Biaya Marginal Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Menghitungnya

Biaya marginal adalah suatu aspek penting yang wajib diperhatikan di dalam proses produksi barang. Tentunya pihak perusahaan harus benar-benar mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan dalam suatu siklus produksi tertentu dan sangat penting untuk bisa merencanakan harga dan juga produksi barang.

Selain itu, biaya marginal adalah penurunan atau peningkatan dari seluruh total biaya yang dibayarkan karena adanya penambahan ataupun pengurangan pada satu unit produk tambahan.

Pengertian Biaya Marginal Adalah

Jadi, biaya marginal adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk mampu membuat tiap unit tambahan dari produk usaha yang mampu dihasilkan oleh perusahaan.

Untuk cara menghitung biaya marginal bisa diperoleh dari biaya produksi tetap maupun biaya variabel. Biaya produksi variable akan selalu dimasukkan di dalam perhitungan biaya marginal. Sedangkan biaya tetap akan diinput pada perhitungan apabila diperlukan untuk membuat produk tambahan.

Contoh sederhananya sebuah perusahaan menghabiskan biaya produksi sebanyak 1 juta untuk mencetak gambar pada 5 buat baju. Nah, untuk bisa mencetak 11 baju, maka mereka memerlukan biaya tambahan sebanyak 10 ribu. Untuk itu, biaya marginal nya adalah 10 ribu rupiah.

Baca juga: Apa itu Cash Flow? Berikut adalah Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui

Pentingnya Biaya Marjinal

Tujuan utama dari dilakukannya analisa biaya marjinal adalah untuk menentukan dalam titik mana sebuah perusahaan mampu mencapai skala ekonomi, yang merupakan nilai keuntungan yang didapat saat produk menjadi lebih efisien. Hal ini dilakukan untuk bisa memaksimalkan sistem operasional secara menyeluruh.

Untuk menghitungnya, tentukanlah biaya tetap dan juga biaya variabel Anda.

Jenis Komponen

Suatu data yang terkait dengan jenis biaya pada produksi, seperti biaya tetap dan juga biaya variabel akan sangat dibutuhkan. Biaya tetap tidak akan berubah seiring dengan adanya peningkatan produksi, sementara itu biaya variabel akan berada pada situasi yang sebaliknya.

Biaya variabel akan lebih tergantung pada hasil produksi dan merupakan jumlah konstan per unit yang nantinya akan diproduksi oleh perusahaan. Saat volume produksi dan output meningkat, maka biaya variabel pun akan turut meningkat. Contohnya biaya variabel adalah komisi penjualan dan juga biaya sumber daya manusia langsung serta bahan baku.

Sedangkan biaya tetap adalah suatu biaya yang konstan terlepas dari adanya keluaran produksi dan tidak pada hasil outputnya, seperti biaya sewa, gaji karyawan, asuransi, dan juga perlengkapan kantor.

Menghitung Biaya Marginal

Rumus: 

Biaya Marjinal = (Perubahan biaya) / (Perubahan kuantitas)

  • Perubahan Biaya

Perubahan biaya adalah meningkat atau menurunnya biaya produksi pada tiap tingkat produksi dan selama tiap kurun waktu tertentu, khususnya jika ada keperluan untuk melakukan produksi yang lebih banyak ataupun lebih sedikit.

Apabila pada pembuatan unit tambahan tersebut dibutuhkan adanya perekrutan satu ataupun dua pekerja, dan meningkatkan biaya bahan baku, maka akan bisa dipastikan akan ada perubahan dalam biaya produksi secara menyeluruh.

Nah, untuk menentukan biaya perubahan, maka kurangilah biaya produksi yang ada selama proses produksi pertama dilakukan dari biaya produksi pada gelombang selanjutnya saat ada peningkatan produksi.

  • Perubahan Kuantitas

Dalam berbagai tingkatan produksi, adalah hal yang umum saat jumlah barang yang diproduksi meningkat ataupun menurun. Dalam hal menentukan perubahan kuantitas, maka lakukanlah perhitungan pada jumlah barang yang dibuat pada proses produksi pertama lalu dikurangi dari volume output yang dibuat dalam proses produksi selanjutnya.

Cara Menghitung Marginal Cost

Menghitung marginal cost bisa dilakukan hanya dengan tiga langkah saja, yaitu:

  • Langkah 1: Tentukan Perubahan Kuantitas

Untuk bisa menghitung biaya marginal, tentunya Anda harus bisa mengetahui seluruh biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu item produk ataupun jasa yang bisa dihasilkan perusahaan. Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat sebelumnya, biaya total ini terdiri dari biaya tetap dan juga biaya variabel.

Biaya tetap wajib sama dalam seluruh analisis biaya. Untuk itu, langkah pertama yang harus dilakukan untuk bisa menghitung biaya marjinal adalh dengan menentukan di titka mana biaya tetap nantinya akan berubah.

  • Langkah 2: Hitung Perubahan Biaya

Setelah Anda mengetahui perubahan pada kuantitas produksi, maka tahapan selanjutnya adalah menghitung perubahan biaya. Nah, perubahan biaya sendiri bisa didapatkan dari pengurangan pada total biaya produksi lama dengan biaya produksi yang baru.

