Strategi Mengelola Keuangan Bisnis di Tengah PPKM

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa membuat strategi keuangan bisnis adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pebisnis. Tanpa adanya perencanaan keuangan yang matang, maka para pebisnis akan sulit untuk menentukan arah pengembangan bisnisnya. Sehingga, dalam jangka panjang akan membuat bisnis lebih stagnan tanpa adanya peningkatan omset.

Padahal, pengeluaran akan kebutuhan bisnis terus meningkat setiap waktunya, selain karena adanya dampak inflasi, hal tersebut juga dikarenakan meningkatnya perkembangan bisnis, baik dalam hal distribusi, produksi, dan pemasaran.

Tapi, merencanakan strategi bisnis agar bisa meningkatkan omset bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena ada banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Terlebih lagi di masa pandemi yang saat ini mulai diikuti dengan berbagai peraturan pemerintah pusat yang tentunya harus diikuti.

Untungnya, para pebisnis bisa menggunakan pola tertentu dalam membuat strategi bisnis, seperti dengan memperhatikan laporan keuangan sebelum dan sesudah diberlakukannya PPKM.

Memperhatikan Laporan Keuangan Bisnis untuk Menyusun Strategi

Dampak yang dirasakan oleh para pebisnis karena adanya pemberlakuan PPKM adalah suatu masalah yang harus diatasi. Bila tidak, maka akan ada banyak bisnis yang dengan terpaksa harus kolaps karena tidak mampu bertahan dengan baik.

Inilah yang menyebabkan kegiatan pencatatan transaksi dan membuat laporan keuangan yang tepat menjadi sangat penting, bukan hanya saat PPKM saja, tapi juga selama Anda menjalankan bisnis.

Pebisnis juga harus bisa membuat periode keuangan tertentu selama periode PPKM diberlakukan agar bisa mencari tahu seberapa banyak dampak yang bisa mereka rasakan selama aturan PPKM diterapkan.

Caranya adalah dengan membandingkan laporan periode khusus selama PPKM dengan laporan keuangan di periode lain. Sehingga, mereka bisa menghitung sejauh mana pendapatan yang bisa mereka dapatkan secara umum.

Selisih ini kemudian bisa menjadi beban target yang harus Anda tutupi, baik itu selama PPKM masih berjalan, ataupun setelahnya. Artinya, setelah memperhatikan adanya perbedaan laporan keuangan, maka Anda harus bisa membuat penjualan yang harus Anda capai dengan cara menambahkan pembagian selisih tersebut di angka target normal.

Baca Juga: Melakukan Implementasi Rencana Bisnis dengan Aplikasi POS

Agar strategi yang dijalankan bisa lebih akurat demi menjawab berbagai permasalahan yang timbul karena aturan PPKM, maka Anda juga bisa membongkar laporan keuangan secara rinci sesuai dengan kebutuhan Anda.

Misal, Anda harus mengetahui apakah terdapat pola transaksi tertentu yang timbul setelah memperhatikan laporan keuangan yang sudah dibuat selama aturan PPKM berlangsung. Pola tersebut bisa dilihat dengan membagi setiap produk ataupun jasa yang ditawarkan dengan berdasarkan kategori jenisnya.

Lalu, kategori produk atau layanan jasa manakah yang memberikan komposisi paling besar dalam penghasilan selama periode PPKM? Pertanyaan sebaliknya pun sangat penting, kategori produk barang atau layanan jasa seperti apakah yang paling sedikit dikonsumsi oleh pelanggan? Lantas, apa yang membedakan jika dibandingkan dengan periode sebelum PPKM?

Jika selisih antara penghasilan selama PPKM berlangsung ternyata beda jauh dibandingkan dengan penghasilan sebelum PPKM, dan komposisi kategori produk barang atau layanan jasa yang Anda jual cenderung sama, maka asumsi yang bisa Anda buat adalah tidak ada relevansi yang signifikan antara produk barang atau layanan jasa yang Anda jual dengan keperluan konsumen selama periode PPKM berlangsung.

Menyesuaikan bisnis agar bisa lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan kemungkinan besar harus Anda terapkan. Atau bila pada komposisi tersebut ternyata diketahui suatu produk barang atau layanan jasa menurun hingga 70 atau 80%, maka ada baiknya untuk segera menghentikan produksi atau layanan jasa yang komposisinya lebih sedikit. Tujuannya adalah agar angka pengeluaran Anda bisa diminimalisir selama periode sulit ini berlangsung.

Agar lebih mudah dalam mencatat keuangan, Anda bisa menggunakan Accurate POS. Karena setiap proses transaksi yang terjadi pada bisnis Anda bisa tercatat dengan cepat dan otomatis, sehingga Anda bisa membuat strategi keuangan yang lebih sesuai dengan kondisi bisnis saat ini.

Jadi, bagaimana pengalaman Anda selama menggunakan Accurate POS Beta? Ayo berikan saran dan kritik pada kami dengan membalas email yang sebelumnya sudah kami kirim. Agar kami bisa terus berinovasi dan lebih mengerti kebutuhan bisnis Anda.