Bisnis Anda Sudah Untung? Pelajari Cara Menghitung BEP dengan Benar

oleh | Okt 9, 2023

source envato.

Bisnis Anda Sudah Untung? Pelajari Cara Menghitung BEP dengan Benar

Dalam menjalankan sebuah bisnis, selain harus bisa menghitung laba/rugi, ternyata Anda juga harus mampu menganalisis dan mengetahui cara menghitung BEP (break event point).

BEP atau yang juga sering disebut titik impas ini adalah sebuah keadaan ketika perusahaan berada pada titik antara tidak memperoleh keuntungan ataupun kerugian. Menurut Wikipedia, BEP terjadi ketika keuntungan usaha sebanding dengan modal.

Atau, dengan kata lain, BEP merupakan titik impas antara besaran jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan besaran jumlah laba yang diperoleh.

Dalam hal ini, tentu terjadi keseimbangan sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan ataupun kerugian.

Penghitungan break even point ini sendiri dirasa sangat penting guna menetapkan target penjualan selanjutnya demi memperoleh keuntungan usaha.

Karenanya, Anda yang berkecimpung di dunia bisnis, wajib tahu cara menghitung BEP yang tepat dan akurat.

Jenis Break Event Point (BEP)

Jenis Break Event Point (BEP)

ilustrasi Cara Menghitung BEP. source envato

Analisis Break even Point (BEP) adalah alat yang sangat berharga dalam dunia bisnis yang membantu pemilik usaha dan manajer untuk mengukur kesehatan finansial mereka.

BEP mengidentifikasi titik di mana pendapatan dari penjualan sama dengan biaya produksi dan operasional, sehingga menghasilkan laba nol.

Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa jenis BEP yang berbeda yang dapat membantu pemilik usaha memahami lebih baik bagaimana mengelola risiko dan mencapai profitabilitas dalam berbagai konteks bisnis.

1. BEP Sederhana (Simple BEP):

BEP sederhana adalah jenis yang paling dasar dan umum dari analisis BEP. merupakan cara menghitung bep dengan titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, dan laba bersih menjadi nol.

2. BEP Gabungan (Composite BEP):

Dalam bisnis dengan berbagai produk atau layanan, BEP gabungan mengidentifikasi titik di mana total pendapatan dari semua produk atau layanan yang dijual sama dengan total biaya produksi dan operasional tersebut.

3. BEP Dalam Satuan (Per Unit BEP):

BEP dalam satuan mengukur berapa banyak unit produk yang harus dijual untuk mencapai titik impas. Ini sangat penting dalam bisnis yang menjual berbagai produk dengan biaya produksi yang berbeda-beda.

4. BEP Dalam Nilai (Rupiah BEP):

BEP dalam nilai mengukur berapa banyak pendapatan yang harus diperoleh dari penjualan untuk mencapai titik impas dalam hal nilai uang. Ini berguna dalam bisnis yang memiliki produk dengan harga jual yang bervariasi.

5. BEP Proyek (Project BEP):

Dalam konteks proyek atau investasi jangka panjang, BEP proyek mengukur kapan investasi atau proyek tersebut akan mencapai titik impas. Ini membantu dalam pengambilan keputusan apakah proyek tersebut layak dilanjutkan atau tidak.

6. BEP Dalam Waktu (Time BEP):

BEP dalam waktu adalah ukuran berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai titik impas. Ini penting dalam merencanakan keberlanjutan bisnis dan mengelola kas perusahaan.

Dalam semua jenis BEP ini, tujuan utamanya adalah memberikan wawasan yang lebih baik tentang risiko finansial, menilai efisiensi operasional, dan membantu dalam perencanaan strategis.

Dengan memahami BEP dalam berbagai konteks, pemilik usaha dapat membuat keputusan yang lebih baik, mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan profitabilitas, dan merencanakan masa depan perusahaan.

Dengan kata lain, BEP adalah alat yang esensial dalam mengukur dan mengelola kesehatan finansial usaha Anda.

Baca juga : Anda Pebisnis? Pelajari Cara Menghitung HPP dengan Benar

Komponen Break Event Point (BEP)

Komponen Break Event Point (BEP)

ilustrasi Cara Menghitung BEP. source envato

Sebelum masuk ke cara menghitung BEP, ada beberapa komponen yang harus terlebih dulu Anda pahami, yaitu:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya yang harus tetap dikeluarkan dalam segala kondisi, bahkan meski perusahaan sedang tidak menjalankan proses produksi.

Biaya ini biasanya meliputi biaya sewa tempat usaha, perlengkapan, dan hal pokok lainnya.

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel terbilang cukup dinamis bergantung pada besaran jumlah produksi atau jumlah barang terjual.

Jika jumlahnya meningkat, maka biaya variabel pun akan bertambah.

Misalnya, untuk setiap penjualan 1 unit barang, maka biaya variabel akan bertambah dengan hadirnya biaya nota penjualan, biaya packaging, biaya antar, ataupun biaya tambahan lainnya.

3. Harga Penjualan (Selling Price)

Harga jual dari barang atau jasa yang telah Anda produksi.

Baca Juga: Break Even Point: Pengertian, Analisis, Contoh, Cara Hitung dan Optimasi Titik Impas

Cara Menghitung BEP / Break Event Point

Cara Menghitung BEP

ilustrasi Cara Menghitung BEP. source envato

Sesuai dengan jenis BEP, berikut rumus untuk menghitungnya:

  • Cara menghitung BEP dalam unit

BEP = FC / (P-VC)

  • Cara menghitung BEP dalam rupiah

BEP = FC / (M/P)

Keterangan:

  • BEP : Break Even Point
  • FC    : Fixed Cost (biaya tetap)
  • VC    : Variabel Cost (biaya variabel)
  • P       : Price per unit (harga jual per unit)
  • M      : Margin (selisish antara harga jual dan harga variabel per unit)

Contoh Kasus dan Cara Menghitung BEP

Sebuah perusahaan memiliki data biaya dan rencana produksi sebagai berikut:

Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp 100 juta, yang terdiri dari:

Biaya Gaji Pegawai + Pemilik           : Rp 50.000.000

Biaya Sewa Pabrik                               : Rp 20.000.000

Biaya Sewa Gedung Kantor               : Rp 15.000.000

Biaya Penyusutan Mobil                    : Rp  1.500.000

Biaya Asuransi Kesehatan                 : Rp 13.500.000

Biaya Variabel per Unit Rp 60.000, yang terdiri dari :

Biaya Bahan Baku                                : Rp 30.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung           : Rp 20.000

Biaya Lain                                              : Rp 10.000

Harga Jual per Unit Rp 85.000

Berdasarkan data tersebut, maka cara menghitung BEP Unit sebagai berikut:

BEP Unit   = Biaya Tetap / (harga jual per unit – harga variabel)

= 100.000.000 / (85.000 -60.000)

= 100.000.000 / (20.000)

= 5.000

Jadi, BEP per unit adalah Rp. 5.000/unit


Sedangkan untuk cara menghitung BEP Rupiah, yakni:

BEP Rupiah = Biaya Tetap / (Margin/harga per unit)

Dengan margin = Harga jual – harga variabel

= 85.000 – 65.000

= 20.000

BEP rupiah = 100.000.000 / (20.000/85.000)

= 100.000.000 / (0.235)

= 425.531.915

Jadi, BEP rupiahnya adalah Rp 425.531.915.

Dalam dunia yang terus berubah ini, kemampuan untuk memahami, mengelola, dan cara menghitung BEP adalah keterampilan yang sangat berharga.

Dengan menggunakan analisis BEP dengan bijak, Anda akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam membuat keputusan yang tepat, mengoptimalkan operasi bisnis, dan mencapai tujuan finansial Anda.

Ini adalah langkah cerdas dalam perjalanan bisnis Anda yang akan membantu Anda tetap di jalur yang tepat menuju kesuksesan.

Baca juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Dalam perjalanan mengelola bisnis atau proyek, pemahaman yang mendalam tentang Break even Point (BEP) adalah kunci untuk membuat keputusan yang cerdas dan strategis.

Jenis-jenis BEP yang telah kita bahas dalam artikel ini memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana BEP dapat diterapkan dalam berbagai konteks bisnis, dari perhitungan titik impas sederhana hingga analisis yang lebih kompleks.

Sebagai pemilik usaha, kemampuan untuk mengidentifikasi kapan usaha Anda akan mencapai titik impas, berapa banyak produk yang harus dijual, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keseimbangan finansial adalah inti dari manajemen finansial yang sukses.

Analisis BEP adalah alat yang memberdayakan Anda untuk merencanakan dengan bijak, mengelola risiko dengan efektif, dan memaksimalkan profitabilitas.

Dari penghitungan rumus BEP tersebut dapat diketahui bahwa titik impas bisa diperoleh dengan cara membagi total biaya tetap dengan selisih antara biaya variabel dan harga satuan produk.

Dengan demikian, cara menghitung BEP ini bisa digunakan untuk menentukan target penjualan selanjutnya agar keuntungan bisa diraih.

Anda juga bisa menggunakan Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online untuk menghitung BEP dengan mudah dan cepat.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang cocok digunakan untuk semua jenis bisnis di Indonesia, mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur.

Coba sekarang Accurate Online gratis selama 30 hari dengan klik tautan pada gambar di bawah!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

252 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Khaula Senastri

Artikel Terkait