Nilai keseluruhan biaya produksi bisa diperoleh dari menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap sendiri adalah biaya yang nilainya tidak mengalami perubahan selama periode yang Anda evaluasi. biaya tetap ini mencakup biaya alat, sewa tempat dll.

Untuk biaya variabel sendiri umumnya akan meningkat seiring dengan peningkatan biaya produksi. Biaya variabel ini mencakup biaya bahan baku, gaji karyawan, peralatan, dll. Untuk mendapatkan biaya variabel sendiri Anda bisa mendapatkannya dari interval jumlah produksi.

Setelah mengetahui nilai pada biaya produksi tetap dan biaya variabel, maka seluruh biaya produksi akan mudah diperoleh. Selain itu, nilai biaya variabel produksi juga akan bisa diperoleh.

Setelah mengetahui nilai biaya produksi tetap dan biaya variabel, maka total biaya produksi akan didapatkan. Nilai perubahan biaya produksi juga akan didapatkan.

  • Langkah 3: Menghitung Marginal Cost

Biaya marginal adalah biaya yang dibutuhkan untuk bisa membuat satu unit produk tambahan. Artinya, menghitung biaya marginal bisa dilakukan untuk bisa mengetahui adanya kenaikan biaya yang dibutuhkan pada setiap tambahan item produksi.

Untuk bisa mengetahui biaya marginal, Anda bisa mendapatkannya dengan membagi perubahan biaya produksi yang dibutuhkan dengan perubahan pada jumlah produk. Anda juga bisa mendapatkannya dengan menggunakan rumus MC=TC/Q, dimana MC adalah marginal cost atau biaya marginal, TC adalah perubahan biaya, dan Q adalah perubahan pada perubahan kuantitas produk.

Marginal cost didapat dengan membagi  perubahan biaya produksi yang diperlukan dengan perubahan kuantitas produk. Bisa juga dengan rumus MC=TC/Q. MC adalah Marginal Cost (biaya marginal), TC adalah perubahan biaya produksi, dan Q adalah perubahan kuantitas produk.

Skala Ekonomis dan Disekonomis

Melakukan perhitungan pada biaya marginal akan sangat bermanfaat dalam menentukan apakah arus produksi harus terus diubah ataukah tidak diubah. Secara umum, saat terjadi peningkatan pada volume output, maka perusahaan akan mampu mencapai skala ekonomi yang lebih tinggi, yang mana biaya marginal nantinya bisa ditekan.

Skala ekonomi ini bisa diperoleh dari spesialisasi sumber daya manusia dan pemanfaatan mesin produksi yang lebih efisien lagi. Peningkatan volume output juga akan membantu pihak produsen untuk bisa mendapatkan diskon yang sangat besar dalam hal pembelian suatu bahan baku atau bahan mentah.

Tapi, pada akhirnya, di titik tertentu, akan muncul suatu skala disekonomis, yang mana biaya akan lebih meningkat besar daripada peningkatan output.

Masalah ini pada umumnya akan terjadi karena seperti contoh, adanya tumpang tindih pekerjaan, artinya, akan lebih banyak pihak pekerja yang akan mengoperasikan mesin produksi.

Peningkatan pada jumlah pekerja juga akan membuat pekerjaan menjadi tidak bisa berkoordinasi dengan lebih baik. Pun harga bahan baku atau bahan mentah juga nantinya akan lebih mahal dikarenakan persedian lokal sudah habis semua.

Pada umumnya, perusahaan beroperasi pada output yang maksimal jika biaya marjinal akan sama dengan total unit pada biaya rata-rata. Apabila Anda menggambarkannya pada suatu grafik, maka biaya marginal akan membentuk kurva yang akan menyerupai huruf U.

Baca juga: Pengertian General Ledger dan Mengapa Bisnis Anda Membutuhkannya

Penutup

Demikianlah penjelasan kami tentang biaya marginal. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa biaya marginal adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk mampu membuat tiap unit tambahan dari produk usaha yang mampu dihasilkan oleh perusahaan.

Untuk bisa mendapatkan biaya marginal, maka bisa diketahui dengan menggunakan rumus Perubahan biaya dibagi dengan Perubahan kuantitas.

Perlu diketahui oleh setiap perusahaan bahwa pendapatan marginal dan biaya marginal harus selalu sama, sehingga laba yang bisa didapatkan pun nantinya akan bisa lebih maksimal. Saat sudah melakukan perhitungan dengan menggunakan rumus di atas, maka pihak perusahaan akan bisa mengetahui berapa nilai output yang mampu menghasilkan laba paling tinggi.

Kemungkinan Anda juga harus melalui proses trial and error terlebih dahulu sebelum benar-benar mendapatkan margin keuntungan yang maksimal dalam mempertahankan nilai penjualan dan juga peningkatan pendapatan bisnis.

Tapi, jika Anda menggunakan software akuntansi dari Accurate Online, Anda akan lebih mudah lagi dalam mendapatkan laporan laba rugi perusahaan Anda. Kenapa? Karena aplikasi akuntansi ini memiliki tampilan yang mudah untuk dioperasikan, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki latar belakang dalam dunia keuangan perusahaan atau akuntansi sekalipun.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1