Mengenal Biaya Diskresioner dan Contohnya

Perlu Anda ketahui bahwa biaya diskresioner adalah salah satu biaya tetap yang kerap kali muncul di dalam laporan keuangan perusahaan. Namun, jenis biaya tetap ini bisa dihilangkan tanpa mengganggu operasional utama perusahaan.

Lantas, apa itu biaya diskresioner? Ketahui pengertian dan contohnya dengan membaca artikel tentang biaya diskresioner di bawah ini hingga selesai.

Apa Itu Biaya Diskresioner?

Berdasarkan laman Investopedia, biaya diskresioner atau discretionary expense adalah salah satu jenis biaya tetap yang bisa dihilangkan dari anggaran perusahaan tanpa memberikan dampak yang besar pada operasional perusahaan.

Tentunya biaya diskresioner berbeda berbeda dengan biaya variabel. Biaya variabel perusahaan akan mengalami perubahan berdasarkan banyaknya produk yang dibuat. Biaya ini berasal dari kuantitas bahan yang diperlukan dalam setiap unit barang yang dibuat.

Disisi lain, biaya tetap adalah biaya yang harus dibayar oleh perusahaan terlepas dari berapa banyak unit yang bisa dibuatnya. Contoh sederhana dari biaya tetap adalah pajak properti dan sewa bangunan.

Perusahaan akan mengeluarkan discretionary expense agar bisa mengembangkan bisnis atau memperluas pangsa pasar. Karena, discretionary expense tidak terlalu penting untuk operasional bisnis, maka ini bisa diambil sebagai bagian dari strategi pengembangannya.

Baca juga: Mengenal Akumulasi Depresiasi dan Cara Menghitungnya

8 Contoh Biaya Diskresioner

Agar lebih mudah dalam mengetahui discretionary expense, Anda bisa mengetahui contoh discretionary expense di bawah ini.

1. Biaya Iklan

Biaya iklan menjadi salah satu jenis biaya yang paling lumrah terjadi di berbagai perusahaan. Walaupun setiap perusahaan tidak wajib menjalankan iklan dalam menjual produknya, namun kampanye iklan yang efektif akan mampu meningkatkan profitabilitas bisnis.

Nah, karena jumlah unit yang dibuat oleh perusahaan tidak memberikan dampak pada biaya iklan, maka jenis biaya ini tergolong ke alam biaya iklan.

Biaya iklan termasuk kedalam biaya diskresioner karena pengeluaran tersebut tidak penting dalam menjalankan operasional perusahaan. Jumlah uang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk iklan umumnya didasarkan pada kebijaksanaan manajemen eksekutif dan akuntan perusahaan.

Walaupun memang membelanjakan uang untuk beriklan bisa menjadi cara yang efektif dalam mempromosikan produk, namun perusahaan harus mengurangi biaya agar bisa menghilangkan anggaran iklan sebelum mengurangi biaya lain yang lebih penting.

2. Biaya Hubungan Masyarakat

Umumnya, berbagai perusahaan besar menyediakan anggaran agar bisa mengelola hubungannya dengan masyarakat. Dengan menjaga hubungan dengan masyarakat, maka akan membantu perusahaan untuk bisa berkembang dan mempengaruhi keputusan konsumen.

Perusahaan yang mempromosikan dampak positif perusahaan pada masyarakat akan mampu meningkatkan brand awareness.

Tapi walaupun mengelola hubungan masyarakat sangat penting untuk perusahaan, namun biaya ini lebih bersifat diskresioner karena tidak mempengaruhi fungsi utama dari bisnis.

Sama halnya seperti kampanye iklan, biaya hubungan masyarakat akan membantu perusahaan untuk mempromosikan brand mereka. Tapi jika pendapatan perusahaan sedang lesu, kemungkinan manajemen tinggi perusahaan lebih memilih untuk menyediakan anggaran untuk biaya ini.

3. Pelatihan Karyawan

Program pelatihan karyawan menjadi biaya diskresioner yang umum dan banyak dianggarkan oleh perusahaan. Ketika perusahaan ingin merekrut karyawan atau membuat tim baru, menyediakan pelatihan yang mendalam bisa menjadi cara yang ampuh untuk meningkatkan semangat kerja dan menyediakan seluruh peralatan yang mereka perlukan.

Program pelatihan yang mahal memang mampu memberikan manfaat yang besar. Tapi saat sudah tidak diperlukan, maka perusahaan bisa menghilangkan anggaran untuk biaya tersebut. Karena program pelatihan sudah tidak terlalu penting lagi untuk fungsi inti bisnis, maka program tersebut seringkali dianggap sebagai discretionary expense.

Baca juga: Mengenal Jurnal Pelunasan Piutang dan Cara Membuatnya

4. Penelitian dan Pengembangan

Mengembangkan produk baru bisa dijadikan sebagai cara yang baik dalam meningkatkan perkembangan bisnis, namun saat perusahaan sudah memiliki banyak produk, maka menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan bisnis mungkin sudah tidak lagi diperlukan.

Penelitian dan pengembangan memang sangat penting, namun biaya yang berkaitan dengan program ini bersifat diskresioner karena tidak terlalu penting untuk operasional bisnis.

5. Sumbangan Amal

Sumbangan amal bisa dijadikan sebagai strategi yang tepat bagi perusahaan yang ingin memberikan kembali pada komunitasnya. Sumbangan amal juga bisa memberikan manfaat pajak yang meningkatkan keuntungan jangka panjang.

Walaupun memang sumbangan amal adalah suatu kegiatan yang baik, namun perusahaan yang sedang mengalami masalah finansial kemungkinan tidak mempunyai pendapatan yang cukup dalam melakukan sumbangan amal.

6. Lisensi Software

Lisensi software mampu membantu meningkatkan efisiensi karyawan dan efisiensi bisnis secara menyeluruh. Walaupun begitu, biaya lisensi pada aplikasi ini termasuk ke dalam biaya diskresioner.

7. Kemitraan Dengan Kontraktor

Menjalin kerjasama dengan kontraktor bisa menjadi cara yang ampuh untuk bisa menyelesaikan proyek tanpa harus menanggung biaya penuh. Namun, kemitraan kontraktor termasuk ke dalam biaya diskresioner, karena biaya ini tidak terlalu penting untuk operasional perusahaan.

8. Tunjangan Karyawan

Tunjangan karyawan, seperti paket asuransi, bonus, dan liburan termasuk ke dalam biaya diskresioner. Cara ini bisa dijadikan sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan. Tapi bila perusahaan sedang menghadapi masalah finansial, maka anggaran tersebut tidak diperlukan.

Baca juga: Apa itu Absorption Costing? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya!

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang biaya diskresioner dan contoh-contohnya. Jika Anda kesulitan untuk menyiapkan biaya ini, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan membantu Anda dalam membuat dan merencanakan anggaran perusahaan, termasuk anggaran untuk biaya diskresioner.

Penasaran dengan kelebihan lain yang bisa dilakukan Accurate Online untuk bisnis Anda? Silahkan coba dulu selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.