Analisis Keputusan: Pengertian Lengkap, Cara Kerja, dan Contohnya

Ketika Anda menghadapi keputusan pribadi atau profesional, Anda dapat melakukan analisis keputusan untuk membantu proses pengambilan keputusan

Metode ini membutuhkan penggunaan berbagai alat pengambilan keputusan untuk memahami semua aspek masalah yang ingin Anda pecahkan.

Dengan menerapkan teknik terkait, seperti decision tree dan expected value calculations, Anda dapat membandingkan beberapa opsi satu sama lain untuk membuat keputusan yang lebih komprehensif.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan proses analisis keputusan dan memberikan contoh yang dapat Anda gunakan untuk panduan.

Apa Itu Analisis Keputusan?

Analisis keputusan mengacu pada proses menggunakan berbagai alat dan penelitian untuk membuat keputusan.

Untuk melakukan proses ini, Anda akan melihat semua informasi yang relevan terkait dengan keputusan tersebut, bersama dengan semua pilihan yang dapat Anda ambil.

Anda kemudian akan menggunakan data kuantitatif dan alat visual untuk menentukan opsi mana yang mewakili hasil terbaik.

Anda dapat menggunakan analisis keputusan untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan pribadi Anda dan masalah bisnis yang kompleks di tempat kerja.

Misalnya, bisnis sering menggunakan analisis keputusan untuk menilai risiko yang terkait dengan berbagai banyak opsi untuk membuat keputusan investasi.

Bagian dari proses analisis keputusan memerlukan pemeriksaan masalah potensial yang akan terjadi dari setiap opsi keputusan yang diambil

Anda mungkin perlu melakukan penelitian atau analisis lain agar bisa menentukan probabilitas untuk hasil yang berbeda.

Anda juga dapat menilai keputusan Anda berdasarkan kemungkinan keberhasilannya dan nilai potensial yang akan Anda dapatkan atau kemungkinan kegagalannya dan potensi kerugian terkait keputusan tersebut.

Baca juga: Manfaat Manajemen Waktu dan Tips Efektif Mengelola Manajemen Waktu

Bagaimana Cara Kerja Analisis Keputusan?

Jika Anda perlu membuat keputusan, Anda dapat menggunakan langkah-langkah berikut sebagai panduan untuk melakukan proses analisis keputusan:

1. Identifikasi Masalahnya

Pertama, Anda perlu mengidentifikasi masalah yang ingin Anda pecahkan atau keputusan yang perlu Anda buat.

Setelah Anda mengidentifikasi masalahnya, pikirkan tentang opsi atau solusi yang tersedia untuk Anda.

Misalnya, Anda menerima sejumlah besar uang dan ingin menginvestasikannya. Anda mungkin memiliki beberapa opsi instrumen investasi untuk dipilih dan melakukan analisis keputusan dapat membantu Anda memilih salah satu instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Perhatikan Pilihan Anda

Sekarang setelah Anda memahami masalah Anda dan mengidentifikasi solusi atau opsi potensialnya, Anda dapat mulai meneliti berbagai pilihan yang Anda punya.

Informasi ini menyediakan data yang dapat Anda gunakan saat mengembangkan model keputusan dan mengukur hasil dari setiap pilihan yang tersedia

Lihatlah setiap opsi dari sudut pandang yang berbeda, seperti biaya, risiko, trade-off, manfaat, dan probabilitas keberhasilan jika Anda memilih keputusan tersebut.

Penelitian Anda akan bervariasi tergantung pada masalah yang ingin Anda pecahkan dan dapat mencakup data kualitatif dan kuantitatif.

Misalnya, jika bisnis Anda ingin membangun lokasi baru, Anda dapat melihat faktor-faktor seperti demografi area sekitar atau jumlah lalu lintas pejalan kaki di jalan tersebut. Anda juga dapat menilai berapa biaya untuk membeli atau menyewa gedung dan memeliharanya.

3. Buat Framework

Untuk menilai setiap pilihan, Anda perlu mengembangkan framework atau kerangka kerja untuk mengevaluasi setiap hasilnya.

Salah satu cara untuk membuat kerangka kerja adalah dengan menetapkan key performance indicator (KPI). KPI dapat mewakili pengukuran atas progress yang akan dicapai menuju tujuan tertentu.

Pengukuran ini bervariasi berdasarkan tujuan Anda dan bisa kualitatif atau kuantitatif. Dengan menggunakan contoh investasi misalnya, Anda dapat fokus untuk mendapatkan pengembalian investasi tertinggi.

Atau bisnis yang mencari lokasi baru mungkin memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan langsung atau meningkatkan penjualan per hari.

4. Mengembangkan Model Keputusan

Anda dapat menggabungkan kerangka kerja Anda dengan model keputusan untuk mengilustrasikan dan mengevaluasi pilihan Anda.

Metode atau model decision tree berfungsi sebagai salah satu alat yang paling umum untuk melakukan analisis keputusan. Berdasarkan laman Wikipedia, decision tree adalah diagram alur yang menyediakan hasil potensial atas pilihan yang Anda buat.

Diagram ini dapat diformat secara horizontal atau vertikal, dan Anda bisa membacanya dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah.

Anda bisa mulai dengan menggambar persegi, yang mewakili pertanyaan atau masalah Anda. Kemudian dilanjutkan dengan membuat cabang yang mewakili pilihan dan hasil yang Anda harapkan.

Diagram pengaruh atau influence diagrams mewakili metode pemodelan analisis keputusan lainnya.

Bersumber dari laman Wikipedia, model ini juga memiliki tampilan diagram alur yang menggunakan panah dan bentuk. Namun, diagram ini biasanya berfokus pada bagaimana berbagai faktor dapat memengaruhi keputusan atau tujuan Anda.

Anda juga dapat menggunakan diagram pengaruh untuk menilai dan mengatasi potensi ketidakpastian seputar tujuan Anda.

Misalnya, jika tujuan Anda adalah untuk mendapat untung dari suatu produk, Anda bisa membuat cabang pada diagram yang mewakili faktor-faktor yang memengaruhi laba.

Cabang-cabang ini termasuk biaya yang terkait dengan pembuatan dan pemasaran atau jumlah pesanan yang Anda terima.

5. Temukan Nilai yang Diharapkan

Dengan menggunakan model decision tree dalam analisis keputusan, Anda dapat mulai menghitung nilai yang diharapkan dari pilihan yang Anda punya. Nilai ini mewakili hasil rata-rata dari setiap keputusan.

Untuk menyelesaikan langkah ini, Anda harus menetapkan nilai moneter atau numerik untuk setiap hasil dan menentukan probabilitas masing-masing.

Misalnya, saat memilih di antara dua opsi investasi, Anda dapat menggunakan potensi jumlah pengembalian keuntungan sebagai nilai Anda.

Menemukan probabilitas bisa jadi sulit, jadi cobalah untuk memasukkan analitik prediktif. Untuk menghitung nilai yang diharapkan, Anda harus mengalikan nilai hasil dari setiap opsi dengan probabilitasnya. Langkah ini memberi Anda nilai parsial dari setiap hasil.

Anda kemudian perlu menambahkan nilai parsial, dan hasilnya mewakili nilai yang Anda harapkan.

Contoh analisis keputusan

Anda dapat menggunakan contoh berikut sebagai panduan saat melakukan analisis keputusan:

Sebuah perusahaan perangkat lunak baru-baru ini merancang dan mengembangkan layanan baru untuk pelanggannya.  Namun, perlu diputuskan apakah akan meluncurkan layanan tersebut bulan depan atau menunggu enam bulan kedepan.

Perusahaan melakukan penelitian untuk menemukan kemungkinan keberhasilan untuk kedua opsi tersebut, bersama dengan potensi pendapatannya.  Proses ini juga untuk mempelajari kemungkinan kegagalan dan kerugian yang sesuai untuk opsi masing-masing.

  • *Opsi A: Meluncurkan layanan bulan depan memiliki kemungkinan sukses sebesar 55% dengan potensi pendapatan sebesar Rp 250.000.000. Opsi ini memiliki kemungkinan kegagalan 45% dengan potensi kerugian Rp 125.000.000.*
  • *Opsi B: Meluncurkan layanan dalam enam bulan kedepan memiliki kemungkinan sukses 65% dengan potensi pendapatan Rp 400.000.000. Opsi ini memiliki probabilitas kegagalan 35% dengan potensi kerugian Rp 200.000.000.*

Selanjutnya, bisnis perlu menghitung nilai yang diharapkan dari setiap opsi menggunakan rumus berikut:

Nilai opsi yang diharapkan = (probabilitas keberhasilannya x potensi pendapatan) + (probabilitas kegagalannya x potensi kerugian)

  • Nilai yang diharapkan dari Opsi A = (55% x Rp 250.000.000) + (45% x – Rp 125.000.000) = Rp 81.250.000
  • Nilai yang diharapkan dari Opsi B = (65% x Rp 400.000.000) + (35% x – Rp 200.000.000) = Rp 190.000.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, perusahaan memutuskan untuk menunggu enam bulan kedepan untuk meluncurkan layanan barunya, karena nilai yang diharapkan adalah sekitar dua kali lipat dari nilai yang dapat mereka peroleh jika mereka meluncurkannya bulan depan.

Baca juga: Model Kirkpatrick: Pengertian dan Cara Menggunakannya Secara Efektif

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai analisis keputusan yang bisa Anda gunakan dalam mengambil keputusan yang benar terutama dalam bisnis.

Pada sebuah bisnis, keputusan yang baik bersumber dari data yang baik dan faktual. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memiliki proses pencatatan dan pengelolaan data yang terstandarisasi, sehingga akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan bisnis.

Salah satu data penting untuk proses analisis keputusan dalam bisnis adalah data keuangan. Untuk mendapatkan data dan informasi keuangan terbaik, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online yang memiliki fitur terlengkap dan mudah digunakan.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 350 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia dan memiliki terbaik seperti pencatatan pengeluaran dan pemasukuan, manajemen aset, pembuatan faktur penjualan dan pembelian, proses rekonsiliasi otomatis, pengelolaan pajak, dan masih banyak lagi.

Jadi apalagi yang masih Anda ragukan? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:accurate fokus pengembangan