Pengertian Laporan Keuangan Inhouse dan Cara Membuatnya

Diterbitkan: 26 Mar 2024 | Diperbarui: 09 Apr 2026 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail
Pengertian Laporan Keuangan Inhouse dan Cara Membuatnya

Poin penting


  • Laporan keuangan inhouse adalah laporan keuangan yang dibuat khusus untuk kebutuhan internal perusahaan.

 

  • Laporan keuangan internal memiliki karakteristik khusus seperti lebih detail, fleksibel, disusun lebih sering, berubah mengikuti kebutuhan.

 

  • Laporan keuangan inhouse bermanfaat untuk memantau performa secara detail, mengendalikan biaya, dan mempermudah keputusan bisnis.

 

  • Pembuatan laporan keuangan internal secara manual akan memakan waktu dan rawan kesalahan, gunakan Accurate Online yang bisa membuat laporan keuangan custom. Coba gratis di sini!

Mengelola bisnis tanpa memahami kondisi keuangan internal ibarat mengemudi tanpa dashboard, semuanya berjalan, tetapi Anda tidak benar-benar tahu apa yang sedang terjadi.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin cepat, perusahaan membutuhkan data keuangan yang akurat, detail, dan dapat diakses kapan saja.

Inilah fungsi penting dari laporan keuangan inhouse, atau yang sering disebut laporan keuangan internal.

Melalui laporan ini, manajemen dapat melihat performa aktual bisnis, menemukan masalah sebelum membesar, dan mengambil keputusan strategis dengan lebih percaya diri.

Apa itu Laporan Keuangan Inhouse?

Apa itu Laporan Keuangan Inhouse?

ilustrasi Apa Itu Laporan Keuangan Inhouse. source envato

Berdasarkan laman Investopedia, laporan keuangan inhouse merujuk kepada laporan keuangan internal yang disiapkan secara internal oleh suatu perusahaan atau entitas bisnis untuk keperluan internal.

Laporan ini mencakup informasi tentang kinerja keuangan perusahaan dalam periode waktu tertentu dan berbagai aspek keuangan seperti pendapatan, biaya, laba, arus kas, dan posisi keuangan.

Laporan keuangan inhouse tidak sama dengan laporan keuangan yang disiapkan untuk publikasi eksternal seperti laporan keuangan yang diaudit yang diperlukan untuk tujuan perpajakan atau pelaporan kepada investor.

Laporan keuangan internal disusun untuk keperluan manajemen perusahaan dalam mengawasi dan mengelola kinerja keuangan perusahaan, serta untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan inhouse dapat membantu manajemen dalam memantau arus kas, mengidentifikasi tren keuangan, mengevaluasi kinerja departemen atau proyek tertentu, serta merencanakan strategi keuangan yang lebih baik untuk masa depan perusahaan.

Dengan memahami laporan keuangan internal dengan baik, perusahaan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan mereka.

Baca juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis, dan, Tujuannya Untuk Bisnis Anda

Karakteristik Laporan Keuangan Inhouse

Karena dibuat khusus untuk kebutuhan internal, laporan keuangan inhouse memiliki beberapa karakteristik khusus seperti:

1. Fokus pada Data Operasional yang Detail

Laporan ini menyajikan informasi yang sangat spesifik, seperti laba per produk, performa setiap cabang, arus kas harian, hingga biaya operasional per divisi.

Data granular ini tidak tersedia dalam laporan publik karena sifatnya yang bersifat internal dan strategis.

2. Disusun Lebih Sering

Tidak seperti laporan eksternal yang biasanya dibuat per tahun atau per kuartal, laporan inhouse disusun secara rutin mulai dari mingguan, bulanan, bahkan harian.

Tujuannya agar manajemen dapat mengambil keputusan cepat berdasarkan kondisi terbaru bisnis.

3. Format yang Fleksibel dan Tidak Kaku

Laporan inhouse tidak wajib mengikuti standar formal seperti PSAK atau IFRS. Format dan kontennya bisa sangat beragam tergantung kebutuhan perusahaan.

Banyak perusahaan menggunakan Excel, dashboard BI, hingga software akuntansi internal untuk menyusunnya.

6. Berorientasi pada Manajemen Internal

Karena dibuat khusus untuk pemilik bisnis dan manajemen, laporan ini berfungsi sebagai alat bantu analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan bukan untuk regulator, auditor, atau investor eksternal.

7. Bersifat Adaptif dan Dinamis

Isi laporan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebutuhan operasional maupun strategi perusahaan.

