3 Jenis Transaksi yang Harus Anda Ketahui dalam Berbisnis

Setiap pebisnis harus mengetahui dengan baik tentang jenis transaksi yang berlaku saat ini. Di dalam dunia akuntansi, transaksi bisnis adalah berbagai kegiatan yang bisa dihitung dengan uang dan akan memberikan dampak pada posisi keuangan.

Lalu, ada berapa jenis transaksi keuangan yang berlaku saat ini? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang jenis transaksi di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Transaksi?

Sederhananya, transaksi adalah suatu persetujuan yang dijalin oleh penjual dan pembeli dalam menukarkan barang atau jasa. Jadi, transaksi adalah berbagai kegiatan bisnis yang akan berdampak secara langsung pada kondisi keuangan dan laporan keuangan dari suatu perusahaan.

Contohnya, Anda menjalankan bisnis jasa, lalu Anda menjual jasa Anda ke pelanggan seharga 200 ribu rupiah secara tunai. Nah, Anda bisa menilai peristiwa tersebut ke dalam istilah moneter dan akan memberikan dampak langsung pada kondisi keuangan bisnis Anda.

Pun sama halnya bila Anda membayar gaji karyawan Anda. Peristiwa tersebut adalah peristiwa transaksi, karena mempunyai nilai moneter atau keuangan dan akan berdampak pada finansial bisnis yang Anda jalankan.

Seluruh transaksi yang terjadi tersebut akan dicatat oleh akuntan ke dalam catatan akuntansi bisnis atau yang umumnya dikenal dengan jurnal.

Baca juga: Strategi Omnichannel, Ini Keuntungan yang Bisa Anda Rasakan!

Jenis-Jenis Transaksi

Jenis transaksi bisa kita bedakan dengan berdasarkan hubungan antar kelembagaan, pertukaran mata uang, dan berdasarkan tujuannya. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Jenis Transaksi Berdasarkan Hubungan Kelembagaan

Jenis transaksi yang pertama adalah transaksi yang berdasarkan hubungan kelembagaan dan dibagi menjadi transaksi internal dan eksternal.

  • Transaksi Internal

Transaksi internal adalah dimana tidak ada pihak eksternal yang terlibat dalam suatu transaksi. Didalamnya juga tidak melibatkan pertukaran antar kedua belah pihak, melainkan suatu peristiwa yang bisa diukur di dalam istilah moneter.

Contoh sederhananya adalah pembuatan aktiva tetap dan realisasi kerugian aktiva karena terjadi kebakaran.

  • Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal adalah transaksi yang mana bisnis akan bertukar nilai dengan pihak eksternal. Sebagian besar bisnis bisa dipastikan akan melakukan transaksi ini.

Contohnya seperti membeli barang dari pihak supplier, membeli aset tetap untuk kebutuhan bisnis, menjual barang kepada pelanggan, membayar tagihan gas, membayar sewa pada pemilik, membayar upah pada karyawan, dan lain sebagainya.

2. Jenis Transaksi Berdasarkan Pertukaran Mata Uang

Jenis transaksi berdasarkan mata uang terbagi menjadi transaksi tunai, non tunai, dan kredit.

  • Transaksi Tunai

Transaksi tunai adalah transaksi yang mana uang akan diterima secara langsung oleh penjual saat terjadi kegiatan transaksi. Contohnya, Anda menjual produk skincare seharga 50 ribu pada pelanggan dan melakukan transaksi di tempat. Transaksi tersebut adalah transaksi tunai, karena Anda mendapatkan uang tunai untuk barang yang Anda jual ke pelanggan.

Pun sama halnya bila Anda membeli bahan baku produk dan membayarnya secara tunai pada pihak pemasok.

Saat ini, transaksi tunai tidak hanya bisa menggunakan uang kertas atau uang koin saja. Seluruh kegiatan transaksi yang dilakukan dengan kartu debit atau kredit yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan pun dianggap sebagai transaksi tunai.

  • Transaksi Non Tunai

Jenis ini tidak terkait dengan apakah uang tunai sudah dibayar atau akan dibayar pada waktu yang akan datang.

Contohnya, bila perusahaan PT ABC membeli mesin dari PT XYZ dan ternyata mesin yang diterima rusak, maka pengembaliannya tidak lagi harus mengeluarkan uang tunai, sehingga tidak tergolong dalam transaksi non-tunai.

  • Transaksi Kredit

Dalam jenis  ini, uang tidak akan secara langsung berpindah kepemilikan saat terjadi transaksi. Itu artinya, uang tunai akan diterima atau dibayar di waktu yang akan datang

Contohnya, Anda membeli beberapa merchandise dari vendor seharga 2 juta rupiah untuk barang yang akan Anda jual di bulan selanjutnya.

Dalam hal ini, Anda bisa mengambil kepemilikan barang dan akan mengangkutnya ke toko Anda. Kegiatan tersebut termasuk ke dalam jenis transaksi kredit karena Anda belum melakukan pembayaran tunai secara langsung ketika terjadi pembelian barang.

Pun sama halnya bila Anda menjual barang pada pelanggan Anda dan lalu menerima pembayaran di bulan selanjutnya.

3. Jenis Transaksi Berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya, transaksi terbagi menjadi bisnis, non bisnis dan pribadi.

  • Transaksi bisnis. Berbagai kegiatan sehari-hari yang akan membuat bisnis untuk bisa tetap berjalan, seperti kegiatan pembelian dan penjualan, sewa gedung, iklan dan pengeluaran dana lainnya.
  • Transaksi non bisnis. Tidak melibatkan jual beli, seperti misalnya donasi dan juga tanggung jawab sosial.
  • Transaksi pribadi. Dilakukan untuk kebutuhan pribadi seperti perayaan ulang tahun.

Baca juga: Cara Menghitung Modal Awal Secara Mudah Untuk Berbagai Bisnis

Penutup

Demikianlah jenis-jenis transaksi yang berlaku saat ini. Dengan memahami jenis transaksi secara baik, maka Anda akan terbantu dalam melakukan berbagai transaksi. Jadi secara umum, jenis transaksi terbagi menjadi tiga, yakni berdasarkan hubungan kelembagaan, pertukaran mata uang dan tujuannya.

Untungnya, saat ini Anda bisa lebih cepat melakukan transaksi pertukaran mata uang dengan menggunakan sistem yang sudah terintegrasi, yaitu Accurate Online dan iSeller.

Dengan adanya sistem tersebut, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penjualan dan menerima pembayaran serta melayani setiap pelanggan di berbagai channel. Anda juga akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada setiap kegiatan transaksi secara otomatis, cepat dan akurat.

Penasaran? Klik banner di bawah ini untuk mendapatkan informasi lengkap tentang sistem integrasi dari Accurate Online dan iSeller.

Accuratexiseller
ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.