Fluktuasi Harga dan Hubungannya pada Pengembangan Bisnis

Fluktuasi harga adalah suatu fenomena yang terjadi yang bisa menyebabkan goncangan pada perekonomian maupun bisnis. Maka dari itu badan usaha maupun pihak perusahaan biasanya sudah mempersiapkan beberapa teknik solusi untuk menghadapi fenomena ini.

Sekalipun demikian harus diketahui terlebih dahulu apa pengertian fluktuasi harga, apa saja contoh-contohnya serta bagaimana hubungannya dengan bisnis dan perekonomian. Jika ini tidak diketahui tentu solusi atau jalan keluar untuk pencegahan juga tidak bisa dikeluarkan.

Sangat wajar dengan adanya anomali semacam ini banyak perusahaan yang gulung tikar. Perekonomian-perekonomian suatu bangsa pun mengalami penurunan hanya karena situasi fluktuasi yang tidak dapat dicegah dengan baik.

Karena alasan itulah maka penting kiranya kami angkat dalam artikel tentang pengertian fluktuasi harga dan contohnya. Sedangkan di akhir akan dijelaskan bagaimana hubungannya dengan bisnis atau produksi.

Diharapkan dengan adanya penjelasan ini pihak perusahaan maupun masyarakat yang mengelola bisnis mengeluarkan satu tindakan tepat jika suatu waktu fluktuasi terjadi.  Sehingga pengambilan solusi pencegahannya juga bisa dilakukan dengan cepat.

Baca juga : Pengertian dan Pengaruh Pemangkasan Suku Bunga bagi Bisnis

Pengertian Fluktuasi Harga

Secara umum pengertian fluktuasi harga adalah satu lonjakan atau ketidaktepatan yang menimpa harga-harga produk tertentu. Sedangkan perkembangan dari fluktuasi bisa digambarkan melalui grafik atau diagram.

Terjadinya fluktuasi harga dari produk-produk tertentu biasanya ditimbulkan dari kenyataan-kenyataan yang langsung muncul di masyarakat. Yang mana fluktuasi ini terjadi akibat adanya patokan nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah dan sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Mereka juga sadar bahwa naik turun dari harga tersebut serta tingkatannya tentu tidak akan keluar jauh dari harga patokan yang dikeluarkan pemerintah sebelumnya.

Sejatinya ada beberapa pengertian fluktuasi harga. Menurut Surya Yohanes : fluktuasi merupakan fenomena perubahan yang berupa naik turunnya variabel nilai tertentu yang disebabkan oleh perubahan di dalam mekanisme pasar.

Sedangkan dalam pengertian yang lebih tradisional fluktuasi harga disebutkan sebagai perubahan nilai dari mata uang yang juga bisa digambarkan dalam sebuah grafik.

Nah jika disimpulkan dari penjabaran ini maka pengertian fluktuasi harga adalah satu perubahan harga khusus yang disebabkan oleh mekanisme pasar yang perubahannya berupa kenaikan maupun penurunan nilai harga itu sendiri yang bisa digambarkan secara grafikal.

Baca juga : Pengertian dan Perbedaan Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Faktor-Faktor Yang Menjadi Penyebab Terjadinya Fluktuasi Harga

Tidak dimungkiri karakteristik dari komoditas barang adalah harga ditentukan oleh adanya penawaran dan permintaan pasar. Tidak semata-mata ditentukan oleh penyalur maupun penjual.

Maka dari itu diperlukan kebijakan-kebijakan yang tepat ketika muncul fluktuasi, baik yang berupa kenaikan maupun penurunan. Pertanyaannya adalah apa yang memengaruhi terjadinya kenaikan dan penurunan harga yang disebut dengan fluktuasi? Ini dia penjelasannya:

1. Fluktuasi Harga Produk Di Bidang Pertanian

Unsur-unsur yang memengaruhi terjadinya fluktuasi nilai di bidang pertanian bermacam-macam. Salah satunya adalah disebabkan oleh naiknya harga produk seperti pupuk, bibit, benih, dan selainnya.

Selain itu hal yang memengaruhi yang selanjutnya adalah harga produk komunitasnya sendiri memang sudah mengalami kenaikan. Seperti harga ayam dengan pakannya dan selainnya.

Harga teknologi produksi yang sejatinya membantu meningkatkan produktivitas budidaya juga menentukan terjadinya fluktuasi harga di bidang pertanian. Tak hanya itu musim, ramalan penjualan juga ikut memengaruhi fluktuasi utamanya di bidang pertanian.

Baca juga : Mencari Kurs Pajak Hari ini? Berikut Kegunaan Kurs Pajak bagi Bisnis

2. Fluktuasi Harga Di Bidang Perkebunan

Sebagian besar naik turunnya harga produk di bidang perkebunan disebabkan oleh adanya permintaan ekspor yang juga berkurang. Bisa juga karena memang kualitas produksi dari komoditas ini sangat lemah sehingga memengaruhi permintaan.

Untuk mencegah hal ini terjadi tentu pihak pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang tepat. Bagaimana agar kualitas di bidang perkebunan tetap meningkat sehingga permintaan semakin tinggi.

