Apa saja 5 Standar Akuntansi di Indonesia?

oleh | Des 22, 2023

source envato.

Apa saja 5 Standar Akuntansi di Indonesia?

Dalam mengelola suatu entitas bisnis, penerapan Standar Akuntansi sangatlah krusial untuk memastikan kelancaran dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Di Indonesia, terdapat 5 Standar Akuntansi di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan Mikro, Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan Standar Akuntansi Lembaga Keuangan (SAL).

Penerapan ke-5 Standar Akuntansi di Indonesia tersebut menjadi landasan utama bagi pelaku bisnis untuk menyusun laporan keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai pentingnya mengintegrasikan ke-5 Standar Akuntansi di Indonesia ini dalam pengelolaan keuangan perusahaan, serta dampak positifnya terhadap kredibilitas dan pertumbuhan bisnis.

Dengan mengacu pada ketentuan Standar Akuntansi, perusahaan dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan, memudahkan pemegang saham, investor, dan pihak terkait dalam menganalisis kinerja keuangan.

Pemahaman yang mendalam terhadap SAK juga memberikan kepastian hukum dan keuangan, sehingga perusahaan dapat menghindari potensi sanksi dan permasalahan hukum yang dapat merugikan reputasi.

Artikel ini akan membahas secara rinci setiap Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia, memberikan gambaran bagaimana implementasi setiap standar tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dari pengakuan pendapatan hingga pengungkapan informasi pihak berelasi, artikel ini akan membantu pembaca memahami betapa krusialnya peran Standar Akuntansi dalam menjamin keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Pengertian Standar Akuntansi

Pengertian Standar Akuntansi

ilustrasi 5 standar akuntansi di indonesia. source envato

Standar Akuntansi adalah seperangkat pedoman, aturan, dan prinsip yang digunakan untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas, seperti yang dijelaskan dalam laman Wikipedia.

Standar Akuntansi bertujuan untuk menciptakan konsistensi, transparansi, dan kejelasan dalam penyajian informasi keuangan sehingga dapat dipahami dan dibandingkan oleh pihak yang berkepentingan, seperti pemegang saham, kreditor, dan pihak terkait lainnya.

Standar Akuntansi memberikan kerangka kerja yang diakui secara luas untuk pengukuran, pengakuan, dan penyajian berbagai elemen dalam laporan keuangan, seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya.

Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang relevan, dapat diandalkan, dan bermutu tinggi guna mendukung pengambilan keputusan ekonomi.

Dalam konteks Indonesia, Standar Akuntansi diatur oleh Badan Standar Akuntansi Keuangan (BSAK) atau sekarang dikenal sebagai Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) untuk entitas bisnis dan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk entitas pemerintah.

Beberapa contoh Standar Akuntansi di Indonesia meliputi Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan Mikro, Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan Standar Akuntansi Lembaga Keuangan (SAL).

Setiap standar ini memberikan pedoman khusus untuk entitas tertentu dan merinci prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti.

Baca juga: Pengertian PSAK 46 dan Perannya dalam Akuntansi Serta Perpajakan

Apa Saja 5 Standar Akuntansi di Indonesia

Apa Saja 5 Standar Akuntansi di Indonesia

ilustrasi 5 standar akuntansi di indonesia. source envato

Per Januari 2022, 5 standar akuntans di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah seperangkat norma, prinsip, dan pedoman yang mengatur cara penyusunan, pengukuran, pengakuan, dan penyajian laporan keuangan suatu entitas bisnis di Indonesia. Tujuan utama SAK adalah menciptakan konsistensi, transparansi, dan relevansi informasi keuangan agar pemakai laporan keuangan dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan akurat.

Penerapan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dikelola oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) atau lembaga terkait yang mengeluarkan pedoman dan interpretasi terkait untuk mendukung penerapan SAK secara konsisten dan tepat.

2. Standar Akuntansi Keuangan Mikro (SAK EM)

Standar Akuntansi Keuangan Mikro (SAK EM) adalah seperangkat pedoman akuntansi yang dikembangkan khusus untuk entitas bisnis mikro di Indonesia. SAK EM bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kebijakan akuntansi yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan entitas mikro, mempertimbangkan skala, sifat, dan kompleksitas usaha mereka.

Penerapan SAK EM diharapkan dapat memberikan kemudahan administratif bagi entitas mikro, sekaligus memastikan bahwa informasi keuangan yang dihasilkan tetap dapat dipertanggungjawabkan dan relevan. SAK EM dikelola dan dikembangkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) atau lembaga terkait di Indonesia.

3. Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah seperangkat pedoman dan prinsip akuntansi yang diterapkan khusus untuk entitas bisnis yang tidak memenuhi kriteria sebagai emiten atau perusahaan terbuka.

SAK ETAP menyediakan panduan yang lebih sederhana dan sesuai dengan karakteristik entitas bisnis yang lebih kecil dan tidak memiliki kewajiban publik dalam penyampaian informasi keuangan.

Penerapan SAK ETAP dapat membantu entitas bisnis yang lebih kecil untuk memenuhi kewajiban akuntansi mereka dengan lebih efisien dan efektif, sambil tetap memberikan informasi keuangan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan dan pengembangan SAK ETAP umumnya ditangani oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) atau lembaga terkait di Indonesia.

4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah seperangkat pedoman dan prinsip akuntansi yang diterapkan pada entitas sektor publik, termasuk lembaga pemerintahan di Indonesia. SAP bertujuan untuk menyediakan landasan yang konsisten dan akurat untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan entitas pemerintahan.

Penerapan SAP penting untuk mencapai tujuan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan entitas pemerintahan. SAP di Indonesia dikelola oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai salah satu regulator dalam bidang akuntansi pemerintahan.

5. Standar Akuntansi Lembaga Keuangan (SAL)

“Standar Akuntansi Lembaga Keuangan” dapat merujuk pada seperangkat pedoman atau prinsip akuntansi yang dikhususkan untuk lembaga keuangan, seperti bank, perusahaan asuransi, dan lembaga keuangan lainnya.

Lembaga keuangan seringkali memiliki karakteristik dan transaksi keuangan yang kompleks, sehingga memerlukan pedoman akuntansi yang khusus dan sesuai untuk mencerminkan aspek keuangan mereka dengan benar.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Jadi, standar akuntansi memainkan peran penting dalam menyelaraskan praktik akuntansi di berbagai entitas bisnis dan sektor. Di Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan Mikro, Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan Standar Akuntansi Lembaga Keuangan (SAL) adalah beberapa kerangka kerja yang memberikan pedoman terhadap pengukuran, pengakuan, dan penyajian informasi keuangan.

SAK digunakan oleh entitas bisnis umum, SAK EM ditujukan untuk entitas mikro, SAK ETAP diterapkan pada entitas tanpa akuntabilitas publik, SAP berlaku untuk entitas sektor publik, dan SAL, jika ada, akan merujuk pada pedoman akuntansi yang khusus untuk lembaga keuangan.

Penting untuk selalu merujuk pada sumber resmi seperti Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) atau instansi terkait untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai standar akuntansi di Indonesia.

Penerapan standar ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, tetapi juga memberikan kepastian hukum, transparansi, dan kredibilitas, yang semuanya mendukung pertumbuhan dan stabilitas bisnis dan sektor keuangan di Indonesia.

Namun, untuk lebih mudah dalam menyajikan laporan keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis super lengkap ini mampu membantu Anda dalam menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, mulai dari laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa lebih mudah dalam membuat keputusan bisnis strategis untuk perkembangan bisnis Anda.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga dengan klik tautan gambar di bawah ini.

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait