Pembukuan Usaha: Ini Cara Mudah Membuatnya untuk UMKM!

Mengatur keuangan melalui kegiatan pencatatan sangat penting untuk dilakukan, khususnya untuk Anda para pebisnis UMKM. Untuk itu, Anda harus mengetahui cara membuat pembukuan usaha demi kelancaran dan perkembangan bisnis.

Sebagian pebisnis yang baru memulai usahanya terkadang mengabaikan pembukuan yang mencatat rincian, aliran masuk dan keluarnya uang. Alasan umumnya adalah bahwa usaha yang dijalankan masih kecil, sehingga kegiatan pencatatan keuangan belum dirasa penting untuk dilakukan.

Pola pikir ini harus segera dihilangkan bila kegiatan bisnis yang dilakukan ingin bisa berhasil dan berkembang maju. Untuk itu, jadikanlah kegiatan pembukuan usaha menjadi hal yang utama demi mengantarkan kesuksesan bisnis. Lantas, bagaimana cara membuat pembukuan usaha yang baik? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang pembukuan usaha di bawah ini hingga selesai.

Alasan UMKM tidak Melakukan Pembukuan Usaha

Selain menganggap bahwa usahanya masih tergolong kecil, alasan lain para pebisnis UMKM masih tidak mau melakukan pembukuan usaha adalah karena prosesnya yang sangat kompleks. Beberapa diantara mereka bahkan memang kurang mengerti berbagai hal tentang pencatatan usaha, sehingga mereka enggan untuk melakukannya.

Alasan lainnya yang sering muncul adalah pebisnis tidak memiliki waktu yang cukup dalam melakukan pembukuan. Masalah ini padahal bisa diakali dengan melakukannya secara bertahap setiap selesai melakukan transaksi. Nantinya, catatan tersebut tinggal diselesaikan saja setelah jam sibuk selesai dan diinput ke dalam buku besar.

Baca juga: 8 Cara Membuat Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Pemula

Kesalahan Besar Terkait Keuangan Dan Cara Membuat Pembukuan Usaha

Kesalahan besar yang sering dilakukan oleh pebisnis adalah mencampur-adukan keuangannya. Umumnya, para pebisnis pemula masih bingung untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnisnya. Hasilnya, bisa menghadirkan kerancuan keuangan.

Untuk itu, sekecil apapun bisnis yang Anda jalankan, Anda tetap harus melakukan pembukuan usaha.

BPS atau Badan Pusat Statistik ternyata sudah mengelompokkan UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja menjadi dua, yaitu:

  • Usaha Kecil: Yakni pemilik bisnis yang mempekerjakan 5 hingga 19 tenaga kerja
  • Usaha Menengah: Pebisnis yang mempekerjakan 20 hingga 99 tenaga kerja.

Baca juga: Cara dan Contoh Membuat Pembukuan Sederhana untuk Usaha Kecil

Manfaat Pembukuan Usaha

Pandangan terkait pembukuan usaha yang sangat merepotkan sebaiknya segera handa hilangkan. Karena mencatat laporan arus kas akan membantu Anda dalam mengetahui nilai keuntungan yang sudah Anda dapat. Anda juga bisa memperoleh proyeksi gambaran yang jelas tentang prospek kelangsungan bisnis.

Selain itu, saat suatu bisnis sudah mulai berkembang dan pembelian sudah makin meningkat, maka jumlah transaksi yang dilakukan pun akan semakin banyak.

Sehingga, akan sangat penting sekali untuk memerhatikan jumlah pemasukan, utang dan piutang agar Anda bisa menghitung jumlah margin, bahkan meningkatkan keuntungan secara lebih maksimal.

Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2007 Pasal 28, beberapa hal yang wajib dicatat dalam pembukuan adalah harta, modal, kewajiban, biaya, penghasilan, dan jumlah harga perolehan dari penyerahan produk barang atau layanan jasa, yang selanjutnya ditutup dengan membuat laporan keuangan berbentuk neraca dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.

Informasi yang cukup banyak dan kompleks tersebut membuat pemikiran bahwa pembukuan hanya penting dilakukan oleh perusahaan saja. Padahal, usaha kecil pun sangat memerlukannya, karena terdapat banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Mengabaikan pencatatan keuangan bisa memicu tertundanya proses bisnis, kecurangan di dalam bisnis, dan bahkan bisa terjadi kebangrutan. Pasalnya, pebisnis tidak melakukan kebijakan yang tepat terkait pemasukan dan pengeluarannya.

Baca juga: 10 Alasan Betapa Pentingnya Pembukuan Bagi UMKM Di Indonesia

Cara Membuat Pembukuan Usaha Kecil

Membuat pembukuan untuk usaha kecil dan menengah atau UMKM sebenarnya tidaklah rumit. Para pebisnis pemula disarankan untuk membuat pembukuan usaha sejak dari awal memulai bisnisnya.

Suatu perusahaan yang besar umumnya akan menyerahkan kegiatan pencatatan keuangan pada seorang akuntan profesional yang sudah berpengalaman yang bisa mereka beri upah atau gaji untuk melakukan pembukuan. Tapi untuk Anda yang baru memulai bisnis, Anda bisa melakukan pembukuan aliran kas Anda sendiri.

Berikut ini adalah tips dalam membuat catatan keuangan untuk Anda yang baru memulai bisnis.

1. Buatlah Catatan Pengeluaran 

Saat baru mulai menjalankan bisnis, Anda harus membuat catatan pengeluaran bisnis secara terpisah. Seluruh pengeluaran, mulai dari biaya pembelian bahan baku, biaya operasional, sampai gaji karyawan bisa Anda kelompokkan menjadi satu tabel.

Pajak yang harus Anda keluarkan pun harus Anda masukkan ke dalam tabel biaya pengeluaran tersebut. Sehingga, Anda bisa mengetahui jumlah modal yang selama ini sudah Anda keluarkan. Selain itu, hal tersebut juga akan memudahkan Anda dalam menetapkan target dan strategi yang tepat agar modal Anda bisa kembali dengan cepat.

2. Mencatat Pemasukan 

Setiap pemasukan yang ada juga harus Anda catat dengan baik, tapi harus Anda catat di buku yang beda dengan catatan pengeluaran. Buku catatan penghasilan atau kas pemasukan ini bisa Anda gunakan untuk mencatat pemasukan bisnis Anda, seperti jumlah penjualan produk ataupun layanan jasa per hari, serta piutang yang sudah berhasil dibayar.

Disarankan juga untuk bisa membuat catatan ini secara rutin agar Anda bisa mengetahui nominal keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

3. Membuat Buku Kas Utama

Buku kas utama dibuat dengan menggabungkan transaksi buku kas pengeluaran dan buku kas pemasukan. Dengan menggabungkan kedua transaksi ini, maka pebisnis bisa mengetahui secara jelas tentang nominal keuntungan ataupun kerugian perusahaan.

Di dalam bisnis UMKM, buku kas utama juga memiliki peran yang penting dalam membuat perencanaan dan strategi perusahaan, terutama dalam membuat cadangan dana darurat.

4. Membuat Buku Stok Barang

Selain membuat pembukuan usaha, stok barang atau persediaan barang pun harus Anda catat, baik itu di dalam bisnis penjualan produk barang ataupun layanan jasa.

Penjual jasa seperti service bengkel mobil memerlukan beberapa produk penunjang kegiatan bisnisnya. Persediaan barang ini mempunyai keterkaitan yang erat dengan penjualan.

Ketika terjadi penjualan, terutama dalam sektor usaha penjualan barang, pebisnis harus bisa memastikan bahwa persediaan produknya tersedia dengan baik dan di akhir periode nanti pebisnis disarankan untuk tidak menyisakan barang karena akan menimbulkan penumpukan persediaan yang bisa membuat rugi.

Untuk itu, catatlah jumlah barang yang keluar dan masuk setiap hari. Semakin tinggi tingkat penjualan Anda, maka intensitas barang yang keluar dan masuk nantinya akan semakin tinggi.

Pencatatan stok barang ini bisa dilakukan agar bisa menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pemasok dan pegawai.

Dengan mencatat stok barang, Anda bisa lebih mudah dalam mengawasi dan memonitor persediaan barang, terlebih lagi Anda juga bisa membuat target jumlah barang yang harus Anda jual. Buku persediaan barang pun akan membantu Anda dalam membuat manajemen persediaan yang lebih optimal.

5. Catat Inventaris Barang

Isi dari pembukuan inventaris barang adalah berbagai catatan aset yang dimiliki oleh pebisnis. Untuk itu, catatlah berbagai barang atau aset yang sudah Anda beli untuk menunjang usaha, termasuk sumbangan barang inventaris. Dalam saat yang bersamaan, catat juga buku pengeluaran kas untuk setiap barang inventaris yang sudah Anda beli.

Dengan membuat pembukuan inventaris, maka Anda akan lebih mudah dalam mengawasi aset dan mencegah kehilangan barang. Selain itu, catatan ini juga akan memudahkan perpindahan barang ataupun penghapusan barang.

6. Membuat Buku Laba Rugi 

Buatlah juga catatan laba rugi agar bisa mencatat pendapatan dan beban perusahaan dalam kurun waktu satu periode. Sehingga, Anda bisa mengetahui apakah Anda sedang mengalami kerugian atau mendapatkan keuntungan yang besar.

Manfaat lainnya dalam membuat buku laba rugi adalah agar bisa memberikan informasi nominal pajak yang harus Anda bayar dan mengevaluasi strategi perusahaan, apakah sudah cukup untuk mendatangkan keuntungan atau belum.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam membangun suatu bisnis tidak akan lepas dari untung dan rugi, sehingga pembukuan sederhana untuk memantau performa keuangan bisnis sangat dibutuhkan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui nominal modal yang sudah Anda gunakan, sisa modal, dan juga jumlah hutangnya.

Selain itu, pembukuan yang detail dan lengkap bisa Anda gunakan sebagai alat analisis untuk performa bisnis. Nantinya, hasil analisis ini bisa digunakan untuk membuat keputusan dan juga mengembangkan strategi bisnis selanjutnya.

Pembukuan usaha yang lengkap juga nantinya akan menghasilkan analisis yang tepat dan akan berdampak dalam keputusan yang akan Anda ambil.

Baca juga: Memahami Pengertian Sistem Pembukuan Double Entry

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang cara membuat pembukuan usaha untuk bisnis UMKM. Namun membuat pembukuan usaha secara manual sangat memerlukan banyak waktu, rentan terjadi kesalahan, dan sangat rentan terjadi kecurangan.

Untuk itu, beralihlah dari cara yang manual dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi berbasis cloud ini akan membantu Anda dalam mencatat berbagai pembukuan bisnis dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, laporan neraca dan laporan lainnya, secara otomatis, cepat, dan akurat.

Accurate Online juga sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di tanah air dalam membantu kegiatan akuntansi dan bisnis agar bisa lebih berkembang.

Fitur yang ada didalamnya pun sangat lengkap untuk membuat bisnis Anda berjalan lebih efisien, seperti fitur persediaan, penjualan, pembukuan, perpajakan, manufaktur (add on), multi cabang, cost and profit center, multi mata uang, dan masih banyak lagi.

Jadi, ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.