Salah satu contoh nyata adalah karet, yang mana saat ini sudah mengalami fluktuasi harga yang berupa penurunan yang cukup tinggi. Disebabkan penggunaan karet sintetis yang mulai menyebar di seluruh dunia.

Akibatnya banyak permintaan dari luar untuk ekspor yang dibatalkan. Pemerintah harus menyikapi ini dengan kebijakan bagus untuk meningkatkan kembali kualitas karet kita.

Baca juga : Punya Tanah Luas? Berikut Usaha Perkebunan yang Bisa Anda Coba

3. Fluktuasi Harga Di Bidang Pertambangan

Untuk fluktuasi di bidang pertambangan sesungguhnya mengalami kenaikan harga yang cukup baik. Bahkan pada tahun 2018 ada prospek penjualan yang cukup tinggi.

Ini tidak lain disebabkan oleh kebutuhan negara-negara importir yang masih menguat sehingga permintaan kepada Indonesia masih cukup banyak. Apalagi batubara sendiri memang merupakan gas untuk pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan mayoritas dunia.

Di industri pertambangan yang fluktuasi harganya masih tidak stabil adalah emas, yang mana rujukannya masih kepada US Dollar.

Tak dimungkiri terjadinya tukar-menukar emas yang cukup signifikan di dunia juga membuat ekspor perak mengalami penurunan permintaan. Sehingga tidak ada lagi kiat yang dilakukan kecuali mendaur ulang perak dengan cara mengadakan perubahan-perubahan teknologi operasional yang membutuhkan biaya lebih mahal.

Baca juga : Pengertian Ekonomi Mikro dan Contohnya di Indonesia

Hubungan Fluktuasi Harga Dengan Bisnis

Terjadinya fluktuasi harga atau naik turunnya harga tentu akan mempengaruhi pada prospek bisnis. Sedangkan untuk pengaruhnya bisa dilihat dari jenis fluktuasi yang terjadi. Jika fluktuasi yang terjadi berupa kenaikan nilai maka otomatis akan terjadi kekurangan permintaan yang berisiko pada kerugian bisnis.

Sebaliknya jika fluktuasi yang terjadi berupa penurunan nilai maka otomatis banyak permintaan yang muncul. Itu artinya pihak perusahaan masih berpeluang mendapatkan laba.  Berikut penjelasan selanjutnya:

Pengaruh Fluktuasi Harga Pada Investasi Bisnis

Fluktuasi harga ternyata juga memengaruhi investasi, ini juga bisa dilihat dari bentuk dan tingkat fluktuasinya. Jika berupa kenaikan harga maka otomatis investor akan semakin meningkat. Sebaliknya kalau mengalami penurunan harga investor juga akan semakin sedikit.

Jika mereka memaksa menanamkan modalnya ketika fluktuasi harga naik maka mereka bertaruh dengan produksi barang yang besar tetapi permintaan konsumen kecil.

Di titik ini ada kemungkinan mereka tetap memilih untuk menanamkan modalnya. Karena modal mereka akan tetap melekat di dalam perusahaan itu sambil bertaruh akan mendapatkan laba yang tinggi.

Sedangkan jika fluktuasi berupa penurunan harga, investor akan ragu untuk menanamkan modalnya di perusahaan. Memang pada waktu itu ada peningkatan permintaan karena harga mulai mengalami penurunan.

Tetapi terkadang laba yang diperoleh oleh investor lebih sedikit bahkan tidak sesuai dengan durasi waktu kapan penanaman modal pertama kali dilakukan sampai laba didapatkan.

Jika bisa disimpulkan dari analisis di atas hubungan antara fluktuasi dengan bisnis itu ditentukan oleh bentuk fluktuasinya. Yang mana fluktuasi harga yang berupa kenaikan maupun penurunan akan berefek pada prospek bisnis yang menguntungkan maupun yang sebaliknya.

Baca juga : Mengembangkan Cara Berpikir Kreatif dalam Strategi Pemasaran


Itulah penjelasan singkat tentang fluktuasi harga dan hubungannya dengan bisnis. Untuk meminimalisir risiko akibat ketidakpastian dalam bisnis, hal yang harus Anda perhatikan adalah Anda harus memiki manajemen keuangan yang baik.

Tanpa manajemen keuangan yang benar, dapat dipastikan bahwa bisnis Anda akan rentan mengalami kerugian akibat faktor internal dan eksternal dari operasi bisnis Anda.

Salah satu cara untuk mendapatkan proses manajemen keuangan yang baik adalah dengan melakukan pembukuan untuk setiap proses pencatatan keuangan. Dengan pembukuan yang benar, transparansi arus keuangan menjadi lebih efisien dan Anda bisa dengan mudah melakukan evaluasi pada bisnis jika diperlukan, contohnya adalah mengurangi biaya pada pos pengeluaran yang Anda anggap boros.

Untuk proses pembukuan yang lebih optimal, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap, mudah digunakan, dan harga terjangkau seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 3o0 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis dan telah meraih Top Brand Award sebagai software akuntansi terbaik buatan Indonesia.

Jadi apalagi yang masih Anda ragukan? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini :

accurate 200 ribu perbulan

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.