Cara Menghitung Modal Akhir dalam Bisnis yang Harus Anda Ketahui

Sebagai pebisnis, Anda wajib mengetahui cara menghitung modal akhir yang baik. Modal akhir adalah sejumlah uang yang dibutuhkan agar bisa menjalankan bisnis Anda pada periode yang selanjutnya.

Modal akhir ini bisa diketahui setelah Anda selesai menghitung laporan laba rugi untuk bisnis Anda. Tentunya modal akhir berbeda dengan modal awal yang dihitung sebelum bisnis mulai dijalankan agar bisa mengetahui nominal biaya yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis.

Jumlah modal akhir dapat diketahui setelah Anda selesai menghitung laba dan rugi bisnis Anda, berbeda dengan modal awal yang dihitung sebelum bisnis mulai berdiri guna mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk memulai suatu usaha.

Menghitung modal akhir di dalam menjalankan bisnis sama pentingnya dengan menghitung modal awal. Keduanya merupakan unsur utama dalam membuat laporan perubahan modal yang sangat diperlukan dalam pembuatan laporan keuangan.

Manfaat untuk menghitung modal akhir adalah agar bisa membantu Anda dalam mengetahui nominal jumlah modal masuk yang bisa membantu keberlangsungan operasional bisnis Anda, sebagai salah satu sumber informasi yang penting tentang keuangan dan stabilitas bisnis Anda, dan juga sebagai indikator dalam mengevaluasi dan juga menganalisa keuangan bisnis Anda.

Lalu, bagaimana cara yang tepat dalam menghitung modal akhir di dalam menjalankan bisnis? Pada dasarnya, ada dua cara menghitung modal akhir. Bila bisnis Anda mampu menghasilkan keuntungan dalam periode tertentu, maka cara perhitungan modal akhir adalah dengan melakukannya pada saldo laba.

Sebaliknya, bila dalam periode tertentu bisnis Anda mengalami kerugian, maka perhitungan modal akhir bisa dilakukan dalam saldo rugi.

Komponen Penghitungan Modal Akhir

Dalam menghitung modal akhir, kita memerlukan beberapa komponen yang penting. Berikut ini adalah beberapa komponen yang diperlukan untuk bisa mengetahui cara menghitung modal akhir dalam bisnis.

1. Modal Awal

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, modal awal adalah sejumlah modal yang diperlukan dalam memulai membangung suatu bisnis. menghitung modal awal bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjumlahkan modal investasi, modal kerja, dan juga modal operasional.

2. Untung/Rugi

Laba atau untung adalah sejumlah keuntungan yang bisa Anda peroleh dari adanya kegiatan operasional bisnis. cara menghitung laba adalah dengan mencari selisih antara pendapatan dan biaya. Bila selisihnya berada di atas nol rupiah, maka itulah keuntungan yang bisnis Anda dapatkan.

Sebaliknya, rugi adalah sejumlah nominal pengeluaran yang bisa melebihi jumlah pendapatan. Bila hasil dari selisih pendapatan dan biaya berada di bawah nol rupiah, maka catatkanlah hasil dari selisih tersebut sebagai suatu kerugian.

3. Prive

Prive adalah penarikan yang yang Anda lakukan sebagai pihak pemilik bisnis, baik itu untuk kebutuhan bisnis ataupun untuk kebutuhan pribadi Anda sendiri.

Penarikan dana yang dilakukan oleh pemilik ini akan dicatat pada bagian modal yang dimiliki oleh pemilik itu sendiri. Itu artinya, perusahaan bisa memberikan sejumlah uang tunai pada pihak pemilik atas sebagian modal yang dimiliki oleh pemilik dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Slogan Makanan: Ini Tips Mudah untuk Membuatnya secara Menarik

Cara Menghitung Modal Akhir Bisnis

Sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara menghitung modal akhir bisa dilakukan pada saldo laba dan juga saldo rugi, hal tersebut tergantung dari kinerja yang dicatatkan oleh suatu perusahaan.

Penghitungan modal akhir di setiap saldo ini mempunyai sedikit perbedaan, berikut ini adalah perbedaannya.

1. Saldo laba

Bila perusahaan Anda mampu menghasilkan keuntungan, maka rumus yang diperlukan untuk menghitung modal akhir adalah sebagai berikut:

Modal akhir = Modal awal + (laba – prive)

2. Saldo rugi

Sebaliknya, bila bisnis Anda mengalami kerugian dalam periode tertentu, maka cara menghitung modal akhir untuk bisnis Anda pada kondisi ini adalah dengan menggunakan rumus di bawah ini:

Modal akhir = Modal awal + (rugi + prive)

Baca juga: Rekomendasi Franchise Bakery Untuk Anda yang Tertarik Membangun Bisnis Roti

Penutup

Demikianlah cara menghitung modal akhir dalam bisnis yang bisa dengan mudah Anda terapkan. Dengan menghitung modal akhir ini, nantinya Anda bisa menilai dengan baik terkait kelanjutan dari bisnis Anda.

Bila Anda tidak memiliki cukup modal dalam melanjutkan bisnis Anda, Anda bisa langsung mencari sumber pendanaan, baik itu mengajukan hutang ataupun memberikan penawaran kerja sama bisnis dengan investor. Sehingga, kegiatan operasional bisnis Anda bisa terus berlangsung dan tidak mengganggu arus kas perusahan Anda.

Nah, bila Anda memerlukan laporan keuangan yang lebih akurat untuk menghitung modal akhir secara mudah, maka Anda bisa menggunakan sistem POS (point of sale) atau aplikasi kasir dari Accurate POS.

Dengan menggunakan Accurate POS, Anda tidak hanya bisa mempercepat proses transaksi di konter kasir saja, tapi Anda juga bisa mengelola penjualan dan pembelian, melakukan persediaan dengan mudah, mencatat transaksi secara otomatis, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan masih banyak lagi.

Selain itu, karena sudah terintegrasi langsung dengan ekosistem Accurate Online, Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, termasuk laporan laba rugi serta laporan perubahan modal.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan pada Accurate POS ini merupakan langkah yang tepat bagi Anda agar bisa lebih fokus dalam mengembangkans trategi penjualan dan stratego bisnis yang lebih baik.

Ayo gunakan Accurate POS sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.