Pengertian Lengkap Manajemen Aset, Tujuan dan Siklusnya

Pernah mendengar manajemen aset? Jika belum kami berikan contoh kasusnya, seperti di dalam menjalani kehidupan tentu saja manusia diharuskan untuk mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan serta papan dengan stabil dan konstan.

Upaya pemenuhan kebutuhan tersebut kemudian dilakukan manusia dengan melakukan aktivitas fisik dan otak berupa kerja guna mendapatkan gaji guna pembiayaan. Nah, ketika sudah memiliki gaji atau dana untuk menunjang kehidupan, maka manusia juga perlu melakukan manajemen aset di dalam kehidupannya.

Jadi, apakah Anda sudah sedikit mengerti dengan istilah manajemen aset? Selanjutnya adalah mengetahui bagaimana pengertian tujuan serta siklus yang memiliki banyak keuntungan.

Jika memang masih asing dengan istilah manajemen aset ini maka bisa menyimak uraian dan artikel berikut guna menambah khasanah pengetahuan. Berikut adalah pembahasannya mulai dari pengertian lengkap, tujuan serta siklus dari manajemen aset yang banyak membantu berbagai lini kehidupan manusia ini.

Beberapa Pengertian Manajemen Aset

Berbicara manajemen apalagi dalam ranah aset maka menjadi cukup banyak sekali pengertiannya yang diberikan para ahli. Termasuk pengertiannya secara umum yang akan dibahas dan dikupas dalam bagian ini. 

Jadi manajemen aset memiliki pengertian secara umum sebagai sebuah pengambilan keputusan, sikap, pembagian atau penggunaan suatu aset dengan bijaksana. Dimana penggunaan dari aset secara manajemen ini sudah dipikirkan secara matang guna meminimalisir pemakaian berlebih. 

Pengertian lainnya dari manajemen sebuah aset secara umum adalah sebagai sebuah proses terstruktur mengenai penggunaan dan pengembangan aset yang ada.  Untuk pengembangan aset ini sendiri didasarkan pada akuisisi, perhitungan dan pemeliharaan berkala dengan hemat dan seefisien mungkin.

Itu adalah pengertian dari memanajemen sebuah aset secara umum yang banyak dipahami oleh kebanyakan orang. Sedangkan pengertian dari ahli, salah satunya Gima Sugiama pada tahun 2013 menyatakan bahwa manajemen aset adalah seni memandu kekayaan. 

Kegiatan pemanduan kekayaan ini sendiri nampak pada proses pemeliharaan, perhitungan berkala nilai aset yang ada dan penghapusan aset tak sesuai.

Kemudian menurut ahli lainnya yaitu Danylo dan Lemer pada tahun 1999 menyatakan bahwasanya memanajemen aset adalah suatu sikap metodologi pengolahan. 

Pengolahan yang dimaksud sendiri berkaitan dengan sumber daya yang berkaitan dengan aset secara terencana.  Kemudian senantiasa memperhatikan sasaran yang valid serta bersaing guna menjaga nilai dan kekuatan aset yang ada.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Mengenal Tujuan Diadakannya Manajemen Aset

Nah setelah mengetahui setidaknya beberapa pengertian dari apa yang disebut sebuah kegiatan pengelolaan aset. Maka berikut ini akan dibahas mengenai apa sebenarnya tujuan diadakannya kegiatan pengelolaan aset itu sendiri.

1. Untuk Memahami Status dan Kondisi Aset yang Ada

Untuk tujuan diadakannya sebuah tindakan pengelolaan atau manajemen sebuah aset yang pertama untuk memahami status dan kondisi aset itu sendiri.

Misalnya saja apakah aset yang digunakan sebagai media kekayaan untuk jangka waktu tertentu ini relevan dan masih memiliki nilai tinggi atau tidak. Melakukan pengelolaan berarti melakukan tindakan pengecekan dan juga pemahaman kondisi aset berkelanjutan.

2. Guna Menjaga Nilai Aset dalam Jangka Panjang

Dengan melakukan pengelolaan aset yang dimiliki baik dalam bidang jasa, bangunan, emas atau lainnya bisa menjaga nilai aset jangka panjang.

Pengelolaan ini dijamin memberikan kesadaran bagi pemilik untuk menjaga asetnya tetap terpelihara. Mengapa demikian? Karena didalam pengelolaan aset tentu pemilik akan belajar mengenai nilai aset yang bisa saja mengalami pengembangan di waktu kedepan.

Baca juga: Proses Produksi: Pengertian, Jenis, Tahapan dan Karakteristiknya

3. Memilih Investasi Aset yang Benar

Mengetahui jenis aset yang tepat untuk diinvestasikan akan mendorong pemilik dana memahami bahwa menjaga kekayaan salah satunya adalah dengan memiliki aset yang tepat.

Tujuan melakukan pengelolaan aset adalah juga bisa menjadi pembatas untuk memberikan alokasi keuangan pada hal yang benar. Seperti misalnya tinggal di perkotaan maka bisa memilih jenis aset apartemen, toko atau tempat hiburan yang tengah hits hingga menabung emas.

4. Untuk Mendapatkan Keuntungan Maksimum Dari Aset yang Ada

Kemudian tujuan diadakannya pengelolaan aset adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari aset yang ada.

Berbicara investasi maka tidak mungkin tentang melakukan pembelian dan penjualan barang jangka pendek. Aset yang menguntungkan identik dengan masa waktu pengelolaan yang panjang karena nilainya yang semakin besar setelah pengelolaan beberapa waktu lamanya.

5. Sebagai Bagian Penting Penyusunan Neraca Akuntansi Jika Dibutuhkan

Pengelolaan aset juga bisa dijadikan alat penyusun neraca akuntansi jika memang dibutuhkan. Misalnya saja pemilik aset adalah seorang pebisnis atau akutan maka pengelolaan aset yang dimiliki bisa dicatat dan dijadikan perhitungan keuangan.

Namun misalnya saja tidak membutuhkan data rinci mengenai nilai aset guna penyusunan neraca akuntansi juga tidak masalah, karena hal ini akan memberikan data yang faktual tentang kekayaan Anda.

Baca juga: 30 Cara Melakukan Marketing Online Untuk Bisnis Kecil Secara Gratis

6. Sebagai Bentuk Pengamanan Aset dan Dana

Dengan melakukan kegiatan pengelolaan aset maka tentu saja itu merupakan satu bentuk upaya pengamanan aset juga dana.

Dana yang dimiliki mampu dialokasikan pada penggunaan yang baik dan berjangka panjang. Contohnya dengan memilih membeli perkebunan setelah mendapat dana warisan tentu akan membuat dana Anda lebih berguna dibandingkan dengan tour luar negeri yang singkat.

7. Menurunkan Angka Kerugian

Tujuan sekaligus keuntungan dari pengelolaan aset yang terakhir adalah mampu menurunkan angka kerugian. Tentu dibandingkan membelanjakan keuangan pada barang praktis dan bisa habis tiba-tiba maka membelanjakan pada aset akan menurunkan kerugian. Semisal seperti melakukan pembelian tanah,rumah, gedung, perkebunan dan lain sebagainya.

Baca juga: Keunggulan Kompetitif: Pengertian, Fungsi, Strategi, Analisa dan Alat Ukurnya

manajemen aset 2

Siklus Manajemen Aset

Adapun siklus dari sebuah kegiatan pengelolaan aset sendiri juga memiliki bentuk dan tahapannya sendiri yang harus dipahami. Apa saja kiranya? Yuk simak uraiannya sebagai berikut ini!

1. Melakukan Perencanaan

Untuk siklus dari sebuah kegiatan manajemen atau pengelolaan aset ini yang pertama adalah dengan melakukan perencanaan. Misalnya saja memiliki dana 1 milyar maka bisa melakukan perencanaan akan dialokasikan pada aset apa. Apakah saham, reksadana, emas, bangunan, bidang usaha atau lainnya.

2. Melakukan Pengadaan Aset

Siklus lainnya yang mudah dan sering ditemukan dalam kegiatan pengelolaan aset adalah dengan melakukan pengadaan aset itu sendiri. Setelah berhasil menemukan perencanaan terkait maka menjadi penting untuk segera melakukan pengadaan dan pembelian. Untuk total pembelian aset dan dana yang dialokasikan itu bisa disesuaikan keinginan dan kebutuhan dari pemilik dana.

Baca juga: Promosi Produk: Pengertian dan 10 Tips Promosi yang Terbukti Efektif

3. Melakukan Inventarisasi Aset

Langkah selanjutnya dan siklus yang paling normal terjadi adalah dengan melakukan inventarisasi aset yang ada. Kegiatan inventarisasi ini sendiri dilakukan dengan melakukan pendaftaran aset pada layanan audit legal khusus aset yang ada. Kemudian tidak  lupa melakukan dokumentasi aset terkait.

4. Berupaya Mengelola Aset

Tidak lupa siklus yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh pemilik aset adalah dengan mengelola aset yang ada. Pengelolaan ini sendiri misal dengan melakukan pembersihan aset, penjagaan aset, recovery aset dan lain sebagainya. Adapun misal aset tersebut berupa bentuk usaha maka bisa mulai melakukan promosi untuk menambah animo konsumen.

5. Melakukan Pembaharuan atau Penghapusan Aset

Siklus terakhir yang banyak dilakoni pemilik aset adalah melakukan pembaharuan atau penghapusan aset jika diperlukan. Maksudnya adalah jika aset yang dimiliki dirasa sudah tidak menguntungkan lagi maka pemilik modal harus sigap dan peka. Kemudian lakukan penjualan aset yang lama dan segera gantikan dengan aset terbarukan.

Baca juga: Sistem Ekonomi: Pengertian, Komponen, Fungsi dan Berbagai Jenisnya di Dunia

Kesimpulan

Bagaimana? Ternyata yang namanya manajemen aset sendiri memiliki banyak keuntungan jika diterapkan dalam kehidupan ya. Baik dalam dunia bisnis, pengelolaan kerja pegawai, kehidupan rumah tangga dan aset keuangan jangka panjang. Jadi kini bagi yang senantiasa ingin mendapatkan keuntungan dan keuangan diri yang stabil bisa menggunakan penerapan manajemen aset ini.

Tentunya proses manajemen aset ini menjadi lebih penting jika Anda adalah seorang pebisnis. Dengan mengetahui nilai dari aset tetap secara faktual, tentu akan memudahkan Anda dalam melakukan pelaporan pajak usaha dan juga menilai mana aset yang produktif dan mana yang tidak, sehingga Anda bisa mengambil tindakan dan menghindari pemborosan.

Salah satu cara untuk mengelola dan mengetahui nilai aset pada usaha secara keseluruhan adalah dengan melakukan pembukuan. Namun melakukan pembukuan manual untuk menghitung aset sekaligus mencatat pengeluaran dan pemasukan pada bisnis adalah hal yang menyulitkan dan memakan waktu.

Solusi terbaik adalah Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur penghitungan aset, salah satunya adalah Accurate Online.

Tidak hanya memudahkan Anda dalam melakukan menajemen aset, dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa dengan mudah mencatat pengeluaran dan pemasukan perusahaan, pemantauan dan pengelolaan stok, perhitungan dan pelaporan perpajakan, rekonsiliasi transaksi otomatis, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Jadi apalagi yang Anda tunggu? Cobalah Accurate Online secara gratis selama sebulan dengan mengklik gambar di bawah ini:

accurate 200 ribu perbulan