Apa itu Akuntansi Konvensional? Apa Bedanya dengan Akuntansi Syariah?

Akuntansi konvensional pada dasarnya adalah suatu akuntansi yang sangat mengandalkan logika. Di zaman yang sudah serba teknologi seperti saat ini, terdapat dua jenis kategori akuntansi yang terkenal, yakni akuntansi konvensional dan akuntansi syariah.

Tapi sampai saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menggunakan akuntansi konvensional. Karena akuntansi ini lebih mengandalkan logika.

Selain itu, sejak dari dulu juga masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan akuntansi konvensional, hingga pada akhirnya hal tersebut mampu membuat orang lebih familiar dengan akuntansi ini.

Tapi, saat ini sebagian masyarakat lainnya mulai menggunakan dan beralih ke akuntansi syariah. Tentunya akutansi konvensional dan akuntansi syariah memiliki perbedaan, dari mulai pengertian, prinsip sampai dengan tujuannya.

Selain itu, perbedaan yang paling kental dari kedua jenis akuntansi tersebut adalah dari cara perhitungannya. Akuntansi syariah melakukan perhitungan dengan berdasarkan uang tunai. Sedangkan akuntansi konvensional akan menghitung dengan menggunakan pencatatan transaksi yang telah terjadi.

Selain itu, masih ada perbedaan lainnya dari akuntansi konvensional dan akuntansi syariah. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan lebih dalam tentang akuntansi konvensional dan perbedaanya dengan akuntansi syariah, khusus untuk Anda.

Apa itu Sistem Akuntansi Konvensional?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada dasarnya akuntansi adalah suatu kegiatan pencatatan, mengolah, meringkas, mengklasifikasi, dan menyajikan data transaksi yang terjadi, lalu akan memposting atau memindahkannya ke buku besar untuk selanjutnya melaporkan berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan yang dimiliki oleh pihak perusahaan.

Seorang manajer yang bekerja dalam bagian akuntansi jenis ini harus bisa menjaga investasi yang sudah dipercayakan oleh investor.

Untuk saat ini, jenis akuntansi ini bisa dikatakan sudah mengalami perkembangan yang baik, yang mana pada umumnya akuntansi ini digunakan dan dikendalikan oleh pihak swasta.

Untuk itu, bisa dikatakan jika pihak swasta memang mempunyai peran yang sangat penting dan mampu memberikan dampak pada perkembangan dalam dunia akuntansi.

Selain itu, kelebihan yang dihasilkan dari jenis akuntansi ini adalah standar utama dalam manajemen keuangan perusahaan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa profit yang banyak adalah suatu hal yang ingin dicapai oleh setiap perusahaan, sehingga saat suatu perusahaan menggunakan akuntansi konvensional, maka akan lebih sesuai, karena akuntansi ini lebih mengandalkan logika.

Sistem yang terdapat di dalam akuntansi ini akan lebih mementingkan kepentingan para pemilik modal atau para kapitalis.

Selain itu, berdasarkan laman Investopedia, akuntansi konvensional adalah suatu hal yang sangat mengandalkan logika, sehingga tujuan dasarnya adalah untuk mencapai tujuan utama perusahaan dalam menghasilkan profit atau keuntungan perusahaan.

Baca juga: Apa itu KAP Big Four? Ini Penjelasannya!

Prinsip Akuntansi Konvensional

Penggunaan yang digunakan dalam sistem akuntansi konvensional merupakan suatu hal seputar pengumpulan dan juga pembukuan berbagai data akuntansi, sekaligus dengan melakukan penelitian yang berkaitan dengan berbagai keterangan dari beragam jenis kegiatan.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan sistem keuangan syariah, yang mana penggunanya mempunyai kebutuhan yang sangat berbeda dengan penggunaan dari lembaga yang menggunakan sistem keuangan konvensional.

Nah, berikut ini adalah berbagai prinsip dasarnya:

1. Sangat Mengandalkan Logika

Seperti yang sebelumnya sudah sempat dibahas, bahwa akuntansi konvensional adalah jenis akuntansi yang sangat mengandalkan logika, karena penggunaan dari jenis akuntansi ini akan lebih mengutamakan dan mengedepankan asas dari logika yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.

Kita tentu telah paham bahwa sifat utama dari logika adalah sangat dinamis, yang mana konsep dari logika akan mengalami perubahan tergantung dari kondisi masyarakat, sistem yang sedang diterapkan, dan tergantung dengan kebutuhannya.

2. Memiliki Prinsip yang Lebih Bergantung pada Nilai Tertentu

Selain dikenal sangat mengandalkan logika, akuntansi ini juga menggunakan prinsip yang sangat bergantung pada suatu nilai tertentu. Prinsip tersebut tentu jauh berbeda atau bahkan berkebalikan dari sistem akuntansi syariah.

Pada dasarnya, semua tanggung jawab dan juga kebenaran dari lembaga keuangan atau perusahaan yang menggunakan sistem akuntansi ini tidak mengikuti berbagai ketentuan dan juga peraturan yang terdapat di dalam hukum islam.

Prinsip yang digunakan di dalam lembaga keuangan yang menggunakan sistem konvensional ini biasanya akan lebih tergantung dan juga mengikuti berbagai nilai yang sebelumnya telah dipercaya oleh seluruh masyarakat.

2. Lebih Fokus Pada Profit

Prinsip selanjutnya dari akuntansi konvensional adalah lebih fokus pada profit yang didapat oleh perusahaan. Untuk itu, sangat wajar bila akuntansi ini lebih mengandalkan logika saja.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Cost Makanan Pada Bisnis Restoran?

Perbedaan Jenis Akuntansi Syariah dan Konvensional

Agar bisa mengetahui dengan baik perbedaan yang terdapat pada kedua jenis akuntansi di atas, Anda bisa mengetahui perbedaannya dengan membaca penjelasan di bawah ini.

1. Prinsip

Di dalam kedua jenis akuntansi tersebut, tahap pertama yang harus dilakukan pada akuntansi syariah adalah seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan di dalamnya harus sesuai dengan kaidah dan juga syariat Islam, yang mana hal tersebut sudah menjadi kehidupan umum masyarakat muslim.

Sebaliknya, di dalam akuntansi konvensional, prinsip perhitungannya lebih berlandaskan pada logika manusia yang bisa berubah-ubah, tergantung dari kebutuhan dan juga keinginan masyarakat serta para pebisnis.

2. Sesuai dengan Kebenaran

Tahap selanjutnya yang terdapat di dalam akuntansi syariah adalah harus sesuai dengan kebenaran, keadilan, dan pertanggungjawaban tersebut harus sesuai dengan ajaran Islam.

Tapi dalam akuntansi konvensional, seluruh kebenaran, nilai keadilan dan pertanggungjawaban akan sangat berlaku, namun akan sangat bergantung pada nilai yang dianut oleh setiap perusahaan.

3. Mematuhi Peraturan

Perbedaan selanjutnya antara kedua jenis akuntansi ini adalah di dalam akuntansi syariah dilarang untuk mencatat kegiatan transaksi yang memiliki unsur judi, riba, penipuan, dan barang yang sifatnya tidak halal seperti minuman keras, prostitusi, dan lain sebagainya.

Namun di dalam akuntansi konvensional, kegiatan transaksinya lebih bebas, tergantung dari jenis perusahaannya.

4. Menggunakan Penilaian

Perbedaan keempat antara kedua akuntansi ini adalah penyimpanan modal pokoknya. Sehingga, modal pokok tersebut masih belum ditentukan oleh kebijakan dari perusahaan.

Sedangkan dalam akuntansi konvensional, nilai modal akan didasarkan pada nilai tukar yang berlaku dalam saat tersebut.

5. Konsep Modal

Dalam perhitungan akuntansi konvensional, konsep modal dikenal dengan dua bagian, yakni aset tetap dan aset lancar. Namun di dalam akuntansi syariah, modal pokoknya adalah uang tunai dan harta barang.

6. Mendapatkan Keuntungan

Perbedaan selanjutnya dari kedua jenis akuntansi ini bisa dilihat dari cara perusahaan mendapatkan perusahaan. Dalam akuntansi konvensional, keuntungan diperoleh ketika aktivitas jual beli dilakukan oleh suatu perusahaan.

Namun dalam akuntansi syariah, keuntungan akan diterima dan akan dicatat ketika penjualan dan juga terdapat pertambahan nilai barang, tidak peduli apakah barang tersebut sudah terjual atau belum terjual.

7. Klasifikasi Laba

Dalam akuntansi konvensional, klasifikasi laba ini mencakup modal pokok, laba dagang, transaksi dan juga uang yang berasal dari sumber lain.

Di sisi lain, pada akuntansi syariah, laba berasal dari kegiatan pokok dan juga modal serta laba yang berasal dari kegiatan transaksi.

8. Transaksi Tunai

Perbedaan yang terakhir dari akuntansi konvensional adalah transaksi bisa didapat dari berbagai jenis mata uang bahkan aset seperti emas, perak, atau aset lainnya. Namun dalam akuntansi syariah, berbagai aset berharga tersebut tidak dianggap sebagai modal dari aset perusahaan.

Aset seperti perak, emas dan lain sebagainya akan dianggap sebagai cadangan penilaian harta agar bisa menilai dan menentukan nilai dan juga harga.

Baca juga: Apa itu Jurnal Piutang? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya!

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang akuntansi konvensional dan perbedaannya dengan akuntansi syariah. Sebagai pebisnis, Anda sudah harus menentukan sistem akuntansi apa yang ingin Anda gunakan, apakah sistem akuntansi konvensional ataukah syariah.

Namun bila Anda belum memahami akuntansi atau tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan akuntansi, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka Anda bisa menyelesaikan berbagai kegiatan akuntansi dan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan juga akurat.

Terlebih lagi, Accurate Online juga menyediakan berbagai fitur bisnis luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Tertarik untuk menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.