Viral Marketing: Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis

Pada dasarnya pengertian dan strategi viral marketing sudah lama dipahami dan diterapkan oleh para ahli marketing. Namun, strategi ini semakin gencar diterapkan setelah teknologi berkembang kian pesat. Khususnya ketika hadir media sosial yang seringkali dijadikan perantara utama untuk memviralkan suatu konten.

Berbagai manfaatnya pun sangat banyak, mulai dari mampu meningkatkan brand awareness, hingga sales. Bahkan, strategi ini diklaim lebih efektif untuk mensukseskan sebuah promosi dibandingkan dengan strategi lainnya.

Lantas, apa sebenarnya viral marketing itu? Seperti apa penerapannya dalam bisnis? Agar Anda tidak semakin bingung, berikut ini penjelasan lengkap tentang viral marketing.

Pengertian Viral Marketing

Sama seperti namanya, pengertian viral marketing secara sederhana merupakan suatu bentuk strategi yang bertujuan untuk membuat iklan viral, dan tersebar dalam kurun waktu yang singkat. Yang membedakan strategi marketing berbeda dengan strategi lainnya adalah karena viral marketing mengandalkan audiens organik sebagai promotornya, yang secara suka rela menyebarkan pada orang lain.

Strategi ini juga sering dikaitkan dengan istilah dari mulut ke mulut atau Word of Mouth (WOM). Dampak yang dihasilkan sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness. Bahkan bisa mencapai terjadinya transaksi.

Selain itu, strategi viral marketing tidak hanya bisa dilakukan oleh bisnis yang besar saja. Anda yang masih memiliki bisnis kecil juga bisa menggunakan strategi ini dengan konten yang sungguh-sungguh mampu menarik perhatian audiens.

Media sosial pun kerap kali dijadiakan sebagai media utama dalam melakukan strategi ini karena dianggap lebih mudah dan cepat untuk menyebarkannya. Tapi, media offline lainnya pun sebenarnya bisa dimanfaatkan, seperti media majalah, televisi, billboard, spanduk, dll.

3 Kelebihan Viral Marketing

Terdapat banyak sekali keuntungan yang bisa diraih dengan menggunakan strategi viral marketing, berikut ini adalah keuntungannya:

1. Menghemat Biaya Iklan

Kenapa diklaim mampu menghemat biaya iklan? Karena sebenarnya biaya iklan itu harganya relatif, tergantung media apa yang Anda gunakan dan jenis konten apa yang akan Anda berikan. Namun, bila iklan Anda berjalan sukses dan viral, maka benefit yang Anda dapatkan akan lebih besar.

Bahkan benefit atau keuntungannya bisa berlipat ganda hingga menutupi modal awal saat Anda membuat iklan itu sendiri. Karena, iklan yang viral akan terus menerus tersebar dengan sendirinya, dan mampu menjangkau audiens lain yang bukan dari target pasar Anda.

2. Meningkatkan Brand Awareness

Ini alasan utama kenapa para pebisnis sangat menyukai strategi iklan viral marketing. Dengan konten yang telah viral, maka secara otomatis bisnis Anda akan semakin dikenal. Terlebih lagi jika Anda mampu menyampaikan berbagai pesan yang bermanfaat dan mampu memberikan solusi bagi audiens.

3. Berkesempatan Diliput Berbagai Media

Poin ini juga menjadi salah satu keuntungan yang erat kaitannya dengan poin pertama, yaitu hemat biaya. Ketika iklan Anda telah berhasil viral, maka Anda tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan biaya press release atau beriklan di berbagai media, seperti radio, televisi, koran, dll.

Sebaliknya, media itulah yang akan sukarela mewawancarai Anda atau mengundang Anda untuk hadir pada salah satu acaranya.

Kekurangan Viral Marketing

Tidak ada satupun strategi marketing yang bisa berjalan lancar dan tanpa resiko, termasuk strategi viral marketing. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kekurangan dari strategi marketing ini.

1. Berpotensi Mendapatkan Citra Negatif

Kenapa? Karena penggerak utama dari strategi iklan ini adalah dari mulut ke mulut audiens atau pelanggan Anda. Jadi, bisa saja mereka mendapatkan sudut pandang yang bertentangan dari apa yang ingin Anda sampaikan. Oleh karena itu, cobalah untuk kembali memperhatikan konten Anda dan awasi agar konten tersebut tidak menimbulkan kesan yang negatif.

2. Dianggap Spam

Tidak selamanya penyebaran konten viral itu dianggap baik. Bahkan ketika sedang menjadi pusat perhatian, kemungkinan besar iklan Anda akan bisa terlihat di seluruh media dan menjadi perbincangan masyarakat.

Sama seperti poin pertama, kondisi ini berpotensi memberikan kesan yang berbeda pada beberapa orang. Salah satunya dianggap sebagai suatu spam. Jadi, mereka akan merasa bosan karena selalu ditampilkan oleh iklan Anda.

3. Sulit Diprediksi

Strategi viral marketing pada dasarnya bisa berhasil dan bisa juga tidak. Meskipun ada beberapa strategi jitu dalam membuat konten yang viral, namun strategi ini nyatanya sulit diprediksi daripada strategi marketing lainnya.

Beberapa iklan mungkin ada yang mampu viral dalam kurun waktu singkat. Namun, beberapa yang lainnya ada pula yang membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan, bahkan ada yang gagal. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pertimbangan yang matang agar kampenye iklan Anda tidak percuma.

Cara Memaksimalkan Strategi Viral Marketing

Jika Anda sudah mengetahui apa saja seluruh kelebihan dan kekurang dari viral marketing, maka saat ini tiba waktunya untuk mempersiapkan strateginya melalui berbagai langkah berikut ini:

1. Menentukan Target Audiens dan Media yang Tepat

Tak ada satupun iklan yang bisa viral secara tiba-tiba, kecuali disebarluaskan oleh mereka yang memang bersedia untuk melakukannya.

Untuk itu, pastikanlah agar pesan yang Anda sampaikan mampu menarik perhatian target audiens Anda. Lalu, tentukan juga media yang tepat, seperti YouTube, Facebook, Instagram, Twitter dll. Pastikan juga bahwa media tersebut adalah tempatnya target audiens Anda berada.

2. Mengandalkan Tools Social Media Analytics

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, audiens mempunyai peranan yang sangat penting untuk mendukung konten Anda agar bisa viral. Jadi, Anda harus benar-benar mengetahui jenis konten apa yang mereka sukai. Apakah itu berbentuk stories, meme, video, atau sebagainya.

Salah satu cara efektif untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan alat social media analytics. Alat ini mampu membantu Anda dalam mengumpulkan setiap kegiatan audiens di media sosial secara mudah. Termasuk melacak performa konten Anda dari setiap kampanye.

Dari alat tersebut, nantinya Anda bisa mencari masukan atau ide baru dari setiap konten yang sebelumnya paling berhasil, misalkan dari segi banyaknya jumlah likes, klik, views, komentar, dll. Setelah itu, perhatikanlah berbagai hal apa saja yang mampu mempu membuat konten tersebut bisa menarik audiens, lalu Anda telusuri hal apa yang mampu dijadikan sebagai inspirasi pada konten viral marketing Anda.

3. Ciptakan Kesan Emosional dan Berkualitas

Anda harus ingat bahwa viral marketing Anda tidak akan berhasil kecuali Anda mempunyai daya tarik sendiri bagi audiens. Salah satunya adalah membuat konten yang mampu menggiring emosi atau perasaan para audiens.

Kenapa? Karena berdasarkan hasil penelitian dari profesor ahli saraf di Universitas Southern California, emosi adalah suatu penggerak utama bagi setiap orang untuk mengambil tindakan. Termasuk tindakan ketika mereka menonton atau melihat suatu iklan. Tindakan ini bisa bermacam-macam, seperti melakukan klik, membagikannya pada orang lain, berkomentar, atau langsung membelinya.

Namun, Anda juga harus tetap memerhatikan dan memikirkan konten yang berkualitas. Pastikanlah konten tersebut memiliki pesan yang positif, seperti edukasi, informasi, solusi, dll.

4. Gunakan Hashtag untuk Menyebarkan Konten

Tips lain yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan hashtag pada iklan Anda. Hashtag adalah cara efektif agar konten kampanye iklan Anda populer di mata audiens. Selain mampu meningkatkan brand awareness, adanya tambahan hashtag juga akan membuat konten Anda terlihat lebih berkesan. Lebih dari itu, Anda juga bisa lebih mudah dalam melacak keberhasilan kampanye iklan Anda lewat hashtag.

Oleh karena itu, luangkanlah waktu Anda untuk menciptakan hashtag yang unik, mudah diingat, dan juga menarik bagi para audiens.

5. Gunakanlah Strategi Trend Jacking

Trend Jacking atau pembajakan tren adalah salah satu strategi marketing yang memanfaatkan suatu situasi, kondisi, atau isu yang saat itu sedang populer untuk dijadikan sebagai bahan kampanye iklan. Strategi ini kerapkali digunakan untuk mendukung konten viral marketing.

Produksi kontennya pun beragam, bisa menggunakan gambar ataupun video yang mencerminkan brand tersebut.

6. Social Outreach

Tips lain yang efektif untuk membantu memviralkan kampanye konten iklan Anda adalah social outreach. Caranya adalah dengan menjangkau orang-orang yang memilki pengaruh besar pada industri bisnis Anda, seperti influencer.

Bagaimana, Sudah Siap untuk Mencoba Strategi Viral Marketing? 

Dari sekain banyaknya strategi online marketing saat ini, viral marketing adalah salah satu strategi yang sering dijadikan prioritas oleh para pebisnis. Terlebih lagi, strategi inipun bisa diterapkan dalam seluruh skala bisnis, baik itu kecil maupun besar.

Terdapat banyak sekali keuntungan bisnis yang bisa didapatkan dengan cara melakukan strategi ini, yaitu menghemat biaya iklan, meningkatkan traffic pengunjung website, kredibilitas, leads, hingga diliput oleh berbagai media massa secara gratis.

Namun, jika strategi viral marketing ini gagal, maka ada beberapa konsekuensi yang harus siap Anda tanggung. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan strategi viral marketing sesempurna mungkin agar hasilnya tidak percuma.

Namun, jika Anda terlalu sulit memikirkan strategi viral marketing karena harus melakukan pembukuan keuangan, mengatur arus kas perusahaan, dan hal lainnya yang menyangkut akuntansi. Maka Anda bisa menggunakan bantuan software akuntansi, seperti Accurate Online.

Software akuntansi ini akan memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan keuangan dengan tepat, mudah, dan sederhana. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1

cinthya

Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.