5 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

oleh | Jul 24, 2024

source envato.

Laporan Keuangan bukan sekadar himpunan angka dan tabel, melainkan gambaran yang menceritakan kesehatan finansial suatu entitas.

Di balik setiap data terdapat kualitas akan karakteristik yang memainkan peran sentral dalam memberikan pemahaman yang akurat dan relevan.

Apa saja karakteristik tersebut? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang karakteristik kualitatif laporan keuangan di bawah ini.

Pengertian Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Pada dasarnya, karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah karakteristik yang harus ada dalam membuat laporan keuangan.

Mengutip dari Buletin Investor Perpective karya Patricia McConnell, Karakteristik kualitatif adalah kualitas yang kami yakini harus dimiliki oleh informasi keuangan untuk memenuhi tujuannya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa laporan keuangan adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban pihak perusahaan pada para pemangku kepentingan di dalam perusahaan.

Laporan keuangan adalah suatu catatan informasi finansial terkait suatu entitas yang mampu menggambarkan performa entitas tersebut di dalam suatu periode akuntansi.

Laporan keuangan dibuat agar bisa menyajikan informasi terkait performa perusahaan dan juga berguna untuk mengambil keputusan perusahaan.

Laporan keuangan ini dibuat pada tiap akhir periode akuntansi. Setiap perusahaan mempunyai periode akuntansi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Bisa dalam waktu satu tahun ataupun 6 bulan tergantung pada kebijakan pada tiap perusahaan.

Laporan keuangan ini bisa dibuat secara manual ataupun dengan menggunakan software akuntansi.

Laporan keuangan mampu membantu menilai performa perusahaan dalam waktu satu periode akuntansi.

Laporan keuangan juga akan mampu membantu perusahaan guna menentukan langkah perusahaan kedepannya.

Jadi, secara umum laporan keuangan harus dibuat oleh perusahaan, baik itu perusahaan manufaktur ataupun perusahaan lainnya.

Terdapat empat elemen yang terdapat di dalam laporan keuangan, yakni laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan juga laporan arus kas.

Di dalam laporan keuangan akan tersaji informasi pada pengguna mengenai indikasi apakah sumber daya perusahaan sudah didapatkan dan juga digunakan sesuai dengan anggaran yang ada.

Selain itu juga sebagai indikasi apakah sumber daya sudah didapat dan digunakan sesuai dengan ketentuan, termasuk pada batas anggara yang sudah ditetapkan.

Informasi yang ada di dalam laporan keuangan ini sifatnya harus relevan, guna memenuhi tujuan laporan keuangan, tapi tidak juga sepenuhnya mampu memenuhi tujuan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, laporan keuangan juga akan memberikan gambaran yang komprehensif terkait suatu kegiatan pada suatu entitas laporan dalam kurun waktu satu periode.

Selain itu, di dalam laporan keuangan juga terdapat beberapa karakteristik yang harus dipenuhi saat membuatnya.

Baca juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya 

5 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif laporan keuangan dibuat untuk menyediakan informasi yang bermanfaat guna mengevaluasi performa manajerial dan juga organisasional.

Pelaporan keuangan akan mampu membantu memenuhi kewajiban perusahaan agar semakin akuntabel secara publik.

Pelaporan keuangan juga akan membantu memenuhi keperluan para pengguna laporan keuangan yang memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan.

Keterbatasan kemampuan untuk mendapatkan informasi dan oleh karena itu para pemilik kepentingan laporan keuangan menyandarkan laporan keuangan sebagai suatu sumber informasi yang sangat penting.

Informasi yang disajikan di dalam laporan keuangan harus berdasarkan dengan Standar Akuntansi Pemerintah atau SAP, jadi harus mempunyai karakteristik kualitatif laporan keuangan.

Jadi, berdasarkan SAP, karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah sebagai berikut ini:

1. Mudah Dipahami (Understandability)

Mudah Dipahami

ilustrasi karakteristik kualitatif laporan keuangan. source envato

Suatu informasi baru bisa dikatakan bermanfaat untuk penerimanya jika bisa dipahami dengan baik.

Nah, agar laporan keuangan bisa dipahami dengan baik, maka pengguna dianggap sudah mempunyai pengetahuan yang memadai terkait kegiatan ekonomi dan bisnis, serta asumsi dan juga konsep yang menjadi dasar laporan keuangan.

Nah, dalam membuat laporan keuangan, ada karakteristik kualitatif laporan keuangan yang harus dipenuhi, yakni mudah dipahami.

Sehingga akan lebih mudah untuk dimengerti oleh para pembaca pada umumnya yang bukan seorang ahli.

Namun, tentunya kesederhanaan ataupun kemudahan ini tidak bisa mengorbankan relevansi informasi yang harus disajikan, walaupun memang agak kompleks.

Agar laporan keuangan yang sudah diaudit oleh auditor independen ini bisa terbaca dan juga bermanfaat dan juga tidak menyesatkan untuk pengguna informasi, tentu informasi tersebut harus bisa dengan mudah dipahami.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Sederhana dan Cara Mudah Membuatnya untuk UMKM

2. Relevansi (Relevance)

Karakteristik kualitatif laporan keuangan yang selanjutnya adalah relevansi. Tujuannya adalah agar informasi laporan keuangan bermanfaat.

Maka laporan keuangan tersebut harus relevan untuk para penerima ataupun pengguna dalam hal mengambil suatu keputusan.

Informasi mempunyai kualitas yang relevan bila dapat dipengaruhi oleh pemakai dalam hal mengambil suatu keputusan dengan cara membantu mengevaluasi kegiatan di masa lalu, masa kini, ataupun pada masa depan.

Informasi yang sifatnya penegasan terkait peristiwa ataupun keadaan masa lalu dan masa kini,

Berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan guna meramalkan ataupun memproyeksikan suatu kejadian ataupun peristiwa pada waktu yang akan datang.

Namun, harus selalu diingat bahwa laporan keuangan yang disusun dalam rangka pertanggungjawaban manajemen.

Juga tujuan umum kepada para petinggi atau pemilik perusahaan harus disusun dengan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.

Walaupun begitu, data yang tersedia di masa lalu diharapkan bisa digunakan oleh seorang analis keuangan untuk melakukan suatu prediksi terkait entitas untuk waktu yang akan datang.

Berikut ini adalah salah satu contoh informasi laporan keuangan yang relevan.

  • Memiliki manfaat umpan balik: Informasi yang memungkinkan para pengguna untuk bisa menegaskan ataupun mengoreksi hasil di masa lalu.
  • Memiliki manfaat prediktif: Informasi yang mampu membantu para pengguna untuk bisa memprediksi waktu yang akan datang dengan berdasarkan pada hasil dari masa lalu ataupun kejadian di masa kini.
  • Tepat waktu
  • Dibuat dengan Lengkap

3. Materialitas (Materiality)

Materialitas

ilustrasi karakteristik kualitatif laporan keuangan. source envato

Materialitas adalah karakteristik kualitatif selanjutnya yang terdapat di dalam laporan keuangan.

Materialitas adalah suatu tolak ukur apakah suatu informasi bisa dianggap relevan atau tidak.

Suatu informasi akan dianggap material/signifikan jika salah penyajian, atau salah mencantumkan informasi bisa mempengaruhi keputusan ekonomi dan menyesatkan.

Baca juga: Mengenal 6 Jenis Laporan Keuangan dan Manfaatnya

4. Keandalan (Reliability)

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan selanjutnya yang tentu harus ada di dalam laporan keuangan adalah keandalan.

Bila terjadi suatu penundaan yang tidak semestinya di dalam laporan keuangan, maka informasi yang dihasilkan pun akan kehilangan tingkat relevansinya.

Pihak manajemen kemungkinan besar harus mampu menyeimbangkan manfaat relatif antara suatu pelaporan yang tepat waktu dan juga ketentuan informasi yang memang andal.

Pihak penyedia informasi yang tepat waktu akan mampu meningkatkan keandalan informasi.

Sebaliknya, bila pelaporan ditunda hingga seluruh aspek di dalamnya diketahui,

Maka informasi yang dihasilkan pun kemungkinan besar akan menjadi sangat handal, namun menjadi kurang bermanfaat untuk para pengambil keputusan.

Untuk itu, penggunaan software akuntansi di dalam perusahaan akan sangat membantu dalam menyajikan berbagai laporan tersebut secara lebih tepat waktu tanpa harus disusun terlebih dahulu secara manual.

Nah, agar suatu informasi bisa diandalkan, maka informasi tersebut harus memenuhi persyaratan.

Apa saja persyaratannya? di antaranya adalah penyajian yang jujur, substansi yang mampu mengungguli bentuk, netral, pertimbangan yang sehat, dan juga lengkap.

Baca juga: 10 Rekomendasi Software Laporan Keuangan Termudah di Indonesia

5. Dapat Diperbandingkan (Comparability)

Dapat Diperbandingkan

ilustrasi karakteristik kualitatif laporan keuangan. source envato

Karakteristik kualitatif laporan keuangan terakhir yang harus ada di dalam laporan keuangan keuangan adalah bisa dipertimbangkan dengan baik.

Para pengguna informasi harus mampu membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periodenya agar bisa mengidentifikasi adanya kecenderungan posisi dan juga kinerja keuangan.

Para pengguna informasi juga harus bisa membandingkan laporan keuangan antar organisasi agar bisa mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, dan juga perubahan posisi keuangan.

Untuk itu, bentuk pengukuran dan juga penyajian pada dampak keuangan dari transaksi dan juga peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi publik terkait.

Bentuk pengukuran antar periode organisasi harus yang serupa, dan untuk organisasi yang berbeda-beda.

Implikasi yang penting dari karakteristik kualitatif laporan keuangan yang mampu dibandingkan adalah pihak pengguna informasi harus memperoleh informasi terkait kebijakan akuntansi,

Hal ini yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan pada sektor publik, perubahan kebijakan, dan juga pengaruhnya pada perubahan tersebut.

Setiap pengguna informasi bisa mengidentifikasi adanya perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk melakukan transaksi.

Berlaku juga akan peristiwa lainnya yang sama dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya dalam perusahaan yang berbeda.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Keuangan dengan Aplikasi Akuntansi

Karakteristik Laporan Keuangan secara Lengkap

Relevansi

ilustrasi karakteristik kualitatif laporan keuangan. source envato

Selain karakteristik utama yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya, terdapat juga karakteristik pendukung yang tidak kalah pentingnya.

Pastikan karakteristik yang berikut terdapat pada laporan keuangan Anda:

1. Konsistensi (Consistency)

Laporan keuangan harus menggunakan prinsip dan metode akuntansi yang sama dari satu periode ke periode berikutnya.

Prinsip ini memungkinkan pengguna untuk membandingkan hasil operasi dan kondisi keuangan dari waktu ke waktu.

Konsistensi memastikan bahwa perubahan dalam laporan keuangan dari satu periode ke periode lainnya disebabkan oleh perubahan kinerja ekonomi, bukan perubahan dalam metode akuntansi.

2. Kelengkapan (Completeness)

Semua informasi yang relevan dan diperlukan harus disertakan dalam laporan keuangan. Tidak boleh ada informasi yang sengaja dihilangkan atau disembunyikan.

Kelengkapan memastikan bahwa pengguna laporan keuangan memiliki semua data yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat dan akurat.

3. Keterukuran (Verifiability)

Informasi dalam laporan keuangan harus dapat diverifikasi melalui bukti yang objektif.

Dua atau lebih pengamat yang kompeten dan independen harus dapat mencapai kesimpulan yang sama mengenai representasi keuangan tertentu.

Keterukuran meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap laporan keuangan karena informasi yang disajikan dapat diverifikasi.

4. Ketepatan Waktu (Timeliness)

Laporan keuangan harus disajikan dalam waktu yang tepat untuk menjadi relevan. Informasi yang terlalu lama dapat kehilangan nilainya karena tidak lagi mencerminkan kondisi terkini.

Ketepatan waktu memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang masih relevan dan terkini.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Keuangan di Excel & Contohnya

5. Daya Uji (Testability)

Keandalan

ilustrasi karakteristik kualitatif laporan keuangan. source envato

Informasi yang disajikan harus bisa diuji dan diverifikasi keakuratannya dengan menggunakan metode atau standar akuntansi yang diterima umum.

Daya uji memastikan bahwa laporan keuangan didasarkan pada data yang benar dan metode yang tepat.

6. Ketepatan Penyajian (Faithful Representation)

Informasi dalam laporan keuangan harus menyajikan transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya secara benar dan jujur, tanpa distorsi atau manipulasi.

Ketepatan penyajian memberikan kepercayaan kepada pengguna bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi dan kinerja sebenarnya dari entitas.

7. Substansi Mengungguli Bentuk (Substance Over Form)

Laporan keuangan harus mencerminkan substansi ekonomi dari transaksi dan peristiwa, bukan hanya bentuk hukumnya.

Hal ini memastikan bahwa laporan keuangan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang keadaan ekonomi entitas.

Baca juga: Pengertian Karakteristik Akuntansi dan 8 Pengaruh Besarnya pada Bisnis

Penutup

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa karakteristik kualitatif laporan keuangan ada lima, yaitu mudah dipahami, relevan, materialitas, keandalan, dan dapat diperbandingkan.

Namun, agar Anda lebih mudah lagi dalam membuat laporan keuangan, kami sarankan agar Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis Accurate Online.

Software akuntansi ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses dimana saja dan kapan saja.

Selain itu, software akuntansi ini juga sudah dipercaya oleh lebih dari 300 lebih pebisnis di tanah air karena banyaknya fitur yang mampu memudahkan kegiatan bisnis online ataupun offline mereka.

Anda bisa langsung menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait