Apa Saja sih Kegiatan Distribusi itu? ini Pengertian dan Jenisnnya!

Kegiatan distribusi pada dasarnya akan selalu lekat dengan kegiatan perdagangan. Kegiatan distribusi mempunyai peran yang sangat penting agar barang produksi bisa sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik. Proses kegiatan distribusi ini fokus pada penyampaian barang dari produsen ke pembeli bisa berjalan dengan aman dan juga tepat.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas distribusi dari perspektif bisnis dan apa saja faktor yang mampu mempengaruhi proses penyaluran dari hasil produksi.

Pengertian Kegiatan Distribusi

Dilansir dari wikipedia, Distribusi adalah suatu penyaluran yang di dalamnya mencakup penyampaian ataupun proses pengiriman pada beberapa orang atau pada beberapa tempat.

Bila kita tinjau dari perspektif bisnisnya, distribusi dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah proses penyampaian dan juga penyaluran barang ataupun jasa dari produsen ke pihak konsumen.

Jadi, kegiatan distribusi ini erat kaitannya dengan kegiatan pemasaran. Untuk para pebisnis distribusi, mereka harus mampu membuat suatu produk ataupun jasa agar bisa tersebar luas ke target pasar yang membutuhkan.

Pebisnis distribusi, atau yang akrab dipanggil dengan distributor, memiliki tanggung jawab untuk menjadi fasilitator agar setiap konsumen bisa mendapatkan barang atau jasa dari produsen. Tujuannya adalah agar mereka bisa membeli barang terlebih dahulu ke pihak produsen agar selanjutnya bisa dijual kembali.

Dalam era perekonomian modern seperti yang terjadi saat ini, jalur distribusi sebenarnya sudah semakin singkat karena kehadiran teknologi yang berbasis digital.

Sebelumnya, memasarkan produk yang berada di luar negeri atau di luar pulau terasa sangat susah, namun karena kehadiran teknologi digital, maka prosesnya bisa jadi lebih mudah. Contohnya, saat ini kita bisa memesan kebutuhan kita hanya dengan menggunakan marketplace online, jadi sudah tidak perlu jauh-jauh lagi mengunjungi toko.

Baca juga: Inventory Control Adalah Manajemen Penting dalam Memenuhi Permintaan Konsumen

Jenis-jenis Kegiatan Distribusi

1. Langsung

Jenis kegiatan distribusi pertama adalah distribusi langsung, biasanya, kegiatan distribusi ini dilakukan oleh produsen kecil agar bisa meminimalisir biaya distribusi. Pihak produsen bisa menjual produk tersebut secara langsung ke konsumen, yakni dengan melakukan pemasaran, penjualan dan pengiriman barang sendiri.

Dengan kehadiran media sosial dan marketplace online, para produsen kecil bisa memasarkan produk secara leluasa dan juga menjangkau konsumen yang lebih banyak dari berbagai daerah.

2. Tidak Langsung

Jenis distribusi yang kedua adalah distribusi tidak langsung. Dalam hal ini, pihak produsen hanya fokus dalam mengandalkan jasa distributor saja, yaitu grosir ataupun retail.

Umumnya, kegiatan distribusi ini digunakan oleh perusahaan berskala besar agar bisa menjangkau pemasaran yang lebih luas. Cara kerjanya juga sering digunakan dalam memasarkan produk yang tahan lama.

Proses distribusinya pun memerlukan waktu yang cukup laman, mulai dari mengambil barang ke produsen, menempatkan stok barang di gudang distributor, lalu menjualnya kepada pihak retailer.

3. Semi Langsung

Jenis distribusi yang terakhir adalah distribusi semi langsung, yakni kelompok yang lebih mengacu pada jalur distributor khusus. Dalam kegiatan distribusi barang, memang membutuhkan penanganan tertentu.

Tahap ini memanfaatkan produsen agar bisa mengendalikan distributor dari perusahaan Anda, contohnya seperti distribusi dengan sifat barang yang lebih mahal dan juga lebih mewah.

Tujuan Kegiatan Distribusi

1. Jaminan Proses Produksi

Alur distribusi yang baik mampu menjaga keterkaitan antar suatu proses produksi agar barang tersebut tidak menumpuk terlalu lama di gudang.

Kondisi ini juga berlaku untuk produsen berskala besar dan menengah. Sedangkan untuk produsen kecil, mereka bisa langsung melakukan penjualan agar bisa mempersingkat jalur distribusinya.

2. Barang/Jasa Lebih Berguna

Peran produsen dalam membuat barang dan jasa adalah agar bisa dimanfaatkan oleh konsumen. Namun bila tidak disalurkan dengan tepat waktu, maka konsumen tidak akan bisa menikmati barang ataupun jasa tersebut.

3. Mempermudah Konsumen Mendapat Barang/Jasa

Tujuannya adalah agar proses penyaluran bisa lebih memudahkan konsumen dalam memperoleh barang atau jasa, karena tidak semua konsumen memiliki akses ke produsen secara langsung.

Contohnya saja seperti barang yang sudah diproduksi oleh pabrik yang besar, maka dalam hal pihak distributor harus bisa menjadi jembatan penghubung antar konsumen dan juga produsen agar barang atau jasa tersebut bisa lebih tepat sasaran.

Tugas Distributor

Pada dasarnya, tugas utama dari seorang distributor adalah menjembatani produsen dan konsumen. Namun, sebagai pihak penghubung, maka distributor juga harus bisa melakukan beberapa tugas yang tepat agar mampu  mewujudkan tujuan utamanya tersebut. Nah, berikut ini adalah beberapa tugas dari distributor:

1. Memasarkan Produk

Perusahaan distributor tentunya harus bisa memasarkan produk dengan baik, karena kegiatan ini memiliki peranan yang penting untuk distributor.

Tujuannya adalah agar calon konsumen bisa mengenali produk dengan baik dan juga mempunyai informasi yang lebih lengkap, sehingga pihak konsumen bisa lebih mudah dalam menemukan produk yang mereka butuhkan.

Dengan adanya pemasaran yang baik, maka konsumen akan lebih mudah dalam memperoleh barang yang sesuai dengan kebutuhan dan juga ketinggiannya, sehingga distributor bisa meningkatkan permintaan secara kontinyu.

Umumnya, bentuk pemasaran yang dilakukan oleh distributor adalah promosi potongan harga, hadiah menarik, cashback, dan juga berbagai kemudahan lainnya yang sesuai dengan tingkat kreativitas distributor.

Pada zaman yang serba digital saat ini, pemasaran akan lebih mudah untuk dilakukan, mereka bisa menggunakan iklan berbagai di media konvensional ataupun dengan menggunakan media online

2. Menulis Informasi Produk Dengan Lengkap dan Jelas

Distributor juga bertugas untuk memberikan informasi yang tepat pada konsumen tentang produk yang akan dipasarkannya. Namun, sebelumnya mereka harus mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kualitas produk, jumlah produk yang akan dijual, dan juga harga produk di pasaran.

Dengan adanya informasi yang lengkap dan juga jelas dalam suatu produk, maka konsumen pun akan bisa memutuskan dengan mudah saat ingin memilih ataupun membeli produk yang sesuai.

Selain itu, informasi ini juga sangat bermanfaat untuk distributor itu sendiri. Karena, mereka akan mengetahui informasi produk saat produk di gudang masih banyak yang menumpuk.

Bila hal tersebut sudah terjadi dan target dalam mencapai keuntungan sudah tercapai, maka umumnya pihak distributor akan melakukan aktivitas cuci gudang agar bisa menghabiskan stok yang ada dan mereka bisa membuat produk baru.

3. Melakukan Penyortiran Produk

Tugas lainnya yang harus dilakukan oleh pihak distributor adalah melakukan penyortiran produk dan memastikan kualitas barang tetap terjaga dengan baik sebelum barang tersebut sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, aktivitas penyortiran barang ini juga sangat berguna agar bisa memisahkan barang yang reject dengan barang yang lebih bagus lainnya.

4. Melakukan Pengangkutan Produk

Pihak distributor juga bisa melakukan proses pengangkutan barang dari pihak produsen dengan menggunakan truk besar dengan muatan yang lebih banyak, seperti kontainer. Hal ini dilakukan karena barang yang akan diangkut memiliki jumlah banyak dan seluruh biaya pengangkutan tersebut dibebankan pada pihak distributor.

Lantas apakah mereka tidak rugi? Tenang, karena biaya tersebut nantinya akan masuk pada harga jual produk yang selanjutnya akan ditanggung oleh pihak konsumen.

Sedangkan untuk proses pengangkutan produk dari distributor ke pedagang eceran, maka perusahaan tersebut bisa melakukannya dengan kendaraan yang lebih kecil seperti mobil pick up atau semacamnya.

5. Menjual Produk dengan Harga yang Kompetitif

Walaupun di dalamnya ada berbagai biaya pengangkutan, tapi dalam hal ini distributor dilarang memasang harga yang terlampau tinggi. Mereka harus melakukan riset yang terkait dengan harga pasaran terlebih dahulu sebelum benar-benar menjualnya.

Bila sudah berhasil memperoleh harga yang pas, maka selisih harga yang diperoleh dari pihak produsen pun bisa dijadikan sebagai keuntungan.

6. Menyimpan Produk dengan Baik

Perusahaan distributor juga harus mempunyai gudang agar bisa menyimpan produk yang dijual sebelum diantar ke setiap pedagang kecil.

Umumnya, gudang milik perusahaan distributor tersebut akan dibuat dan juga berada di berbagai wilayah, sehingga pihak distributor pun bisa menjangkau konsumen yang berada di lokasi jauh bisa lebih mudah untuk menjangkaunya.

Selain itu, perusahaan distributor pun harus memperhatikan dengan baik tentang cara menyimpan produk, tujuannya adalah agar tahan lama dan tidak lebih mudah mengalami kerusakan.

7. Membeli Produk dari Produsen

Perusahaan distributor bertugas untuk membeli produk dari produsen dengan skala yang sangat banyak agar bisa disebar di beberapa toko dengan sistem ecer.

Baca juga: Reorder Point Adalah: Pengertian dan Rumus Reorder Point

Kesimpulan

Kegiatan distribusi adalah kegiatan ekonomi yang didalamnya menggabungkan proses produksi dan juga proses konsumsi. Untuk kegiatan distribusi, tujuannya adalah agar bisa menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen ke pihak konsumen.

Mereka yang melakukan kegiatan distribusi ini disebut dengan distributor. Pelaksanaannya sendiri terbagi menjadi tiga bagian, yakni distribusi langsung, tidak langsung, dan juga semi langsung.

Kegiatan distribusi dilakukan agar bisa menjamin proses produksi dan menjamin barang bisa sampai ke tangan konsumen secara aman dan juga mempermudah konsumen dalam memperoleh produk tersebut.

Nah, untuk Anda yang ingin memperoleh tujuan tersebut dengan baik, maka Anda memerlukan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online lebih dari sekedar software akuntansi biasa yang mampu menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis. Di dalamnya Anda bisa melakukan penerimaan dan pengiriman barang secara otomatis tanpa harus repot melakukan pencatatan secara manual.

Selain itu, di dalamnya juga terdapat fitur penjualan yang bisa dengan mudah melacak penjualan produk Anda. Tampilan dashboard yang sederhana di dalamnya juga sangat mudah dimengerti, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang akuntansi sekalipun.

Penasaran? Anda bisa mencoba seluruh keunggulan dan fitur terbaik dari Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.