Apa itu Cash Opname? Ini Pengertian dan Tujuan Dibuatnya!

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kas adalah suatu komponen di dalam aktiva atau aset yang paling aktif dan mampu memberikan dampak pada setiap transaksi, karena di dalamnya menjadi dasar untuk penilaian atau pengukuran yang jelas. Nah, salah satu prosedur yang dilakukan oleh perusahaan agar bisa menjaga aset perusahaan dan melakukan kegiatan pemeriksaan pada kas ini dikenal dengan cash opname.

Sebagian dari Anda pasti sudah mengenal dengan istilah disebut stock opname. Baik cash opname maupun stock opname sebenarnya memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu melakukan pemeriksaan fisik guna mengecek keabsahan antara laporan akuntansi dengan yang sebenarnya.

Namun, bila pada stock opname yang diperiksa adalah stok persediaan barang perusahaan, maka pada cash opname objek yang diperiksa adalah uang perusahaan.

Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui lebih jauh dan mendalam tentang cash opname, silahkan baca terus artikel tentang cash opname di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Cash Opname?

Pada dasarnya, cash opname adalah suatu aktivitas pemeriksaan atau audit kas secara fisik, termasuk di dalamnya uang logam dan juga uang fisik, yang nantinya dibandingkan lagi dengan jumlah antara catatan akuntansi atau mutasi kas dengan nilai uang yang saat ini tengah dipegang oleh perusahaan, baik itu yang disimpan di dalam brankas perusahaan, atau yang sedang berada di tangan.

Namun, pemeriksaan uang kas secara fisik ini tidak terbatas pada uang logam dan uang kertas saja. Uang dalam bentuk lain, yaitu cek, giro dan wesel pun akan turut diperiksa.

Cash opname ini juga berkaitan dengan kas kecil atau yang sering dikenal dengan petty cash, sehingga harus dilakukan secara tepat pada tanggal neraca.

Bila ketika diperiksa ditemukan selisih ataupun perbedaan antara saldo yang berada di buku besar dengan saldo fisiknya, maka nilai selisih tersebut harus bisa dikonfirmasi dan dimasukkan ke dalam formulir pemeriksaan perusahaan.

Biasanya, pemeriksaan kas secara fisik ini dilaksanakan oleh auditor dengan cara melakukan pengujian fisik yang melibatkan perhitungan aset atau aktiva berwujud, yang mana didalamnya mencakup persediaan, kas, peralatan, bangunan, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, cash opname ini tidak bisa dilakukan pada aset atau keberadaannya tidak bisa dibuktikan, khususnya melalui dokumentasi, seperti investasi, piutang perusahaan, pendapatan, kewajiban, beban dibayar di muka atau hal lainnya.

Lebih dari itu, pengujian yang dilakukan secara fisik ini juga bisa digunakan oleh pihak auditor agar bisa menguji valuation atau penilaian atas kuantitas yang terlibat secara langsung dalam penentuan nilai sebagian besar aset.

Baca juga: Petty Cash Adalah Hal Penting dalam Pembukuan. Mari Pelajari Lebih Dalam

Apa Tujuan Dilakukannya Cash Opname?

Perlu Anda ketahui bahwa tujuan utama dilakukannya kegiatan cash opname adalah agar bisa mengendalikan kas perusahaan.

Selain itu, cash opname juga memiliki fungsi atau tujuan lain, apa saja? Berikut ini adalah jawabannya:

  1. Memeriksa apakah benar saldo kas kecil yang berada dalam neraca ada dan perusahaan memilikinya atau tidak.
  2. Membuktikan nominal uang saldo kas kecil sudah sesuai dengan catatan pembukuan yang dimiliki oleh perusahaan.
  3. Sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban pengeluaran dana yang dilakukan oleh kasir kas kecil.
  4. Memeriksa suatu batasan yang mungkin saja terdapat di dalam penggunaan dana kas kecil.
  5. Mencari dan menelusuri adanya fraud atau kecurangan yang mungkin saja terjadi, karena kas kecil memiliki sifat yang mudah dipindahtangankan dan tidak bisa dibuktikan kepemilikannya secara pasti.
  6. Sebagai suatu bentuk internal control perusahaan atas adanya transaksi yang berkaitan dengan kas kecil, apakah memang sudah tepat atau dibutuhkan perbaikan.

Baca juga: Mengenal Free Cash Flow dan Cara Mudah Menghitungnya

Lantas, Apa Saja Dokumen yang Dibutuhkan dalam Prosedur Cash Opname

Saat ingin melakukan kegiatan cash opname, maka Anda memerlukan beberapa dokumen pendukung penting lain. Apa saja dokumen penting tersebut? Berikut ini adalah ulasannya:

1. Laporan Penerimaan Barang (Receiving Report)

Laporan penerimaan barang ini mencakup data hasil pemeriksaan atas barang yang telah diterima. Di dalamnya berisi berbagai keterangan, yaitu:

  • Tanggal diterimanya barang atau produk.
  • Nomor pemesanan pembelian barang atau produk tersebut.
  • Nama, tipe, jenis, jumlah, dan kualitas produk barang yang diterima.
  • Catatan hasil pemeriksaan barang, contohnya seperti sesuai atau tidaknya barang dengan pesanan, adanya barang yang rusak, dan lain sebagainya.

