Memahami Laporan Keuangan Konsolidasi Beserta Contohnya

oleh | Mar 1, 2024

source envato.

Memahami Laporan Keuangan Konsolidasi Beserta Contohnya

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah salah satu alat penting yang digunakan oleh perusahaan yang memiliki anak perusahaan atau investasi saham dalam entitas lain.

Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang performa keuangan perusahaan dan semua anak perusahaan atau investasi yang dimilikinya.

Laporan Keuangan Konsolidasi sering kali menghadirkan tantangan tersendiri karena melibatkan berbagai elemen dari entitas yang berbeda.

Bagi investor, pemilik perusahaan, atau pemangku kepentingan lainnya, pemahaman yang kuat tentang laporan ini adalah kunci untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas.

Mari kita mulai artikel ini dengan menjelaskan dasar-dasar Laporan Keuangan Konsolidasi dan mengapa mereka diperlukan dalam dunia bisnis.

Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi keuangan dari perusahaan induk dan entitas anak yang dimilikinya sebagai satu entitas bisnis yang terintegrasi.

Perusahaan yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan biasanya akan menyajikan laporan keuangan dalam bentuk laporan keuangan konsolidasi.

Dilansir dari Kemenkeu Learning Center, laporan keuangan konsolidasi adalah penyajian laporan keuangan yang isinya gabungan dari laporan milik perusahaan induk dan entitas anak perusahaan dalam satu laporan sehingga seolah-olah mereka adalah satu entitas.

Tujuan dari penyusunan adalah untuk memberikan gambaran objektif secara keseluruhan mengenai posisi keuangan dan aktivitas dari suatu kelompok perusahaan (induk dan anaknya) sehingga bisa dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan (investor, auditor, dsb).

Bentuk laporan tersebut dibutuhkan jika perusahaan induk memiliki kendali atas perusahaan lain (anak perusahaan).

Syarat Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi

  • Mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang dibuktikan dengan kepemilikan saham
  • Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan lebih dari 50%
  • Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan kurang dari 50% namun perusahaan induk memiliki kendali penuh

Jika syarat di atas tidak terpenuhi, perusahaan cukup membuat laporan keuangan masing-masing secara mandiri.

Kalimat diatas sekaligus menjawab pertanyaan yang sering diajukan mengenai apakah laporan konsolidasi hanya dapat dibuat oleh perusahaan yang memiliki anak perusahaan.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pajak Progresif dan Cara Perhitungannya

Fungsi-fungsi Laporan Keuangan Konsolidasi

1. Menyajikan Gambaran Finansial yang Komprehensif

Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan informasi keuangan dari berbagai entitas atau anak perusahaan dalam satu laporan, memberikan gambaran finansial yang lebih komprehensif tentang keseluruhan kelompok perusahaan.

2. Membantu Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan konsolidasi membantu manajemen dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengambil keputusan strategis dengan memberikan informasi yang akurat dan terinci tentang kondisi keuangan, kinerja operasional, dan posisi keuangan keseluruhan perusahaan.

3. Membantu Evaluasi Kinerja

Laporan keuangan konsolidasi memungkinkan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja keseluruhan perusahaan serta menganalisis kontribusi masing-masing anak perusahaan terhadap keseluruhan kinerja perusahaan.

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Jika digunakan sesuai dengan ketentuan, laporan keuangan konsolidasi memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1. Transparansi dan Akuntabilitas

Laporan keuangan konsolidasi meningkatkan tingkat transparansi dan akuntabilitas dengan menyediakan informasi yang lengkap dan terperinci tentang kinerja keuangan perusahaan dan entitas anak.

2. Pembandingan dan Analisis

Perusahaan dapat membandingkan kinerja keuangan dari periode ke periode serta melakukan analisis vertikal dan horizontal untuk mengidentifikasi tren dan pola yang relevan.

3. Pemenuhan Persyaratan Hukum dan Regulasi

Banyak yurisdiksi memerlukan laporan keuangan konsolidasi untuk memenuhi persyaratan hukum dan regulasi yang berlaku.

Sehingga memastikan bahwa perusahaan beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

4. Pengambilan Keputusan Investasi

Laporan keuangan konsolidasi membantu investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan investasi dengan memberikan informasi yang dapat diandalkan tentang kinerja finansial dan stabilitas perusahaan.

Baca juga: Akuntansi Perusahaan Adalah: Ini Penjelasannya

Prinsip Kerja dan Cara Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi

Prinsip Kerja dan Cara Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi

ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasi. source envato

Secara umum, bagian-bagian yang harus dibuat sama dengan laporan keuangan biasa yaitu adanya laporan neraca (balance sheets), laporan laba rugi (income statements), laporan perubahan modal (statement of change equity), serta laporan arus kas (cashflow statements).

Di Indonesia, standar pembuatan laporan keuangan mengikuti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

Cara menyusun laporan keuangan konsolidasi adalah dengan meletakkan laporan-laporan keuangan entitas induk dan entitas anak secara bersisian dalam sebuah kertas kerja konsolidasi.

Anda bisa menggunakan aplikasi Microsoft Excel atau gunakan Software Akuntansi dengan fitur pembuatan laporan keuangan secara otomatis guna mempermudah perhitungan Anda.

Hal yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian dan eliminasi dari saldo akun tertentu yang memang perlu disesuaikan.

