Pajak Degresif dan Jenis Tarif di Dalamnya

Anda mungkin pernah mendengar istilah tarif pajak yang terdiri dari empat jenis yang berbeda. Dimana salah satunya berupa pajak degresif yang merupakan kebalikan dari jenis tarif progresif.

Tarif pajak degresif sendiri bisa menjadi bahasan yang cukup unik karena dinilai tidak memenuhi asas-asas keadilan. Sehingga, tarif pajak ini dianggap tidak layak diterapkan di Indonesia.

Untuk lebih memahaminya, artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut mengenai apa itu pajak degresif dan jenis-jenis tarif di dalamnya.

Apa Itu Pajak Degresif?

Tarif pajak degresif bisa diartikan sebagai jenis tarif pajak yang persentasenya lebih kecil jika dasar pengenaan pajaknya lebih besar. Jadi, semakin besar dasar pengenaan pajak, maka semakin kecil pula persentase tarifnya, tentunya dalam syarat tarif yang ditetapkan.

Sebagai contoh, persentase tarif untuk dasar pengenaan pajak sebesar Rp10.000.000 akan lebih kecil daripada persentase tarif untuk dasar pengenaan pajak sebesar Rp5.000.000.

Kendati demikian, meski persentase tarif semakin kecil, jumlah pajak terutang tidak selalu ikut mengecil. Bahkan, bisa jadi lebih besar karena jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak, pada dasarnya juga semakin membesar.

Misalnya, jika dasar pengenaan tarif pajak atas penghasilan kurang dari atau sama dengan Rp10.000.000, maka pengenaan tarif pajaknya adalah 30%. Sedangkan, untuk penghasilan antara Rp10.000.000 dan Rp50.000.000 persentase tarif pajaknya menjadi menurun, yaitu 28%. Begitu pun untuk penghasilan yang lebih tinggi dengan dasar pengenaan tarif antara Rp50.000.000 sampai Rp100.000.000 yang akan dikenakan persentase tarif 26%.

Baca juga: Syarat dan Tata Cara Penghapusan NPWP

Jenis Tarif Pajak Degresif

Tarif pajak ini dibagi menjadi tiga jenis, yang meliputi tarif pajak degresif-proporsional, tarif pajak degresif-degresif, dan tarif pajak degresif-progresif.

1. Tarif Pajak Degresif-Proporsional

Jenis tarif pajak ini merupakan tarif yang persentasenya semakin menurun ketika dasar pengenaan pajaknya meningkat, dan besarnya penurunan dari tarifnya sama besar atau tetap.

Sebagai contoh, berikut penerapakan jenis tarif pajak ini ketika adanya penurunan dasar pengenaan tarif pajak.

  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp10.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 25% dengan tanpa penurunan tarif, serta jumlah pajaknya sebesar Rp2.500.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp20.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 20% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp30.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 15% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.500.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp40.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 10% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.

2. Tarif Pajak Degresif-Degresif

Tarif pajak ini adalah tarif pajak yang persentasenya semakin kecil jika Dasar Pengenaan Pajaknya meningkat dan besarnya penurunan tarif semakin kecil.

Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp10.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 25% dengan tanpa penurunan tarif, serta jumlah pajaknya sebesar Rp2.500.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp20.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 20% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp30.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 15% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.500.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp40.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 10% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.

3. Tarif Pajak Degresif-Progresif

Tarif pajak degresif-progresif adalah tarif pajak yang persentasenya semakin kecil jika Dasar Pengenaan Pajaknya meningkat dan besarnya penurunan tarifnya juga semakin besar.

  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp10.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 40% dengan tanpa penurunan tarif, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp20.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 35% dengan penurunan tarifnya sebesar 5%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp5.000.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp30.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 25% dengan penurunan tarifnya sebesar 10%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.500.000.
  • Apabila dasar pengenaan pajaknya sebesar Rp40.000.000, maka tarif pajaknya ialah sebesar 10% dengan penurunan tarifnya sebesar 15%, serta jumlah pajaknya sebesar Rp4.000.000.

Baca juga: Sedang Belajar Pajak? Berikut Hal-Hal yang Perlu Dipahami dan Dipelajari

Kesimpulan

Tarif pajak degresif merupakan tarif pajak yang persentase tarifnya semakin rendah ketika dasar pengenaan pajaknya semakin tinggi. Namun, jumlah pajak yang terutang tidak ikut mengecil, atau bahkan menjadi lebih besar, sebab dasar pengenaan pajaknya yang semakin besar.

Tarif pajak ini juga terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu degresif-proporsional, degresif-degresif, dan degresif-regresif. Masing-masing jenis tarif ini memiliki ketentuan tertentu terkait persentase tarif dan jumlah pajak terutang yang bergantung pada dasar pengenaan pajaknya.

Adapun urusan perpajakan memang terkadang membingungkan bagi sebagian besar orang. Terlebih apabila Wajib Pajak dibebankan beberapa kewajiban pajak yang berbeda. Karena itu, Anda membutuhkan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online yang juga memberikan kemudahan bagi Anda terkait urusan perpajakan.

Accurate Online sendiri merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan akuntansi dan bisnis. Accurate Online juga menyediakan berbagai fitur urusan perpajakan, termasuk PPh Pasal 21 hingga PPh Pasal 4 ayat 2. Berbagai fitur juga tersedia secara lengkap dan mudah untuk digunakan bagi para pemula.

Tertarik untuk mencobanya? Jika iya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Baim

Penulis blog lulusan sarjana manajamen bisnis yang mendalami dunia penulisan dan senang membagikan wawasan tentang duna manajemen kepada masyarakat luas.