Biasanya, formulir ini akan diisi oleh bagian penerimaan barang bila barang sudah diterima dan juga telah diperiksa.

2. Nota Debet (Debit Note)

Nota debet adalah suatu bukti transaksi perusahaan yang menyatakan bahwa sudah terjadi suatu pengembalian barang karena satu dan lain hal. Dokumen ini nantinya akan dikirim oleh pihak pembeli pada pihak penjual karena barang yang dibeli akan dikembalikan, bisa karena adanya kerusakan atau karena ketidaksesuaian pesanan.

3. Faktur Pemasok (Vendor Invoice)

Dokumen invoice ataupun faktur yang digunakan sebagai alat penagihan dari supplier atau pemasok produk barang atau jasa.

4. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursements Journal)

Sebuah jurnal yang dibuat agar bisa mencatat seluruh pengeluaran uang kas atau uang tunai.

Baca juga: Apa itu Cash Flow from Operating Activities? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya!

Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Cash Opname?

Untuk Anda yang ingin melakukan cash opname, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan cara di bawah ini:

1. Menghitung Kas atau Uang Fisik (Cash Count)

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menghitung kas secara dadakan di hari pertama kerja tahun buku agar bisa memastikan kehadiran fisik dari kas itu sendiri. Pelaksanaan perhitungan ini harus di bawah pengawasan pihak pemeriksa ataupun auditor dan harus disaksikan oleh kasir.

Lalu, buatlah berita acara perhitungan yang di dalamnya ditandatangani oleh pihak kasir yang bersangkutan.

2. Lakukanlah Perhitungan Mundur ke Posisi Tutup Buku

Pihak pemeriksa nantinya akan membandingkan jumlah yang diperoleh dari hasil pemeriksaan sebelumnya dengan saldo kas yang ada di buku besar. Hal ini dilakukan agar bisa memastikan kehadiran kas fisik, sesuai dengan yang tertera di dalam saldo buku besar.

3. Buatlah Daftar Cek dan Kasbon Sementara

Selanjutnya, Anda harus mempersiapkan daftar rincian bukti kasbon sementara yang belum dikembalikan atau pending bill, lengkap dengan bukti pendukung yang belum dibukukan.

4. Buatlah Berita Acara Pemeriksaan Kas

Prosedur terakhir yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat berita acara hasil pemeriksaan yang di dalamnya ditandatangani minimal oleh pihak penjaga kasir, akuntan atau bendahara, dan pihak auditor selaku pemeriksa. Bila nantinya ditemukan selisih, maka akan dikembalikan secara penuh pada pihak perusahaan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Discounted Cash Flow dan Contohnya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang cash opname, lengkap dengan pengertian, tujuan, hingga prosedur dalam melakukan cash opname.

Jadi, cash opname dilakukan agar bisa menjaga aset penting perusahaan, yakni kas yang terjadi dari setiap terjadinya kegiatan transaksi pembelian ataupun penjualan perusahaan. Untuk itu, sangat penting sekali untuk melakukan kegiatan pencatatan secara akurat pada arus kas masuk dan arus kas keluar.

Bila bisnis Anda saat ini masih tergolong bisnis yang kecil, mungkin Anda masih bisa melakukan pencatatan kas secara manual. Tapi bila kegiatan transaksi dalam sehari sudah berjumlah ratusan bahkan ribuan, maka Anda pasti akan kesulitan untuk memantau dan juga melakukan pemeriksaan satu per satu.

Nah, solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka kegiatan pencatatan transaksi akan terjadi secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu menunggu staf untuk membuat laporan arus kas, karena di dalamnya sudah terintegrasi secara penuh.

Kehadiran fitur kas dan transaksi dari Accurate Online juga akan menampilkan posisi keuangan perusahaan Anda secara real time, sehingga akan mempermudah Anda untuk melakukan pelacakan transaksi.

Selain itu, proses rekonsiliasi juga nantinya akan terjadi sangat cepat dengan adanya sistem yang secara otomatis akan menyesuaikan transaksi dengan berdasarkan tanggal, angka ataupun deskripsi.

Accurate Online pun sudah dilengkapi dengan fitur dan modul bisnis lainnya yang akan memudahkan Anda dalam mengelola persediaan barang digudang, menyelesaikan administrasi perpajakan, dan masih banyak lagi.

Seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online bahkan bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang terjangkau, dan Anda memiliki kesempatan untuk mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.