Pahami sifat transaksi yang diringkas dari tiap akun dan coba untuk menganalisis bentuk penggabungan usaha yang terkonsolidasi.

Penyesuaian dan eliminasi ini sebaiknya dilakukan dengan sangat teliti supaya saldo akhir yang dihasilkan dapat dibaca secara bermakna.

Baca juga : Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

Langkah-langkah membuat laporan keuangan konsolidasi:

  • Periksa laporan keuangan entitas induk dan entitas anak secara keseluruhan. Identifikasi jika ada kesalahan atau kelalaian dalam pencatatan lalu lakukan koreksi dan penyesuaian.
  • Sesuaikan laporan untuk melakukan eliminasi terhadap laba-rugi antar masing-masing perusahaan.
  • Eliminasi penghasilan dan dividen dari anak perusahaan serta kembalikan saldo akun investasi di anak perusahaan ke saldo ketika awal periode.
  • Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen anak perusahaan.
  • Pada laporan entitas anak, eliminasi saldo resiprokal investment yang tadinya dilaporkan dalam laporan keuangan entitas induk. Sebaliknya, eliminasi ekuitas yang tadinya dilaporkan pada keuangan entitas anak.
  • Jika ada selisih-selisih nilai wajar, lakukan alokasi dan amortisasi.
  • Lakukan eliminasi pada saldo-saldo resiprokal lainnya (utang piutang, pendapatan dan beban, dll).

Siapa yang Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi?

Laporan keuangan konsolidasi disusun oleh departemen keuangan perusahaan induk atau perusahaan yang memiliki entitas anak atau anak perusahaan.

Biasanya, tim keuangan perusahaan induk yang bertanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi melibatkan pengumpulan informasi keuangan dari semua entitas anak yang dimiliki oleh perusahaan induk.

Departemen keuangan perusahaan induk akan mengumpulkan laporan keuangan dari masing-masing entitas anak dan menggunakan metode konsolidasi untuk menggabungkan informasi tersebut ke dalam satu laporan keuangan konsolidasi.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang pembuatan laporan keuangan konsolidasi.

Hal-hal di atas dapat berguna bagi Anda yang membutuhkan cara untuk membuat laporan keuangan dari kelompok perusahaan (induk perusahaan dan anaknya) ataupun yang ingin berinvestasi dan memahami laporan keuangan perusahaan tersebut.

Perbedaan Khusus Laporan Keuangan Konsolidasi

Meskipun secara garis besar laporan keuangan konsolidan sama dengan laporan keuangan lainnya namun masih banyak kebingungan seperti kenapa namanya beda.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara laporan keuangan konsolidasi dengan laporan keuangan biasa dan laporan keuangan gabungan.

Laporan Keuangan Biasa:

1. Cakupan Entitas:

Laporan keuangan biasa menggambarkan posisi keuangan, kinerja operasional, dan arus kas dari satu entitas bisnis atau perusahaan.

2. Presentasi Informasi:

Informasi keuangan dalam laporan ini disajikan secara terperinci untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja keuangan perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Laporan Keuangan Gabungan:

1. Cakupan Entitas:

Laporan keuangan gabungan mencakup informasi keuangan dari beberapa entitas terpisah yang beroperasi secara independen, tetapi secara bersama-sama mempersiapkan laporan keuangan mereka untuk tujuan presentasi bersama.

2. Pemisahan Informasi Keuangan:

Setiap entitas yang tercakup dalam laporan gabungan menyajikan laporan keuangannya sendiri, dan laporan-laporan ini kemudian digabungkan secara sampingan, tetapi tidak secara resmi dikonsolidasikan.

Laporan Keuangan Konsolidasi:

1. Cakupan Entitas:

Laporan keuangan konsolidasi mencakup informasi keuangan dari induk perusahaan dan seluruh entitas anak yang dimilikinya.

Informasi keuangan dari setiap anak perusahaan digabungkan dan disajikan sebagai satu kesatuan dalam laporan induk.

2. Metode Penyajian:

Informasi keuangan dari setiap entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan induk menggunakan metode konsolidasi yang menggabungkan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya dari setiap entitas dalam satu laporan.

Intinya:

  • Laporan keuangan biasa digunakan untuk melaporkan kinerja keuangan satu entitas bisnis.
  • Laporan keuangan gabungan digunakan ketika beberapa entitas bekerja sama tetapi tetap mandiri secara hukum dan keuangan.
  • Laporan keuangan konsolidasi digunakan ketika perusahaan memiliki anak perusahaan dan harus menunjukkan posisi keuangan dan kinerja keseluruhan sebagai satu entitas.

Baca juga : Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Pembuatan laporan keuangan pada suatu bisnis adalah suatu keharusan.

Dengan laporan keuangan yang terperinci, pemilik bisnis bisa dengan mudah melakukan improvisasi atau perencanaan pengembangan bisnis secara berkesinambungan berdasarkan data keuangan yang faktual.

Untuk bisnis kecil dan UKM mungkin akan mudah untuk membuat laporan keuangan dengan pembukuan manual, namun saat terdapat banyak transaksi dan pengelolaan data keuangan yang semakin kompleks.

Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online.

Mari bergabung bersama ratusan ribu pengguna lainnya dalam kemudahan bisnis dengan pembukuan yang lebih baik.

Coba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik gambar di bawah!

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait