Pengertian PSAK 46 dan Perannya dalam Akuntansi Serta Perpajakan

oleh | Des 22, 2023

source envato.

Pengertian PSAK 46 dan Perannya dalam Akuntansi Serta Perpajakan

Dalam era bisnis yang semakin dinamis dan terus berkembang, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga integritas dan kepercayaan stakeholders. Salah satu hal yang menjadi landasan penting dalam penyajian laporan keuangan yang transparan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 tentang “Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian.”

PSAK 46 memberikan pedoman yang jelas dan ketat terkait dengan penyajian laporan keuangan konsolidasian, memastikan bahwa perusahaan memberikan informasi yang akurat dan relevan terkait dengan posisi keuangan mereka.

Sejak diberlakukannya PSAK 46, perusahaan diwajibkan untuk mematuhi standar ini dalam menyajikan laporan keuangan konsolidasian mereka.

Standar ini memberikan panduan mengenai konsolidasi entitas anak, entitas asosiasi, dan entitas bersama, menciptakan dasar yang kuat untuk menghindari ketidakjelasan dan kesalahan interpretasi dalam penyajian informasi keuangan.

Penekanan pada transparansi dan keakuratan dalam PSAK 46 memengaruhi berbagai aspek dalam dunia bisnis.

Artikel ini akan mengulas bagaimana penerapan PSAK 46 tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga menjadi katalisator untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Dengan memahami implikasi PSAK 46 terhadap praktik bisnis, perusahaan dapat lebih efektif memanfaatkan standar ini sebagai alat untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka, sekaligus membangun citra sebagai entitas yang berkomitmen pada integritas dan akuntabilitas.

Apa itu PSAK 46?

Apa itu PSAK 46?

ilustrasi PSAK 46. source envato

Menurut laman Ikutan Akuntan Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 adalah salah satu standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Indonesia. PSAK ini membahas tentang “Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian.”

Laporan keuangan konsolidasian merupakan laporan keuangan yang mencakup informasi keuangan dari entitas induk dan entitas anak, entitas asosiasi, serta entitas bersama.

Secara khusus, PSAK 46 memberikan pedoman tentang konsolidasi entitas anak, entitas asosiasi, dan entitas bersama.

Konsolidasi adalah proses menggabungkan laporan keuangan dari beberapa entitas untuk menciptakan laporan keuangan yang mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha dari kelompok perusahaan tersebut secara keseluruhan.

PSAK 46 diterbitkan dengan tujuan memberikan kerangka kerja yang jelas dan konsisten bagi perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan konsolidasian.

Standar ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas informasi keuangan yang disajikan kepada para pemangku kepentingan, seperti investor, kreditur, dan pihak terkait lainnya.

Penting untuk dicatat bahwa PSAK dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan industri dan praktik akuntansi global.

Oleh karena itu, perusahaan diharapkan untuk terus memperbarui dan meningkatkan kepatuhan mereka terhadap standar akuntansi, termasuk PSAK 46, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Apa Perbedaan PSAK dan IFRS dalam Dunia Akuntansi?

Peran PSAK 46 dalam Akuntansi dan Pajak

Peran PSAK 46 dalam Akuntansi dan Pajak

ilustrasi PSAK 46. source envato

PSAK 46, yang berkaitan dengan “Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian,” memiliki peran penting dalam bidang akuntansi dan juga berdampak pada aspek-aspek tertentu dalam pajak. Berikut adalah beberapa peran PSAK 46 dalam konteks akuntansi dan pajak:

1. Konsolidasi Laporan Keuangan

PSAK 46 memberikan pedoman tentang konsolidasi laporan keuangan. Dalam konteks akuntansi, ini mencakup penyatuan informasi keuangan dari entitas anak, entitas asosiasi, dan entitas bersama ke dalam laporan keuangan entitas induk.

Konsolidasi ini memberikan gambaran yang lebih lengkap dan akurat tentang posisi keuangan dan kinerja keseluruhan dari kelompok perusahaan.

2. Akuntansi Konsolidasi

PSAK 46 menetapkan prinsip-prinsip dan prosedur konsolidasi yang harus diikuti oleh perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan konsolidasian.

Ini melibatkan penghapusan transaksi internal, aset, kewajiban, dan ekuitas antar entitas yang terlibat dalam konsolidasi, sehingga memberikan informasi yang konsisten dan relevan.

3. Transparansi dan Akuntabilitas

Standar ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyajian laporan keuangan.

Dengan mematuhi PSAK 46, perusahaan diharapkan dapat menyajikan informasi keuangan secara jelas dan dapat dipercaya, sehingga memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pemangku kepentingan mengenai posisi keuangan keseluruhan.

4. Pengaruh pada Pajak

Konsolidasi laporan keuangan juga dapat berdampak pada perhitungan pajak penghasilan. Beberapa negara mungkin menerapkan aturan perpajakan yang berbeda untuk entitas yang terkonsolidasi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami konsekuensi pajak dari konsolidasi dan memastikan kepatuhan mereka terhadap aturan perpajakan yang berlaku.

5. Manajemen Risiko dan Kepatuhan

PSAK 46 membantu perusahaan dalam manajemen risiko terkait dengan penyajian informasi keuangan konsolidasian. Kepatuhan terhadap standar ini juga menjadi faktor penting dalam menghindari potensi sanksi atau konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat pelanggaran aturan akuntansi.

Dengan memahami dan mengikuti PSAK 46 dengan seksama, perusahaan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka, mengelola risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap aturan akuntansi dan pajak yang berlaku.

Baca juga: Standar Akuntansi Keuangan: Pengertian dan Jenis Standar Akuntansi di Indonesia

Beda Tetap dalam PSAK 46

Beda Tetap dalam PSAK 46

ilustrasi PSAK 46. source envato

Dalam konteks PSAK 46, “beda tetap” merujuk pada istilah dalam akuntansi konsolidasi, yang merupakan perbedaan antara nilai yang tercatat (book value) dan bagian ekuitas anak perusahaan yang dimiliki oleh entitas induk pada saat konsolidasi.

Beda tetap muncul karena entitas anak sering kali diakuisisi dengan pembayaran lebih dari nilai buku (book value) aset dan kewajiban yang dimilikinya.

Secara lebih teknis, beda tetap dapat dibagi menjadi dua jenis utama:

1. Beda Tetap Aktiva (Goodwill)

Beda tetap aktiva atau goodwill adalah selisih positif antara harga perolehan (harga yang dibayarkan entitas induk) dengan nilai wajar aset bersih anak perusahaan pada saat akuisisi.

Dalam penyajian laporan keuangan, beda tetap aktiva biasanya dicatat sebagai aset tak berwujud di laporan keuangan entitas induk dan diamortisasi selama periode yang dianggap relevan.

2. Beda Tetap Pasiva

Beda tetap pasiva atau badwill adalah selisih negatif antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih anak perusahaan pada saat akuisisi.

Beda tetap pasiva dicatat sebagai pengurangan nilai aset bersih anak perusahaan dalam laporan keuangan entitas induk dalam penyajikan laporan keuangan

PSAK 46 memberikan pedoman dan prinsip untuk memperlakukan beda tetap ini secara konsisten dan transparan dalam laporan keuangan konsolidasian. Kondisi dan perlakuan beda tetap dalam PSAK 46 mencerminkan upaya untuk menyajikan informasi keuangan yang adil dan akurat setelah terjadinya akuisisi.

Penting untuk dicatat bahwa penilaian beda tetap, khususnya beda tetap aktiva (goodwill), melibatkan pertimbangan yang kompleks dan dapat memerlukan pengukuran ulang secara berkala, terutama jika terdapat perubahan kondisi yang signifikan dalam entitas anak yang dapat mempengaruhi nilai wajar aset dan kewajiban.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Dalam kesimpulan, PSAK 46 tentang “Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian” memiliki peran yang signifikan dalam dunia akuntansi dan bisnis. Standar ini memberikan kerangka kerja yang jelas dan ketat terkait dengan konsolidasi laporan keuangan, yang mencakup entitas anak, entitas asosiasi, dan entitas bersama.

Dengan memahami dan menerapkan PSAK 46 dengan baik, perusahaan dapat mencapai tujuan penyajian laporan keuangan yang jelas, mematuhi standar akuntansi, dan memberikan informasi yang andal kepada para pemangku kepentingan.

Hal ini menciptakan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan yang informasional dan membangun kepercayaan dalam lingkungan bisnis yang kompleks.

Namun untuk menerapkan PSAK 46 dengan baik dalam akuntansi perpajakan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online

Aplikasi bisnis super lengkap ini akan membantu Anda dalam menerapkan PSAK 46 karena di dalamnya terdapat informasi perpajakan yang akan membantu Anda dalam melengkapi seluruh urusan pelaporan pajak secara cepat dan mudah.

Lebih dari itu, Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa didapatkan secara otomatis, cepat dan akurat.

Ayo buktikan sendiri dengan mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

11 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait