Bagaimana Cara Menghitung Cost Makanan Pada Bisnis Restoran?

Food Cost atau cost makanan adalah semua biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa memproduksi menu makanan dan minuman dalam bisnis F&B atau bisnis restoran. Cost makanan ini menjadi dasar acuan yang penting sebagai cara menjual harga jual makan per porsinya. Lalu, bagaimana cara menghitung cost makanan?

Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang cara menghitung cost makanan di bawah ini.

Peran Penting Cost Makanan dalam Bisnis F&B

Menggeluti bisnis F&B atau bisnis restoran memiliki tantangan yang sulit. Anda harus memikirkan turnover persediaan, margin keuntungan, dan juga menentukan harga yang tepat agar menu yang Anda sajikan bisa memberikan keuntungan secara maksimal.

Dengan mempelajari cost makanan atau food cost, maka Anda bisa meningkatkan peluang kesuksesan dalam menjalankan bisnis restoran. Selain itu, Anda juga akan memiliki keunggulan yang komparatif diantara para kompetitor ataupun pesaing Anda.

Cost makanan atau food cost, berdasarkan laman barandrestaurant adalah total biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuat makanan dan minuman dengan standar resep tertentu hingga siap jual per satu porsinya.

Cost makan juga adalah total persentase dari total biaya pembelian persediaan makanan dan dibagi dengan total penjualan makanan. Umumnya, biaya yang diperlukan untuk bahan baku makanan ini dihitung secara terpisah. Tapi, beberapa restoran ada yang menggabungkan perhitungannya.

Umumnya, perhitungan ini dilakukan oleh chief cook restoran. Cost makanan ini menjadi salah satu indikator yang penting dari profitabilitas suatu restoran.

Dengan adanya margin yang tipis, yakni sekitar 3 hingga 5%, sedikit perubahan pada harga barang dan atau jumlah penjualan akan bisa memberikan dampak yang besar pada nilai laba bersih restoran.

Perlu Anda garis bawahi bahwa semakin kecil persentase cost makanan, maka akan semakin besar pula keuntungan yang bisa Anda peroleh. Dengan memantau cost makanan, yang umumnya berada di angka 20 hingga 35%, maka Anda bisa mengetahui kapan harus melakukan perubahan pada produk, harga, dan jumlah pembelian untuk bisa meningkatkan persentasenya.

Baca juga: Quality Cost: Ini Penerapannya Di Dalam Proses Produksi

Cara Menghitung Food Cost 

Agar bisa menghitung cost makanan secara ideal, Anda bisa perhatikan contoh di bawah ini.

Katakanlah dalam menyajikan satu set menu french fries, Anda memerlukan beberapa hal sebagai berikut:

  • 200 gr French Fries mentah seharga Rp 27.000 per 1.000 gr
  • 10 gr saus sambal dengan harga Rp 10.000 per 1.000 gr
  • Jadi, harga 200 gr french fries mentah adalah Rp 5.400 ((Rp 27.000/1.000 gram) x 200 gram)
  • Harga 10 gr saus sambal yang harus Anda bayar adalah Rp 100 ((Rp 10.000/1.000 gram) x 10 gram).
  • Itu artinya, biaya resep dalam satu set menu french fries adalah Rp 5.400 + Rp 100 = Rp 5.500.

Agar bisa menemukan persentase food cost secara ideal dalam satu set menu dan cara menghitung cost makanan dalam harga jual per porsinya, maka Anda memerlukan informasi biaya resep set menu dan juga harga jual resep dalam satu set menu.

Berdasarkan data sebelumnya, biaya resep satu set menu french fries adalah Rp 5.500. Sedangkan Anda menerapkan harga jual satu set menu french fries dalam bisnis Anda adalah Rp 20.000. Maka, persentase food cost ideal Anda adalah Rp 5.500 : Rp 20.000 = 27,5%.

Baca juga: Historical Cost Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Fair Value

Implikasi Perbandingan Nilai FC Ideal dengan FC Aktual

Berdasarkan berbagai data diatas, nilai food cost aktual ternyata lebih besar daripada nilai food cost idealnya, yaitu 31,66% > 27,5%.

Nah implikasinya, Anda melakukan pemborosan dalam menggunakan persediaan bahan baku. Terdapat banyak sekali faktor yang bisa Anda temukan dalam hal ini. Baik itu karena selama proses produksi terdapat beberapa gram persediaan yang telah terbuang, atau koki Anda menggunakan bahan baku berlebih pada takaran resep yang telah ditentukan.

Food cost merupakan salah satu indikator penting dari profitabilitas suatu restoran, dengan metode perhitungan yang baik, maka usaha kuliner yang Anda jalankan pun akan lancar.

Baca juga: Rumus MC (Marginal Cost) dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang cara menghitung cost makanan. Pada intinya, semakin Anda mampu menekan nilai persentase cost makanan, maka Anda mampu melakukan penghematan dan Anda sudah berada pada jalur yang tepat.

Dengan mengetahui dan memahami nilai food cost, maka Anda bisa melakukan pelacakan dan melakukan penghematan atas penggunaan persediaan yang ada dalam bisnis Anda.

Anda bisa memanfaatkan perhitungan di atas sebagai cara menghitung HPP makanan dan cara menghitung harga jual makanan dalam setiap porsinya. Untuk itu, Anda harus selalu konsisten dalam hal memantau nilai HPP restoran Anda secara rutin.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam melacak nilai HPP, maka Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, maka setiap pencatatan transaksi Anda akan tercatat secara otomatis. Anda juga bisa melacak nilai HPP dan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang Anda perlukan dalam bisnis secara cepat dan akurat.

Terlebih lagi, di dalam aplikasi ini juga sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul yang akan memudahkan Anda dalam mengelola serta mengembangkan bisnis, seperti fitur penjualan, pembeliaan, persediaan, manufaktur, cost and profit center, multi gudang, dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Ayo klik banner di bawah ini untuk langsung mencoba dan menggunakannya sekarang juga selama 30 hari, gratis!

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.