Liquidity Ratio Adalah: Ini Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Walaupun memang dianggap rumit oleh rata-rata pebisnis, namun memahami finansial adalah suatu hal yang sangat penting di dalam dunia bisnis. Nah, liquidity ratio adalah salah satu istilah yang harus dimengerti oleh setiap pebisnis.

Sebagian dari Anda mungkin sudah memahami pengertian liquidity ratio. Tapi, banyak juga yang merasa bahwa istilah tersebut masih cukup asing. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang liquidity ratio.

Apa itu Liquidity Ratio?

Liquidity ratio adalah suatu variabel keuangan yang digunakan untuk bisa menentukan apakah suatu perusahaan mampu membayar utang jangka pendeknya ataukah tidak. Liquidity ratio ini terdiri dari beberapa tipe rasio, namun ada tiga rasion yang paling banyak untuk digunakan, yakni current ratio, quick ratio dan cash ratio.

Bila suatu data liquidity ratio dari suatu perusahaan nilainya adalah 1, maka perusahaan tersebut bisa membayar utang jangka pendeknya dengan lancar. Tapi bila angka yang dihasilkan kurang dari 1, maka perusahaan dianggap tidak mampu membayar utang jangka pendek.

Sebaliknya, jika suatu perusahaan nilai memiliki liquidity ratio yang lebih dari satu, maka perusahaan tersebut bisa lebih dari sekedar mampu dalam membayar utang jangka pendeknya ketika saat itu juga.

Baca juga: Debit Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Kredit

Tipe-tipe Liquidity Ratio

1. Current Ratio

Current ratio diperoleh dari adanya perbandingan antara jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini atau current assets dan juga jumlah utang jangka pendek yang menjadi beban perusahaan ketika saat ini atau dikenal dengan current liabilities. Semakin banyak hasil pembagiannya, maka akan semakin baik juga kondisi perusahaan tersebut.

Untuk mendapatkan data current assets ataupun data current liabilities, silahkan Anda periksa neraca lajur atau balance sheet perusahaan. Sedangkan rumus yang bisa digunakan untuk menghitung current ratio adalah sebagai berikut:

Current Ratio = current asset / current liabilities

2. Quick Ratio

Walaupun dalam perhitungannya sama-sama membagi total aset dengan utang jangka pendek, namun quick ratio tidak bisa disamakan dengan current ratio.

Perbedaan utama antar keduanya adalah bahwa quick ratio hanya menghitung aset yang bisa digunakan untuk membayar utang jangka pendek secara cepat atau aset yang paling cair. Aset yang paling cair ini dikenal dengan uang kas, surat berharga yang bisa langsung dijual ataupun piutang.

Untuk menghitung quick, Anda bisa menggunakan rumus berikut:

Quick ratio = (C + MS + AR) /current liabilities

Keterangan:

C= Cash atau uang kas

M= Marketable securities

AR= Account receivable atau piutang

3. Cash Ratio

Jika dibandingkan dengan aset lain, uang kas atau cash adalah aset perusahaan yang paling mudah dan juga paling cepat untuk digunakan dalam membayar utang. Untuk itu, cash ratio adalah jenis liquidity ratio yang paling cair atau paling liquid.

Itu artinya, bila perusahaan dari PT ABC mempunyai uang sebanyak 100 juta rupiah, sedangkan uang kas dari perusahaan tersebut adalah 120 juta rupiah, maka saat utang tersebut ditagih secara mendadak, maka perusahaan tidak akan bisa membayarnya dengan cepat.

Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:

Cash Ratio = Cash / Current liabilities

Selain ketiga rasio diatas, terdapat beberapa juga rasio lainnya, seperti basic defence ratio, absolute liquidity ratio, days sales outstanding, dan juga basic liquidity ratio.

Baca juga: Koefisien Korelasi: Pengertian dan Contoh Kasusnya

Manfaat Liquidity Ratio

Secara garis besar, liquidity ratio mampu menggambarkan kondisi finansial dari suatu perusahaan. Jadi, semakin tinggi hasil perbandingan antara aset dan juga utang, maka akan semakin stabil juga perusahaan tersebut.

Nah bila dirinci, manfaat liquidity ratio untuk investor adalah sebagai berikut:

1. Melihat Kondisi Keuangan Sebuah Perusahaan

Sama halnya dengan produksi dan juga konsumsi pada level individu, penggunaan utang untuk kebutuhan produksi dan konsumsi dari suatu perusahaan juga tidak sehat.

Karena, utang mempunyai jumlah bunga yang terus meningkat di setiap harinya. Untuk itu, jumlah utang dan perbandingannya dengan aset perusahaan harus bisa diusahakan seminimal mungkin.

2. Efisiensi Kinerja Manajemen Perusahaan

Ukuran performa kerja yang efektif dari manajemen suatu perusahaan adalah saat manajemen perusahaan tersebut bisa memperoleh keuntungan ataupun tambahan aset dari jumlah aset yang jumlahnya terbatas.

Sehingga, jika utang perusahaan terus meningkat namun tidak diiringi dengan jumlah peningkatan jumlah aset perusahaan atau margin kedua variabel tersebut berbeda, kemungkinkan performa kerja manajemen perusahaan tersebut kurang efektif. Untuk bisa memeriksa hal ini lebih lanjut lagi, Anda bisa langsung melihat berbagai rasio lainnya di dalam laporan keuangan perusahaan.

3. Mengetahui Kelayakan Dalam Diberi Pinjaman Tambahan

Dalam sisi bank ataupun pemberi utang, manfaat liquidity ratio adalah untuk mengetahui apakah suatu perusahaan layak untuk diberikan pinjaman atau tidak. Semakin buruk nilai liquidity ratio suatu perusahaan, maka akan semakin kecil juga kemungkinan perusahaan tersebut untuk bisa memperoleh tambahan utang atau modal.

Baca juga: Buku Besar Pembantu Utang: Ini Pengertian dan Contohnya!

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Rasio Likuiditas

Terdapat banyak sekali faktor yang mampu mempengaruhi rasio likuiditas dalam suatu perusahaan. Nah, beberapa faktor yang mampu mempengaruhi liquidity ratio adalah sebagai berikut:

1. Cost of External Financing

Faktor pertama yang mampu mempengaruhi liquidity ratio adalah Cost of External Financing. Faktor ini akan sangat berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan bila perusahaan menggunakan dana yang berasal dari luar perusahaan, menggunakan proxy ukuran perusahaan, dan kesempatan untuk tumbuh dengan mengukur faktor tersebut.

Menurut Munawir (2001), cost of external financing yang harus dihadapi oleh perusahaan besar akan jauh lebih rendah daripada perusahaan kecil. Pasalnya, perusahaan besar akan bisa lebih cepat untuk bisa mencapai economic of scale, khususnya jika dikaitkan dengan biaya tetap saat melakukan emisi saham.

Untuk perusahaan yang menghadapi kondisi asymmetric information yang kompleks antara outsider dan insider investor, maka perusahaan nantinya akan lebih cenderung untuk bisa mengalami cost of external financing yang jauh lebih besar.

2. Current and Future Investment Opportunities

Current and future investment opportunities adalah suatu kesempatan bagi perusahaan untuk menjalankan investasi hingga saat ini atau masa depan. Faktor ini mampu mempengaruhi keputusan manajemen dalam menentukan kebijakan likuiditasnya.

Berkaitan dengan current and future investment opportunities, nantinya pihak manajemen akan bisa mempertimbangkan dan mengambil keputusan tepat terkait apakah akan menjalankan investasi dalam bentuk aset lancar atau aset tetap.

3. Transactions Demand for Liquidity

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi liquidity ratio adalah transaction demand for liquidity. Faktor ini berkaitan dengan kas yang diperlukan oleh perusahaan dalam menjalankan transaksi. Faktor ini akan dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menetapkan likuiditas perusahaan.

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lancar atau utangnya dikenal dengan likuiditas. Perusahaan yang mempunyai kemampuan dalam melunasi semua kewajiban lancarnya akan disebut dengan perusahaan yang sudah likuid. Sedangkan perusahaan yang mengalami kesulitan dalam melunasi kewajiban lancar dikenal dengan perusahaan ilikuid.

Kemampuan dari setiap perusahaan ini bisa dinilai dari sisi likuiditasnya yang berkaitan dengan 1 periode tahun buku atau terkadang diidentifikasikan dengan siklus operasi normal dari suatu perusahaan.

4. Cash Flow Uncertainty

Faktor terakhir yang mempengaruhi liquidity ratio adalah cash flow uncertainty atau ketidakpastian arus kas yang akan bisa menentukan kebijakan manajer dalam menetapkan tingkat likuiditas suatu perusahaan.

Perusahaan yang mempunyai ketidakpastian arus kas tinggi akan lebih cenderung melakukan investasi dalam aktiva yang likuid atau lancar dengan jumlah yang cukup besar.

Baca juga: Joint Cost Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Joint Product Cost

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang liquidity ratio. Jadi, liquidity ratio adalah suatu variabel keuangan yang digunakan untuk bisa menentukan apakah suatu perusahaan mampu membayar utang jangka pendeknya ataukah tidak.

Liquidity ratio terbagi menjadi tiga, yakni current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Manfaatnya adalah mampu melihat kondisi keuangan sebuah perusahaan, melakukan efisiensi kinerja manajemen perusahaan, dan mengetahui kelayakan dalam diberi pinjaman tambahan.

Sedangkan beberapa faktor yang mempengaruhi liquidity ratio adalah cost of external financing, current and future investment opportunities, transactions demand for liquidity, dan cash flow uncertainty.

Rumus untuk menghitung dan mengetahui nilai liquidity ratio ini bisa Anda hitung dengan menggunakan rumus yang sudah kami bagikan di atas. Tapi jika Anda masih merasa kesulitan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda akan mendapatkan nilai rasio likuiditas dan rasio lainnya, serta memperoleh lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai fitur luar biasa yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien. Lebih menariknya lagi, Accurate Online bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yakni sekitar 200 ribuan saja perbulannya.

Namun, Anda bisa mencobanya terlebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.