.