Akuntansi Syariah : Arti, Ciri, & Bedanya Dengan Akuntansi Konvensional

Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Muslim. Karena hal ini wajar saja jika akuntansi syariah banyak ditemui di bidang ekonomi. Apalagi karena memang dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa dipisahkan dengan ilmu akuntansi. Akuntansi menjadi hal yang semakin dibutuhkan dan diselenggarakan.

Akuntansi ini telah diatur secara formal oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Rancangan yang dibuat ini tentunya berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Perbedaan antara akuntansi jenis ini dengan akuntansi biasa atau akuntansi konvensional cukup mencolok. Bahkan prinsipnya saja sudah berbeda. Akuntansi yang berlandaskan fatwa MUI ini terbagi menjadi prinsip kebenaran, keadilan, dan pertanggungjawaban.

Baca juga : Mengenal Strategi Positioning Untuk Pemasaran Produk Yang Lebih Efektif

Ciri Akuntansi Syariah

Tak hanya prinsip saja yang membedakan akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional. Melainkan ada cukup banyak. Mulai dari konsep utamanya, jenis laba, fungsi mata uang, modal, dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa cirinya.

Konsep

Akuntansi ini tidak membenarkan membagi laba atau keuntungan jika memang belum terkumpul. Memang benar suatu jual-beli dinyatakan sebagai laba. Namun konsep akuntansi ini menyatakan bahwa laba ada saat terjadi suatu perkembangan atau pertambahan nilai pada barang yang bersangkutan. Ini berlaku untuk barang yang sudah terjual maupun yang belum.

Jenis Laba

Laba yang diterapkan pada akuntansi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu laba kapital dan laba pokok. Semua jenis laba ini harus berasal dari transaksi. Jika ada suatu sumber yang haram maka hal tersebut harus bisa dijelaskan. Laba yang bersifat haram ini tidak boleh tersalurkan kepada mitra yang bersangkutan, juga tidak boleh disatukan dengan modal pokok.

Selain itu, sumber yang ada harus disalurkan kepada tempat-tempat yang telah disarankan oleh para ulama saja. Asal sumbernya pun juga demikian, seharusnya bisa sesuai dengan apa yang disarankan oleh para ulama.

Teori

Teori yang digunakan akuntansi ini juga cukup berbeda. Akuntansi jenis syariah memegang teguh pada suatu cara. Adalah cara untuk menghadapi kemungkinan resiko dan bahaya untuk menentukan harga atau nilai. Harga atau nilai ini ditentukan dengan memperhatikan nilai tukar.

Inilah mengapa fungsi mata uang dari akuntansi ini juga dijelaskan. Fungsi mata uang, apapun wujudnya dianggap sama. Pokok utamanya adalah mata uang sebagai nilai tukar. Hal ini akan dijelaskan pada poin selanjutnya.

Fungsi Mata Uang

Kedudukan dari masing-masing jenis mata uang sama dan juga bukan sebuah tujuan utama. Mata uang seperti uang fisik, emas, perak, atau barang lainnya akan sama kedudukannya. Mata uang ini digunakan untuk perantara dalam menentukan sumber harga atau nilai dari suatu barang.

Tak hanya emas, perak, atau uang fisik saja. Pada akuntansi syariah,  misalkan ada barang yang dijadikan alat tukar juga bisa disebut dengan mata uang. Misalnya saja uang satu juta rupiah ditukar dengan hp seharga satu juta rupiah, bisa dikatakan tak hanya uang saja mata uangnya.

Baca juga : Pengertian Profit Dan 7 Cara Meningkatkan Profit Untuk Usaha Anda

Aktiva

Barang-barang pokok pada akuntansi konsep syariah dibedakan menjadi beberapa golongan. Golongan tersebut antara lain barang dan uang. Yang mana, barang masih dibedakan lagi menjadi dua yaitu barang dagang dan barang milik.

Barang dagang berupa barang yang dijual oleh bisnis atau perusahaan. Bisa mmerupakan produk atau jasa. Barang milik seperti halnya aset yang dimiliki, bisa berupa alat produksi, bangunan, ruang usaha, tanah, dan lain-lain.

Perbedaan Akuntansi Syariah dan Akuntansi Konvensional

Prinsip-prinsip syariah dimasukkan dalam teori akuntansi syariah. Prinsip yang membangun ini bisa dirasakan baik pada siklus perputarannya maupun pada pencatatannya. Akuntansi jenis ini membawakan beberapa pokok utama, antara lain mudharabah, musyarakah, murabahah dan lain-lain. Selain itu akuntansi jenis ini juga hadir dengan tiga prinsip utama sebagaimana telah disebutkan di atas.

Apakah memilih akuntansi jenis ini atau akuntansi konvensional merupakan pilihan Anda. Anda bisa mempertimbangkan opsi ini dengan menyimak lima perbedaan antara konsep akuntansi ini dengan akuntansi konvensional. Selanjutnya Anda baru bisa memutuskan teori akuntansi mana yang paling kompatibel dengan kebutuhan bisnis dan prinsip ini.

Untuk memenuhi kebutuhan Anda pada sistem pembukuan yang mudah dan efektif, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk optimalisasi pembukuan Anda. Accurate Online cocok untuk digunakan pada metode akuntansi syariah maupun konvensional.

Baca juga : Solusi Pembukuan Usaha Laundry Dengan Accurate Online

Accurate Online sendiri memiliki fitur terlengkap sebagai software akuntansi buatan Indonesia yaitu fitur penjualan, pembelian, pengaturan stok, penggajian, pajak, laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Telah digunakan oleh lebih 300 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis dan meraih Top Brand Award sejak tahun 2016 sampai sekarang. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.