Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dan 11 Prinsip Penting Di Dalamnya

oleh | Sep 29, 2023

source envato.

Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dan 11 Prinsip Penting Di Dalamnya

Kerangka konseptual pelaporan keuangan adalah pondasi penting dalam penyusunan laporan keuangan sebuah entitas bisnis. Dalam era globalisasi dan kompleksitas bisnis saat ini, pemahaman yang mendalam tentang kerangka konseptual ini menjadi krusial bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemilik, investor, kreditur, dan pemerintah.

Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan prinsip-prinsip kerangka konseptual yang tepat akan memberikan informasi yang lebih transparan, relevan, dan andal, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih bijak.

Mengenali dan mengimplementasikan kerangka konseptual pelaporan keuangan tidak hanya merupakan tuntutan regulasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral perusahaan untuk menyediakan informasi yang jujur dan adil kepada semua pihak yang berkepentingan.

Dalam artikel ini, kami akan membahaskonsep, prinsip, dan relevansi kerangka konseptual pelaporan keuangan dalam konteks bisnis modern.

Pengertian Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

Pengertian Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

ilustrasi kerangka konseptual pelaporan keuangan. source envato

Berdasarkan e-book resmi yang dipublikasikan oleh International Financial Reporting Standards atau IFRS, kerangka konseptual pelaporan keuangan atau Financial Reporting Conceptual Framework adalah sebuah konsep atau landasan teoritis yang digunakan sebagai panduan bagi entitas bisnis dan organisasi dalam penyusunan laporan keuangan.

Kerangka konseptual pelaporan keuangan ini memberikan arahan tentang prinsip-prinsip dasar, tujuan, serta kriteria pelaporan keuangan yang seharusnya diikuti dalam penyusunan laporan keuangan suatu entitas.

Tujuan utama dari Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan adalah:

  • Relevansi: Laporan keuangan harus memberikan informasi yang relevan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi tersebut harus dapat memengaruhi pemahaman dan evaluasi tentang kinerja dan posisi keuangan entitas.
  • Keandalan (Reliability): Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat diandalkan. Ini berarti informasi tersebut harus akurat, terpercaya, dan dapat dipercaya oleh para pemangku kepentingan.
  • Kemudahan Dalam Memahami (Understandability): Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan yang memiliki beragam tingkat pengetahuan keuangan dan bisnis.
  • Komparabilitas (Comparability): Laporan keuangan harus memungkinkan pembandingan antara periode yang berbeda atau antara entitas yang berbeda. Ini memungkinkan para pemangku kepentingan untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu atau membandingkan kinerja antara entitas yang berbeda.
  • Keseluruhan (Completeness): Laporan keuangan harus mencakup semua informasi yang diperlukan untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kinerja dan posisi keuangan entitas.
  • Konsistensi (Consistency): Prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun, kecuali jika ada alasan yang baik untuk mengubahnya.
  • Materialitas (Materiality): Informasi yang dianggap material harus disajikan dengan jelas dalam laporan keuangan. Materialitas mengacu pada informasi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan para pemangku kepentingan.

Kerangka konseptual pelaporan keuangan ini membantu menjelaskan mengapa entitas bisnis memilih metode akuntansi tertentu, bagaimana mengukur aset dan kewajiban, serta bagaimana menyajikan informasi keuangan.

Hal ini merupakan panduan penting bagi penyusun laporan keuangan dalam menjaga kualitas dan konsistensi pelaporan keuangan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dan mematuhi standar akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Pengertian Disbursement dan Dampaknya Pada Perekonomian

Prinsip Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

Prinsip Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

ilustrasi kerangka konseptual pelaporan keuangan. source envato

Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan mengandung beberapa prinsip dasar yang memberikan pedoman untuk penyusunan laporan keuangan yang berkualitas dan informatif. Prinsip-prinsip ini mencakup:

1. Prinsip Keandalan (Reliability)

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus andal, yaitu akurat, dapat dipercaya, dan bebas dari bias. Hal ini akan menciptakan dasar kepercayaan para pemangku kepentingan dalam informasi yang disampaikan.

2. Prinsip Keseluruhan (Completeness)

Laporan keuangan harus mencakup semua informasi yang relevan dan penting untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kinerja dan posisi keuangan entitas.

3. Prinsip Kemudahan Dalam Memahami (Understandability)

Informasi dalam laporan keuangan harus mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan yang memiliki beragam tingkat pengetahuan keuangan dan bisnis. Bahasa yang digunakan harus jelas dan tidak terlalu teknis.

4. Prinsip Relevansi (Relevance)

Informasi dalam laporan keuangan harus relevan bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi yang tidak relevan atau tidak penting dapat mengganggu pemahaman yang benar tentang situasi keuangan entitas.

5. Prinsip Keterbandingan (Comparability)

Laporan keuangan harus memungkinkan pembandingan antara periode yang berbeda atau antara entitas yang berbeda. Di dalamnya memerlukan penggunaan prinsip-prinsip akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun.

6. Prinsip Materialitas (Materiality)

Informasi yang dianggap material harus disajikan secara terpisah dalam laporan keuangan. Materialitas mengacu pada informasi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan para pemangku kepentingan.

7. Prinsip Konsistensi (Consistency)

Prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi hanya diperbolehkan jika ada alasan yang baik dan harus diungkapkan dengan jelas.

8. Prinsip Pengukuran (Measurement)

Prinsip ini menjelaskan bagaimana aset, kewajiban, pendapatan, dan biaya harus diukur dalam laporan keuangan. Metode pengukuran yang umum digunakan meliputi biaya historis, nilai wajar, dan biaya yang diamortisasi.

9. Prinsip Pelaporan Entitas (Entity Concept)

Laporan keuangan harus disusun berdasarkan entitas bisnis sebagai unit ekonomi terpisah. Artinya, laporan keuangan harus memisahkan transaksi dan kejadian bisnis satu entitas dari entitas lain atau dari pemiliknya.

10. Prinsip Realisasi Pendapatan (Revenue Recognition)

Pendapatan harus diakui ketika telah terwujud dan dapat diukur secara andal. Artinya, pendapatan tidak boleh diakui sebelum barang atau jasa telah disampaikan atau layanan telah diselesaikan.

11. Prinsip Kewajaran (Fair Presentation)

Laporan keuangan harus memberikan gambaran yang adil (fair presentation) tentang kinerja dan posisi keuangan entitas. Jika ada ketidakpastian atau estimasi, informasi yang sesuai harus disediakan.

Prinsip-prinsip ini membentuk dasar bagi penyusunan laporan keuangan yang akurat, informatif, dan dapat diandalkan. Menerapkan prinsip-prinsip ini membantu entitas untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dan menjaga integritas laporan keuangannya.

Baca juga: Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang dan 10 Cara Mudah Melakukannya

Relevansi Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan Dalam Konteks Bisnis Modern

Relevansi Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan Dalam Konteks Bisnis Modern

ilustrasi kerangka konseptual pelaporan keuangan. source envato

Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan memiliki relevansi yang besar dalam konteks bisnis modern. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kerangka konseptual ini tetap penting dalam era bisnis yang terus berkembang:

1. Menghadapi Kompleksitas Bisnis

Bisnis modern seringkali sangat kompleks dengan berbagai jenis transaksi dan instrumen keuangan. Kerangka konseptual pelaporan keuangan akan membantu dalam mengidentifikasi cara yang tepat untuk mengukur, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan dalam situasi yang kompleks ini.

2. Globalisasi

Bisnis modern sering beroperasi di pasar global. Kerangka konseptual pelaporan keuangan akan menyediakan dasar yang seragam untuk pelaporan keuangan, sehingga memudahkan pembandingan antar entitas yang berbeda dan memungkinkan investasi lintas batas yang lebih efisien.