Misalnya, ketika bisnis membuka cabang baru, menambah KPI baru, atau ingin menganalisis profitabilitas per channel pemasaran.

Baca juga: Analisis Rasio Keuangan: Metode, Manfaat, dan Contohnya

Manfaat dan Contoh Penggunaan Laporan Keuangan Inhouse

Manfaat Membuat Laporan Keuangan Inhouse

ilustrasi Apa Itu Laporan Keuangan Inhouse. source envato

Membuat laporan keuangan inhouse memiliki beragam manfaat yang penting bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Pemantauan Kinerja Keuangan Internal

Laporan keuangan inhouse memungkinkan manajemen untuk memantau secara langsung kinerja keuangan perusahaan dalam berbagai aspek seperti pendapatan, biaya, laba, dan arus kas.

Dengan pemantauan yang teratur, manajemen dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perhatian khusus atau perbaikan.

2. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Informasi yang terdokumentasi dalam laporan keuangan inhouse memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan lebih terinformasi.

Dengan memiliki gambaran yang jelas tentang kinerja keuangan, manajemen dapat merencanakan strategi yang tepat dan mengalokasikan sumber daya secara efisien.

3. Evaluasi Kinerja Departemen atau Proyek

Laporan keuangan inhouse dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja departemen atau proyek tertentu dalam perusahaan.

Dengan membandingkan hasil keuangan dari berbagai area bisnis, manajemen dapat mengidentifikasi yang mana yang berkinerja baik dan yang memerlukan perbaikan.

Baca juga: Pengertian Laporan Laba Rugi, Jenis, Fungsi, dan 2 Contohnya

4. Pengendalian Biaya dan Pengelolaan Kas

Dengan memantau laporan keuangan inhouse, perusahaan dapat mengidentifikasi tren biaya dan mengambil langkah-langkah untuk mengendalikannya.

Selain itu, pemantauan arus kas yang terperinci dalam laporan keuangan in-house memungkinkan manajemen untuk mengelola kas dengan lebih efektif dan mengantisipasi kebutuhan keuangan di masa depan.

5. Transparansi dan Akuntabilitas

Laporan keuangan inhouse menciptakan tingkat transparansi yang tinggi dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Hal ini mampu meningkatkan akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham, investor, dan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan dalam perusahaan.

6. Perencanaan Strategis yang Lebih Baik

Informasi yang terdokumentasi dalam laporan keuangan inhouse memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan strategis jangka panjang perusahaan.

Dengan memahami kondisi keuangan saat ini dan tren masa lalu, manajemen dapat merumuskan strategi yang lebih tepat untuk pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang perusahaan.

Dengan demikian, membuat laporan keuangan inhouse bukan hanya merupakan kewajiban yang diperlukan untuk tujuan manajemen internal, tetapi juga merupakan alat yang sangat berharga dalam pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien.

Baca juga: 5 Manfaat Laporan Keuangan Proyek dan Contoh Laporannya

7 Cara Membuat Laporan Keuangan Inhouse

9 Cara Membuat Laporan Keuangan Inhouse

ilustrasi Apa Itu Laporan Keuangan Inhouse. source envato

Membuat laporan keuangan inhouse membutuhkan beberapa langkah penting. Berikut adalah panduan umum untuk membuat laporan keuangan inhouse:

1. Identifikasi Tujuan Laporan

Tentukan tujuan dari laporan keuangan inhouse yang akan Anda buat. Apakah itu untuk memantau kinerja keuangan secara keseluruhan, mengevaluasi kinerja departemen atau proyek tertentu, atau untuk tujuan lainnya.

2. Pilih Format Laporan

Pilihlah format laporan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Format yang umum digunakan termasuk laporan laba rugi (income statement), neraca (balance sheet), dan laporan arus kas (cash flow statement).

Anda juga dapat menyesuaikan format laporan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi perusahaan.

3. Kumpulkan Data Keuangan

Kumpulkanlah semua data keuangan yang diperlukan untuk pembuatan laporan.

Data ini termasuk informasi tentang pendapatan, biaya operasional, investasi, arus kas masuk dan keluar, serta aset dan kewajiban perusahaan.

4. Organisasi Data

Setelah mengumpulkan data, organisasikan data keuangan tersebut sesuai dengan format laporan yang telah Anda pilih.

Misalnya, bagi data ke dalam kategori-kategori seperti pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban.

5. Hitung dan Analisis

Hitunglah berbagai angka dan rasio keuangan yang relevan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan, seperti laba bersih, margin laba kotor, rasio arus kas, rasio utang terhadap ekuitas, dan lain-lain.

