Expense Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Cost

Pada dasarnya, cost dan expense adalah dua istilah yang terdapat dalam ilmu akuntansi dan sering sekali disebut sebagai beban dan biaya. Tapi, tidak semua pebisnis mengerti akan dua istilah ini. Selain itu, istilah cost dan expense adalah suatu komponen yang terdapat dalam suatu laporan keuangan, untuk itu hal ini sangat bagi Anda ketika membuat laporan keuangan.

Saat menjalankan suatu bisnis, Anda pun harus bisa memahami persamaan dasar akuntansi, yang mana didalamnya saling berkaitan antara cost dan expense.

Sebagai seorang akuntan, memahami istilah yang saling berkaitan ini sangatlah penting, karena pekerjaan akuntan salah satunya adalah membuat laporan keuangan yang berhubungan dengan transaksi pengeluaran dan juga pemasukan yang didalamnya terdapat unsur cost dan expense.

Sebagai seorang pebisnis dan juga akuntan, memahami hal ini tentunya sangat penting untuk kemajuan bisnis Anda, hal tersebut agar tidak salah penempatan atau bahkan bisa menjadi suatu kerugian.

Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam pada Anda terkait pengertian expense dan perbedaannya dengan cost di bawah ini.

Sebagai seorang pebisnis atau akuntan, tentu saja ini merupakan bagian penting untuk kemajuan perusahaan, supaya tidak salah penempatan atau menjadi suatu kerugian. Untuk itu artikel ini akan membahas lebih jelas kepada Anda supaya mengetahui perbedaan mengenai biaya dan beban sebagai berikut.

Perbedaan Cost dan Expense Adalah

1. Mulyadi (2001:8)

Menurut Mulyadi, cost atau biaya adalah suatu pengorbanan dari sumber ekonomis yang dihitung dengan satuan uang, yang sudah terjadi, sedang terjadi, atau berpotensi akan terjadi untuk suatu tujuan tertentu.

Sebagai suatu biaya, maka perusahaan juga harus bisa mengeluarkan biaya demi memperoleh keuntungan dan mendapatkan manfaat di masa depan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Misalnya saja pada biaya perusahaan, yakni pembelian aset, yang di dalamnya harus mengeluarkan biaya atas pembelian aset perusahaan yang terdapat di dalam akun kas.

Salah satu pekerjaan akuntan dalam hal ini adalah mengelola akun biaya agar bisa dijadikan sebagai aset perusahaan, bahkan ketika pada saat melakukan perhitungan pada penyusutan aset.

Pada biaya, umumnya disebut sebagai sumber biaya yang termasuk dalam aset dalam hal pembelian, pengiriman dan menyiapkan aset serta melakukan pelatihan karyawan.

Biaya pembelian aset ini nantinya akan terlihat pada laporan neraca, biaya yang selalu ditampilkan dan menghasilkan akumulasi pasti nantinya harus dikurangi, sehingga hasilnya bisa dicantumkan pada nilai buku aset.

2. Menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia}

Beban atau expense adalah suatu penurunan manfaat ekonomi dalam kurun waktu satu periode akuntansi dalam bentuk pengeluaran ataupun berkurangnya suatu aset atau terjadi kondisi liabilitas yang membuat adanya penurunan pada nilai ekuitas yang tidak berhubungan dengan distribusi pada pihak investor.

Jadi kesimpulannya, beban atau expense adalah suatu pengorbanan usaha yang harus dikeluarkan dan juga dibutuhkan sebagai suatu hasil yang nantinya akan terhubung pada pendapatan.

Pengeluaran dan juga pengorbanan ini pun bisa diketahui sebagai sumber mata uang yang menggambarkan jumlah pendapatan di dalam periode akuntansi.

Klasifikasi beban ini digunakan sebagai suatu pendapatan dalam hasil perolehan perusahaan, seperti dalam akun laba rugi yang terdiri dari beban gaji karyawan, listrik, biaya sewa serta penyusutan. Beban juga berpotensi mengurangi pendapatan laba perusahaan yang akan berdampak dalam menentukan untung dan rugi suatu perusahaan.

Selain itu, dalam mengeluarkan manfaat ekonomi perusahaan, maka expense juga bisa berbentuk pada pengeluaran kas. Expense dalam akuntansi ini nantinya digunakan untuk menentukan laba. Cara menghitungnya expense adalah penghasilan yang dikurangi dengan pengeluaran. Cost atau biaya dalam akuntansi ini dibagi menjadi dua, yakni biaya tetap dan biaya variabel.

Menghitung biaya dan juga beban adalah salah satu fokus utama dalam bisnis perusahaan. Saat kegiatan usaha yang sudah Anda lakukan berjalan lama tapi tidak melakukan perhitungan pada biaya dan beban secara profesional, maka usaha yang sudah berjalan berpotensi menghasilkan kegagalan atau bahkan kebangkrutan.

Baca juga: Pastikan Arus Kas Aman Dengan Mengoptimalkan DSO Pada Bisnis

Klasifikasi Perbedaan Cost dan Expense

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sebagai seorang pebisnis atau baru terlibat dalam masalah akuntansi, kemungkinan besar Anda akan kebingungan dengan adanya kedua perbedaan pada kedua istilah cost dan expense.

Untuk Anda yang masih ingin memahami perbedaannya secara mendalam, berikut ini kami berikan klasifikasi terkait perbedaan expense dan cost yang harus Anda pahami.

1. Sebagai Garis Besar

Secara umum, bisa kita artikan bahwa cost adalah seluruh sumber ekonomi yang harus dikeluarkan agar bisnis bisa tetap berjalan dengan baik. Selain itu, beban juga beban atau expense juga bisa dijadikan sebagai suatu langkah penurunan nilai ekonomi seperti pengeluaran uang terhadap penyusutan pada nilai aktiva.

Pada umumnya, expense dan cost memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok dan bisa kita pahami dengan mudah. Untuk itu, pada biaya belum tentu akan dipergunakan oleh kegiatan bisni tapi beban yang sudah ada akan digunakan pada  kegiatan awal bisnis.

2. Letak Expense dan Cost Pada Laporan Keuangan

Klasifikasi perbedaan akun cost dan expense pada laporan keuangan adalah pada beban yang akan dibukukan pada laporan laba rugi, yang tentunya tidak akan memberikan manfaat di masa depan. Sehingga, bebannya hanya akan berguna sebagai pengeluaran yang sudah terpakai dan memiliki periode waktu kurang dari satu tahun.

Berbeda halnya dengan letak akun biaya yang akan dibukukan dalam laporan neraca, dan mempunyai manfaat di masa yang akan datang dan bisa dianggap sebagai aktiva karena biaya tersebut belum digunakan.

3. Sesuai Dengan Periode Akuntansi

Klasifikasi lainnya yang ada dari perbedaan antara biaya dan juga beban bisa dilihat dari sebuah laporan keuangan periode akuntansi, yang mana biaya atau cost mempunyai lebih dari satu periode akuntansi.

Oleh karena itu, biayanya pun masih dianggap sebagai pengeluaran atas suatu modal ataupun aset, namun sebaliknya dengan expense yang mempunyai periode akuntansi kurang dari setahun.

Expense akan dinilai sebagai pengeluaran yang bisa dimanfaatkan untuk bisa menghasilkan sumber pendapatan, yang mana pada kedua hal tersebut bisa dikatakan sebagai expense recognition.

Komponen beban juga akan sangat berguna sebagai sumber modal yang jumlahnya relatif lebih kecil dari jumlah biaya. Periode akuntansi yang lebih dari setahun ini akan disebut sebagai capital expenditure. Tapi, jika kurang dari periode setahun seperti akun beban, maka akan dianggap sebagai revenue expenditure.

4. Sesuai Dengan Jumlah Dan Nilai Nominal yang Dikeluarkan

Tentunya dalam hal ini biaya akan diambil atas modal suatu perusahaan, sehingga pengeluaran yang sudah dikeluarkan juga akan lebih besar dan bahkan sama dengan aset usaha lainnya seperti biaya ataupun biaya penyusutan yang periodenya terus berkelanjutan.

Di dalam suatu akun beban, akan diambil data dari nilai pendapatan. Selain itu, akun beban juga belum tentu ada pada periode selanjutnya. Tapi, pada akun beban ini mempunyai nilai pengeluaran yang relatif lebih kecil dari nilai biaya.

5. Manfaat Expense dan Cost

Cost dan expense tentunya memiliki manfaatnya masing-masing. Akun biaya akan sangat bermanfaat dan mempengaruhi nilai pendapatan, berbeda dengan akun beban atau expense yang lebih bermanfaat untuk sumber daya.

Adanya manfaat ini juga mampu memberikan efek pada sejumlah dana modal yang akan diterima setelanya, namun pada akun beban akan memberikan efek yang besar pada jumlah keuangan perusahaan.

Contoh Pembukuan Bisnis Expense dan Cost

Berikut ini adalah contoh pembukuan bisnis dari dari expense dan cost agar Anda tidak salah dalam membedakannya.

1. Contoh Pada Akun Biaya

PT ABC membeli sejumlah laptop untuk kegiatan operasional bisnis karyawannya, yang mana laptop tersebut memiliki umur manfaat lebih dari lima tahun.

Dalam hal ini, maka laptop bisa dikelompokkan menjadi bagian aset, karena laptop tersebut termasuk dalam kategori aset tetap dan juga memiliki umur manfaat yang lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi.

2. Contoh Pada Akun Beban

Dengan membeli laptop tersebut, maka PT ABC harus bersedia mengeluarkan biaya tambahan lain seperti biaya perbaikan laptop, biaya internet, dan juga biaya lainnya.

Baca juga: PSAK Adalah: Berikut Pengertian Lengkap dan Jenisnya

Kesimpulan

Dengan mengetahui beberapa perbedaan yang ada pada biaya atau cost dan beban atau expense yang  memang memiliki berbeda, maka posisi penyusunan kaun biaya dan beban juga tentu tidak bisa disamakan.

Untuk itu, Anda harus memiliki pemahaman yang mumpuni agar tidak salah saat membuat suatu laporan keuangan.

Agar lebih mudah lagi dalam membuat laporan keuangan, mungkin Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? Karena aplikasi ini mampu memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan secara lengkap dan berbagai kegiatan akuntansi lainnya. Selain itu, berbagai fitur seperti fitur perpajakan, persediaan, perbankan, pembelian dan penjualan di dalamnya juga akan memudahkan Anda untuk menjalankan bisnis online ataupun offline.

Tertarik? Anda bisa menggunakan Accurate Online gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini:

Accurate-