3. Teknologi dan Inovasi

Perkembangan teknologi dan inovasi telah mengubah cara bisnis beroperasi. Kerangka konseptual pelaporan keuangan harus terus beradaptasi untuk memasukkan pertimbangan baru terkait dengan digitalisasi, kripto-aset, dan perkembangan teknologi lainnya dalam pengukuran dan pelaporan keuangan.

4. Ketahanan Keuangan

Dalam bisnis modern, ketahanan keuangan menjadi sangat penting. Kerangka konseptual membantu entitas dalam mengukur dan melaporkan aset, kewajiban, dan risiko yang relevan untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan jangka panjang.

5. Pemangku Kepentingan yang Beragam

Bisnis modern memiliki beragam pemangku kepentingan, seperti investor, pemerintah, konsumen, dan komunitas. Kerangka konseptual membantu memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan memenuhi kebutuhan beragam pemangku kepentingan ini.

6. Kepatuhan Regulasi

Bisnis modern tunduk pada regulasi keuangan yang semakin kompleks. Kerangka konseptual membantu entitas dalam memahami dan mematuhi standar akuntansi dan regulasi yang berlaku.

7. Pentingnya Pengambilan Keputusan yang Cepat

Di era bisnis yang bergerak cepat, pengambilan keputusan yang cepat dan akurat sangat penting. Kerangka konseptual membantu menyediakan informasi yang relevan dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan yang efisien.

8. Pertanggungjawaban dan Transparansi

Bisnis modern sering ditempatkan di bawah tekanan untuk lebih bertanggung jawab dan transparan dalam pelaporan keuangan mereka. Kerangka konseptual membantu menciptakan dasar untuk penyampaian informasi yang jujur dan akuntabel kepada publik.

Dengan kata lain, dalam bisnis modern yang terus berubah dan kompleks, Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan tetap menjadi pedoman yang esensial.

Ini membantu entitas untuk menyusun laporan keuangan yang tidak hanya mematuhi standar akuntansi yang berlaku tetapi juga memberikan informasi yang relevan, andal, dan berguna bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional.

Baca juga: Siklus Akuntansi : Pengertian dan Penjelasan yang Lengkap

Penutup

Dalam mengakhiri pembahasan mengenai kerangka konseptual pelaporan keuangan dalam konteks bisnis modern, penting untuk diingat bahwa kerangka konseptual ini adalah landasan yang sangat penting bagi penyusunan laporan keuangan yang berkualitas dan informatif.

Bisnis modern yang bergerak cepat dan terus berkembang menghadapi berbagai tantangan dan kompleksitas. Dengan mematuhi prinsip-prinsip dalam kerangka konseptual, entitas bisnis dapat:

  • Menghadapi Kompleksitas: Menyajikan informasi keuangan dalam situasi bisnis yang semakin kompleks dengan lebih baik.
  • Mendukung Pengambilan Keputusan: Memberikan dasar yang kuat bagi para pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan yang bijak.
  • Menghadapi Perkembangan Teknologi: Mengakomodasi perubahan teknologi dan inovasi dalam pelaporan keuangan.
  • Menghormati Ketahanan Keuangan: Memastikan bahwa aset, kewajiban, dan risiko yang relevan dipahami dan dikelola dengan baik.
  • Melayani Pemangku Kepentingan yang Beragam: Menyediakan informasi yang memenuhi kebutuhan beragam pemangku kepentingan.
  • Mematuhi Regulasi: Mematuhi peraturan dan standar akuntansi yang berlaku.
  • Bertanggung Jawab dan Transparan: Menyampaikan informasi dengan integritas, tanggung jawab, dan transparansi.

Kerangka konseptual pelaporan keuangan bukan hanya pedoman teknis, tetapi juga merupakan alat yang membantu bisnis untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih baik.

Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kerangka konseptual ini, bisnis dapat membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Namun bila Anda tidak memiliki waktu atau kesulitan dalam membuat laporan keuangan, lebih baik Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi berbasis cloud computing ini mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan juga akurat.

Berbagai fitur bisnis di dalamnya yang saling terintegrasi pun akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola aset dan persediaan, menyelesaikan pelaporan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari gratis!

akuntansibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait