Mengenal Korelasi Negatif dan Positif di Dalam Dunia Keuangan

Pada dasarnya, korelasi adalah metode yang banyak digunakan untuk bisa melakukan identifikasi trend dan juga hubungan antara variabel dalam model keuangan. Di dalamnya terbagi menjadi dua, yakni korelasi negatif dan korelasi positif.

Nah, untuk mengenal lebih dalam tentang keduanya, ayo baca penjelasan tentang korelasi positif dan korelasi negatif dalam dunia keuangan d bawah ini hingga selesai.

Apa Itu Korelasi Positif Dalam Keuangan?

Korelasi positif adalah hubungan antara dua variabel yang secara bersamaan bergerak ke arah yang sama. Dalam dunia statistik, korelasi positif sempurna mempunyai nilai beta +1.0.

Suatu korelasi bisa dinyatakan positif jika terdapat satu variabel yang naik dan yang lainnya ikut naik. Sedangkan jika ada satu variabel yang turun, maka variabel yang lainnya pun akan ikut turun. Korelasi dalam keuangan tersebut bisa dikenal antara permintaan produk dan harga produk.

Contoh sederhana dari korelasi positif adalah jika pasar sedang naik, maka investasi pun akan ikut naik. Sedangkan jika pasar turun, maka investasi pun akan ikut turun yang turut memberikan dampak pada distribusi pendapatan. Korelasi positif bukan dinilai dari kesamaan saat pengambilan, tapi dinilai dari pergerakan dari waktu ke waktunya.

Contoh lain dari korelasi posifit yang bergerak ke arah bersamaan adalah sebagai berikut:

  • Jam kerja seorang karyawan yang meningkat menyebabkan jumlah gaji yang diterima akan ikut meningkat.
  • Perusahaan akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak dan produk yang dijual oleh perusahaan pun akan semakin banyak juga.

Baca juga: Apa Bedanya Bookkeeping dan Akuntansi? Ini yang Harus Anda Ketahui!

Apa itu Korelasi Negatif Dalam Keuangan?

Berdasarkan laman Investopedia, korelasi negatif atau korelasi terbalik adalah korelasi atau hubungan antar dua variabel yang bergerak ke arah yang berlawanan. Berbanding terbalik dengan korelasi positif, korelasi negatif dalam dunia statistik mempunyai nilai beta -1.0.

Nilai beta 0 akan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antar dua variabel tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh dari korelasi negatif atau korelasi terbalik di dalam dunia keuangan:

  • Terdapat individu atau orang dengan intensitas dan jumlah belanja yang meningkat, sehingga saldo tabungan di banknya jadi berkurang
  • Seorang sopir yang mengemudikan mobil dengan kecepatan yang tinggi dan berdampak pada menurunnya jarak tempuh bahan bakar.
  • Saat harga saham naik, maka pasar obligasi akan turun, sedangkan jika harga saham turun, maka pasar obligasi akan memiliki performa yang semakin baik.

Baca juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Cara Kerja Korelasi Dengan Beta

Melakukan analisa korelasi antara variabel di dalam pasar saham sangat penting agar bisa menanggulangi pengembalian dan juga risiko portofolio dalam bidang keuangan. Dalam dunia statistika, korelasi antara dua variabel ini diwakili dengan beta.

Sama seperti pasar saham, beta akan mewajili korelasi antara harga saham dan pasar yang lebih luas di dalam bursa saham.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, korelasi positif mempunyai nilai beta +1.0, sedangkan korelasi negatif mempunyai nilai beta -1.0.

Saham mempunyai korelasi kuat dengan pasar bila nilai beta nya adalah +1.0, yang mana tidak ada risiko sistematis bila dalam saham bila ditambahkan dengan beta +1.0. Tapi tidak serta merta menjamin bahwa portofolio tidak mempunyai banyak pengembalian.

Secara teoritis, keamanan akan menjadi kurang stabil jika beta yang ditambahkan di dalam portofolio kurang dari 1.0.

Contoh sederhananya adalah saham utilitas yang bergerak secara lambat daripada harga rata-rata di pasar, yang umumnya mempunyai keamanan yang kurang stabil bila dibandingkan dengan pasar jika di dalam portofolionya ditambahkan dengan beta yang kurang dari 1.0.

Sedangkan jika beta mempunyai nilai lebih dari 1.0, maka umumnya keamanan dalam suatu saham akan bergerak lebih fluktuatif.

Contohnya pada beta saham 1.4, kemungkinan ketidakstabilan sahamnya mencapai angka 40% dibandingkan dengan pasar. Contoh korelasi yang umumnya mempunyai beta dari 1.0 atau lebih tinggi dar benchmark adalah saham teknologi.

Baca juga: Apa itu Anggaran Modal? Ini Pengertian dan Peran Pentingnya untuk Bisnis!

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang korelasi negatif dan positif. Keduanya memang terkadang cukup merepotkan dan membingungkan.

Tapi jika Anda merasa kesulitan dalam mengelola dan membuat laporan keuangan bisnis, Anda bisa mempercayakannya pada aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi berbasis website yang bisa Anda gunakan dimana saja dan kapan saja secara online. Aplikasi ini telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia dan telah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Awards sejak tahun 2016 hingga tahun ini.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa menyelesaikan pembukuan dan mengelola anggaran keuangan perusahaan secara otomatis, rapi, dan juga akurat. Dari mulai membuat laporan stok persediaan barang, melakukan penagihan atau invoicing, melakukan rekonsiliasi bank, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara instan, cepat, dan tepat hanya dalam hitungan detik.

Lebih menariknya lagi, di dalamnya sudah tersedia berbagai fitur lain yang akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan urusan perpajakan, mengelola persediaan barang di gudang, menyederhanakan proses manufaktur, dan lain sebagainya.

Seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau, yakni sekitar 200 ribuan rupiah saja per bulannya.

Tertarik dengan Accurate Online? Anda bisa lebih dulu mencobanya secara gratis selama 30 hari dengan hanya mendaftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini.

accurate.id footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!