Biaya dan Beban: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya pada Akuntansi

oleh | Mei 27, 2024

source envato.

Biaya dan Beban: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya pada Akuntansi

Dalam ilmu akuntansi, banyak hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan keuangan.

Selain aset berupa harta dan juga modal serta hutang, dalam praktek akuntansi terdapat biaya atau beban yang akan mengurangi pendapatan yang ada.

Banyak yang beranggapan bahwa terdapat perbedaan antara beban dan biaya ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak perbedaan biaya dan beban berikut ini!

Pengertian Akun Biaya dan Akun Beban

Bagi orang awam, mungkin tidak mengetahui perbedaan akun beban dan biaya secara mendalam, karena kedua hal ini terbilang sama karena sama-sama digunakan pada akuntansi untuk membayar pengeluaran dari perusahaan.

Ada pula yang sering mendengar istilah akun beban namun tidak begitu memahami apa arti istilah tersebut. Meski pada dasarnya beban selalu dipasangkan dengan istilah biaya, faktanya antara keduanya jelas berbeda. 

Tentunya ketika hendak belajar tentang akuntansi, harus memahami antara perbedaan biaya dan beban ini. 

Dalam akuntansi, unsur pengeluaran terdiri dari akun biaya atau cost dan juga akun beban atau expense. Untuk pengertian antar keduanya berikut ulasannya:

Pengertian Beban

Beban atau yang sering dikenal dengan istilah expense merupakan sebuah pengorbanan yang harus dikeluarkan atau diperlukan untuk merealisasikan sebuah hasil.

Tentunya akun beban ini erat dikaitkan dengan sebuah revenue pada periode yang berjalan.

Pengorbanan atau pengeluaran dari beban ini dapat dinilai dengan sumber mata uang untuk digunakan sebagai realisasi jumlah pendapatan dalam periode akuntansi. 

Sesuatu yang diklasifikasikan pada kategori beban ini biasanya digunakan sebagai sumber pendapatan atau untuk memperoleh hasil suatu perusahaan.

Seperti halnya dalam akun laba rugi yang terdapat beban sewa, listrik, gaji, atau penyusutan.

Beban atau expense ini akan mengurangi pendapatan dan akan menghasilkan laba yang bersih dalam perusahaan sebelum digunakan untuk membayar pajak.

Akun Beban juga bisa digunakan sebagai standar penurunan manfaat suatu ekonomi dalam satu periode akuntansi yang berbentuk kas keluar.

Namun seiring berkurangnya aktiva untuk sebuah pengeluaran tidak menyangkut atau berimbas pada modal.

Dalam hal ini diambil kesimpulan bahwa istilah beban dalam akuntansi digunakan untuk mendapatkan sebuah aset yang lainnya. Beban akan berimbas pada sebuah untung dan rugi dalam perusahaan. 

Beban dalam akuntansi digunakan untuk menentukan laba. Perhitungan untung adalah: Penghasilan dikurangi Pengeluaran Sama dengan Laba.

Akuntan melihat dua jenis biaya: tetap dan variabel.

  • Biaya tetap harus dibayar setiap bulan meski tidak ada penjualan.
  • Biaya variabel berubah dengan tingkat penjualan.

Baca juga: Beban Akuntansi: Arti, Jenis, Contoh, Perbedaannya

Jenis-jenis Beban

1. Beban Operasional (Operating Expenses):

Beban yang terkait dengan operasional sehari-hari perusahaan.

Contoh: Gaji karyawan, biaya sewa, utilitas, biaya pemasaran.

2. Beban Penjualan (Selling Expenses):

Beban yang terkait dengan upaya penjualan produk atau jasa.

Contoh: Biaya komisi penjualan, biaya iklan, biaya promosi.

3. Beban Administrasi dan Umum (General and Administrative Expenses):

Beban yang terkait dengan manajemen dan administrasi umum perusahaan.

Contoh: Gaji staf administrasi, biaya kantor, biaya audit.

4. Beban Bunga (Interest Expense):

Beban yang timbul dari pinjaman atau utang.

Contoh: Beban bunga atas pinjaman bank, bunga obligasi.

5. Beban Penyusutan (Depreciation Expense):

Beban yang mencerminkan penurunan nilai aset tetap selama periode akuntansi.

Contoh: Penyusutan peralatan, penyusutan bangunan.

6. Beban Pajak (Tax Expense):

Beban yang terkait dengan kewajiban pajak perusahaan.

Contoh: Pajak penghasilan, pajak penjualan.

Baca juga: Pengertian Beban Penyusutan 5 Dampaknya pada Finansial

Arti Biaya

Lain halnya dengan beban, akun biaya merupakan suatu hal yang memang harus dikeluarkan agar bisa mendapatkan sebuah keuntungan dan mendapatkan manfaat di masa yang akan datang sehingga bernilai ekonomis.

Sebagai contoh ketika terjadi transaksi pembelian aktiva, tetap mengeluarkan biaya atau uang.

Hal ini akan terdapat transaksi pengeluaran pembelian aktiva tetap dalam akun kas.

Adanya hal tersebut diharapkan untuk mampu mendapatkan manfaat secara ekonomis dari aktiva yang dibeli di masa yang akan datang.

Akuntan menggunakan biaya untuk merujuk secara khusus ke aset bisnis, dan bahkan lebih khusus lagi untuk aset yang disusutkan (disebut aset yang dapat didepresiasi).

Akun Biaya (kadang-kadang disebut basis biaya) suatu aset mencakup setiap biaya untuk membeli, mengirimkan, dan menyiapkan aset, dan untuk melatih karyawan dalam penggunaannya.

Misalnya, jika bisnis manufaktur membeli mesin, biayanya termasuk pengiriman, penyiapan, dan pelatihan.

Basis biaya digunakan untuk menetapkan dasar depresiasi dan faktor pajak lainnya

Biaya aset muncul di akuntansi bisnis di neraca. Biaya awal akan selalu ditampilkan, kemudian akumulasi penyusutan akan dikurangkan, dengan hasil sebagai nilai buku aset tersebut. Semua aset bisnis digabungkan untuk tujuan neraca.

Baca juga: 5 Klasifikasi Biaya beserta Pengertian dan Fungsinya

Jenis-jenis Biaya

1. Biaya Tetap (Fixed Costs):

Biaya yang jumlahnya tetap dan tidak berubah seiring dengan volume produksi atau penjualan.

Contoh: Sewa gedung, gaji tetap karyawan, biaya asuransi.

2. Biaya Variabel (Variable Costs):

Biaya yang berubah seiring dengan perubahan volume produksi atau penjualan.

Contoh: Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya listrik untuk produksi.

3. Biaya Semi-Variabel (Semi-Variable Costs):

Biaya yang memiliki komponen tetap dan komponen variabel.

Contoh: Gaji karyawan dengan komisi, biaya telepon (terdiri dari biaya tetap langganan dan biaya penggunaan).

4. Biaya Langsung (Direct Costs):

Biaya yang dapat langsung diidentifikasi dengan produk atau departemen tertentu.

Contoh: Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

5. Biaya Tidak Langsung (Indirect Costs):

Biaya yang tidak dapat langsung diidentifikasi dengan produk atau departemen tertentu.

Contoh: Biaya umum pabrik, biaya administrasi.

6. Biaya Periode (Period Costs):

Biaya yang dibebankan pada periode terjadinya, tanpa memperhatikan volume produksi.

Contoh: Biaya pemasaran, biaya administrasi umum.

7. Biaya Produk (Product Costs):

Biaya yang terkait dengan pembuatan produk dan diakui sebagai bagian dari inventaris sampai produk tersebut dijual.

Contoh: Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik.

Baca juga: 4 Cara Menghitung Biaya Total dan Contoh Kasusnya

Perbedaan Biaya dan Beban

Dari pengertian yang ada tentu antara beban dan biaya memang sudah terjadi perbedaan.

Namun tetap saja ketika Anda adalah orang yang awam dengan masalah akuntansi kemungkinan besar masih bingung dengan kedua istilah ini.

Agar mampu memahami secara lebih, berikut perbedaan akun biaya dan beban yang perlu dipahami, diantaranya:

1. Secara Garis Besar

Agar memahami secara dasar, bisa diartikan bahwa biaya merupakan sumber ekonomi yang memang harus dikeluarkan agar bisnis tetap berjalan dengan baik.

Lain halnya dengan beban yang dijadikan sebagai acuan penurunan nilai ekonomi berupa pengeluaran uang yang biasanya berupa penyusutan dari nilai aktiva. 

Secara garis besar keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dan dapat dipahami dengan mudah. Biaya belum tentu digunakan namun beban sudah pasti digunakan di awal. 

2. Dalam Laporan Keuangan

Untuk perbedaan ketika membuat laporan keuangan, terdapat perbedaan antara keduanya.

Perbedaan yang pertama yaitu ketika biaya biasanya digunakan dalam sebuah penyusunan neraca dan belum dipakai atau dianggap mampu memberikan manfaat berupa sebuah aktiva. 

Lain halnya dengan beban yang biasanya akan masuk dalam laporan keuangan laba rugi dimana telah terpakai dan tidak memberikan manfaat di masa depan.

Artinya beban sudah pasti mengeluarkan uang di awal dan tidak akan berimbas pada masa mendatang. 

3. Berdasarkan Periode Akuntansi

Antara biaya dan beban ini bisa dilihat dari sebuah periode akuntansi yang mana biaya memiliki lebih dari satu periode akuntansi.

Hal ini dikarenakan biaya dianggap sebagai pengeluaran dari sebuah modal. Untuk beban sebaliknya, beban memiliki periode akuntansi kurang dari satu tahun.

Biasanya beban ini diambil untuk pengeluaran yang digunakan sebagai pemanfaatan sumber pendapatan. 

Beban memiliki artian digunakan sebagai sumber pengeluaran dari modal dan jumlahnya lebih kecil dari biaya. Bahkan bisa dibilang dari beban ini jumlah yang digunakan relatif kecil.

Periode yang lebih dari satu tahun ini sering disebut sebagai capital expenditure dan yang kurang dari satu tahun sering disebut revenue expenditure.

4. Berdasarkan Jumlah yang Dikeluarkan

Karena biaya diambil dari sebuah modal, tentu pengeluaran yang ada akan lebih besar dan bisa setara dengan aset.

Akun beban ini diambil dari beberapa pendapatan dan belum tentu ada di periode berikutnya.

Lain halnya dengan buaya yang merupakan sejumlah pengeluaran dan diambil bersamaan dengan aktiva. Pengeluaran yang termasuk dalam biaya ini relatif besar. 

Baca juga: Harga Perolehan: Pengertian dan Cara Menghitungnya Pada Aktiva Tetap

5. Berdasarkan Nilainya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa beban memiliki nominal yang sedikit dan biaya memiliki nominal yang relatif lebih besar.

Sebagai contoh dalam biaya sewa atau biaya penyusutan, hal ini tidak masuk dalam beban karena biaya tersebut dianggap atau diakui dalam periode berkelanjutan. 

Biaya akan memiliki jumlah yang besar karena tidak berhubungan dengan hal-hal kecil perusahaan.

Biasanya menyangkut aktiva yang besar. Untuk beban bisa menjadi alternatif istilah pengeluaran dengan nominal kecil. 

6. Posisi dalam Laporan Keuangan

Perbedaan biaya dan beban dalam posisi keuangan yaitu beban akan masuk dan dibukukan dalam laporan laba rugi.

Tentunya hal ini tidak akan memberikan dampak dan manfaat di masa mendatang.

Hal ini juga berarti bahwa beban merupakan pengeluaran yang sudah terpakai dan memiliki periode kurang dari satu tahun. 

Biaya akan berimbas pada pembukuan neraca dan dianggap memiliki manfaat di masa depan serta dianggap sebagai aktiva dan biasanya berupa biaya yang belum terpakai. Tentunya dalam neraca akan ditulis di bawah aktiva lainnya.

Baca juga: Saldo Normal Akuntansi: Pengertian, Fungsi, Dan Berbagai Jenisnya 

7. Manfaat yang Ada

Karena pembukuan dan istilah dari dua hak ini berbeda, tentunya manfaat yang bisa diperoleh juga akan berbeda.

Biaya akan bermanfaat kepada sebuah pendapatan. Lain halnya dengan beban yang bermanfaat sebagai salah satu sumber daya.

Pemanfaatan biaya akan memberikan efek kepada jumlah modal setelahnya. Sedangkan beban akan berimbas pada jumlah keuangan yang ada. 

Baca juga: Pengertian Biaya Tetap dan Variabel serta 3 Perbedaannya

Contoh dalam Pembukuan Bisnis

Agar tidak salah membedakan antara beban dan biaya ini, bisa dengan melihat beberapa contoh berikut ini.

Terdapat perbedaan pemahaman antara biaya dan beban, berikan contohnya:

Sebuah perusahaan membeli satu buah mesin terbaru senilai 100.000.000 yang diharapkan akan berguna untuk 5 tahun ke depan dan akan digunakan untuk mengolah bahan mentah menjadi barang jadi.

Nilai aset sebagai contoh adalah 100.000.000 yang pada dasarnya merupakan representasi moneter dari total utilitas yang diberikan seperti dalam uang dari dan jumlah total manfaat yang perusahaan harapkan dapat pulih selama 5 tahun ke depan senilai 20.000.000 (100.000.000 / 5).

Utilitas akan kedaluwarsa dan pada akhir tahun pertama penggunaannya, dan perusahaan hanya akan menyisakan 80.000.000 dari total utilitas dalam aset.

Jadi pada dasarnya beban adalah jumlah biaya yang telah kedaluwarsa dan biaya adalah jumlah beban yang belum kedaluwarsa.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Aplikasi Akuntansi Online

Kesimpulan

Ada beberapa perbedaan biaya dan beban yang memang memiliki manfaat yang berbeda. Kedudukan dan dalam penyusunan akun ini tidak sama.

Perlu pemahaman yang pasti agar tidak salah ketika membuat sebuah laporan keuangan.

Namun jika Anda masih kesulitan dalam membuat laporan keuangan dengan cepat, tepat dan akurat, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur otomasi laporan keuangan terlengkap seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah Accunting software berbasis cloud yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja juga memiliki fitur terlengkap seperti otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan, rekonsiliasi transaksi otomatis, pengelolaan inventori, penghitungan aset dan masih banyak lagi.

Jika Anda tertarik menggunakan Accurate Online, Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait