Tips Melakukan Manajemen Operasional di Era New Normal

Seperti yang banyak dibicarakan oleh para ahli, baik itu para ahli dalam bidang kesehatan atau bidang ekonomi, pandemi yang sudah terjadi selama setahun lebih ini akan meninggalkan luka yang mendalam. Itu artinya, walaupun sudah berlalu, masyarakat tidak akan bisa kembali begitu saja pada cara hidup sebelum new normal.

Hampir semua orang ditakuti dengan hilangnya kesempatan dalam mengaktualisasikan dirinya, kehilangan pekerjaan utama, sampai dengan kehilangan nyawa. Selain itu, ketakutan yang awalnya menjadi milik personal, kini semakin menjadi milik komunal.

Tentunya hal tersebut harus direspon secara baik oleh para pebisnis dalam bentuk penyesuaian manajemen operasional miliknya. Lalu, bagaimana cara melakukan manajemen operasional yang baik di era new normal? Temukan jawabannya dengan membaca tips dibawah ini hingga selesai.

4 Tips Melakukan Manajemen Operasional saat New Normal 

Jika dilihat secara sekilas, bentuk kecemasan yang hadir di tengah-tengah masyarakat saat ini menjadi seperti hal yang jauh dari kesehariannya. Tapi, perubahan besar tersebut memberikan dampak yang besar pada cara hidup. Untuk para pebisnis, bila membahas cara hidup itu artinya membahas tentang perilaku para pelanggan.

Untuk itu, cara untuk memulihkan bisnis di era new normal adalah dengan melakukan perubahan pada manajemen operasional. Saat ini, kegiatan bisnis harus mampu memperhatikan berbagai hal di bawah ini.

1. Hygiene Menjadi Prioritas

Virus Corona sangat erat kaitannya dengan kebersihan. Untuk itu, para pebisnis harus memprioritaskan hygiene pada bisnisnya. Sehingga, Anda bisa memberikan rasa aman, yang selama ini menjadi jawaban atas rasa takut kehilangan nyawa.

Walaupun sampai sekarang kita masih mendengar kabar tentang gosip sedikit orang yang enggan untuk menerapkan protokol kesehatan, namun survei membuktikan bahwa secara umum personal hygiene sudah meningkat pesat.

Berdasarkan hal tersebut, bisa kita lihat bahwa kunci memulihkan bisnis dalam berbagai sektor adalah dengan menerapkan protokol kesehatan

2. Minim Kerumunan Mesti Diutamakan

Di zaman new normal, kita sudah jelas tidak disarankan melakukan kerumunan. Untuk itu, berbagai bisnis yang bergantung pada keramaian, seperti bisnis pertunjukkan, pertandingan olahraga, hingga transformasi publik, harus dilakukan penyesuaian.

Nah, pengalaman virtual bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan masa transisi. Tapi, model hybrid yang di dalamnya mengkombinasikan kegiatan fisik dan virtual harus segera ditemukan untuk solusi jangka panjang.

3. Beralih Ke Low Mobility

Tingginya tingkat mobilitas akan semakin memperparah tingkat penyebaran virus. Untuk itu, masyarakat harus meminimalisir kegiatan atau pergerakan di luar rumah. Berbagai sektor yang di dalamnya tergantung pada mobilitas masyarakat tentu akan terkena pukulan telak, seperti industri penerbangan, pariwisata, otomotif, sampai bisnis energi.

Industri restoran atau food and beverage pun terkena pukulan telak karena para konsumen sudah jarang melakukan dine-in lagi.

Namun, peluang di dalam dunia digital kian terbuka lebar. Untuk itu, para pebisnis harus lebih peka dalam menangkap dan memaksimalkan potensi tersebut.

4. Transformasi Menjadi Low Touch

Pengurangan kontak fisik adalah hal yang harus dihindari demi menghentikan penyebaran virus. Untuk itu, setiap bisnis yang bentuk operasionalnya masih melibatkan banyak kontak fisik harus bisa menerapkan perubahan besar.

Contohnya adalah dalam sektor hospitality dan tourism. Sektor bisnis ini harus mengubah pengelolaan bisnisnya jadi minim terkena kontak. Transformasi ke platform digital bisa menjadi solusinya, baik itu untuk kondisi saat ini, ataupun untuk kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Salah satu bentuk transformasi digital yang bisa Anda lakukan adalah dengan memanfaatkan sistem pos (point of sales) atau aplikasi kasir digital, seperti Accurate POS.

Dengan menggunakan Accurate POS, maka seluruh kegiatan pencatatan transaksi di konter kasir akan berlangsung lebih cepat dan akurat, tanpa harus melakukan kontrak fisik. Karena, Accurate POS mendukung sistem pembayaran secara non-tunai.

Lebih dari itu, seluruh proses analisis hasil penjualan pada hari itu juga akan tersaji lebih praktis, sehingga akan mampu mencegah berbagai kesalahan yang sering terjadi di konter kasir.

Tertarik? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate POS selama 30 hari, Gratis!