Apa Itu Koefisien Korelasi dan Contoh Kasusnya dalam Statistik Sederhana

Analisis korelasi merupakan istilah dalam ilmu statistik yang biasa digunakan untuk mempelajari hubungan antara variabel. Dimana tujuan daripada teknik analisis ini ialah untuk mendapatkan pola dan keeratan atau kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dengan koefisien korelasi.

Penggambaran sederhana dari penggunaan teknik analisis ini ialah ketika kita mempertanyakan apakah variabel X memiliki hubungan dengan variabel Y? Seperti, apakah nilai matematika siswa memiliki keterkaitan hubungan dengan tingkat kecerdasan (IQ-nya)? Atau, apakah ada hubungan antara intensitas hujan dengan penjualan es buah?

Untuk lebih memahaminya, artikel kali ini akan menguraikan pengertian mengenai apa itu koefisien korelasi, termasuk interpretasi, rumus, dan contoh penerapannya dalam statistik sederhana.

Apa Itu Koefisien Korelasi?

Seperti disebutkan sebelumnya, koefisien korelasi adalah nilai yang menunjukkan kuat atau tidaknya hubungan linier antar dua variabel. Korelasi ini biasa dilambangkan dengan huruf r, yang nilainya berada di rentang -1 sampai +1.

Nilai r yang mendekati -1 atau +1 menunjukkan hubungan yang kuat di antara dua variabel tersebut, sementara nilai r yang mendekati 0 mengindikasikan hubungan yang lemah.

Jika koefisien korelasi menunjukkan hasil positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. Artinya, ketika variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula.

Sementara, jika koefisien korelasi negatif, maka kedua variabel memiliki hubungan yang berlawanan. Dimana jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y justru rendah atau menurun.

Secara lebih detail, untuk melihat interpretasi korelasi antar dua variabel, berikut ini kriteria hasil perhitungan mengutip dari Sarwono:2006.

  • 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel
  • >0 – 0,25 : Korelasi sangat lemah
  • >0,25 – 0,5 : Korelasi cukup
  • >0,5 – 0,75 : Korelasi kuat
  • >0,75 – 0,99 : Korelasi sangat kuat
  • 1 : Korelasi hubungan sempurna positif
  • -1 : Korelasi hubungan sempurna negatif

Jadi, secara keseluruhan, penafsiran hasil korelasi melihat pada tiga hal yakni kekuatan hubungan dua variabel, signifikansi hubungan, dan arah hubungan.

Baca juga: Buku Besar Pembantu Utang: Ini Pengertian dan Contohnya!

Rumus Koefisien Korelasi

Ada begitu banyak rumus yang bisa digunakan dalam menentukan tingkat hubungan antar variabel. Namun, dalam hal ini, akan dibahas teknik koefisien korelasi pearson atau product moment coefficient of correlation yang diperkenalkan oleh Francis Galton.

Korelasi pearson menjadi metode yang paling umum dan mudah digunakan tanpa harus memodifikasi data. Keeratan hubungan dua variabel di dalamnya ditunjukkan dengan skala data interval atau ratio. Adapun perhitungannya diperoleh dengan membagi kovarians kedua variabel dengan perkalian simpangan bakunya, sebagaimana diuraikan dengan rumus sebagai berikut:

Koefisien Korelasi: Pengertian dan Contoh Kasusnya

  • Huruf n mewakili jumlah titik pasangan (X,Y)
  • X mewakili nilai variabel X
  • Y mewakili nilai variabel Y

Dalam persamaan garis linear, variabel X biasa disebut dengan variabel bebas, yaitu variabel yang digunakan untuk memprediksi variabel Y. Sementara, variabel Y disebut dengan variabel tak bebas, yaitu variabel yang nilainya diprediksi atau ditentukan oleh nilai variabel X.

Namun, perlu diperhatikan bahwa hasil koefisien korelasi hanya bisa digunakan sebagai indikasi awal dalam analisis. Artinya, nilai korelasi tidak bisa menggambarkan hubungan sebab dan akibat antara variabel X dan Y yang diperhitungkan. Begitu pun dalam analisa hubungan X dan Y ini perlu didasari hubungan yang logis antara kedua variabel.

Baca juga: Joint Cost Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Joint Product Cost

Contoh Kasus Penerapan Koefisien Korelasi

Sebagai contoh, berikut ini disajikan data harga rata-rata dollar Amerika dan emas 24 karat di pasaran Jakarta di antara tahun 1970 sampai 1978.

Untuk menentukan apakah terdapat korelasi antar kedua variabel, yakni harga dollar Amerika dan harga emas 24 karat, maka perhitungan dengan menggunakan korelasi pearson adalah:

  • Harga dollar US = X
  • Harga emas 24 karat = Y

Dari hasil di atas, terlihat bahwa ada hubungan linier antara harga dollar US dengan harga emas 24 karat, dimana hubungannya dapat dikatakan kuat dan positif melalui hasil korelasi sebesar 0,945.

Dengan demikian, kenaikan harga dollar US terjadi bersama-sama dengan kenaikan harga emas 24 karat. Begitu pun sebaliknya, penurunan harga US yang terjadi juga diiringi dengan penurunan harga emas 24 karat.

Baca juga: Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan

Kesimpulan

Koefisien korelasi adalah salah satu metode dalam teknik analisis korelasi yang bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan hubungan antar dua variabel. Dimana hasilnya dapat memperlihatkan kekuatan hubungan, signifikansi hubungan, dan arah hubungan.

Metode perhitungan di dalamnya juga bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya metode korelasi pearson yang menggunakan skala data interval atau ratio. Pemilihan metode korelasi ini pun bisa berbeda-beda tergantung pada kebutuhan analisis data.

Jika koefisien korelasi dapat menunjukkan hubungan antar dua variabel, maka pembukuan dalam ranah akuntansi dapat menunjukkan kesehatan finansial seseorang atau bisnis. Dalam hal ini, software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online dapat membantu Anda membuat laporan keuangan secara lebih akurat dan cepat.

Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Di dalamnya, terdapat fitur-fitur yang mudah digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Accurate Online bahkan telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis dalam mencapai kesuksesan finansial bisnisnya. Oleh karena itu, sudah tidak diragukan lagi bukan keunggulan dari Accurate Online?

Jika Anda tertarik untuk menggunakannya secara gratis selama 30 hari, silahkan klik banner di bawah ini.