HSE: Ini Pengertian dan Perang Penting Mereka di Dalam Perusahaan

HSE atau Health, Security, and Environment atau yang dalam bahasa Indonesia adalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu disiplin atau bidang ilmu di dalam tingkatan manajemen perusahaan yang berguna untuk mengatur dan juga memberikan jaminan kesehatan serta keselamatan kerja kepada karyawan.

Nah dalam hal ini, peran HR dan divisi HSE memiliki keterkaitan yang erat. Beberapa perusahaan manufaktur bahkan menetapkan bahwa HR dan HSE menjadi satu kesatuan unit yang saling berhubungan.

Keduanya memiliki tanggung jawab dalam mengatur karyawan. HR bertugas untuk merekrut, memberdayakan dan melatih SDM. Sedangkan HSE harus membekali pelatihan dan bertugas untuk menjamin keselamatan manajemen SDM.

Umumnya, unit HSE banyak diberlakukan pada berbagai perusahaan manufaktur, seperti perusahaan otomotif, FMCG, elektronik, pertambangan, hingga garmen. Kenapa? Karena perusahaan tersebut mempunyai risiko kerja yang tergolong tinggi.

Berdasarkan laman Human and Safety Executive, beberapa permasalahan yang kerap terjadi di perusahaan manufaktur adalah sakit pinggang sebanyak 35%, 29% masalah kesehatan mental dan kecemasan, 23% luka di lengan atas, asma 6%, penyakit kulit 4%, dan gangguan pendengaran sebesar 1%.

Pengertian HSE

HSE memiliki peran yang sangat kompleks di dalam perusahaan manufaktur walaupun tugas pokoknya adalah menjamin keselamatan setiap karyawan.

Beberapa fungsi dari HSE adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan perusahaannya sudah menjalankan proses K3 yang sesuai dengan standar operasional atau berdasarkan ISO.
  2. Melaksanakan kontrol sistem kerja manufaktur dan dengan berprinsip pada K3, sehingga perusahaan akan bisa menerapkan aturan dan sistem yang bisa menekan angka kecelakaan.
  3. HSE harus melibatkan banyak pihak, khususnya HR di dalam mengintegrasikan program K3 untuk karyawan.
  4. Sejatinya, seorang HSE Manager tidak hanya harus fokus pada K3 saja, tapi semua bisnis, melakukan kerjasama dengan HR, dan harus membangun budaya serta bisnis usaha secara lebih sehat.
  5. Melakukan analisis risiko terjadinya kecelakaan kerja.
  6. Melakukan kegiatan pelatihan dan keselamatan kerja pada karyawan.
  7. Membuat laporan dan melihat kinerja sistem serta intensitas terjadinya kecelakaan kerja.
  8. Memastikan semua karyawan dan tamu perusahaan menerapkan standar K3 di lingkungan perusahaan.
  9. Menangani kecelakaan dan menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

Jadi, fungsi utama dari HSE adalah menamin dan menyidik penerapan K3, khususnya dalam sektor bisnis manufaktur. Sedangkan tugas dari HR adalah sebagai pihak atau tim yang menangani serta mengembangkan aspek HSE pada setiap karyawan. Untuk itu, peran dari HRD dan HSE akan selalu melekat.

Baca juga: Kerja Shift Adalah: Begini Cara Hitung dan Aturan yang Ada Di Dalamnya

Peran HR dalam Memenuhi HSE Manufaktur

Setiap HR harus memiliki pengetahuan akan peran HSE di dalam perusahaan. Mereka harus memastikan perusahaan mempunyai SDM yang mempunyai kompetensi dalam bisnis. HR pun harus bisa mencari HSE yang andal dan bisa mengetahui serta memahami konsep dari K3.

Nah, peran lainnya dari HR di dalam HSE adalah sebagai berikut:

1. Mencari Kandidat Karyawan Terbaik

Kita tentunya mengetahui bersama bahwa setiap HR harus bisa mencari kandidat karyawan terbaik untuk perusahaanya. Di dalam perusahaan manufaktur, HR harus mencari kandidat yang mempunyai kompetensi praktisi di dalam bidang manufaktur, khususnya K3.

Memilih kandidat yang memang mempunyai sertifikasi profesi dalam bidang manufaktur dan K3 harus menjadikan patokan bagi HR untuk bisa membangun budaya kerja yang ramah akan K3. Pasalnya, menerapkan K3 bukan hanya harus dilakukan oleh manajemen perusahaan saja, tapi semua elemen termasuk karyawan pun harus menerapkannya dengan baik.

2. Membuat Annual Performance Appraisal

Di dalam perusahaan manufaktur, menerapkan bobot penilaian K3 adalah suatu hal yang sangat penting. Hal tersebut akan membantu manajer HSE dalam melakukan evaluasi dan juga analisa masalah yang berhubungan dengan K3.

Kehadiran bobot K3 di dalam performance appraisal pun akan sangat membantu HR dalam mengalokasikan anggaran atas fasilitas kesehatan, seperti medical check-up ataupun penanganan kecelakaan.

3. Menyelenggarakan Fasilitas Kesehatan

HR pun memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan fasilitas kerja. Selain mampu meningkatkan produktivitas dan performa karyawan, hal tersebut pun sudah diatur di dalam UU ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.

Contohnya, saat karyawan manufaktur memasuki jam kerja shift malam, maka perusahaan harus memberlakukan cek dan juga konsultasi kesehatan yang rutin, karena risiko bekerja di malam hari sangatlah besar.

Selain itu, HR juga harus memberikan asupan gizi yang seimbang agar bisa mempertahankan kesehatan setiap karyawan.

4. Mewadahi Pelatihan K3

Dengan bekerjasama dengan unit HSE, tim HR harus mewadahi dan bertugas dalam membuat materi kurikulum pelatihan K3 pada setiap karyawan. Selain itu, tim HR dan tim K3 juga harus menyelenggarakan pelatihan K3 untuk semua karyawan secara berkala.

Tujuannya adalah agar bisa meningkatkan budaya keselamatan dalam menjalankan pekerjaan.

5. Penyedia Arus Informasi dan Komunikasi Antar Unit

Tim HR harus bisa menyimpan, menghimpun dan menyebarkan informasi karyawan pada pihak perusahaan serta meningkatkan arus informasi antar unit kerja.

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, HSE tidak hanya harus menjamin terlaksananya prinsip K3 di dalam perusahaan, tapi juga bisnis secara menyeluruh.

Sehingga, arus komunikasi dengan tingkat yang tinggi sangat dibutuhkan, salah satunya adalah dengan penyaluran informasi berbasis teknologi.

Baca juga: Recruiter: Ini Pengertian dan Tanggung Jawab Mereka

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang HSE. Jadi, HSE atau Health, Security, and Environment atau yang dalam bahasa Indonesia adalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu disiplin atau bidang ilmu di dalam tingkatan manajemen perusahaan yang berguna untuk mengatur dan juga memberikan jaminan kesehatan serta keselamatan kerja kepada karyawan.

Selain menerapkan K3, diera yang sudah serba canggih akan teknologi seperti ini pun perusahaan harus menerapkan digitalisasi di dalam bisnisnya. Tujuannya adalah agar bisa terus berkompetisi dan eksis di dunia bisnis.

Salah satu penerapan teknologi yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? Karena di dalam aplikasi berbasis cloud ini ada banyak sekali fitur yang mampu meningkatkan efisiensi bisnis, bahkan di dalamnya tersedia fitur manufaktur (add on) yang bisa membuat kegiatan manufaktur bisa diselesaikan secara otomatis.

Selain itu, Accurate Online juga mampu menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda cukup fokus saja dalam mengembangkan bisnis untuk masa depan.

Tertarik? Silahkan klik banner di bawah ini untuk segera mencoba Accurate Online selama 30 hari, gratis!

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.