Mengenal Tujuan dan Manfaat BEP (Break Even Point) Untuk Pebisnis

Sebagian dari Anda pasti sudah mengetahui tujuan dari BEP, tapi bagaimana dengan manfaat dari BEP atau break event point? Dalam dunia ekonomi akuntansi bisnis, BEP adalah suatu titik tertentu untuk menjaga keseimbangan pengeluaran dan pendapatan agar tidak terjadi kerugian atau keuntungan.

BEP menjadi suatu teknik analisis yang sangat penting untuk menganalisa proyeksi atas uang yang harus diterima agar perusahaan berada dalam titik baliknya.

Manfaat utama BEP adalah menjaga kondisi perusahaan agar tidak mengalami kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan.

Setiap kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan harus sama antara jumlah dana yang sudah dikeluarkan dengan pendapatan yang didapat.

Lantas, apa saja manfaat BEP yang sebenarnya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Apa itu BEP (Break Even Point)?

Setiap ahli ekonom dan akuntan mempunyai pendapatnya masing-masing tentang BEP, tapi mempunyai inti yang sama.

Zulian Yamit (1998), berpendapat bahwa break even point atau BEP adalah suatu kondisi dimana total pendapatan memiliki nominal yang sama dengan total biaya atau total revenue = total cost.

Sedangkan, Henry Simamora menjelaskan bahwa break even point adalah volume penjualan yang mana jumlah pendapatan dan jumlah beban adalah sama, tidak ada laba ataupun rugi bersih.

Menurut laman Investopedia, BEP atau break even point adalah titik keseimbangan dari nominal pendapatan dan total biaya yang telah digunakan.

Fungsi utama dari BEP bagi suatu bisnis adalah agar bisa menentukan jumlah kapasitas yang tersisa setelah BEP, fungsi ini tentunya bisa memberikan visualisasi yang baik untuk Anda terkait jumlah laba yang mampu bisnis Anda hasilkan.

Terdapat beberapa komponen di dalam break even point, yaitu biaya tetap atau fixed cost, biaya variabel atau variable cost, dan juga harga penjualan atau selling price.

Baca juga: Apa itu Manajemen Piutang? Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Perusahaan!

Tujuan BEP

Biasanya, struktur laba dalam suatu perusahaan seringkali digambarkan dalam break even point agar lebih mudah untuk memahami hubungan yang terjadi antara biaya, volume kegiatan dan juga laba.

Tapi, setiap perusahaan pastinya ingin memperoleh laba atau keuntungan dari kegiatan bisnis yang dijalankannya. Nah untuk bisa mencapai hal tersebut, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan terkait dengan break even point.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari dilakukannya BEP:

  • Agar bisa meminimalisir biaya produksi dan biaya operasional, serta menekan biaya tersebut seminim mungkin tanpa mengesampingkan kualitas dan kuantitas produk.
  • Demi bisa mempertahankan tingkat harga produk perusahaan.
  • Agar bisa menentukan harga produk dengan penuh perhitungan, sehingga harga produk akan sesuai dengan keuntungan dan juga target yang sebelumnya sudah direncanakan.
  • Agar bisa meningkatkan volume kegiatan secara maksimal.

Baca juga: MRR adalah Total Pendapatan Bisnis Selama Satu Bulan, Bagaimana Cara Menghitungnya?

Manfaat BEP

Setelah memahami pengertian dan tujuan dilakukannya analisis BEP, maka Anda akan bisa mendapatkan BEP untuk suatu perusahaan.

Bustami dan Nurlela (2006), berpendapat bahwa manfaat BEP adalah sebagai berikut:

  • Manfaat BEP untuk perusahaan adalah agar bisa mengetahui minimal jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar tidak mendapatkan kerugian.
  • Selanjutnya, manfaat BEP adalah agar bisa mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai oleh perusahaan agar bisa mendapatkan keuntungan.
  • Manfaat selanjutnya adalah agar bisa mengetahui nilai berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak lantas mengalami kerugian.
  • Agar bisa mengetahui adanya dampak perubahan pada biaya, harga jual produk dan juga volume penjualan.
  • Manfaat BEP yang terakhir menurut Bustami dan Nurlela adalah agar perusahaan bisa menentukan variasi produk yang diperlukan demi mencapai tingkat keuntungan yang sudah ditargetkan dalam perencanaanya.

Carter dan Usry, menambahkan bahwa manfaat BEP untuk perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Menyajikan suatu informasi dan pegangan dalam menyelesaikan beragam masalah yang dihadapi oleh perusahaan, seperti adanya penambahan ataupun penggantian fasilitas produksi ataupun investasi dalam aset tetap lain.
  • Perusahaan bisa memperoleh informasi yang bisa digunakan agar bisa membantu proses pengambilan keputusan guna menutup bisnis ataupun tidak, dan waktu yang tepat bagi suatu bisnis untuk diberhentikan kegiatan operasionalnya.

Baca juga: Kompensasi Non Finansial: Pengertian dan Perbedaanya Dengan Kompensasi Finansial

Hal Penting Dalam Menghitung BEP

Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menghitung break even point. Beberapa hal ini harus dilakukan agar hasil yang Anda dapatkan bisa akurat dan sesuai dengan fungsinya. Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mengetahui harga jual produk dan memastikan harga di pasar tidak mengalami perubahan.
  • Memperkirakan jumlah biaya dari semua kegiatan secara tepat. Karena bila ada perubahan pada produksi, maka akan terdapat perubahan pada biayanya.
  • Harus menyesuaikan jumlah variabel dengan jumlah produksi dalam setiap unit. Hal tersebut nantinya akan mengakibatkan tingkat efisiensi perusahaan tidak mengalami perubahan.
  • Mengeluarkan berbagai biaya yang terkait secara jelas dan memisahkannya secara baik, apakah termasuk ke dalam biaya tetap dan tidak tetap. Analisis BEP ini akan bisa dihitung saat sebagian besar biaya yang keluar menjadi biaya tetap.
  • Memerhatikan kondisi barang terbaru, bila tingkat penjualan sama seperti tingkat produksi, maka tidak ada perubahan persediaan yang terjadi atau barang tersebut bisa dikatakan sudah terjual habis.
  • Tidak terjadi perubahan yang mendadak pada biaya tetap.
  • Nantinya perusahaan akan dinilai menjual satu produk saja. Tapi bila tidak sesuai dengan fakta, maka perusahaan harus melakukan strategi marketing sales mix.

Baca juga: Bonus Adalah: Ini Pengertian dan Perbedaannya Dengan Insentif

Pentingnya Menghitung Break Even Point

Untuk Anda yang masih pemula dan masih asing dengan istilah break even point, kemungkinan besar Anda akan merasa kesulitan dalam menentukan dan juga menghitung harga jual, serta mengetahui nilai keuntungan yang harus Anda pertimbangkan dalam suatu bisnis.

Nah untuk menghitung break even point, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini:

BEP (penjualan) = Biaya Tetap / [1- (Biaya Variabel Per Unit/Harga Jual Per Unit)]

BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)

Baca juga: Analisis Beban Kerja: Manfaat dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang manfaat BEP atau break even point. Salah satu manfaat BEP adalah agar Anda bisa mengetahui berapa nominal harga jual yang wajib Anda tentukan agar nantinya tidak mengalami kerugian.

Tanpa menghitung BEP, maka harga jual yang Anda tentukan akan menjadi terlalu rendah, sehingga Anda hanya akan memperoleh kerugian.

Selain itu, manfaat BEP adalah agar Anda bisa mengetahui nominal jumlah unit yang wajib Anda produksi agar nantinya total keuntungan yang Anda dapat bisa menutupi biaya pengeluaran bisnis Anda.

Jadi, bisa kita tarik kesimpulan bersama bahwa break even point adalah salah satu bentuk perhitungan dan pengelolaan akuntansi yang sangat penting untuk setiap perusahaan.

Nah, agar Anda bisa lebih mudah dalam menghitung BEP atau menghitung berbagai hal lainnya yang kompleks dalam bisnis, alangkah #lebihbaik jika Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online, Kenapa?

Karena dengan menggunakan Accurate Online, maka semua kegiatan transaksi yang terjadi dalam bisnis Anda akan tercatat secara otomatis. Anda juga bisa memperoleh laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat.

Aplikasi berbasis website yang telah dilengkapi dengan sistem keamanan super ketat ini juga sudah terintegrasi dengan fitur bisnis luar biasa lainnya. Sehingga, Anda akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Accurate Online pun terbukti telah berhasil membantu ratusan ribu pebisnis di Indonesia dalam merapikan pembukuan bisnis perusahaan. Bahkan, aplikasi ini juga sudah berhasil memperoleh penghargaan TOP Brand Award sejak tahun 2016 hingga tahun ini. Jadi, Anda sudah tidak perlu lagi meragukan Accurate Online, karena aplikasi ini jelas #lebihbaik.

Lebih menariknya lagi, semua kelebihan dan fitur luar biasa yang ada di dalam Accurate Online bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau, yakni sebesar 200 ribuan saja perbulannya.

Bagaimana, tertarik untuk menggunakan Accurate Online? Tenang, karena Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan hanya mendaftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini sekarang juga!

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.