Analisis ini akan memberikan pemahaman yang penting tentang kondisi keuangan perusahaan.

6. Susun Laporan

Susunlah laporan keuangan inhouse sesuai dengan format yang telah Anda pilih.

Pastikan untuk menyertakan semua informasi yang relevan dan penting. Laporan harus jelas, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca yang dituju.

7. Review dan Validasi

Setelah selesai menyusun laporan, lakukan review dan validasi untuk memastikan keakuratan dan konsistensi data.

Periksa apakah ada kesalahan atau inkonsistensi yang perlu diperbaiki sebelum laporan disebarluaskan kepada pihak yang berkepentingan.

Menghasilkan laporan keuangan internal yang detail sering kali memakan waktu, apalagi jika formatnya harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap divisi.

Di sinilah software akuntansi dan bisnis Accurate Online menjadi solusi terbaik. Dengan Accurate Online, Anda dapat:

  • Membuat laporan keuangan yang bisa di-custom sesuai kebutuhan bisnis.
  • Memfilter laporan berdasarkan cabang, produk, proyek, dan divisi.
  • Menghasilkan laporan otomatis tanpa input manual berulang.
  • Mengakses data real-time kapan pun dibutuhkan manajemen.

Semua ini membuat proses penyusunan laporan keuangan internal jauh lebih cepat, akurat, dan efisien. Coba Accurate Online gratis 30 hari dan rasakan sendiri kemudahannya!

Baca juga: Langkah Awal Menggunakan Software Akuntansi untuk Pembukuan Bisnis

Perbedaan Laporan Keuangan Internal dan Eksternal

Untuk memahami peran laporan keuangan inhouse dalam bisnis, Anda perlu melihat bagaimana laporan internal dan eksternal berbeda dalam tujuan, standar, hingga pengguna utamanya. Berikut perbedaan utamanya:

1. Pengguna Utama

Internal: dipakai oleh manajemen, supervisor, kepala divisi, hingga pemilik untuk memantau performa harian dan membuat keputusan cepat.

Eksternal: ditujukan bagi pihak luar seperti investor, bank, auditor, regulator, dan calon mitra bisnis.

2. Tujuan Penyusunan

Internal: berfungsi sebagai alat kontrol operasional, perencanaan strategi, evaluasi kinerja, serta monitoring cash flow dan profitabilitas.

Eksternal: memberikan gambaran resmi tentang kondisi keuangan perusahaan untuk kepentingan audit, pengajuan kredit, penilaian investasi, serta kepatuhan regulasi.

3. Standar dan Format

Internal: tidak terikat standar baku; formatnya sangat fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan. Bisa berupa dashboard, laporan Excel, atau output dari software akuntansi.

Eksternal: wajib mengikuti PSAK/IFRS agar konsisten, terstruktur, dan dapat diaudit oleh pihak independen.

4. Frekuensi Pelaporan

Internal: dapat dibuat harian, mingguan, atau bulanan karena sifatnya mendukung operasional yang bergerak cepat.

Eksternal: biasanya disusun berkala, seperti kuartalan atau tahunan, sesuai aturan dan kebutuhan pelaporan publik.

5. Contoh Dokumen

Internal: laporan penjualan harian, cash flow operasional, analisis margin, laporan stok, laporan budget varians.

Eksternal: neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Baca juga: 5 Jenis-jenis Laporan Keuangan, Fungsi, & Contohnya

Penutup

Laporan keuangan inhouse adalah alat penting yang memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi keuangan bisnis Anda.

Dengan penyusunan yang tepat, perusahaan bisa memantau kinerja operasional, mengendalikan biaya, meningkatkan akurasi keputusan, dan merencanakan strategi jangka panjang secara lebih efektif.

Namun, membuat laporan keuangan internal yang detail dan rapi tidak selalu mudah terutama jika harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap divisi.

Karena itu, menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online dapat menjadi solusi terbaik. Anda bisa membuat laporan yang fleksibel, otomatis, dapat di-custom, dan selalu real-time.

Akses ratusan jenis laporan, kendalikan keuangan bisnis Anda dengan lebih mudah, dan hemat banyak waktu.

Coba Accurate Online gratis 30 hari dan lihat bagaimana laporan keuangan bisnis Anda menjadi jauh lebih efisien!

akuntansifooter-copy

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi
artikel-sidebar

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait

Solusi Terbaik untuk Masalah Bisnis Anda

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda sekarang dan mulai jalankan bisnis lebih mudah bersama Accurate.

young-woman-glasses-showing-laptop-screen