Cara Menghitung Modal Awal Secara Mudah Untuk Berbagai Bisnis

Bila Anda ingin merintis suatu bisnis, maka cara menghitung modal awal perlu Anda ketahui dengan baik. Dengan menghitung modal awal bisnis secara tepat, maka Anda bisa menentukan berbagai langkah apa saja yang selanjutnya harus Anda lakukan.

Mulai dari bagaimana cara yang tepat untuk mengumpulkan modal tersebut, menentukan nominal target pemasukan yang harus diperoleh di setiap periode tertentu, sampai bagaimana cara dalam membelanjakan modal awal tersebut secara efisien dan juga efektif.

Selain modal awal, di dalam dunia bisnis juga terdapat modal akhir. Lalu, apa yang membedakan modal awal dan modal akhir? Sama seperti namanya, modal awal adalah modal yang Anda butuhkan dalam merintis suatu bisnis. Di dalamnya termasuk modal operasional, modal investasi, serta modal kerja.

Sedangkan modal akhir adalah modal yang diperlukan dalam menjalan kegiatan bisnis Anda untuk periode selanjutnya. Nominal modal akhir ini baru bisa diketahui dengan baik setelah perhitungan laba rugi dari suatu perusahaan. Sehingga, yang membedakan modal awal dan modal akhir berada pada periode, tujuan, dan juga cara menghitungnya.

Lalu, bagaimana cara menghitung modal awal secara mudah? Berikut ini adalah caranya!

Cara Menghitung Modal Awal 

1. Menambahkan Modal Kerja, Modal Investasi, dan Modal Operasional

Pertama, Anda harus memahami terlebih dahulu bedanya modal kerja, modal investasi, dan modal operasional agar tidak salah hitung.

Modal kerja adalah semua biaya yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan barang serta bahan baku untuk pengembangan bisnis. Sedangkan modal investasi adalah uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan pembelian berbagai alat bisnis yang bernilai tinggi dan akan digunakan selama operasional bisnis berlangsung.

Disisi lain, modal operasional adalah semua dana yang digunakan untuk bisa mendukung kelancaran operasional bisnis.

Berikut ini adalah rumus cara menghitung modal awal dalam bisnis:

Modal Awal = Modal Kerja + Modal Investasi + Modal Operasional

Hal yang harus Anda lakukan adalah menjumlahkan ketiga komponen tersebut untuk bisa memperoleh jumlah modal awal untuk bisnis Anda.

Baca juga: Peran Penting Ekosistem Digital untuk Kemajuan Usaha Kecil

2. Menjumlahkan Biaya Belanja Operasional dan Belanja Modal

Cara menghitung modal awal yang kedua ini sama mudahnya seperti cara pertama. Operational expense atau belanja operasional adalah modal yang diperlukan dalam kepentingan operasional bisnis Anda, seperti misalnya air, gas, biaya listrik, sewa, gaji, dan masih banyak lagi.

Sedangkan capital expense atau belanja modal adalah nominal dana yang diperlukan untuk keberlangsungan bisnis. Sama seperti modal investasi, belanja peralatan yang nantinya akan Anda gunakan untuk keperluan bisnis pun termasuk ke dalam belanja modal ini.

Berikut rumus cara menghitung modal awal dengan menggunakan metode ini.

Modal Awal = Belanja Operasi + Belanja Modal

3. Menghitung Laba, Prive, dan Modal Akhir

Agar bisa menggunakan cara ini, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu terkait definisi dari setiap komponen tersebut, terutama definisi dari prive dan laba.

Jadi, prive adalah tindakan penarikan uang untuk keperluan bisnis ataupun untuk keperluan pribadi. Sedangkan laba adalah keuntungan bersih yang Anda peroleh dari kegiatan bisnis.

Nah, bila definisi dari kedua komponen tersebut sudah diketahui, maka cara menghitung modal bisnis dengan menggunakan metode ini bisa menggunakan rumus berikut:

Modal Awal = Modal Akhir – (Prive + Laba)

4. Penghitungan Berdasarkan Modal Akhir, Pendapatan, Beban, Pajak dan Prive

Cara menghitung modal awal yang terakhir adalah dengan sekaligus menggabungkan berbagai komponen perhitungan.

Tapi untuk Anda yang masih awam, kemungkinan besar akan ada beberapa istilah yang belum Anda mengerti. Pertama, pendapatan adalah nominal uang yang Anda hasilkan dari kegiatan bisnis. Kedua, beban adalah berbagai kewajiban yang mampu menurunkan ekuitas maupun manfaat ekonomi selama periode akuntansi.

Berikut cara menghitung modal awal bisnis dengan metode ini:

Modal Awal = Modal Akhir – (Pendapatan + Beban + Pajak + Prive)

Baca juga: Split Payment: Pengertian dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Penutup

Demikianlah cara menghitung modal awal dalam berbagai bisnis yang bisa mulai Anda terapkan. Dengan menghitung modal awal, maka Anda akan lebih mudah dalam merintis berbagai bisnis yang ingin Anda jalankan.

Tapi, perlu Anda ketahui untuk memperoleh perhitungan yang tepat dari setiap komponen tersebut Anda memerlukan software yang di dalamnya sudah saling terintegrasi seperti iSeller.

Saat ini, iSeller sudah terintegrasi secara langsung dengan ekosistem Accurate Online. Sehingga, Anda bisa mengelola penjualan dan keuangan pada bisnis Anda secara otomatis, mudah, dan akurat.

Penasaran apa saja yang ditawarkan di dalam integrasi langsung ini? Cari tahu selengkapnya dengan klik banner di bawah ini.