Mengetahui Perbedaan Omset, Margin, dan Profit dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, istilah omset, margin dan profit itu sering terdengar. Kalau Anda mungkin masih kerap bingung apa pengertian atau maksudnya, mari simak lebih lanjut di sini. Nantinya akan juga dibahas apa perbedaan antara ketiga istilah ini.

Definisi omset margin dan profit

Berikut ini pengertian tentang omset, margin, dan profit:

  • Omset adalah hasil penjualan total sebelum dikurangi biaya lain-lain. Istilah lainnya, omset juga disebut sebagai pendapatan kotor.
  • Profit adalah keuntungan bersih yang didapatkan dari sebuah usaha dalam periode tertentu.
  • Margin adalah persentase keuntungan untuk setiap produk yang dijual.

Sepintas mungkin Anda mulai paham apa perbedaan antara ketiga hal ini. Namun untuk lebih jelasnya, mari kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pengertian Dividen dan Berbagai Jenisnya

Perbedaan omset margin dan profit

Omset, margin, dan profit adalah hal yang berbeda namun saling terkait. Untuk memudahkan Anda memahaminya, sebaiknya baca ilustrasi contoh sebagai berikut.

Anda memiliki sebuah bisnis dengan berjualan sebuah produk yang dijual dengan harga Rp100.000. Margin keuntungan yang Anda ambil adalah 30% atau Rp30.000.

Dalam satu bulan, produk Anda tersebut berhasil terjual sebanyak 100 pcs. Maka, pendapatan kotor atau omset yang Anda dapatkan adalah Rp100.000 X 100 = Rp10 juta.

Dari omset Rp10 juta tersebut, Anda mendapatkan profit kotor Rp3 juta. Dalam proses pemasaran tersebut, terdapat biaya yang Anda keluarkan sebesar Rp500 ribu. Biaya tersebut bisa untuk biaya operasional, biaya listrik, pajak, atau yang lainnya. Dengan demikian, profit bersih yang diperoleh adalah Rp3 juta – Rp500 ribu = Rp2,5 juta.

Setelah menyimak ilustrasi ini Anda sudah makin paham kan apa yang dimaksud omset, margin, dan profit?

Omset berhubungan dengan total pendapatan secara global tanpa memperhitungkan biaya. Sementara profit adalah keuntungan yang Anda peroleh setelah omset dikurangi biaya. Adapun margin adalah persentase nilai keuntungan yang Anda ambil dari setiap penjualan produk.

Baca juga : Memahami Lebih Dalam Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Lebih Dalam tentang Omset, Profit, dan Margin

Membaca beberapa pengertian di atas sebetulnya sudah cukup membuat Anda memahami apa arti ketiga istilah tersebut. Namun kali ini kita akan mencoba untuk membahasnya lebih mendalam agar Anda bisa memahaminya.

Pertama adalah omset. Seperti dijelaskan, omset adalah nilai total pendapatan kotor dalam periode tertentu. Periode ini bisa harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

Umumnya, pebisnis akan berusaha untuk terus meningkatkan omset pendapatan karena makin besar omset maka semakin besar keuntungan yang diperoleh. Di sinilah berlaku faktor kali untuk meningkatkan omset. Usaha apapun harus berusaha menjual lebih banyak produknya dalam periode tertentu. Itulah yang menyebabkan omset usaha dapat meningkat.

Kedua adalah profit atau keuntungan. Untuk meningkatkan keuntungan ini, pebisnis akan berusaha untuk memperbesar margin keuntungan serta meminimalkan biaya. Dengan begitu, profit maksimal bisa diraih.

Dalam bisnis, jenis biaya yang sering muncul itu bisa dikategorikan dua, yaitu:

  1. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang secara stabil akan dikeluarkan oleh perusahaan tanpa terpengaruh aktivitas produksi. Contohnya seperti gaji karyawan.
  2. Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang besarnya berubah tergantung tingkat produksi. Jika produksi meningkat, maka biaya produksi pun akan naik. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya listrik, biaya air, telepon, dan lainnya.

Nah, berbagai biaya yang muncul tersebut akan mengurangi nilai profit kotor sehingga diketahui berapa profit bersih yang diperoleh.

Ketiga, mengenai margin, umumnya pengusaha akan berusaha untuk mencari margin keuntungan sebesar-besarnya. Sebagai contoh, sebuah produk yang harga pokok produksi (HPP)-nya adalah Rp1.000 misal, jika dijual kepada konsumen Rp2.000, maka margin yang diambil adalah 100 persen. Jika dijual Rp5.000, maka margin yang diambil adalah 500 persen.

Baca juga : Mengetahui Pentingnya Neraca Keuangan Dan Komponennya

Kesimpulan

Setelah menyimak pengertian omset margin dan profit di atas, harapannya Anda sekarang lebih paham. Informasi ini mungkin juga akan membuat Anda mulai tertarik untuk mengembangkan bisnis secara lebih efisien.

Untuk mencatat ketiga hal tersebut, Anda harus melakukan pembukuan pada usaha Anda. Lakukanlah pembukuan secara terperinci pada setiap transaksi yang telah tejadi, dengan begitu Anda bisa memantau semua keuntungan dan kerugian secara menyeluruh yang tentunya akan membuat perencanaan pengembangan bisnis Anda menjadi lebih mudah.

Jika Anda kesulitan melakukan pencatatan dengan pembukuan manual, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur terlengkap untuk memantau profitabilitas dan margin keuntungan pada bisnis Anda.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa menjadi solusi pembukuan Anda. Dengan Accurate Online Anda bisa dengan mudah memantau arus keuangan dan pencatatan segala transaksi yang terjadi dimana saja dan kapan saja.

Cobalah Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.