Bagaimana Cara Menentukan Jenis Pekerja di Dalam Bisnis

Di dalam pemerintahan, pekerja adalah penggerak terbesar sistem ekonomi negara. Ada banyak sekali jenis pekerja di setiap negara.

Hal tersebut terjadi lantaran para pekerja terlibat secara langsung dari proses produksi suatu barang ataupun jasa yang bisa menggerakkan roda perekonomian, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam pembangunan suatu negara.

Setiap orang yang terlibat di dalam proses produksi suatu produk barang atau jasa untuk menggerakkan roda perekonomian, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung, disebut dengan pekerja.

Tentunya perusahaan harus bisa mengelola para pekerja secara baik agar mereka bisa terus bekerja untuk perusahaan. Nah, pada kali ini, mari kita bahas lebih lengkap tentang jenis-jenis pekerja.

Jenis-jenis Pekerja

Setiap tenaga kerja mempunyai kriteria, yakni berusia produktif atau usia kerja antara 18 tahun hingga 54 tahun. Setiap pekerja akan dibagi dengan berdasarkan aspek, yaitu:

1. Jenis-jenis pekerja Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, jenis pekerja dibagi menjadi dua, yakni pekerja jasmani dan rohani.

Pekerja jasmani adalah jenis pekerja yang menggunakan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan daripada kecerdasan otak dan pikirannya. Jenis tenaga kerja ini sangat banyak di Indonesia jika dibandingkan dengan pekerja yang menggunakan kecerdasan otak dan kecerdasan pikiran.

Di sisi lain, jenis pekerja rohani adalah pekerja yang lebih mengandalkan kecerdasan otak dan pikiran ketimbang tenaga dalam menyelesaikan pekerjaannya. Umumnya, jenis tenaga kerja ini berada di dalam lingkungan yang bersih, penampilan formal, dan lebih sopan.

2. Jenis-jenis Pekerja Berdasarkan Kemampuan

Jika dilihat berdasarkan kemampuannya, pekerja dibagi menjadi tiga jenis, yakni pekerja terdidik, pekerja terlatih, dan pekerja tidak terdidik.

Pekerja terdidik adalah pekerja yang mempunyai riwayat pendidikan tinggi, umumnya minimal sudah lulus S1. Beberapa contoh pekerja terdidik adalah dokter, insinyur, dokter, dosen, arsitek, dan lain sebagainya.

Pekerja terlatih adalah pekerja yang lebih mengandalkan kemampuan tertentu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Umumnya, pekerja jenis ini tidak membutuhkan pendidikan tinggi, hanya perlu daya tangkap ataupun keterampilan yang baik.

Oleh karena itu, jenis pekerja ini membutuhkan pelatihan ataupun pengalaman tertentu untuk mulai bekerja. Contoh sederhananya seperti musisi, supir bus, dan lain sebagainya.

Terakhir, pekerja tidak terdidik adalah jenis pekerja yang tidak membutuhkan riwayat pendidikan yang tinggi dan memerlukan kemampuan khusus. Tenaga kerja ini umumnya dikenal dengan pekerja kasar. Umumnya, tenaga kerja ini adalah lulusan SD ataupun SMP.

Tapi, tenaga kerja ini tentunya mempunyai fungsi dan jasa di bidangnya masing-masing. Mereka hanya bekerja dengan menggunakan tenaganya saja. Contoh paling sederhananya adalah kuli.

Baca juga:

3. Jenis Pekerja Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Berdasarkan jenis pekerjaannya, pekerja dibagi menjadi tiga, yakni:

Pertama adalah pekerja lapangan adalah pekerja yang mana tugasnya berada di lapangan atau ikut langsung dalam mengerjakan pekerjaan. Umumnya, tenaga kerja yang tergolong ke dalam jenis ini adalah tenaga penjual atau mereka yang melakukan pekerjaan instalasi lapangan.

Kedua, terdapat pekerja pabrik. Jenis pekerja ini sama seperti namanya, yakni bekerja di pabrik. Umumnya, mereka akan terlibat secara langsung dalam proses produksi dengan menggunakan beragam alat dan mesin sebagai bantuan. Contoh sederhananya seperti buruh pabrik.

Terakhir, ada juga pekerja kantor. Jenis pekerja ini bekerja dalam suatu instansi perusahaan ataupun kantor. Umumnya, mereka adalah orang terpilih dengan pendidikan yang tinggi dan kemampuan tertentu. Contohnya seperti HR, tenaga bagian administrasi, akuntansi, dan lain sebagainya.

4. Jenis Pekerja Berdasarkan Hubungannya dengan Produk

Berdasarkan hubungannya dengan produk, tenaga kerja terbagi menjadi dua jenis. Pertama, tenaga kerja langsung yang ikut secara langsung dalam menangani produk atau barang. Umumnya, tenaga kerja ini berlokasi di suatu area produksi suatu produk.

Kedua, pekerja tidak langsung, yaitu tenaga kerja yang berkaitan dengan produk namun tidak ikut langsung dalam menangani produk itu sendiri. Umumnya, mereka adalah orang di balik layar dalam kegiatan pemasaran atau penjualan suatu produk.

Baca juga:

Lalu, Bagaimana Cara Tepat Menentukan Pekerja?

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan pekerja, yakni:

  1. Melakukan kegiatan perencanaan tenaga kerja dalam posisi ataupun jabatan tertentu yang sesuai dengan keperluan perusahaan.
  2. Melihat rencana tenaga kerja dari sisi pimpinan perusahaan agar bisa menjadi dasar dalam menentukan proses perencanaan rekrutmen karyawan di periode selanjutnya.
  3. Menentukan periode perencanaan dalam satu tahun agar bisa lebih mudah dalam merencanakannya.
  4. Menjalankan realisasi pelaksanaan proses rekrutmen dalam jabatan atau posisi yang diperlukan perusahaan.
  5. Menyimpan seluruh data kandidat karyawan. Hal ini sangat penting saat perusahaan memerlukan karyawan dalam suatu posisi, mereka sudah mempunyai data kandidatnya. Data kandidat bisa diperoleh dari proses rekrutmen yang sebelumnya telah terjadi.

Baca juga:

Penutup

Pekerja adalah unsur yang paling penting dalam menggerakan roda perekonomian negara. Pekerja dalam suatu perusahaan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan aspeknya.

Beberapa jenis tenaga tersebut adalah berdasarkan sifat, kemampuan, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga harus bisa mengetahui cara yang tepat untuk menentukan pekerja.

Pekerja menjadi faktor yang paling penting dalam mencapai keberhasilan bisnis. Semakin berkembangnya suatu bisnis, maka akan semakin banyak juga karyawan yang terdapat di dalamnya. Semakin banyak pekerja, tentunya akan memerlukan modal yang juga besar untuk memberikan upah pada mereka dan Anda harus bisa mengelola modal tersebut dengan baik.

Nah, solusinya Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Kenapa? karena aplikasi ini akan membantu Anda untuk mencatat setiap transaksi dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis. Sehingga, Anda bisa mengelola keuangan dan modal secara lebih mudah.

Tertarik dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.